• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Lingkungan Bahasa

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN (Halaman 66-71)

Lingkungan bahasa bukan hadir secara natural atau terbentuk sedemikian rupa tanpa disadari oleh pembelajar bahasa dan yang mengajar bahasa dan selurruh yang terlibat dalam pembelajaran bahasa tersebut. Lingkungan ini menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian bagi seluruh yang terlibat dalam proses pengajaran bahasa targetv ini. Krashen (1976) membagi lingkungan pembelajaran bahasa menjadi dua, lingkungan formal dan lingkungan non formal (Efendi, 2012).

Lingkungan formal mencakup berbagai aspek pendidikan formal dan non formal, dan sebagian besar berada dalam kelas atau laboratorium. Apakah lingkungan formal ini memberikan masukan kepada pembelajar berupa sistem bahasa (pengetahuan unsur-unsur bahasa) atau wacana bahasa (keterampilan berbahasa), tergantung kepada tipe pembelajaran atau metode yang digunakan oleh pengajar, namun terdapat kecenderungan bahwa lingkungan formal memberikan lebih banyak sistem bahasa daripada wacana bahasa.

Lingkungan informal, memberikan pajanan komunikasi yang alamiah dan sebagian besar berada diluar kelas. Oleh karena itu lingkungan informal ini memberikan lebih banyak wacana bahasa daripada sistem bahasa. Bentuknya bisa berupa bahasa yang digunakan oleh guru, siswa, kepala sekolah, orang tua siswa, buku bacaan umum, koran dan majalah, siaran radio dan televisi flim dan sebagainya.

Lingkungan bahasa formal dan informal dua-duanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sehingga banyak penelitian yang menunjukkan hasil yang berbeda-beda antara lingkungan bahasa formal atau lingkungan informal sehingga

67

tidak dapat ditarik kesimpulan antara yang mana yang lebih efektif dalam memberikan pengaruh dalam mencapai bahasa target. Maka setiap penelitian baik yang mengenai lingkungan bahasa formal maupun informal sama-sama memepengaruhi dan memberikan ketercapaian bagi bahasa target (Efendi, 2012).

Dari berbagai sumber teori yang yang berkaitan dengan lingkungan bahasa baik fromal maupun informal kedua-duanya adalah untuk menyampaikan pembelajar bahasa sampai kepada tujuan pengajaran bahasa, walaupun lingkungan bahasa formal lebih menyasar kepada sistem bahasa, sedangkan lingkungan informal untuk wacana bahasa yang menstilimulasi bahasa sebagai wacana yang memenuhi indra dengar, penglihatan, yang dibentuk dalam berbagaimacam cara.

Lingkungan bahasa dalam konteks pengembangan mencakup kepada lima aspek dan harus mendapat perhatian penuh dari seluruh praktisi pengajaran bahasa di dalamnya, Diantaranya adalah (Hidayat, 2012) :

1. Lingkungan pandang dan penglihatan (Al-Biah al-marwiyah) yang berupa gambar, liftlet, pengumuman, mading, papan informasi yang semua berisi tulisan bahasa arab.

2. Lingkungan pendengaran dan visual (biah As-syam iyyah dan Al-marwiyah) yang meliputi tempat mendengar seperti Khutbah atau pidato, music, perkuliahan, video, siaran TV atau radio yang berbahasa Arab.

3. Lingkungan pergaulan atau intraksi belajar mengajar dengan menggunakan bahsa arab.

4. Lingkungan akademik, berupa kebijkan sekolah atau lembaga dalam mewajibkan kawajiban berbahasa arab pada hari-hari tertentu.

5. Lingkungan Psikologis, yaitu lingkungan yang dibentuk daalam mencitrakan bahasa arab sebagai bahasa yang mudah.

68

Secara rinci Ahmad Fuad Efendi menjelasakan bahwa Dalam menciptakan lingkungan bahasa Arab informal ada beberapa jenis lingkungan bahasa Arab diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Lingkungan psikologis.

Telepon besok kalau yang dimaksud adalah lingkungan yang diciptakan untuk menanamkan dorongan kepada peserta didik dalam menggunakan bahasa Arab.

Kenyataan yang sesungguhnya pada persepsi peserta didik terkhusus yang ada di Indonesia merasa bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sulit dan juga bahasa yang dianggap sakral karena hanya digunakan oleh orang-orang yang fokus pada ilmu agama. Peran guru dalam menciptakan lingkungan sekolah ini adalah agar peserta didik tidak merasa ketakutan dalam menggunakan bahasa Arab atau tidak menganggap bahwa bahasa Arab itu bahasa yang sulit Sehingga dalam proses penggunaan bahasa Arab itu peserta didik menjadi percaya diri dan mau mencoba menggunakan bahasa Arab baik secara lisan maupun tulisan. Maka hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk citra positif bahasa Arab di mata anggota lingkungan bahasa Arab dengan cara

a. Memberikan penjelasan kepada peserta didik secara objektif realistis tidak berlebih-lebihan tentang peranan bahasa Arab sebagai bahasa agama Islam bahasa ilmu pengetahuan bahasa dan bahasa komunikasi internasional resmi juga peranannya dalam pembentukan bahasa Indonesia

b. Menjelaskan kepada peserta didik manfaat kemampuan bahasa Arab bagi yang memilikinya dalam kehidupan pribadi dan sosial termasuk hubungannya dengan dunia kerja sehingga mereka yakin bahwa kenyataan kenyataan tersebut didukung dengan fakta-fakta yang akurat c. Menampilkan pengajaran bahasa Arab sedemikian rupa sehingga membentuk citra pelajaran bahasa Arab sebagai pelajaran yang menyenangkan tidak sulit dan bermanfaat. Dalam proses ini Tentunya seorang pengajar bahasa Arab dapat menggunakan berbagai macam cara agar basharat ini dianggap sebagai pelajaran yang mudah dan menyenangkan diantara cara-caranya biasanya digunakan dengan

69

membuat aktivitas yang berarti dalam proses pembelajaran bahasa Arab baik berupa game ataupun kegiatan yang dekat dengan peserta didik 2. Lingkungan bicara.

Lingkungan bicara adalah lingkungan yang menggunakan bahasa Arab dalam interaksi sehari-hari secara bertahap titik yang bicara ini adalah lingkungan yang paling kuat dampaknya pada pemerolehan bahasa Arab peserta didik. Lingkungan bicara tentunya peran pengajar sangat dominan karena pengajar harus berkomunikasi baik sesama pengajar ataupun kepada peserta didik dengan menggunakan bahasa Arab pada awalnya tentunya pengajar harus menstimulus peserta didik untuk menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari titik pada tahap ini Tentunya pengajar akan harus bekerja keras untuk mengajak peserta didik menggunakan bahasa Arab karena pada awal peserta didik pasti merasa tidak percaya diri dan mempunyai kekurangan banyak kosakata tentang apa yang ingin disampaikan ataupun ingin diucapkan nya. Maka untuk menciptakan lingkungan bicara bahasa Arab ada beberapa aktivitas yang bisa dilaksanakan antara lain:

a. Pengajar harus rajin menggunakan bahasa Arab dalam berbicara dengan peserta didik yang tentunya harus dimulai dengan hal-hal yang sederhana b. Membudayakan penggunaan ungkapan-ungkapan bahasa Arab dalam

pergaulan sehari-hari di lingkungan lembaga yang menerapkan lingkungan bahasa Arab tersebut. Ungkapan-ungkapan penggunaan bahasa Arab seperti memulai percakapan dengan mengucapkan ahlan wa sahlan Kaifa Haluk dan lain sebagainya. Contoh pun juga lengkapan ungkapan yang fungsional yang kira-kira dianggap penting dalam mendukung komunikasi bahasa Arab lisan

c. Menetapkan adanya hari bahasa Arab. Hari bahasa Arab dilaksanakan yaitu menetapkan satu hari dalam satu minggu ataupun satu minggu bergantian dengan bahasa yang lain di mana semua anggota dan pengajar yang tergabung dalam lingkungan bahasa tersebut menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas apapun Baik aktivitas yang bersifat sederhana maupun aktivitas yang dirancang dalam bentuk program. Dalam hal ini konsistensi peserta didik dan pengajar sangat dibutuhkan Sehingga lingkungan bahasa

70

Arab dapat diciptakan secara mudah walaupun dengan usaha-usaha yang berbagai macam

d. Ada juga yang menerapkan lorong bahasa Arab artinya bahwa setiap peserta didik ataupun pengajar yang Leon melewati lorong tersebut harus menggunakan bahasa Arab.

e. Menetapkan sanksi yang edukatif dan tidak memberatkan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan kebahasaaraban sehingga menciptakan lingkungan dengar bisa dilakukan dengan peringatan kepada peserta didik untuk tetap menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari.

3. Lingkungan pandang/baca

Menciptakan lingkungan pandang relatif lebih mudah dan apabila dengan cara dengan baik dapat memberikan efek yang cukup kuat bagi pemerolehan bahasa peserta didik. Lingkungan baca ini ini adalah untuk mendukung lingkungan bicara.

Sebagai contoh pengharapan papan nama tertentu seperti kepala sekolah ruang guru ruang kelas laboratorium perpustakaan dan lain-lain. Demikian juga pengumuman-pengumuman yang berkaitan dengan pelajaran bahasa Arab agama ditulis dalam bahasa Arab baik juga diprogram pemajangan sejumlah mufrodat Ana salib di depan ruang kelas secara periodik harian atau mingguan titik berbagai tempat yang sesuai penjual dipasang poster-poster tembok yang berisi kata-kata hikmah dalam bahasa Arab atau mahfudzot.

4. Lingkungan dengar

Menciptakan lingkungan dengar bisa dilakukan dengan menyampaikan pengumuman pengumuman lisan dalam bahasa Arab. Tujuan dari lingkungan dengan ini adalah untuk membiasakan pendengaran peserta didik dengan kalimat-kalimat yang menggunakan bahasa Arab. Ada beberapa contoh yang bisa dilaksanakan lingkungan dengan ini seperti misalnya memutarkan berita Arab yang sudah disiapkan oleh petugas bahasa Arab yang berisi tentang berita harian yang terjadi pada lingkungan bahasa tersebut, melatih peserta didik dalam baris-berbaris menggunakan bahasa Arab atau memberikan tebak-tebakan dan kepada peserta didik menggunakan bahasa Arab. Dalam pelaksanaan lingkungan dengan tersebut ternyata memberikan kegembiraan dan kebanggaan tersendiri bagi para peserta

71

didik. Memperdengarkan dan mengajarkan lagu-lagu bahasa Arab fushah Bila perlu diprogramkan.

5. Lingkungan tulis

Lingkungan tulis bahasa Arab adalah lingkungan yang diciptakan untuk membiasakan peserta didik selalu menggunakan tulisan-tulisan berbahasa Arab.

Lingkungan tulis dapat diciptakan dengan berbagai macam kegiatan seperti surat-menyurat antara peserta didik dengan pengajar menggunakan bahasa Arab atau pesan pendek menggunakan bahasa Arab baik pada Android ataupun pesan yang lain. Sebagai pengajar bahasa Arab yang hidup pada dunia teknologi harus mampu menciptakan berbagai macam teknologi yang ada sebagai media pembelajaran bahasa Arab sehingga bahasa Arab dianggap menjadi bahasa yang akrab pada diri siswa ataupun pada lingkungan yang sudah diciptakan.

Lingkungan bahasa dalam seluruh bentuk yang dapat memberikan pengaruh dari seluruh aspek pembelajaran baik bahasa yang input dari indra pendengaran, penglihatan, indra intraksi ataupun lisan yang berupa intraksi antar anggota pembelajar dan pengajar serta kebijakan akademik yang berkaitan dalam hal mendukung ketercapaian bahasa target, terlebih pada pembentukan lingkungan bahasa berupa lingkungan Psikologis yaitu bagaiamana mencitrakan bahasa arab sesuatu bahasa yang positif dan mudah untuk di pelajari.

Yang terpenting adalah bagaiamana menciptakan lingkungan bahasa yang efektif baik berupa lingkungan formal maupun informal dapat memberikan pengaruh dalam mencapai bahasa target dengan segala kebijakan yang berkaitan dalam membuat lingkungan yang bisa dipastikan dalam pengemabangan lingkungan bahasa. Karena lingkungan itu harus diciptakan bukan lingkungan yang membangun pembelajaran karena ini merupakan yang sangat langka. Pembelajaran atau belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan intraksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi) (Sagala, 2010).

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN (Halaman 66-71)