Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian secara makro adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data PDRB ini menggambarkan jumlah produk nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi atau jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi, jumlah pengeluaran yang dilakukan untuk konsumsi rumah tangga, lembaga swasta, konsumsi pemerintah, dan perubahan ekspor netto dari satu daerah.
a. Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas kesempatan kerja, pemerataan pembagian pendapatan masyarakat, meningkatkan hubungan ekonomi dan mengusahakan adanya pergeseran kegiatan ekonomi dari Sektor Primer ke Sektor Sekunder dan Tersier, sehingga tercipta pendapatan masyarakat yang meningkat secara mantap dengan tingkat pemerataan yang sebaik mungkin.
Jika ditinjau lebih jauh, Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012 ini dibanding tahun 2011, ternyata kesembilan sektor yang membentuknya mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi secara riil yaitu : Sektor Pertanian tumbuh sebesar 12,72 persen; Sektor Bangunan tumbuh sebesar 16,13 persen; Sektor Perdagangan, Restoran dan Hotel yang tumbuh sebesar 16,13 persen ; Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahan yang tumbuh sebesar 22,73 persen dan Sektor Jasa-jasa tumbuh yang tumbuh sebesar 15,30 persen. Namun ada sektor-sektor yang mengalami penurunan yaitu, Sektor Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 14,14 persen; Sektor Industri Pengolahan sebesar 12,11 persen; Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih tumbuh sebesar 14,04 persen; Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang turun menjadi 15,52
persen .
Dengan demikian secara umum pertumbuhan riil perekonomian regional Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012 telah mampu ditopang oleh kesembilan sektor yang pertumbuhannya secara keseluruhan positif. Bahkan tiga sektor yang memiliki kontribusi kecil (Sektor Industri Pengolahan, Sektor Bangunan dan Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan) juga memiliki pertumbuhan yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi riil Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2015 diprediksi sebesar pada kisaran 7,5 persen, target ini berdasakan target RPJMD Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2012- 2016 .
1). Pertumbuhan PDRB Sektoral
Jika dijabarkan secara sektoral yang nilainya di bawah pertumbuhan total PDRB ada 3 (tiga) sektor, yaitu berturut-turut : Sektor Industri Pengolahan (6,45%);Sektor Pertambangan dan penggalian(6,65%) dan Sektor Pertanian (5,40 %), sementara 6 (enam) sektor yang lain tumbuh diatas total PDRB, yaitu: Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (13,73 %); Sektor Pengangkutan dan Komunikasi (7,24%); Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih (8,38%); Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (8,51%); Sektor Bangunan (8,13%); Sektor Jasa-Jasa (7,40%)
2). Struktur Perekonomian
Perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat selama ini masih didominasi oleh sektor Pertanian. Pada 2012 kontribusi sektor pertanian mencapai 42,00 persen dari seluruh produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar Harga Berlaku (HB). Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 42,57.
Penurunan ini disebabkan oleh peranan kontribusi Sektor Pertanian khususnya pada Sub Sektor Bahan Makanan, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, Perikanan yang kesemuanya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Walaupun begitu, sub sektor perkebunan tetap mempunyai pengaruh besar terhadap kontribusi PDRB di Kabupaten Kotawaringin Barat. Selain itu, sub sektor perkebunan juga berperan secara signifikan menggantikan posisi Sub Sektor Kehutanan yang sudah mengalami penurunan produksi sejak beberapa tahun terakhir. Peningkatan Sub Sektor Perkebunan ini digambarkan pada laju pertumbuhannya yang sebesar 13,27 persen pada 2012 turun dibanding tahun 2011 yang sebesar 13,47 persen. Sedangkan Sub Sektor Kehutanan sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan negatif, dan di tahun 2012 ini pertumbuhannya minus sebesar 3,41 persen sedikit lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran menempati urutan kedua terbesar dalam besaran kontribusi perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012, yaitu sebesar 16,13 persen. Posisi ketiga dalam struktur perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012 ini ditempati oleh Sektor Pengangkutan & Komunikasi 15,52 persen.
terhadap perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012 yaitu sebesar 15,30 persen. Posisi kelima dalam memberi kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2012 yaitu Sektor Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi mencapai 14,14 persen disusul oleh Sektor Listrik, Gas & Air Minum sebesar 14,04 persen.
Keenam sektor-sektor tersebut diatas menempati kontribusi pada urutan pertama sampai dengan keenam yang merupakan sektor-sektor yang sangat besar mempengaruhi naik turunnya laju pertumbuhan PDRB 2012 Kabupaten Kotawaringin Barat secara signifikan. Sedangkan tiga sektor lainnya memberikan kontribusi yang relatif kecil terhadap PDRB 2012, yakni posisi ketujuh dengan kontribusi sebesar 12, 86 persen adalah sektor bangunan,
Tabel 2.11
Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2009 s.d. 2012 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Kabupaten Kotawaringin Barat
NO SEKTOR 2009 2010 2011 2012
(RP) % (RP) % (RP) % (RP) %
1 PERTANIAN 1.078.266.010.000 44,13 1.134.902.880.000 43,59 1.193.910.040.000 42,90 1.258.408.140.000 42,33 2 PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 33.351.450.000 1,36 35.033.240.000 1,35 37.702.370.000 1,35 40.210.010.000 1,35 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 371.648.130.000 15,21 394.070.920.000 15,14 420.686.930.000 15,12 447.815.860.000 15,06 4 LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 8.445.120.000 0,35 9.099.720.000 0,35 9.949.110.000 0,36 10.783.140.000 0,36 5 BANGUNAN 89.648.690.000 3,67 97.174.790.000 3,73 103.135.810.000 3,71 111.523.670.000 3,75 6 PERDAG, HOTEL & RESTORAN 401.183.610.000 16,42 435.108.260.000 16,71 463.390.860.000 16,65 502.790.170.000 16,91 7 PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 193.531.970.000 7,92 203.612.770.000 7,82 232.606.580.000 8,36 249.456.010.000 8,39 8 KEU, PERSEWAAN & JASA PERUSH. 77.100.420.000 3,16 89.606.670.000 3,44 104.408.680.000 3,75 118.748.060.000 3,99 9 JASA-JASA 190.459.300.000 7,79 204.845.850.000 7,87 217.104.450.000 7,80 233.164.030.000 7,84
TOTAL PDRB 2.443.634.700.000 100,00 2.603.455.100.000 100,00 2.782.894.830.000 100,00 2.972.899.090.000 Sumber : BPS Kotawaringin Barat 2013
Tabel 2.12
Nilai Dan Kontribusi Sektor Dalam PDRB Tahun 2009 S.D 2012 Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Kotawaringin Barat
NO SEKTOR 2009 2010 2011 2012
(RP) % (RP) % (RP) % (RP) %
1 PERTANIAN 1.816.953.220.000 44,57 1.948.090.340.000 43,20 2.183.239.900.000 42,57 2.461.017.400.000 42,09 2 PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 65.537.980.000 1,61 72.095.340.000 1,60 83.329.500.000 1,62 95.115.700.000 1,63 3 INDUSTRI PENGOLAHAN 560.243.990.000 13,74 635.944.960.000 14,10 725.446.040.000 14,14 813.316.980.000 13,91 4 LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 15.705.060.000 0,39 17.558.850.000 0,39 20.123.830.000 0,39 22.948.730.000 0,39 5 BANGUNAN 125.313.050.000 3,07 136.306.470.000 3,02 150.611.070.000 2,94 169.986.590.000 2,91 6 PERDAG, HOTEL & RESTORAN 658.787.690.000 16,16 743.050.300.000 16,48 833.405.040.000 16,25 967.820.970.000 16,55 7 PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 336.083.030.000 8,24 370.548.950.000 8,22 447.431.420.000 8,72 516.893.960.000 8,84 8 KEU, PERSEWAAN & JASA PERUSH. 148.823.340.000 3,65 184.614.220.000 4,09 226.575.160.000 4,42 270.327.870.000 4,62 9 JASA-JASA 349.393.360.000 8,57 401.590.100.000 8,90 458.995.920.000 8,95 529.226.040.000 9,05 TOTAL PDRB 4.076.840.720.000 100,00 4.509.799.530.000 100,00 5.129.157.880.000 100,00 5.846.654.240.000 100,00 Sumber : BPS Kotawaringin Barat 2013
3). Pendapatan Perkapita
Secara umum pendapatan setiap penduduk Kabupaten Kotawaringin Barat dicerminkan oleh pendapatan regional per kapita. Pendapatan regional tidak terlepas dari pengaruh meningkatnya PDRB. Dari tahun 2005 sampai saat ini, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku selalu menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun yakni dari 2, 62 triliun pada tahun 2005 menjadi 5,13 triliun pada tahun 2011.
Grafik 2.4
PDRB Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2011 ( Trilyun Rp. )
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 Kabupaten Kotawaringin Barat sebesar Rp 13,144 juta, menjadi 20,87 juta pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan produk seluruh sektor di Kobar yang dihasilkan dari 9 sektor ekonomi secara bertahap menunjukkan perbaikan yang berimplikasi terhadap penurunan angka pengangguran, dan penurunan angka kemiskinan.
Grafik 2.5
PDRB per Kapita Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2011 ( Juta Rp. )
b. Laju Inflasi
Laju Inflasi Kota Pangkalan Bun tahun 2010 sebesar 6,78 %, sedangkan pada tahun 2011 laju inflasi sebesar 5,58 %. Pada bulan Desember 2012 terjadi Inflasi sebesar 0,81%, laju inflasi Tahun Kalender (Jan-Des 2012) sebesar 3,99% dan laju inflasi Year on year (Des 2011 – Des 2012) sebesar 3,99%. Komoditas pemicu Inflasi antara lain daging ayam ras, ikan gabus, ikan tenggiri, ikan asin telang, ikan baung, sawi hijau, daging sapi, angkutan udara komoditas penghambat laju inflasi angtara lain ketimun, jagung muda, kacang panjang, cabe hijau, dan cabe rawit.
Grafik 2.6 Inflasi dan Deflasi
Tabel 2.13
Nilai Inflasi Rata-Rata Tahun 2007 - 2013 Kabupaten Kotawaringin Barat
Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Inflasi 12,46 % 2,81 % 6,78 % 7,93 % 5,58 % 3,99 %
c. Gambaran Singkat Sektor