Sumber : PPNS Satpol PP Kab. Ktw. Barat. 2014
Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa. Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) dan Satuan Polisi Pamong Praja dengan Pagu Anggaran anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 6.308.840.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.572.819.033,- atau 88,33%.
Pencapaian kinerja output dan outcome tersebut dalam rangka mendukung pencapaian keberhasilan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri sebagai berikut :
1. Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap peraturan daerah dan ketentuan daerah atau nasional yang mendorong terciptanya ketertiban dan keamanan, kesadaran politik masyarakat, wawasan kebangsaan, maupun toleransi bermasyarakat yang dilakukan melalui sosialisasi dan berbagai penyuluhan;
2. Penanganan bencana alam yang lebih responsif melalui pemantuan dan peyebarluasan informasi mengenai potensi bencana maupun peningkatan koordinasi yang lebih efektif dengan instansi terkait;
3. Penegakan perda, peraturan kepala daerah dan peraturan lain di daerah yang dilakukan melalui kegiatan pengawasan umum pelaksanaan perda, peraturan kepala daerah, serta operasi yustisi, Melalui kegiatan tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pelanggaran perda yang terjadi selama tahun 2013.
20. URUSAN OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN
1. SEKRETARIAT DAERAH
Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, pemerintah daerah diharapkan mampu mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintahan Kabupaten Kotawaringin Barat adalah pemerintahan di daerah yang bekerja berdasarkan prinsip-prinsip otonomi dan desentralisasi.
Pencapaian kinerja output dan outcome kegiatan pada Sekretariat Daerah, mendukung pencapaian keberhasilan Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian sebagai berikut :
1) Meningkatnya penerbitan produk hukum daerah secara umum Tahun 2013 sebanyak 17 Peraturan Daerah, 56 Peraturan Bupati.
2) Tersusunnya Perda Pengelolaan Keuangan Daerah yang meliputi: a) Perda dan Perbub APBD sebanyak 3 buah
b) Perda dan Perbub Perubahan APBD sebanyak 1 c) Perda Pertanggungjawaban APBD yang meliputi :
- Laporan Realisasi Anggaran - Laporan Arus Kas
- Neraca - Catatan L/K 2. SEKRETARIAT DPRD
Misi Sekretariat DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat adalah menyelenggarakan pelayanan umum dan administrasi DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat dengan tertib, efisien, trasparan, akuntabel dan bebas dari unsur KKN dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
3. DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (DPKD)
Pengelolaan keuangan daerah wajib dilaksanakan secara transparan mulai dari proses perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan anggaran. Selain itu akuntabilitas dalam pertanggungjawaban publik dalam arti bahwa proses perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan anggaran dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dengan demikian diharapkan akan dihasilkan pengelolaan keuangan daerah yang benar-benar mencerminkan kepentingan dan pengharapan masyarakat secara ekonomis, efisien, efektif, transparan dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik tidak dapat dipisahkan dari fungsi pembinaan administrasi keuangan daerah.
Dalam pengelolaan keuangan daerah ditetapkan dengan peraturan perundangan baik berupa Peraturan daerah maupun Peraturan Bupati. Untuk tahun 2013 ditargetkan 2 (dua) Peraturan Daerah yaitu Perda Nomor 21 Tahun 2012 tentang APBD TA.2013 dan Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang APBD-P TA.2013 serta 2 (dua) Peraturan Bupati yaitu Perbup Nomor 37 Tahun 2012 tentang Penjabaran APBD TA.2013 dan Perbup Nomor 37 Tahun 2013 tentang Penjabaran APBD-P TA.2013 dapat direalisasikan semua.
Kebijakan tentang pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan di tahun anggaran 2013 adalah:
a. Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah b. Peraturan Bupati tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah c. Perda Pertanggungjawaban APBD yang meliputi :
- Laporan Realisasi Anggaran - Laporan Arus Kas
- Neraca
- Catatan L/K
Dalam melaksanakan Urusan Otonomi, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah Kepegawaian dan Persandian Tahun Anggaran 2013 Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) mendapat alokasi anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 4.995.433.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.504.917.009,- atau 90,18 %.
4. BADAN KEPEGAWAIAN
Pegawai merupakan unsur utama dalam organisasi memegang peranan strategis dalam pencapaian tujuan organisasi. Semua unsur sumber daya organisasi tidak akan berfungsi tanpa ditangani oleh manusia yang menjadi penggerak jalannya organisasi. Tanpa didukung oleh sumber daya aparatur yang profesional, suatu organisasi akan kesulitan dalam mencapai tujuannya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kiranya perlu peningkatan profesionalisme secara berkesinambungan. Peningkatan profesionalisme
pegawai dimaksudkan untuk menwujudkan sumber daya aparatur yang handal dan berkompeten di bidang tugasnya. Pegawai dengan kompetensi tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi pula. Profesionalisme PNS dibentuk sejak perekrutan pegawai, penempatan hingga tataran selanjutnya dalam jenjang karir.
Perekrutan PNS diawali dengan penyusunan formasi sesuai persyaratan jabatan dan seleksi sesuai kriteria yang dipersyaratkan. Penyelenggaraan penerimaan pegawai didukung adanya formasi pegawai, kebutuhan pegawai serta adanya pedoman pengadaan pegawai yang menganut prinsip-prinsip transparan, obyektif, kompetitif, akuntabel, bebas KKN, tidak diskriminatif serta tidak dipungut biaya. Penempatan pegawai dilakukan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Penempatan yang tepat akan menempatkan seseorang pada jabatan yang tepat. Pola karir PNS akan memandu karir PNS sejak CPNS hingga pensiun. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur dilaksanakan dengan mengirim PNS dalam tugas belajar, pendidikan formal secara mandiri serta pendidikan dan pelatihan teknis, fungsional maupun kepemimpinan.
Dalam rangka meningkatkan disiplin PNS sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, dikembangkan sistem reward and punishment. Kedisiplinan PNS digunakan sebagai salah satu indikator kinerja PNS. Selanjutnya diberikan reward bagi PNS sesuai dengan kinerjanya. Reward diberikan dalam bentuk Tambahan Penghasilan berupa Tunjangan Kinerja yang diberikan berdasarkan hasil penilaian kinerja pegawai dan instansi. Reward juga diberikan dalam bentuk pemberian tali asih bagi PNS yang memasuki masa purna tugas. Punishment diterapkan kepada PNS berupa penegakan peraturan perundangan sesuai peraturan yang berlaku.
Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan pegawai selama ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
1) Seleksi Penerimaan CPNS.
Dalam rangka mengisi formasi tambahan PNS pada SKPD/satuan unit kerja, dilaksanakan melalui pengadaan CPNSD Kabupaten Kotawaringin Barat usul dan alokasi formasi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel. 2.99
Usul dan alokasi formasi PNS Tahun 2009 – 2013