• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Kondisi Eksisting Bangunan

4.2.1 Bangunan Rusunawa

Bangunan dengan luas total bangunan 4400m2 ini merupakan rusunawa yang dibangunan sebagai rumah hunian untuk keluarga petugas dinas TNI. Jumlah lantai yang ada pada rusunawa ini berjumlah 5 lantai dengan ukuran unit huniannya adalah 36 m2. Lantai dasar

92

berfungsi sebagai fasilitas umum dan perekonomian untuk penghuni yang ada di rusunawa. Pada unit huniannya, terdapat 2 kamar tidur, ruang tamu dan ruang keluarga, kamar mandi / WC, dapur, dan tempat jemur.

4.3 Analisa Gap

Analisa gap digunakan untuk mencari tingkat kesenjangan kondisi existing proteksi kebakaran gedung terhadap kriteria penilaian proteksi kebakaran yang telah dipersyaratkan. Analisa gap nantinya akan dimasukkan ke dalam perhitungan nilai keandalan sistem keselamatan bangunan (NKSKB) yang dilanjutkan dengan rekomendasi desain untuk setiap sub variabel yang ada. Untuk tabel analisa gap, dapat dilihat pada tabel 4.1 – 4.4. yang menunjukkan analisa gap untuk masing – masing variabel utama yang diteliti dan rekapitulasi analisa gap pada tabel 4.5.

Persentase Gap= 𝑲𝒐𝒏𝒅𝒊𝒔𝒊 𝑬𝒙𝒊𝒔𝒕𝒊𝒏𝒈

𝑲𝒐𝒏𝒅𝒊𝒔𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒊𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑𝒌𝒂𝒏 x 100%

𝑹𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 =𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 − 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌 𝒅𝒂𝒕𝒂 𝑿 𝑿 = 𝑿𝟏+ 𝑿𝟐+ 𝑿𝟑+ ⋯ + 𝑿𝒏

𝒏 4.3.1 Kelengkapan Tapak

Sub variabel yang ada pada variabel kelengkapan tapak adalah sumber air, jalan lingkungan, jarak antar bangunan, dan hidran halaman. Persentase gap dikaji dari masing – masing point kondisi yang diharapkan dan dibandingkan dengan kondisi eksistingnya.

93

Tabel 4.1 Hasil Analisa Gap Kelengkapan Tapak

No Sub

Variabel

Kondisi yang

Diharapkan Analisa dan Kondisi Eksisting Persentase Gap 1. Sumber

air

Tersedia dengan kapasitas yang memenuhi persyaratan minimal terhadap fungsi bangunan

Gambar 4.5 Kondisi Eksisting Sumber Air Rusunawa Pada bangunan rusunawa, tersedia roof tank untuk kebutuhan air bersih penghuni yang dialirkan ke tiap – tiap unit hunian dengan kapasitas 4 m3. Kapasitas sumber air tersebut dapat menjangkau

100

94

semua unit hunian dengan baik.

Untuk sub variabel ini, persyaratan terpenting adalah sistem air pada bangunan dapat melayani seluruh kebutuhan penghuni ditiap lantainya. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, bangunan rusunawa telah memenuhi persyaratan yang ada.

2. Jalan lingkun gan

• Tersedia dengan lebar minimal 6m

• Diberi pengerasa n

• Lebar jalan masuk minimal 4 m.

Gambar 4.6 Kondisi Eksisting Jalan lingkungan Rusunawa Ukuran jalan masuk dan keluar rusunawa adalah 4,5 m sehingga sudah memenuhi persyaratan. Untuk lebar dari jalan

100

95

lingkungan yang dilapisi dengan perkerasan pada tapak rusunawa ini adalah 8 m sehingga cukup luas untuk sirkulasi kendaraan pemadam kebakaran ke dalam site bangunan. Dari tiga persyaratan yang ada, jalan lingkungan yang ada pada tapak sudah memenuhi semua persyaratan dengan baik, namun beberapa rekomendasi desain yang dapat dilakukan adalah berupa pelebaran jalan masuk ke dalam tapak.

3. Jarak antar banguna n

Sesuai Persyaratan (Tinggi s/d 8 – 3 m; 8 s/d 14 – 6 m;

tinggi > 40m - >8 m)

Gambar 4.7 Kondisi Sekitar Tapak Rusunawa

Disekitar bangunan rusunawa terdapat rumah – rumah warga yang berada cukup jauh dari bangunan rusunawa yakni sekitar

100

96

30 m sehingga api tidak dapat menjalar dengan mudah. Tinggi bangunan adalah sekitar 14 m sehingga jarak antar bangunan sudah memenuhi persyaratan yang ada. Bangunan rusunawa merupakan satu unit bangunan utuh yang dikelilingi oleh rumah

Gambar 4.8 Kondisi Hidran Halaman

Hidran halaman tersedia tepat didepan bangunan rusunawa sehingga dapat diakses dengan mudah. Akan tetapi, selang hidran tersebut berada dalam keadaan yang kurang terawat dan tidak dapat berfungsi jika sewaktu – waktu terjadi kebakaran.

Sedangkan untuk kualitas spek

66,6

97

dari hidran halamannya sudah memenuhi persyaratan.

Persyaratan berupa keberadaan dan lokasi hidran halaman pada tapak menjadi penting untuk dimasukkan kedalam rekomendasi desain karena lokasi yang mudah diakses oleh petugas pemadam kebakaran dapat membantu mengatasi bahaya kebakaran.

Gambar 4.9 Site Rusunawa

98

Dari persyaratan yang ada, hanya dua yang terpenuhi sehingga untuk persentase analisa gapnya

adalah:

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 =

𝟐

𝟑 𝒙 𝟏𝟎𝟎% = 𝟔𝟔, 𝟔%

Rata - Rata 91,5

Berdasarkan tabel 4.1, rata – rata persentase gap untuk variabel kelengkapan tapak adalah 91,5 % yang sangat sesuai dengan peraturan.

A = POS PENJAGA C = RUSUNAWA

B = PARKIR MOTOR D = RUANG GENERATOR DAN POMPA = AREA MOBIL PEMADAM

= HIDRAN HALAMAN

= HIDRAN PILAR

= SIAMES CONNECTION

99 4.3.2 Sarana Penyelamatan

Sub variabel yang ada pada variabel sarana penyelamatan adalah jalan keluar dan konstruksi jalan keluar.

Tabel 4.2 Hasil Analisa Gap Sarana Penyelamatan

No Sub

Variabel

Kondisi yang

Diharapkan Analisa Persentase

Gap

Gambar 4.10 Tangga Utama dan Tangga Darurat Rusunawa

Pada bangunan rusunawa, terdapat 2 tangga darurat yang menghubungkan tiap lantainya.

Tangga darurat ini memiliki tinggi efektif 2,88 m dengan lebar anak tangga 1,2 m dan tinggi anak tangga 0,18 m. Dua tangga darurat tersebut berada di bagian kiri dan

kanan bangunan yang

bersebelahan langsung dengan

76

100

pintu keluar bangunan dengan jarak efektif 6 m. Hal ini tentu saja dapat berpengaruh baik terhadap tingkat keamanan penghuni jika sewaktu – waktu terjadi kebakaran karena penghuni dapat keluar dengan cepat dan aman.

Kekurangan pada tangga darurat ini adalah tidak terdapat ruang khusus yang dapat melindungi penghuni dari bahaya kebakaran sehingga bukaan dan atribut pelengkapnya juga tidak mencukupi seperti penggunaan pintu ayun dan desain sign / tanda kebakaran. Untuk tingkat kesenjangannya, point ke 4,6, dan 7 menjadi kekurangan pada tangga darurat rusunawa dimana pada point ke 4, lebar anak tangga tidak sesuai dengan persyaratan yang ada yakni minimal 2 meter. Oleh karena itu, pada rekomendasi desain dapat ditambahkan kompartmen ruang tersendiri untuk tangga darurat dan penambahan sign / tanda kebakaran yang baik.

101

Gambar 4.11 Ukuran Tangga Darurat

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟏 = 𝟏𝟎𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟐 = 𝟏𝟎𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟑 = 𝟏𝟎𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟒 = 𝟏𝟐𝟎

𝟐𝟎𝟎 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

= 𝟔𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟓 = 𝟏𝟎𝟎 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟔 = 𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟕 = 𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟖 = 𝟏𝟎𝟎 % 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟗 = 𝟏𝟎𝟎 % 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟏𝟎 = 𝟏𝟎𝟎%

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 = 𝟕𝟔𝟎

𝟏𝟎𝟎𝟎 𝒙 𝟏𝟎𝟎% = 𝟕𝟔%

2. Konstru ksi jalan keluar

• Harus bebas halangan

• Lebar minimal 200 cm.

• Dapat mencegah penjalaran asap kebakaran.

62

102

Gambar 4.12 Kondisi dan Potongan Tangga Darurat

Pada salah satu bagian tangga darurat yang ada pada rusunawa, terdapat papan yang menhalangi sirkulasi tangga darurat. Hal ini tentu saja berbahaya sehingga akses salah satu tangga darurat menjadi terganggu sehingga untuk perhitungan analisa gapnya adalah sebesar 50 % dikarenakan 1 dari 2 tangga darurat yang tidak bebas halangan.

Dan juga penjalaran asap menjadi masalah pada rusunawa dikarenakan pada tangga darurat tidak terdapat kompartemen ruang tersendiri sehingga asap dari koridor rusunawa dapat langsung masuk ke area tangga darurat. Oleh karena itu, salah satu rekomendasi desain yang dapat dilakukan

103

adalah dengan melakukan kompartmen ruang pada tangga darurat serta bukaannya.

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟏 =𝟏

𝟐 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

= 𝟓𝟎 % 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟐 =𝟏𝟐𝟎

𝟐𝟎𝟎 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

= 𝟔𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟑 = 𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟒 = 𝟏𝟎𝟎%

𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝑮𝒂𝒑 𝟓 = 𝟏𝟎𝟎 % 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 = 𝟑𝟏𝟎

𝟓𝟎𝟎 𝒙 𝟏𝟎𝟎% = 𝟔𝟐%

Rata – Rata 69

Berdasarkan tabel 4.2, rata – rata persentase gap untuk variabel sarana penyelamatan adalah 69 % yang berarti sesuai dengan peraturan.