• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Penurunan Pencemaran Udara dan Air a Tingkat Penurunan Pencemaran Udara Ambient

Dalam dokumen BAB II RKPD 2016 final (Halaman 78-94)

JENJANG APK (%) APM (%)

III. Pendidikan SMA/MA/SMK

1) Tingkat Penurunan Pencemaran Udara dan Air a Tingkat Penurunan Pencemaran Udara Ambient

1. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas udara pada tahun 2012 semester I di simpang empat pasar indra sari konsentrasi Debu (TSP) sebesar 119.16 μg/m³, Simpang Tiga Terminal konsentrasi Debu (TSP) sebesar 168.03 μg/m³, Bundaran pancasila konsentrasi TDS sebesar 125.86 μg/m³, dan realisasi semester II lokasi simpang empat pasar indra sari konsentrasi Debu (TSP) sebesar 683.99 μg/m³, di ketiga lokasi tersebut pada

tahun 2012 mengalami penurunan kualitas udara, target yang diharuskan sebesar 230 μg/m³. Hal ini disebabkan pada waktu pengujian udara dilakukan pada musim kemarau dan aktifitas transportasi ramai sehingga debu meningkat. Pada lokasi Simpang Tiga Terminal konsentrasi Debu (TSP) sebesar 76.33 μg/m³, pada lokasi Bundaran pancasila konsentrasi TDS sebesar 64.76 μg/m³, memenuhi target, target yang diharapkan sebesar 230 μg/m³. Realisasi pada tahun 2013 semester I lokasi simpang empat pasar indra sari konsentrasi Debu (TSP) sebesar 210.92 μg/m³ mengalami penurunan kualitas udara, pada lokasi Simpang Tiga Terminal konsentrasi Debu (TSP) sebesar 60.73μg/m³, pada lokasi Bundaran pancasila konsentrasi Debu (TSP) sebesar 76.67 μg/m³, memenuhi target, hasil pada semester II lokasi simpang empat pasar indra sari konsentrasi Debu (TSP) sebesar 53.66 μg/m³, pada lokasi Simpang Tiga Terminal konsentrasi Debu (TSP) sebesar 60.73 μg/m³, pada lokasi Bundaran pancasila konsentrasi Debu (TSP) sebesar 36.41 μg/m³, di ketiga lokasi tersebut pada 2013 mengalami penurunan pencemaran udara/ kualitas udara untuk konsentrasi Debu (TSP) membaik sebesar 53.66 μg/m³, 60.73 μg/m³, 36.41 μg/m, target yang diharuskan sebesar 230 μg/m³. Hal ini disebabkan pada waktu pengujian udara dilakukan pada musim kemarau dan aktifitas transportasi ramai sehingga debu meningkat;

2. Data realisasi kinerja menunjukkan kebisingan sebesar 68.5 dB(A) di Simpang Tiga Terminal, sebesar 73.1 dB(A) di Bundaran pancasila konsentrasi kebisingan sebesar 70.4 dB(A) dan realisasi semester II lokasi simpang empat pasar indra sari konsentrasi kebisingan sebesar 73.5 dB(A), pada lokasi Simpang Tiga Terminal konsentrasi kebisingan sebesar 65.7 dB(A), pada lokasi Bundaran pancasila konsentrasi kebisingan sebesar 69.5 dB(A), realisasi pada tahun 2013 semester I lokasi simpang empat pasar indra sari konsentrasi kebisingan sebesar 63.2 dB(A), pada lokasi Simpang Tiga Terminal konsentrasi kebisingan sebesar 63.800 dB(A), pada lokasi Bundaran pancasila konsentrasi kebisingan sebesar 62.700 dB(A), di ketiga lokasi tersebut pada tahun 2012 dan tahun 2013 semester I mengalami penurunan kualitas udara sebesar 68.5 dB(A), 73.1 dB(A), 70.4 dB(A), 73.5 dB(A), 65.7

dB(A), 69.5 dB(A), 63.2 dB(A), 63.800 dB(A), 62.700 dB(A), target yang diharuskan sebesar 55 dB(A). Hal ini disebabkan pada waktu pengujian udara dilakukan pada musim kemarau dan aktifitas transportasi ramai sehingga debu meningkat, sedangkan pada tahun 2013 semester II konsentrasi kebisingan memenuhi target.

b. Tingkat Penurunan Pencemaran Air Sungai Arut

Parameter utama yang digunakan untuk menilai kualitas air sungai adalah Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS) dan Demand Oxygen (DO).

Konsentrasi BOD

1. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Kelurahan Pangkut untuk konsentrasi BOD semester I sebesar 8.6 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sebesar 21.1 mg/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Kelurahan Pangkut Konsentrasi BOD semester I sudah memenuhi target yakni sebesar 1.3 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sudah memenuhi target yakni sebesar 1.0 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 3 mg/l, berdasarkan parameter BOD, kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai pada lokasi Kelurahan Pangkut. Target parameter tersebut telah tercapai;

2. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) untuk konsentrasi BOD semester I sebesar 7.1 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sebesar 11.9 mg/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) Konsentrasi BOD semester I sudah memenuhi target yakni sebesar 1.5 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sudah memenuhi target yakni sebesar 0.3 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 3 mg/l, berdasarkan parameter BOD, kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu). Target parameter tersebut telah tercapai;

3. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru untuk konsentrasi BOD semester I sebesar 4.5 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sebesar 6.5 mg/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru Konsentrasi BOD semester I sudah memenuhi target yakni sebesar 0.9 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sudah memenuhi target yakni sebesar 1.1 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 3 mg/l, berdasarkan parameter BOD, kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru. Target parameter tersebut telah tercapai;

4. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Hilir PT. Korindo untuk konsentrasi BOD semester I sebesar 3.5 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sebesar 19.6 mg/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Hilir PT. Korindo Konsentrasi BOD semester I sudah memenuhi target yakni sebesar 1.1 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sudah memenuhi target yakni sebesar 0.2 mg/l dari target yang harus di capai sebesar 3 mg/l, berdasarkan parameter BOD, kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai pada lokasi Hilir PT. Korindo. Target parameter tersebut telah tercapai;

5. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut) untuk konsentrasi BOD semester I sebesar 2.7 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sebesar 8.1 mg/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut) Konsentrasi BOD semester I sudah memenuhi target yakni sebesar 1.0 mg/l dan konsentrasi BOD semester II sudah memenuhi target yakni sebesar 0.1 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 3 mg/l, berdasarkan parameter BOD, kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran

kualitas air sungai pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut). Target parameter tersebut telah tercapai.

Konsentrasi COD

1. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Kelurahan Pangkut untuk konsentrasi COD semester I sebesar 28 mg/l dan konsentrasi COD semester II sebesar 41.57 mg/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Kelurahan Pangkut Konsentrasi COD semester I terjadi penurunan kualitas yakni sebesar 30.3 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter COD pada lokasi Kelurahan Pangkut. Belum tercapainya target penurunan jumlah COD disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target maka akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan, dan konsentrasi COD semester II pada lokasi Kelurahan Pangkut sudah memenuhi target yakni sebesar 15.4 mg/l target yang harus di capai sebesar 25 mg/l;

2. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) konsentrasi COD semester I sebesar 32 mg/l dan konsentrasi COD semester II sebesar 47.06 mg/l, target yang harus dicapai sebesar 25 mg/l, Dengan demikian, target realisasi kinerja sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter COD semester I tahun 2012 pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu). Belum tercapainya target penurunan jumlah COD disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri,

penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) Konsentrasi COD semester I sudah memenuhi target yakni sebesar 18.2 mg/l dan konsentrasi COD semester II terjadi penurunan kualitas yakni sebesar 69.05 mg/l target yang harus dicapai sebesar 25 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter COD semester II tahun 2013 pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu). Belum tercapainya target penurunan jumlah COD disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan;

3. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai semakin membaik pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru konsentrasi COD semester I sebesar 16 mg/l dan terjadi penurunan kualitas pada konsentrasi BOD semester II sebesar 66.67 mg/l. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru Konsentrasi COD semester I sebesar 42.4 mg/l dan konsentrasi COD semester II 36.5 mg/l target yang harus dicapai sebesar 25 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter COD

semester I tahun 2012 dan semester I dan II tahun 2013 pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru. Belum tercapainya target penurunan jumlah COD disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan;

4. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan pencemaran/kualitas air sungai semakin membaik pada lokasi Hilir PT. Korindo konsentrasi COD semester I sebesar 12 mg/l dan terjadi penurunan kualitas air sungai pada konsentrasi BOD semester II sebesar 57.25m g/l, untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Hilir PT. Korindo Konsentrasi COD semester I sebesar 27.3 mg/l dan konsentrasi COD semester II 114.3 mg/l target yang harus dicapai sebesar 25 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter COD semester II tahun 2012 dan semester I dan II tahun 2013 pada lokasi Hilir PT. Korindo. Belum tercapainya target penurunan jumlah COD disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan;

5. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan pencemaran/kualitas air sungai semakin membaik pada lokasi Hilir Sungai Lamandau (Hilir

Muara Sungai Arut) konsentrasi COD semester I sebesar 12 mg/l dan terjadi penurunan kualitas air sungai pada konsentrasi BOD semester II sebesar 49.41 mg/l. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut) Konsentrasi COD semester I sebesar 27.3 mg/l dan konsentrasi COD semester II sebesar 114.3 mg/l target yang harus dicapai sebesar 25 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja semester II tahun 2012 dan Semester I dan II tahun 2013 sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter COD semester II tahun 2012 dan semester I dan II tahun 2013 pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut). Belum tercapainya target penurunan jumlah COD disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan.

Konsentrasi DO

1. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Kelurahan Pangkut pada konsentrasi DO semester I sebesar 5.2 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 6.18 mg/l, target yang harus dicapai 4 mg/l. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Kelurahan Pangkut Konsentrasi DO semester I sebesar 7.1 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 7.9 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 4 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester I, II dan tahun 2013 semester I dan II sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter DO tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah DO disebabkan masih

banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi Kelurahan Pangkut;

2. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) pada konsentrasi DO semester I sebesar 5.3 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 5.07 mg/l, target yang harus dicapai 4 mg/l. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan runtu) Konsentrasi DO semester I sebesar 7.8 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 7.4 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 4 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester I, II dan tahun 2013 Semester I dan II sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter DO tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah DO disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu);

3. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru pada konsentrasi DO semester I sebesar 5.4 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 5.57 mg/l, target yang harus dicapai 4 mg/l. Untuk kualitas sungai

tahun 2013 pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru Konsentrasi DO semester I sebesar 7 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 8 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 4 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester I, II dan tahun 2013 semester I dan II sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter DO tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah DO disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi Jembatan Kolam, Kelurahan Baru;

4. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Hilir PT. Korindo konsentrasi DO semester I sebesar 5.1 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 5.03 mg/l, target yang harus dicapai 4 mg/l. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Hilir PT. Korindo Konsentrasi DO semester I sebesar 6.8 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 6.9 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 4 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester I, II dan tahun 2013 semester I dan II sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter DO tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah DO disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang

berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi Hilir PT. Korindo;

5. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi penurunan kualitas pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut) pada konsentrasi DO semester I sebesar 5.5 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 6.14 mg/l, target yang harus dicapai 4 mg/l. Untuk kualitas sungai tahun 2013 pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut) Konsentrasi DO semester I sebesar 6.8 mg/l dan konsentrasi DO semester II sebesar 6.8 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 4 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester I, II dan tahun 2013 semester I dan II sebesar 25 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter DO tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah DO disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi Sungai Lamandau (Hilir Muara Sungai Arut).

Konsentrasi TSS

1. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012, kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai pada lokasi Kelurahan Pangkut untuk konsentrasi TSS semester I sudah memenuhi target sebesar 48 mg/l dan konsentrasi TSS semester II sebesar 524 mg/l terjadi penurunan kualitas air sungai pada tahun 2013 pada lokasi Kelurahan Pangkut Konsentrasi TSS semester I sebesar 113 mg/l dan konsentrasi TSS semester II sebesar 50 mg/l dari target yang harus dicapai sebesar 50 mg/l, berdasarkan parameter TSS terjadi penurunan

kualitas air sungai, target yang diharapkan 50 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester II dan tahun 2013 semester I dan II sebesar 50 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter TSS tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah TSS disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi Kelurahan Pangkut;

2. Data realisasi kinerja menunjukkan kualitas air sungai pada tahun 2012 terjadi kualitas air sungai semakin membaik dengan kata lain, terjadi penurunan pencemaran kualitas air sungai pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) untuk konsentrasi TSS semester I sudah memenuhi target sebesar 47 mg/l dan konsentrasi TSS semester II sebesar 1167 mg/l terjadi penurunan kualitas air sungai sebesar 1167 mg/l, target yang diharapkan 50 mg/l. Pada tahun 2013 pada lokasi Jembatan Desa Runtu (Jembatan Runtu) Konsentrasi TSS semester I sebesar 136 mg/l terjadi penurunan kualitas air sungai sebesar 136 mg/l target yang diharapkan 50 mg/l dan konsentrasi TSS semester II sebesar 28 mg/l sudah memenuhi target dari target yang harus dicapai sebesar 50 mg/l, berdasarkan parameter TSS terjadi penurunan kualitas air sungai, target yang diharapkan 50 mg/l. Dengan demikian, target realisasi kinerja tahun 2012 semester II sebesar 1167 mg/l dan tahun 2013 Semester I sebesar 136 mg/l belum tercapai. Angka tersebut menunjukan telah terjadi penurunan kualitas air sungai atau peningkatan pencemaran air sungai oleh parameter TSS tahun 2012 dan 2013. Penurunan jumlah TSS disebabkan masih banyak aktifitas rumah tangga, industri, penambangan, transportasi dan lain-lain yang mengalirkan limbahnya ke sungai

dengan pengolahan yang kurang optimal. Sumber-sumber pencemar lain yang ilegal juga memberi andil. Untuk mempercepat tercapainya target akan terus diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat dan dilakukan pengawasan serta pembinaan kepada para usaha dan/atau kegiatan yang berdampak besar dan penting terhadap lingkungan pada lokasi

Dalam dokumen BAB II RKPD 2016 final (Halaman 78-94)