• Tidak ada hasil yang ditemukan

BEBAN USAHA

Dalam dokumen AR Semen Indonesia 2014 (Halaman 197-200)

Beban Penjualan 2.692.903 60,6 2.283.452 58,8 17,9 Beban Umum dan administrasi 1.951.961 43,9 1.688.257 43,5 15,6 Pendapatan (beban) operasi lainnya -201.928 -4,5 -90.608 -2,3 122,9

Beban operasi lainnya - 0,0 - 0,0 -

TOTAL 4.442.936 100,0 3.881.101 100,0 14,5

Beban Usaha Pendapatan 16,5% 15,8% 0,6%

sehingga besaran beban pokok pendapatan ini dapat ditekan dan dikendalikan melalui berbagai upaya sinergi, efisiensi dan aplikasi inovasi.

Laba Bruto

Laba bruto Perseroan di tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 6,0% dari angka Rp10.944 miliar di tahun 2013 menjadi sebesar Rp11.599

menjadi 43,0% dibanding 44,7% di tahun 2013. Namun demikian, kenaikan pendapatan Perseroan yang sebesar 10,1% dari tahun lalu, belum dapat mengimbangi laju kenaikan beban pokok pendapatan.

BEBAN USAHA

Beban usaha Perseroan tahun 2014 sebesar Rp4.443 miliar, meningkat 14,5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3.881 miliar. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh naiknya beban penjualan sebesar 17,9%, menjadi sebesar Rp2.693 miliar (2013:Rp2.283 miliar), serta naiknya beban umum dan administrasi sebesar 15,6%, menjadi sebesar Rp1.952 miliar (2013: Rp1.688 miliar).

Komponen utama beban penjualan di tahun 2014 terdiri atas ongkos angkut dan bongkar, sebesar Rp2.097 miliar (19,9% ), biaya promosi sebesar Rp352 miliar (17,5%), Gaji, upah dan remunerasi lain sebesar Rp172 miliar (4,2%). Kenaikan beban penjualan terutama disebabkan oleh naiknya beban ongkos angkut dan bongkar seiring dengan meningkatnya volume pengiriman semen ke

Laporan Pengembangan Usaha

Laporan Manajemen Informasi Perusahaan Informasi Bagi Investor Tinjauan Operasional

Tinjauan Kinerja

Tinjauan Kinerja Keuangan

Rp Juta

Beban Penjualan 2014 % 2013 % % Perubahan

Ongkoa Angkut dan Bongkar 2.097.602 77,9 1.749.566 76,6 19,9

Promosi 351.850 13,1 299.335 13,1 17,5

Gaji, Upah dan Remunerasi 171.595 6,4 164.737 7,2 4,2 Beban penjualan lainnya 71.855 2,7 69.814 3,1 2,9

TOTAL 2.692.903 100,0 2.283.452 100,0 17,9

Untuk mengendalikan komponen beban penjualan, manajemen menerapkan strategi cost management, dimana penjualan difokuskan pada area dengan tingkat marjin maksimal. Upaya lain yang dilakukan adalah optimalisasi distribusi dan pembangunan packing plant untuk menekan biaya bongkar dan biaya transportasi per ton produk yang didistribusikan.

Beban Umum dan Administrasi

Tabel rincian Beban Umum dan Administrasi

Rp Juta

Beban Umum dan Administrasi 2014 % 2013 % % Perubahan

Gaji, Upah, dan Remunerasi Lainnya 948.786 48,6 791.249 46,9 19,9 Program kemitraan dan Bina Lingkungan 180.171 9,2 141.823 8,4 27,9

Pemeliharaan 98.896 5,1 84.820 5,0 16,6

Beban Umum dan Administrasi Lainnya 724.109 37,1 670.365 39,7 8,0

TOTAL 1.951.961 100,0 1.688.257 100,0 15,6

Komponen utama beban umum dan adminstrasi di tahun 2014 adalah beban gaji, upah dan remunerasi lainnya sebesar Rp949 miliar (19,9%), beban Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp180 miliar (27,0%), beban pemeliharaan sebesar Rp99 miliar (16,6%), dan beban lainnya. Peningkatan beban gaji, upah dan remunerasi ini selaras dengan meningkatnya jumlah pegawai untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka persiapan operasional pabrik baru.

Terkait Biaya SDM, manajemen lebih memandang komponen biaya ini sebagai salah satu alat untuk memotivasi peningkatan kinerja individual maupun Perseroan secara keseluruhan. Kenaikan komponen biaya SDM sebagian juga disebabkan realisasi program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi SDM, yang merupakan salah satu bentuk investasi perusahaan.

Perseroan telah menerapkan kebijakan remunerasi berbasis kinerja, yang dinilai dengan alat balanced score card dan ketercapaian key performance indicator (KPI) dengan peningkatan penghargaan terhadap karyawan, sebagai salah satu jalan untuk mengukur keberhasilan investasi di bidang ketenagakerjaan (Lihat kembali uraian “Pengelolaan SDM, Penilaian Kinerja”).

Kenaikan komponen biaya SDM sebagian juga disebabkan oleh realisasi program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi SDM, yang merupakan salah satu bentuk investasi perusahaan di bidang ketenaga kerjaan

PENGHASILAN/(BEBAN) LAIN-LAIN

Perseroan membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp286 miliar, naik 75,5% dari nilai sebesar Rp163 miliar di tahun 2013, yang disebabkan karena kenaikan pendapatan bunga dari penempatan deposito berjangka dalam rupiah maupun dalam mata uang asing meningkat seiring dengan peningkatan saldo penempatan dana kas perusahaan yang menjadi Rp4.475 miliar dari sebelumnya sebesar Rp3.767 miliar di akhir tahun 2013. (Lihat uraian “Kas dan Setara Kas”).

Beban keuangan naik 12,6% menjadi Rp383 miliar dari Rp340 miliar di tahun 2013, yang disebabkan oleh pembebanan bunga pinjaman atas pembangunan pabrik baru dan power plant.

Profitabilitas Dan Marjin (Rpjuta)

Laba Rugi 2014 2013 % Perubahan

Laba Bruto 11.598.604 10.944.094 6,0

Margin Laba Bruto (%) 43,0 44,7 -1,7

Laba Usaha 7.155.668 7.062.993 1,3

Margin Laba Usaha (%) 26,5 28,8 -2,3

EBITDA 8.303.439 8.099.042 2,5

Margin EBITDA (%) 30,8 33,1 -2,3

Laba Bersih 5.565.858 5.370.247 3,6

Margin Laba Bersih (%) 20,6 21,9 -1,3

Perseroan mencatat laba bruto tahun 2014 sebesar Rp11.599 miliar atau meningkat 6,0% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp10.944 miliar, laba usaha tahun 2014 sebesar Rp7.156 miliar atau meningkat 1,3% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp7.063 miliar. Sedangkan EBITDA tahun 2014 mencapai Rp8.303 miliar atau meningkat 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp8.099 miliar.

Tinjauan Kinerja Keuangan

Marjin profitabilitas di tahun 2014 secara umum mengalami penurunan, dimana marjin laba bruto menjadi sebesar 43,0%, marjin laba usaha sebesar 26,5%, marjin EBITDA sebesar 30,8% dan marjin laba bersih sebesar 20,6%. Untuk tahun 2013 angka-angka tersebut adalah 44,7% untuk marjin laba bruto, marjin laba usaha sebesar 28,8%, marjin EBITDA sebesar 33,1% dan marjin laba bersih adalah sebesar 21,9%.

BEBAN PAJAK PENGHASILAN

Beban pajak Perseroan tahun 2014 adalah sebesar Rp1.517 miliar turun 3,1% dari Rp1.566 miliar di tahun 2013.

Perseroan memenuhi persyaratan memperoleh penurunan tarif PPh Badan sebesar 5% masing- masing untuk tahun fiskal 2014 dan 2013 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2007.

Sepanjang tahun pelaporan Perseroan senantiasa memenuhi kewajiban pembayaran pajak dengan baik, sehingga tidak ada sengketa perpajakan yang harus diselesaikan.

Laporan Pengembangan Usaha

Laporan Manajemen Informasi Perusahaan Informasi Bagi Investor Tinjauan Operasional

Tinjauan Kinerja

Tinjauan Kinerja Keuangan

LABA BERSIH DAN LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

Dengan perhitungan beban pajak tersebut, Perseroan mampu membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk (laba bersih) sebesar Rp5.566 miliar atau meningkat 3,6% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp5.370 miliar sehingga net margin mencapai 20,6% atau turun 1,3% dari tahun lalu yang sebesar 21,9%.

Laba bersih per saham dasar menjadi Rp938 per lembar atau meningkat 3,6% dari tahun 2013 yang sebesar Rp905 per lembar saham yang menunjukkan Perseroan kembali mampu memberikan peningkatan nilai kepada pemegang saham.

LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN

Perseroan memiliki pendapatan komprehensif lain terkait dengan keuntungan yang belum direalisasi atas investasi efek cadangan atas lindung nilai arus kas, dan selisih kurs penjabaran, sehingga laba komprehensif tahun berjalan setelah pajak adalah sebesar Rp5.587 miliar, turun 4,5% dari tahun 2013 sebesar Rp5.852 miliar.

IKHTISAR PERUBAHAN POSISI KEUANGAN

Dalam dokumen AR Semen Indonesia 2014 (Halaman 197-200)