24. URUSAN STATISTIK
4.2. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1 URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
4.2.2.1 Sub Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan
Sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam struktur perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat. Selain sebagai penyedia bahan pangan baik nabati maupun hewani, sektor ini berperan dalam rangka penyediaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan sumber pendapatan masyarakat di perdesaan, disekaligus pemenuhan input bagi sektor industri pengolahan. Capaian kegiatan 2013 meliputi :
1. Terdorongnya perkembangan sentra-sentra produksi yang berskala ekonomi dan berbasis agribisnis melalui kegiatan :
Sentra Produksi Tanaman Pangan
Pengembangan Padi Sawah 400 ha;
Pengembangan Padi Ladang 600 ha;
Pengembangan Kacang Tanah 25 ha;
Pendampingan SLPTT padi sawah 4.000 ha;
Cetak sawah 500 ha (Dana TP);
Optimasi lahan sawah 400 ha (Dana TP);
Optimasi lahan sawah mendukung TMKP 100 ha (Dana TP);
Pengembangan SRI 100 ha;
Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) 20.623 meter;
Pengembangan JITUT 25 ha;
Penangkaran benih padi ditingkat penangkar 65 ha;
Pengembangan Balai Benih Padi 25 ha;
Pengembangan sentra hortikultura buah-buahan 4 desa;
Demplot padi sawah sistem SRI 1 unit;
Demplot ubi kayu 1 unit;
Pengamanan produksi TPH 1 tahun.
Sentra Produksi Peternakan
Pengembangan sapi 240 ekor;
Pengembangan padang penggembalaan 20 ha;
Pengembangan ayam potong 10 paket (10.000 ekor);
Pengembangan ayam buras 9 paket (5.400 ekor);
Pengembangan itik alabio 8 paket (4.800 ekor);
Bantuan Bibit Ayam Potong 2.300 ekor dan Ayam Buras 1.200 ekor;
Peningkatan hasil IB 1.850 ekor;
Pembinaan dan Pelayanan di Sentra IB 16 ULIB;
2. Meningkatnya sikap pengetahuan dan ketrampilan petani, petugas lapangan dan berkembangnya kelembagaan, melalui:
Peningkatan kapasitas petugas teknis peternakan, mantri tani dan pengamat hama melalui : optimalisasi RPH, Pelayanan IB, Pelayanan Keswan, Brigade Pengendali HPT dan Unit-Unit pelayanan lainnya;
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui pelatihan-pelatihan pengelolaan keuangan mikro bagi gapoktan, pelatihan budidaya padi spesifik lokasi, dan pelatihan petugas keswan dan vaksinator serta pelatihan peternak penggaduh.
3. Terlaksananya pengobatan ternak sehingga kualitas kesehatan ternak dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Pengobatan ternak meliputi kegiatan pemeriksaan kesehatan ternak untuk mendiagnosa penyakit secara klinis, patologis maupun epidimiologis. Kegiatan pengobatan ternak dilakukan secara massal dengan berkoordinasi dengan PPL/petugas teknis di lapangan melalui kegiatan Posyandunak;
4. Terlaksananya pencegahan dan pemberantasan rabies sehingga dapat mencegah dan menekan penyakit menular hewan. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan pemberian vaksinas anti rabies terhadap anjing berpemilik dan eliminasi/pemusnahan terhadap anjing liar. Selain itu, kegiatan ini dibarengi juga dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit rabies pada anjing, potensi penularan rabies dari anjing kepada manusia, tindakan pencegahan serta tindakan penanganan apabila terjadi kasus gigitan. Dalam kegiatan vaksinasi anti rabies, jumlah anjing yang divaksin sebanyak 750 ekor anjing dengan eliminasi anjing liar sebanyak 95 ekor;
5. Terlaksananya vaksinasi jembrana terhadap ternak sapi sehingga dapat mencegah dan menekan kasus penyakit menular ternak. Selama tahun 2013 dilaksanakan vaksinasi jembrana sebanyak 1.200 ekor sapi. Selain itu, dilakukan juga vaksinasi IBR/BVD sebanyak 200 dosis pada ternak sapi;
6. Terlaksananya surveilans penyakit ternak dan pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan sehingga dapat diketahui jenis-jenis penyakit dan sebaran penyakit. Survelilans merupakan kegiatan pengamatan terhadap pola penyakit ternak dengan mengambil sampel serum kemudian dilakukan pemeriksaan/pengujian di laboratorium rujukan. Pada tahun 2013 dilaksanakan pengambilan 401 sampel serum darah untuk identifikasi penyakit jembrana, brucellosis dan penyakit lainnya pada ternak sapi. Sedangkan untuk unggas dilakukan pengambilan sebanyak
190 sampelserum ayam untuk pengujian terhadap penyakit flu burung. Dari hasil uji laboratorium pada sampel ternak ruminansia dapat diketahui ternak yang terjangkit penyakit brucellosis sebanyak 3 ekor, BVD 16 ekor, Nematodiasis sebanyak 87 ekor, Fasciolosis 33 ekor, dan Surra 15 ekor. Begitu juga dengan hasil laboratorium pada sampel darah ayam dihasilkan seropositif rendah artinya masih terdapat kekebalan/antibodi terhadap virus AI walaupun virus sudah tidak ditemukan di dalam tubuh unggas tersebut. Dengan demikian, wilayah Kotawaringin Barat masih dalam status bebas flu burung;
7. Terlaksananya pelatihan petugas kesehatan hewan dan vaksinator. Peserta dalam pelatihan ini adalah perwakilan masyarakat peternak dari beberapa wilayah desa. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat peternak dapat menguasai teknik-teknik dasar pencegahan pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan. Tujuan dari pelatihan adalah membentuk kader-kader kesehatan hewan di masyarakat sehingga masyarakat dapat secara aktif berperan serta dalam melakukan pelayanan kesehatan hewan di lingkungan masing-masing diwilayah supervisi dokter hewan pemerintah;
8. Pengawasan Perdagangan Ternak Antar Daerah dilaksanakan meliputi pengawasan lalu lintas ternak oleh 4 orang petugas di 2 (dua) lokasi cek point ternak (Desa Amin Jaya Kec. P.Banteng dan Desa Sei Kapitan Kec.Kumai) sehingga termonitornya ternak yang keluar/masuk daerah Kab. Kotawaringin Barat, pengendalian pemasukan dan pemotongan ternak, pengawasan produksi dan peredaran bahan pangan asal hewan, pengawasan ternak kurban dan pengawasan perdagangan dan pemotongan ternak unggas. Berdasarkan laporan pos pemeriksaan ternak Kumai selama tahun 2013 terdapat data pemasukan ternak dan produk asal ternak sebagai berikut :
Telur Ayam Ras : 1.190 ton
Sapi : 4.335 ekor (pengeluaran 585 ekor)
Kambing : 2.713 ekor
DOC ayam ras : 48.852 box
Ayam broiler : 128.500 ekor
9. Sedangkan untuk pemotongan ternak sapi yang tercatat di RPH dan luar RPH Pangkalan Bun pada tahun 2013 sebanyak 2.737 ekor dan pada Hari Raya Idul Qurban dilaksanakan pemeriksaan hewan kurban dengan jumlah ternak kurban seluruhnya 1.035 ekor terdiri dari sapi 677 ekor dan kambing 358 ekor;
10.Lomba ternak tingkat Kabupaten dilaksanakan sebagai wujud apresiasi dan motivasi terhadap peternak. Tujuan pelaksanaan lomba ternak adalah
meningkatkan kualitas ternak yang dipelihara para peternakan. Dilakukan penilaian terhadap teknis budidaya dan performace yang baik. penilaian pedet/bakalan yang berkualitas. penilaian bibit jantan dan betina yang baik dengan harapan dapat memberikan kualitas dan kuantitas keturunan yang baik;
11.Selama kurun waktu 2013 Dinas Pertanian dan Peternakan ikut memberikan kontribusi dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).