• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Prosedur Pengembangan

3.3.6 Ujicoba Produk

Desain produk yang telah direvisi kemudian di uji cobakan. Uji coba produk dilaksanakan pada siswa usia SD, langkah ini dilaksanakan di SD Kanisius Sengkan kelas IV tahun ajaran 2017/2018. Ujicoba produk dibagikan kepada 20 Siswa-siswi kelas IV yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SD Kanisius Sengkan. Tujuan dari uji coba produk ini adalah untuk mengetahui apakah buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan ini benar-benar memiliki kualitas dan keefektifan untuk membantu siswa-siswi mengenai memainkan gamelan dan menanamkan nilai-nilai budi pekerti.

3.3.7 Revisi Produk

Revisi produk akan dilakukan oleh peneliti berdasarkan kritik dan saran dari ahli. Kritik da saran menjadikan acua bagi peneliti untuk bisa mengembangkan prototipe dengan baik. Semoga dengan setelah di revisi dapat lebik baik dan mudah di pahami oleh siswa.

59 3.4 Uji Coba Produk

Kegiatan uji coba produk ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data guna mengetahui kualitas dan kelayakan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelan gambang (untuk SD). Data yang diperoleh digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki prototipe dalam penelitian ini. Uji coba dilakukan setelah prototipe sudah divalidasi oleh praktisi gamelan dan ahli bahasa. Uji coba produk dilakukan di SD Kanisius Sengkan, Yogyakarta.

3.5 Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2010 :147-148) instrument penelitian adalah suatu alat untuk mengukur suatu fenomena sosial maupun alam. Karena pada prinsipnya meniliti adalah melihat, meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Dalam penelitian ini digunakan dua instrumen yaitu pedoman wawancara dan angket. Wawancara dilakukan untuk mengetahui data awal tentang sejauh mana buku yang disusun peneliti diperlukan untuk siswa Sekolah Dasar.

Angket digunakan untuk menganalisis kebutuhan siswa tentang sejauh mana siswa mengetahui tentang nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan dan seberapa perlu buku cerita bergambar yang disusun peneliti.angket diberikan kepada siswa-siswi di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang. Peneliti juga menggunakan angket uji coba produk, berupa beberapa pertanyaan refleksi. berikut ini adalah pedoman wawancara dan angket yang digunakan untuk penelitian.

3.5.1 Pedoman Wawancara

60 Pedoman wawancara merupakan alat yang digunakan dalam wawancara.

Pedoman wawancara berisi tentang uraian data yang akan digali oleh peneliti.

Pedoman wawancara umumnya berbentuk daftar pertanyaan (Widoyoko, 2009:

41). Pedoman wawancara dalam penelitian berbentuk daftar pertanyaan yang ditujukan pada praktisi gamelan. berikut adalah kisi-kisi wawancara yang digunakan oleh peneliti.

Tabel 3.1 Kisi-kisi Pedoman Wawancara.

NO Pertanyaan

1 Mengapa anda tertarik dengan gamelan?

2 Apakah ada nilai-nilai budi pekerti yang terkandung dalam memainkan gamelan?

3 Apakah yang anda rasakan mendengarkan mudik gamelan?

4 Menurut anda perlukah siswa-siswi diperkenalkan gamelan sejak dini untuk menyukai gamelan? mengapa?

5 Menurut anda perlu adanya buku sederhana untuk siswa-siswi SD yang memuat informasi tentang gamelan yang memiliki nilai-nilai budi pekerti? Mengapa perlu?

3.5.2 Angket

Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angket terbuka. Pada lembar angket cara menjawabnya tidak menggunakan benar dan salah sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternatif jawaban dari angket tersebut. Angket ini digunakan peneliti dari awal penelitian. Angket merupakan sejumlah pertanyaan atau penyataan tertulis tentang data faktual atau opini yang berkaitan dengan diri responden yang dianggap fakta atau kebenaran

61 yang diketahui dan perlu dijawab oleh responden. Angket diberikan pada siswa-siswi di Desa Siroto, Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang, khusunya siswa –siswi yang mengikuti pelajaraan karawitan atau ekstrakurikuler karawitan di. Berikut kisi-kisi lembar angket yang akan digunakan peneliti:

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Angket.

3.5.3 Validator Angket Pra Penelitian

NO ASPEK INDIKATOR PERTANYAAN

1. GAMELAN

SEBAGAI SALAH SATU KESENIAN JAWA

GAMELAN

Gamelan merupakan salah satu kebudayaan Jawa

1. Kamu memainkan gamelan sejak kelas ...

2. Gamelan merupakan salah satu alat musik dari...

Pakaian yang digunakan saat pementasan

3. Pakaian yang harus dikenakan saat pementasan gamelan adalah ...

Mengheningkan cipta 4. Sebelum memainkan gamelan kamu harus ...

Berdoa

Berjalan jongkok

Tidak melangkahi perangkat gamelan

Menyembah (tangan dikatupkan) PADA SAAT

Menjaga perkataan dan perbuatan Membunyikan instrumen secara bersama-sama

Memukul instrumen secara lembut Tidak makan dan minum Tidak bergurau

62 Validator angket pra penelitian divalidasi oleh praktisi gamelan di Semarang. Berikut ini merupakan tabel hasil validasi dari ahli.

Tabel 3.3 Hasil Validasi Angket Pra Penelitian oleh Ahli.

NO KOMPONEN

YANG DINILAI

Validator 1 Validator 2

Skor Saran Skor Sara

n 1

Bahasa

a. Bahasa sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.

3 Cara penulisan yang memuat nilai-nilai budi pekerti.

4 4

Keras lembutnya tabuhan Tidak mengendong tas

Alat tabuh diletakkan di atas perangkat

Merapikan sesuai posisi semula SESUDAH

Menyembah (tangan dikatupkan) 6. Sesudah memainkan gamelan kamu harus ...

Berdoa

Berjalan jongkok

Gamelan harus ditutup dengan kain

3 LITERASI Menulis manfaat memainkan

gamelan (sebelum, saat, sesudah)

7. Pengalaman yang

mengesankan saat memainkan gamelan adalah...

4 PERLU/TIDAK PROTOTIPE BUKU TENTANG

GAMELAN

Buku memuat nilai-nilai budi pekerti

8. Buku untuk memainkan gamelan yang pernah kamu baca adalah...

63 yang memuat nilai-nilai budi pekerti.

4 3

3 Kelayakan instrumen untuk dibagikan kepada siswa kelas IV SD.

Skor rata-rata 31,5

Nilai rata-rata 3,5

3.5.4 Angket Siswa Pra Penelitian

Angket terdiri dari delapan pertanyaan yang dibagikan kepada siswa-siswi di Desa Siroto, Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang. Angket tersebut digunakan peneliti untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa dalam memahami nilai-nilai budi pekerti yang terkandung dalam memainkan gamelan dan seberapa perlunya siswa mengenai buku cerita bergambar. Pertanyaan yang diajukan mencakup pemahaman siswa mengenai gamelan sebagai salah satu kesenian Jawa, budi pekerti dalam memainkan gamelan, literasi, dan perlu atau tidak prototipe buku tentang memainkan gamelan. Berikut merupakan tabel angket siswa pra penelitian.

Tabel 3.4 Angket Siswa Pra Penelitian.

64

Baca dan jawablah pertanyaan berikut!

1. Kamu sudah memainkan gamelan sejak kelas...

2. Gamelan merupakan salah satu alat musik dari daerah...

3. Pakaian yang harus dikenakan saat pementasan gamelan adalah...

4. Sebelum memainkan gamelan kita harus...

5. Pada saat memainkan gamelan kita harus...

6. Sesudah memainkan gamelan kita harus...

7. Tuliskan pengalamanmu yang mengesankan saat memainkan gamelan...

8. Buku untuk memainkan gamelan yang pernah kamu baca adalah...

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Richey dan Klein dalam (Sugiyono, 2015: 200) menjelaskan bahwa teknik pengumpulan data merupakan hal yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan dari sebuah penelitian adalah mendapatkan data. Tahap pengumpulan data sangat penting untuk menentukan kevalidasian atau kesahan dari sebuah penelitian.

Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan dua teknik wawancara dan angket.

3.6.1 Wawancara

Menurut Widyoko (2009: 40) wawancara merupakan suatu proses tanya jawab atau dialog secara lisan antara pewawancara dan responden untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan peneliti. Penelitian ini menggunakan wawancara yang terstruktur karena setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan peneliti telah mengetahui informasi apa yang akan diperoleh. Peneliti melakukan wawancara dengan narasumber praktisi gamelan. praktisi gamelan yang diwawancarai adalah guru gamelan SD dan pelatih gamelan di masyarakat umum.

65 Dalam hal ini peneliti menggunakan pedoman wawancara yang berbentuk daftar pertanyaan.

3.6.2 Angket

Menurut Widyoko (2009: 33) angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk diberikan respon sesuai dengan keinginan pengguna. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model angket terbuka dengan memberikan kebebasan pada narasumber atau responden untuk menjawab pertanyaan, sesuai dengan konteks nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan.

instrumen yang digunakan adalah angket yang berisi pertanyaan yang nantinya akan dijawab oleh para siswa. Indikator untuk menyususn angket dikembangkan dari potensi yaitu memainkan gamelan dan pendidikan budi pekerti.

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh. Data kualitatif dapat berupa kritik dan saran yang diberikan oleh praktisi gamelan dan ahli bahasa untuk memperbaiki pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan. Data kuantitatif berupa skor dari hasil validasi pra penelitian untuk anak serta validasi prototipe dari ahli bahasa dan sastra, dalam hal ini data kuantitatif yang dilakukan peneliti berupa lembar Pedoman penskoran yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan nilai 1-4. Peneliti hanya menggunakan skala 1-4 dan bukan 1-5 karena cenderung akan memilih alternatif yang di tengah yaitu 3 dengan alasan dirasa aman dan paling

66 gampang. Kriteria untuk 1-4 adalah sangat baik, baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Hasil dari lembaran angket berupa data kuantitatif tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif.

Peneliti dalam hal ini akan memberikan rentan skor atas komentar para ahli dan siswa sehingga data yang awalnya berupa angket akan menjadi data interval.

Skala penilaian terhadap pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD), seperti sangat baik (4), baik (3), tidak baik (2), sangat tidak baik (1). Untuk menyusun tabel klarifikasi menggunakan aturan yang sama dengan dasar jumlah skor responden, yaitu dicari skor tertinggi, skor terendah, jumlah kelas, dan jarak interval.

Skor tertinggi = 4 (sangat baik) Skor rendah = 1 (sangat tidak baik)

Jumlah kelas = 4 (sangat tidak baik sampai sangat baik) Jarak interval = (4-1)/ 4 = 0,75 (rentang skor)

Hasil interval sangat baik, baik, tidak baik, sangat tidak baik adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 Hasil interval skala 1-4.

Rerata skor Klasifikasi

3,25 – 4,0 Sangat baik

2,50 – 3,25 Baik

1,75 – 2,50 Tidak baik

1,00 – 1,75 Sangat tidak baik

Hasil dari instrumen pra penelitian yang sudah divalidasi oleh ahli dari praktisi gamelan di sekolah dasar menunjukkan rata-rata skor 3,5 menunjukkan

67 bahwa angket pra penelitian termasuk dalam rentang sangat baik sehingga dapat digunakan untuk memperoleh data kebutuhan siswa. Angket pra penelitian yang sudah divalidasi kemudian siap disebarkan pada 20 siswa-siswi di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang..

Berdasarkan hasil dari penyebaran angket pra penelitian, diperoleh data sebanyak 50% siswa menjawab sebelum memainkan gamelan yang dilakukan adalah berdoa, sebanyak 50% siswa menjawab saat memainkan gamelan yang dilakukan siswa adalah kompak atau kerjasama, sebanyak 40% siswa menjawab saat memainkan gamelan yang dilakukan siswa adalah konsentrasi. Dan sebanyak 25% siswa menjawab sesudah memainkan gamelan yang dilakukan adalah memrapikan amelan atau tanggung jawab. Selain itu, 10% siswa menjawab pernah membaca buku cerita tentang gamelan, tetapi bukan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam gamelan melainkan notasi pada gamelan. Oleh karena itu, perlunya buku cerita yang berisi penjelasan tentang nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan.

68 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab IV dalambentuk hasil penelitian dan pembahasan akan membahas penelitian yang berisiprosedur tentang: (1) pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan dan cerita bergambar tentang istrumen ”Gambang”, dan (2) deskripsi kualitas prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan dan cerita bergambar tentang instrumen

“Gambang”. Peneliti juga akan menguraikan tentang pembahasan berkaitan dengan hasil penelitian, serta terdapat kelebihan dan kelemahan prototipe.

4.1 HASIL PENELITIAN

Pada bagian hasil penelitian ini, peneliti akan membahas tentang prosedur pengembangan, dan kualitas produk.

4.1.1 Prosedur Pengembangan

69 Pada bagian ini, prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam instrumen memainkan gamelangambang (untuk SD)terdiri dari artikel yang berjudul “ Nilai-nilai dalam Memainkan Gamelan” dan cerita bergambar yang berjudul

“Menabuh Gambang Melatih Ketekunan” peneliti kembangkan dengan mengambil tujuh dari sepuluh prosedur yang dipaparkan Borg and Gall dalam Sugiyono (2015: 409). Adapun prosedur yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:

4.1.1.1 Potensi dan Masalah

Peneliti melakukan wawancara kepada praktisi gamelan dan membagikan angket kepada siswa-sisw i20 Sekolah Dasar. Hal tersebut dilakukan oleh peneliti guna memperoleh data terkait pemahaman mereka tentang memainkan gamelan.Peneliti melakukan wawancara kepada dua orang praktisi gamelan. Kedua praktisi mengatakan bahwa gamelan sangatlah baik jika dikenalkan kepada anak sejak kecil. Namun ditemukan masalah, yaitu belum adanya buku informasi mengenai gamelan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk siswa usia SD. Peneliti mendapatkan hasil wawancara dari praktisi yang akan dijadikan acuan untuk menyusun angket kebutuhan siswa. Setelah itu peneliti melakukan pembagian kepada 20 siswa yang bertempat tinggal di Desa Siroto, Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2017.

70 Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket yang sudah dibagikan peneliti, peneliti terdorong untuk mengembangkan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelangambang (untuk SD).

4.1.1.2 Pengumpulan Data

Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dan angket. Peneliti melakukan wawancara dengan dua praktisi gamelan yang bernama Bapak FX.

Suparji dan Bapak Fransiskus Suparjan. Pertanyaan yang diajukan kepada praktisi gamelan diantaranya (1) mengapa anda tertarik dengan gamelan? (2) apa yang anda pikirkan setiap mendengarkan musik gamelan? (3) apakah ada nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan? (4) menurut anda perlukah siswa-siswi SD perlu diperkenalkan gamelan sejak dini? Mengapa perlu atau mengapa tidak? (5) menurut anda perlukah ada buku sederhana untuk siswa SD yang memuat informasi tentang gamelan yang memiliki nilai-nilai budi pekerti? Jika perlu, megapa? Dari lima pertanyaan yang diajukan, peneliti mendapatkan hasil dari kedua narasumber menyatakan bahwa gamelan merupakan kesenian musik yang perlu dikenalkan kepada anak sejak dini karena gamelan adalah sebuah warisan dari nenek moyang yang perlu dilestarikan. Namun, buku tentang gamelan yang memuat nilai-nilai budi pekerti masih sangat jarang ditemukan.

Pengumpulan data yang selanjutnya dilakukan peneliti dengan membagikan angket kepada 20 siswa-siswi SD di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2017. Angket tersebut menyangkut beberapa aspek diantaranya:

71 (1) gamelan sebagai salah satu kesenian Jawa, (2) budi pekerti dalam memainkan gamelan, (3) literasi, (4) perlu atau tidak prototipe buku tentang memainkan gamelan. Dari keempat aspek tersebut peneliti membuat delapan pertanyaan untuk mendapatkan data pemahaman siswa tentang nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan. Berikut ini merupakan daftar pertanyaan beserta hasil rekap angket yang disajikan dalam tabel oleh peneliti.

Tabel 4.1 Rekap Angket dari Siswa SD.

No Pernyataan Jawaban

1 Aku sudah memainkan gamelan sejak ....

(75%) 15 anak sudah pernah memainkan gamelan sejak SD.

(25%) 5 anak sisanya, mereka belum pernah sama sekali memainkan gamelan.

2 Gamelan merupakan salah satu alat musik tradisional dari ....

(100%) 20 anak menjawab gamelan merupakan salah satu alat musik dari Jawa

3 Kostum atau pakaian yang harus dikenakan saat pementasan gamelan adalah ....

(75%) 15 anak menjawab dengan pakaian yang sopan dan rapi.

(25%) 5 anak menjawab dengan pakaian Jawa.

4 Sebelum memainkan gamelan kita harus ....

(50%) 10 anak menjawab berdoa terlebih dahulu.

(25%) 5 anak menjawab bersiap-siap.

(25%) 5 anak menjawabmakan.

5 Saat memainkan gamelan kita harus ....

(10%) 2 anak menjawab asal memainkan gamelan (pelan dan keras saat dalam memukul sehingga tidak mengetahui cara memainkan instrumen tersebut).

(50%) 10 anak menjawab kompak saat gamelan setelah memainkan gamelan.

7 Tuliskan pengalamanmu yang mengesankan saat memainkan gamelan ....

(100%) 20 anak menjawab senang saat memainkan gamelan.

8 Buku untuk memainkan gamelan yang pernah kamu baca adalah ....

(90%) 18 anak menjawab belum pernah membaca buku gamelan.

(10%) 2 sudah pernah membaca buku cerita gamelan.

72 Dari hasil angket yang peneliti bagikan kepada 20 siswa-siswi di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang, peneliti mendapatkan informasi sebanyak 50% siswa menjawab berdoa sebelum memainkan gamelan,sebanyak50% siswa menjawab kompak/kerjasama saat memainkan gamelan,sebanyak 40% siswa menjawab konsentrasi saat memainkan gamelan,sebanyak 25% siswa membersihkan gamelan setelah memainkan, sebanyak 90% anak belum pernah membaca buku tentang gamelan, 10% siswa menjawab pernah membaca buku tentang nilai-nilai gamelan tetapi bukan tentang nilai-nilai melainkan notasi pada permainan gamelan.

Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti, hasil dari angket tersebut akan digunakan untuk dijadikan acuan dalam mengembangkan desain produk. Hal ini agar produk yang akan dikembangkan oleh peneliti bisa bermanfaat untuk siswa.

Oleh karena itu melalui prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD) yang disusun peneliti bisa memberikan dampak bagi pembaca terkhusus siswa-siswi SD, selain itu juga membantu siswa untuk ikut melestarikan kesenian budaya Jawa.

4.1.1.3 Desain Produk

Pada desain produk, peneliti mendesain sebuah produk berupa pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelan gambang (untuk SD) berdasarkan latar belakang masalah.

Langkah awal yang peneliti lakukan adalah membuat prototipe buku yang terdiri dari dua bagian, bagian I berupa artikel berjudul “Nilai-nilai Budi Pekerti dalam

73 Memainkan Gamelan”, sedangkan bagian II memuat cergam dengan judul

“Menabuh Gambang Melatih Ketekunan”. Selain itu, tedapat pula pada prototipe yang dibuat oleh peneliti seperti: Kata Pengantar; Daftar Isi; Refleksi; Daftar Pustaka; dan Biografi Penulis.

Pada langkah awal dalam membuat cerita, peneliti membuat cerita, peneliti membuat sketsa gambar yang disesuaikan dengan alur cerita yang telah dibuat.

Pada sketsa dibuat sebagai gambaran dari alur cerita yang menceritakan tentang siswi bernama Jokoseorang anak SD yang mengikuti ekstrakurikuler karawitan di sekolah dan sangat mengemari instrumen gambang, dalam ekstrakurikuler tersebut Joko dan teman-temannya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pertunjukan gamelan, dalam pertunjukan tersebut Joko mendapatkan nilai-nilai budi pekerti yang disadari maupun tidak disadari seperti berdoa sebelum memainkan gamelan, berjalan jongkok saat memasuki tempat gamelan, serta belajar sikap ketekunandalam memainkan gambang. Pada tahap ini peneliti merancang dan menyusun prototipe buku cerita bergambar pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan supaya gambar yang terdapat dalam buku tersebut bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai yang terkandung saat memainkan gamelan. Peneliti mendesain prototipe buku cergam pendidikan budi pekerti untuk siswa Sekolah Dasar dalam konteks pendidikan karakter atau budi pekerti.

74

Tokoh utama bernama Joko Instrumen Gambang

Joko mengikuti ekstrakurikuler karawitan dan berlatih bersama teman-temannya.

Joko bersama teman-temannya berjalan jongkok dan membungkuk saat memasuki panggung pertunjukan.

Joko dan teman-teman sedang memainkan instrumen gambang dengan kompak dalam pertunjukan

Gambar 4.1 Sketsa Awal

4.1.1.4 Validitas Desain

75 Produk berupa pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang(untuk SD) yang telah dibuat terdiri dari dua bagian: bagian I artikel berjudul “ Nilai-nilai Budi Pekerti dalam Memainkan Gamelan”, bagian II memuat cergam dengan judul “Menabuh Gambang Melatih Ketekunan” yang perlu divalidasi oleh ahli terlebih dahulu.

Validasi dilakukan dengan cara memberikan desain produk dan lembar instrumen validasi kepada para ahli. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan validasi:

Tabel 4.2 Rekap Validasi Uji Coba Produk Buku.

No Item yang dinilai

Validator I Validator II

Skor Saran Skor Saran

3 Sederhana mudah dipahami

2 Format penulisan buku Prototipe sesuai

4 Sudah sesuai 4 Sudah memuat informasi.

76 ada yang perlu ditukar posisi

Total skor 30 28

Skor Rata-rata 29

Nilai rata-rata 3,625

Berdasarkan nilai rata-rata hasil validasi sebesar 3,625. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan buku berdasarkan jumlah skor, peneliti menyajikan pedoman penggolongan kualitas sebagai berikut ini:

Tabel 4.3 Pedoman Penggolongan Kualitas.

No Kelayakan Instrumen Bobot Skor

1 Layak diujicobakan tanpa revisi 3,5 – 4,0 2 Layak diujicobakan dengan revisi 2,5 – 3,5

3 Tidak layak diujicobakan 0 – 2,5

Berdasarkan hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa “Buku Pendidikan Budi Pekerti dalam Memainkan Gamelan Gambang (untuk SD)” sudah layak diujicobakan dengan terlebih dahulu direvisi dan kemudian dibagikan kepada siswa Sekolah Dasar.

4.1.1.5 Revisi Produk

Berdasarkan hasil validasi, peneliti melakukan revisi desain produk berupa prototipe buku cerita bergambar pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan. Kritik dan saran dari kedua ahli dapat digunakan sebagai pedoman untuk

77 memperbaiki desain produk. Perbaikan yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah penggantian cover artikel, penggantian judul cergam dari “Memainkan Gambang menumbuhkan kreatifitas” menjadi “MenabuhGambangMelatih Ketekunan”, serta mengubah tata letak gambar agar semakin mudah dalam memahami cerita yang disajikan. Peneliti hanya membuat gambar dengan sketsa hitam putih, hal ini bertujuan agar siswa dapat mewarnai gambar tersebut sendiri sehingga melatih kreatifitas siswa. Perbaikan lembar refleksi yang akan dibuat oleh siswa juga semakin sederhana serta lebih mudah dipahami oleh siswa. Peneliti berharap setelah melakukan perbaikan dan revisi desain tersebut menjadikan “Pengembang Prototipe Buku Pendidikan Budi Pekerti dalam Memainkan Gamelan Gambang(untuk SD)” sesuai dengan sasaran pembaca yaitu siswa Sekolah Dasar siswa-siswi kelas atas (IV, V, dan VI).

Adapun yang harus dilakukan oleh peneliti sebagai antara lain pengubahan tata letak gambar agar cerita semakin mudah dipahami oleh siswa, serta sedikit pengubahan cerita karena masih terlihat susah dipahami oleh siswa. Berikut adalah hasil revisi isi cergam.

Cover utama

78 Cover artikel

Cover Cergam

Gambar 4.2 Revisi gambar cergam 4.1.1.6 Uji Coba Produk

Uji coba produk dilakukan setelah prototipe direvisi dan siap diujicobakan.

Uji coba produk dilakukan kepada siswa kelas IV di SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 20 siswa pada tanggal 20Maret 2018. Tujuan dari uji coba produk ini adalah untuk mengetahui apakah prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan ini benar-benar memiliki kualitas dan keefektifan untuk

Uji coba produk dilakukan kepada siswa kelas IV di SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 20 siswa pada tanggal 20Maret 2018. Tujuan dari uji coba produk ini adalah untuk mengetahui apakah prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan ini benar-benar memiliki kualitas dan keefektifan untuk

Dokumen terkait