BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Teknik Analisis Data
Analisis data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh. Data kualitatif dapat berupa kritik dan saran yang diberikan oleh praktisi gamelan dan ahli bahasa untuk memperbaiki pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan. Data kuantitatif berupa skor dari hasil validasi pra penelitian untuk anak serta validasi prototipe dari ahli bahasa dan sastra, dalam hal ini data kuantitatif yang dilakukan peneliti berupa lembar Pedoman penskoran yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan nilai 1-4. Peneliti hanya menggunakan skala 1-4 dan bukan 1-5 karena cenderung akan memilih alternatif yang di tengah yaitu 3 dengan alasan dirasa aman dan paling
66 gampang. Kriteria untuk 1-4 adalah sangat baik, baik, tidak baik, dan sangat tidak baik. Hasil dari lembaran angket berupa data kuantitatif tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif.
Peneliti dalam hal ini akan memberikan rentan skor atas komentar para ahli dan siswa sehingga data yang awalnya berupa angket akan menjadi data interval.
Skala penilaian terhadap pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD), seperti sangat baik (4), baik (3), tidak baik (2), sangat tidak baik (1). Untuk menyusun tabel klarifikasi menggunakan aturan yang sama dengan dasar jumlah skor responden, yaitu dicari skor tertinggi, skor terendah, jumlah kelas, dan jarak interval.
Skor tertinggi = 4 (sangat baik) Skor rendah = 1 (sangat tidak baik)
Jumlah kelas = 4 (sangat tidak baik sampai sangat baik) Jarak interval = (4-1)/ 4 = 0,75 (rentang skor)
Hasil interval sangat baik, baik, tidak baik, sangat tidak baik adalah sebagai berikut:
Tabel 3.5 Hasil interval skala 1-4.
Rerata skor Klasifikasi
3,25 – 4,0 Sangat baik
2,50 – 3,25 Baik
1,75 – 2,50 Tidak baik
1,00 – 1,75 Sangat tidak baik
Hasil dari instrumen pra penelitian yang sudah divalidasi oleh ahli dari praktisi gamelan di sekolah dasar menunjukkan rata-rata skor 3,5 menunjukkan
67 bahwa angket pra penelitian termasuk dalam rentang sangat baik sehingga dapat digunakan untuk memperoleh data kebutuhan siswa. Angket pra penelitian yang sudah divalidasi kemudian siap disebarkan pada 20 siswa-siswi di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang..
Berdasarkan hasil dari penyebaran angket pra penelitian, diperoleh data sebanyak 50% siswa menjawab sebelum memainkan gamelan yang dilakukan adalah berdoa, sebanyak 50% siswa menjawab saat memainkan gamelan yang dilakukan siswa adalah kompak atau kerjasama, sebanyak 40% siswa menjawab saat memainkan gamelan yang dilakukan siswa adalah konsentrasi. Dan sebanyak 25% siswa menjawab sesudah memainkan gamelan yang dilakukan adalah memrapikan amelan atau tanggung jawab. Selain itu, 10% siswa menjawab pernah membaca buku cerita tentang gamelan, tetapi bukan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam gamelan melainkan notasi pada gamelan. Oleh karena itu, perlunya buku cerita yang berisi penjelasan tentang nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan.
68 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab IV dalambentuk hasil penelitian dan pembahasan akan membahas penelitian yang berisiprosedur tentang: (1) pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan dan cerita bergambar tentang istrumen ”Gambang”, dan (2) deskripsi kualitas prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan dan cerita bergambar tentang instrumen
“Gambang”. Peneliti juga akan menguraikan tentang pembahasan berkaitan dengan hasil penelitian, serta terdapat kelebihan dan kelemahan prototipe.
4.1 HASIL PENELITIAN
Pada bagian hasil penelitian ini, peneliti akan membahas tentang prosedur pengembangan, dan kualitas produk.
4.1.1 Prosedur Pengembangan
69 Pada bagian ini, prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam instrumen memainkan gamelangambang (untuk SD)terdiri dari artikel yang berjudul “ Nilai-nilai dalam Memainkan Gamelan” dan cerita bergambar yang berjudul
“Menabuh Gambang Melatih Ketekunan” peneliti kembangkan dengan mengambil tujuh dari sepuluh prosedur yang dipaparkan Borg and Gall dalam Sugiyono (2015: 409). Adapun prosedur yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
4.1.1.1 Potensi dan Masalah
Peneliti melakukan wawancara kepada praktisi gamelan dan membagikan angket kepada siswa-sisw i20 Sekolah Dasar. Hal tersebut dilakukan oleh peneliti guna memperoleh data terkait pemahaman mereka tentang memainkan gamelan.Peneliti melakukan wawancara kepada dua orang praktisi gamelan. Kedua praktisi mengatakan bahwa gamelan sangatlah baik jika dikenalkan kepada anak sejak kecil. Namun ditemukan masalah, yaitu belum adanya buku informasi mengenai gamelan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk siswa usia SD. Peneliti mendapatkan hasil wawancara dari praktisi yang akan dijadikan acuan untuk menyusun angket kebutuhan siswa. Setelah itu peneliti melakukan pembagian kepada 20 siswa yang bertempat tinggal di Desa Siroto, Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2017.
70 Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket yang sudah dibagikan peneliti, peneliti terdorong untuk mengembangkan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelangambang (untuk SD).
4.1.1.2 Pengumpulan Data
Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dan angket. Peneliti melakukan wawancara dengan dua praktisi gamelan yang bernama Bapak FX.
Suparji dan Bapak Fransiskus Suparjan. Pertanyaan yang diajukan kepada praktisi gamelan diantaranya (1) mengapa anda tertarik dengan gamelan? (2) apa yang anda pikirkan setiap mendengarkan musik gamelan? (3) apakah ada nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan? (4) menurut anda perlukah siswa-siswi SD perlu diperkenalkan gamelan sejak dini? Mengapa perlu atau mengapa tidak? (5) menurut anda perlukah ada buku sederhana untuk siswa SD yang memuat informasi tentang gamelan yang memiliki nilai-nilai budi pekerti? Jika perlu, megapa? Dari lima pertanyaan yang diajukan, peneliti mendapatkan hasil dari kedua narasumber menyatakan bahwa gamelan merupakan kesenian musik yang perlu dikenalkan kepada anak sejak dini karena gamelan adalah sebuah warisan dari nenek moyang yang perlu dilestarikan. Namun, buku tentang gamelan yang memuat nilai-nilai budi pekerti masih sangat jarang ditemukan.
Pengumpulan data yang selanjutnya dilakukan peneliti dengan membagikan angket kepada 20 siswa-siswi SD di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang, yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2017. Angket tersebut menyangkut beberapa aspek diantaranya:
71 (1) gamelan sebagai salah satu kesenian Jawa, (2) budi pekerti dalam memainkan gamelan, (3) literasi, (4) perlu atau tidak prototipe buku tentang memainkan gamelan. Dari keempat aspek tersebut peneliti membuat delapan pertanyaan untuk mendapatkan data pemahaman siswa tentang nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan. Berikut ini merupakan daftar pertanyaan beserta hasil rekap angket yang disajikan dalam tabel oleh peneliti.
Tabel 4.1 Rekap Angket dari Siswa SD.
No Pernyataan Jawaban
1 Aku sudah memainkan gamelan sejak ....
(75%) 15 anak sudah pernah memainkan gamelan sejak SD.
(25%) 5 anak sisanya, mereka belum pernah sama sekali memainkan gamelan.
2 Gamelan merupakan salah satu alat musik tradisional dari ....
(100%) 20 anak menjawab gamelan merupakan salah satu alat musik dari Jawa
3 Kostum atau pakaian yang harus dikenakan saat pementasan gamelan adalah ....
(75%) 15 anak menjawab dengan pakaian yang sopan dan rapi.
(25%) 5 anak menjawab dengan pakaian Jawa.
4 Sebelum memainkan gamelan kita harus ....
(50%) 10 anak menjawab berdoa terlebih dahulu.
(25%) 5 anak menjawab bersiap-siap.
(25%) 5 anak menjawabmakan.
5 Saat memainkan gamelan kita harus ....
(10%) 2 anak menjawab asal memainkan gamelan (pelan dan keras saat dalam memukul sehingga tidak mengetahui cara memainkan instrumen tersebut).
(50%) 10 anak menjawab kompak saat gamelan setelah memainkan gamelan.
7 Tuliskan pengalamanmu yang mengesankan saat memainkan gamelan ....
(100%) 20 anak menjawab senang saat memainkan gamelan.
8 Buku untuk memainkan gamelan yang pernah kamu baca adalah ....
(90%) 18 anak menjawab belum pernah membaca buku gamelan.
(10%) 2 sudah pernah membaca buku cerita gamelan.
72 Dari hasil angket yang peneliti bagikan kepada 20 siswa-siswi di Desa Siroto Rt 01 Rw 07, Kecamatan Pudak Payung Semarang, peneliti mendapatkan informasi sebanyak 50% siswa menjawab berdoa sebelum memainkan gamelan,sebanyak50% siswa menjawab kompak/kerjasama saat memainkan gamelan,sebanyak 40% siswa menjawab konsentrasi saat memainkan gamelan,sebanyak 25% siswa membersihkan gamelan setelah memainkan, sebanyak 90% anak belum pernah membaca buku tentang gamelan, 10% siswa menjawab pernah membaca buku tentang nilai-nilai gamelan tetapi bukan tentang nilai-nilai melainkan notasi pada permainan gamelan.
Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti, hasil dari angket tersebut akan digunakan untuk dijadikan acuan dalam mengembangkan desain produk. Hal ini agar produk yang akan dikembangkan oleh peneliti bisa bermanfaat untuk siswa.
Oleh karena itu melalui prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD) yang disusun peneliti bisa memberikan dampak bagi pembaca terkhusus siswa-siswi SD, selain itu juga membantu siswa untuk ikut melestarikan kesenian budaya Jawa.
4.1.1.3 Desain Produk
Pada desain produk, peneliti mendesain sebuah produk berupa pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelan gambang (untuk SD) berdasarkan latar belakang masalah.
Langkah awal yang peneliti lakukan adalah membuat prototipe buku yang terdiri dari dua bagian, bagian I berupa artikel berjudul “Nilai-nilai Budi Pekerti dalam
73 Memainkan Gamelan”, sedangkan bagian II memuat cergam dengan judul
“Menabuh Gambang Melatih Ketekunan”. Selain itu, tedapat pula pada prototipe yang dibuat oleh peneliti seperti: Kata Pengantar; Daftar Isi; Refleksi; Daftar Pustaka; dan Biografi Penulis.
Pada langkah awal dalam membuat cerita, peneliti membuat cerita, peneliti membuat sketsa gambar yang disesuaikan dengan alur cerita yang telah dibuat.
Pada sketsa dibuat sebagai gambaran dari alur cerita yang menceritakan tentang siswi bernama Jokoseorang anak SD yang mengikuti ekstrakurikuler karawitan di sekolah dan sangat mengemari instrumen gambang, dalam ekstrakurikuler tersebut Joko dan teman-temannya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pertunjukan gamelan, dalam pertunjukan tersebut Joko mendapatkan nilai-nilai budi pekerti yang disadari maupun tidak disadari seperti berdoa sebelum memainkan gamelan, berjalan jongkok saat memasuki tempat gamelan, serta belajar sikap ketekunandalam memainkan gambang. Pada tahap ini peneliti merancang dan menyusun prototipe buku cerita bergambar pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan supaya gambar yang terdapat dalam buku tersebut bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai yang terkandung saat memainkan gamelan. Peneliti mendesain prototipe buku cergam pendidikan budi pekerti untuk siswa Sekolah Dasar dalam konteks pendidikan karakter atau budi pekerti.
74
Tokoh utama bernama Joko Instrumen Gambang
Joko mengikuti ekstrakurikuler karawitan dan berlatih bersama teman-temannya.
Joko bersama teman-temannya berjalan jongkok dan membungkuk saat memasuki panggung pertunjukan.
Joko dan teman-teman sedang memainkan instrumen gambang dengan kompak dalam pertunjukan
Gambar 4.1 Sketsa Awal
4.1.1.4 Validitas Desain
75 Produk berupa pengembangan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang(untuk SD) yang telah dibuat terdiri dari dua bagian: bagian I artikel berjudul “ Nilai-nilai Budi Pekerti dalam Memainkan Gamelan”, bagian II memuat cergam dengan judul “Menabuh Gambang Melatih Ketekunan” yang perlu divalidasi oleh ahli terlebih dahulu.
Validasi dilakukan dengan cara memberikan desain produk dan lembar instrumen validasi kepada para ahli. Berikut ini adalah hasil dari perhitungan validasi:
Tabel 4.2 Rekap Validasi Uji Coba Produk Buku.
No Item yang dinilai
Validator I Validator II
Skor Saran Skor Saran
3 Sederhana mudah dipahami
2 Format penulisan buku Prototipe sesuai
4 Sudah sesuai 4 Sudah memuat informasi.
76 ada yang perlu ditukar posisi
Total skor 30 28
Skor Rata-rata 29
Nilai rata-rata 3,625
Berdasarkan nilai rata-rata hasil validasi sebesar 3,625. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan buku berdasarkan jumlah skor, peneliti menyajikan pedoman penggolongan kualitas sebagai berikut ini:
Tabel 4.3 Pedoman Penggolongan Kualitas.
No Kelayakan Instrumen Bobot Skor
1 Layak diujicobakan tanpa revisi 3,5 – 4,0 2 Layak diujicobakan dengan revisi 2,5 – 3,5
3 Tidak layak diujicobakan 0 – 2,5
Berdasarkan hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa “Buku Pendidikan Budi Pekerti dalam Memainkan Gamelan Gambang (untuk SD)” sudah layak diujicobakan dengan terlebih dahulu direvisi dan kemudian dibagikan kepada siswa Sekolah Dasar.
4.1.1.5 Revisi Produk
Berdasarkan hasil validasi, peneliti melakukan revisi desain produk berupa prototipe buku cerita bergambar pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan. Kritik dan saran dari kedua ahli dapat digunakan sebagai pedoman untuk
77 memperbaiki desain produk. Perbaikan yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah penggantian cover artikel, penggantian judul cergam dari “Memainkan Gambang menumbuhkan kreatifitas” menjadi “MenabuhGambangMelatih Ketekunan”, serta mengubah tata letak gambar agar semakin mudah dalam memahami cerita yang disajikan. Peneliti hanya membuat gambar dengan sketsa hitam putih, hal ini bertujuan agar siswa dapat mewarnai gambar tersebut sendiri sehingga melatih kreatifitas siswa. Perbaikan lembar refleksi yang akan dibuat oleh siswa juga semakin sederhana serta lebih mudah dipahami oleh siswa. Peneliti berharap setelah melakukan perbaikan dan revisi desain tersebut menjadikan “Pengembang Prototipe Buku Pendidikan Budi Pekerti dalam Memainkan Gamelan Gambang(untuk SD)” sesuai dengan sasaran pembaca yaitu siswa Sekolah Dasar siswa-siswi kelas atas (IV, V, dan VI).
Adapun yang harus dilakukan oleh peneliti sebagai antara lain pengubahan tata letak gambar agar cerita semakin mudah dipahami oleh siswa, serta sedikit pengubahan cerita karena masih terlihat susah dipahami oleh siswa. Berikut adalah hasil revisi isi cergam.
Cover utama
78 Cover artikel
Cover Cergam
Gambar 4.2 Revisi gambar cergam 4.1.1.6 Uji Coba Produk
Uji coba produk dilakukan setelah prototipe direvisi dan siap diujicobakan.
Uji coba produk dilakukan kepada siswa kelas IV di SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 20 siswa pada tanggal 20Maret 2018. Tujuan dari uji coba produk ini adalah untuk mengetahui apakah prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan ini benar-benar memiliki kualitas dan keefektifan untuk membantu pemahaman siswa mengenai nilai-nilai budi pekerti yang terkandung dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD).
Tidak ada cover pada bagian pertama (artikel)
Tidak ada cover pada bagian kedua
(cergam)
79 Gambar 4.3 Para Siswa Membaca Buku dengan Serius.
Kegiatan pertama yang dilakukan oleh peneliti yaitu menjelaskan dan membagikan kepada siswa prototipe buku yang disusun peneliti untuk membantu kegiatan literasi.Dalam menjelaskan prototipe yang disusun peneliti, peneliti juga membagikan prototipe tersebut beserta refleksi yang akan dijawab siswa. Setelah itu siswa diminta untuk membaca prototipe buku serta mengisi refleksi yang sudah disediakan di akhir buku untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami isi bacaan dari prototipe buku yang telah diberikan. Lembar refleksi di sediakan sendiri agar buku tidak tercoret-coret sehingga bisa untuk digunakan kembali.
4.1.1.7 Revisi Produk
Revisi produkdilakukan setelah dilakukanya ujicoba. Revisi produk dilakukan karena mendapat saran dari ahli bahasa. Revisiyang perlu peneliti lakukan adalah mencantumkan kutipan yang peneliti paparkan dalam produk yang peneliti kembangkan. Dengan adanya revisi produk, peneliti harapkan dapat membantu siswa, khususnya siswa SD untuk tertarik membaca dan mengaplikasikan hal yang positif dari prototipe yang peneliti susun.
4.1.2 Kualitas Produk
Peneliti melakukan uji coba produk dengan membagikan prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD). Kualitas prototipe didapatkan dari hasil siswa menuliskan refleksi yang berisi empat pertanyaan dari peneliti dan mewarnai gambar pada prototipe cergam. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang prototipe yang sudah dibaca. Lembar refleksi terdiri dari 4 pertanyaan yang
80 berhubungan dengan isi prototipe buku. Pertanyaan pada lembar refleksi diantaranya 1) Informasi yang didapatkan tentang bermain gamelan setelah membaca produk, 2) nilai/ sikap yang diperoleh saat memainkan gamelan, 3) cara memainkan instrumen gambang, 4) pengertian ketekunan. Jawaban siswa pada lembar refleksi kemudian dikonverensikan menjadi skor menggunakan skala empat yang terdiri dari skor 1-4 berdasarkan pedoman penilaian yang disusun oleh peneliti. Nilai yang diperoleh dari siswa pada setiap nomor soal akan dihitung rata-rata dan hasil nilai akan dijadikan sebagai landasan untuk menemukan kualitas produk.
Dari hasil angket uji coba produk, peneliti mendapatkan data bahwa informasi yang didapatkan dari siswa setelah membaca prototipe adalah 18 siswa mendapatkan informasi tentang nilai-nilai dalam memainkan gamelan, dan 2 siswa mendapatkan informasi tentang ingin menabuh gamelan. Berdasarkan jawaban siswa pada soal nomor 1 tentang informasi yang didapatkan para siswa setelah membaca prototipe buku maka memperoleh hasil rerata 3,7. Pada soal kedua peneliti mendapatkan data bahwa nilai budi pekerti yang diperoleh saat memainkan gamelan 16 siswa menjawab kepemimpinan, kerjasama, tanggung jawab, disiplin, konsentrasi, rendah hati, religius, dan 4 siswa menjawab nilai budi pekerti.
Berdasarkan jawaban siswa pada kedua, maka hasil rerata yang didapatkan yaitu 3,8 tentang nilai budi pekerti yang didapatkan saat memainkan gamelan. Pada soal ketiga peneliti mendapatkan data bahwa cara memainkan instrumen gambangadalah 12 siswa menjawab memukul bilahan dengan kedua tangan dan alat pukul yang ujungnya dilapisi karet dengan duduk bersila, 1 siswa menjawab
81 dengan dipukul atau ditabuh saja, dan 3 siswa menjawab dengan sebagai konsentrasi dan ketekunan. Berdasarkan jawaban siswa pada ketiga, maka hasil rerata yang didapatkan yaitu 3,5 tentang cara memainkan instrumen gambang. Pada soal keempat peneliti mendapatkan data bahwa ketekunan dalam bermain gambang, 15 siswa menjawab upaya mencapai tujuan dengan cara tidak mudah menyerah, 3 siswa menjawab rajin berlatih, 2 siswa menjawab kerja keras.
Berdasarkan jawaban siswa pada soal nomor 4, maka hasil rerata yang didapatkan yaitu 3,5 tentang arti ketekunan. Berikut peneliti paparkan tabel uji coba produk yang peneliti lakukan dan hasil rekapnya.
Tabel 4.4 Rekapitulasi hasil ujicoba.
No Soal Jawaban 1 Informasi tentang
gamelan yang saya dapat setelah membaca buku ini adalah...
18 siswa menjawab mengenai informasi tentang gamelan yang didapat setelah membaca buku.
18 4 3,6
2 siswa menjawab ingin menabuh gamelan
16 siswa menjawab gamelan melatih penabuh memiliki
4 siswa menjawab gamelan melatih penabuh memiliki nilai budi pekerti
4 siswa menjawab instrumen gambang dimainkan dengan cara sesuai irama (cepat atau lambat).
4 1 0,2
12 siswa menjawab instrumen gambang dimainkan dengan cara memukul bilahan dengan kedua tangan dan alat pukul yang ujungnya dilapisi karet dan duduk secara bersila.
12 4 2,8
82
1 siswa menjawab instrumen gambang dimainkan dengan cara dipukul.
1 1 0,05
3 siswa menjawab instrumen gambang penerus dimainkan dengan cara konsentrasi dan ketekunan.
15 siswa menjawab ketekunan artinya upaya mencapai tujuan dengan cara tidak mudah menyerah
15 4 3
3 siswa menjawab ketekunan artinya instrumen dalam gamelan rajin berlatih.
3 2 0,3
2 siswa menjawab ketekunan artinya kerja keras.
2 2 0,2
Jumlah 14,5
Rata-rata (Jumlah rerata : jumlah siswa) 3,625
Berdasarkan hasil refleksi yang diperoleh, rata-rata skor yang didapatkan dari setiap nomor pada soal refleksi kemudian dijumlahkan secara keseluruhan lalu dibagi dengan jumlah soal yang diberikan sehingga dapat ditemukan nilai rata-rata skor keseluruhan yang digunakan sebagai nilai untuk menentukan kualitas kelayakan produk. Rata-rata yang diperoleh adalah 3,625. Berdasarkan tabel klasifikasi kualitas produk yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa prototipe yang dibuat mempunyai kualitas yang baik dan layak untuk digunakan karena nilai rata-rata dari hasil refleksi siswa termasuk dalam kategori “sangat baik”. Produk yang dikembangkan oleh peneliti selain membantu siswa dalam memahami nilai-nilai pendidikan budi pekerti dalam memainkan gamelan, dan siswa juga diharapkan memiliki nilai-nilai pendidikan budi pekerti tersebut.
4.2 Pembahasan
Prototipe buku pendidikan budi pekerti dalam memainkan instrumen gamelangambang (untuk SD) mendapatkan skor 3,625 dari hasil validasi prototipe
83 buku dan masuk kategori sangat baik dan layak digunakan untuk membantu siswa dalam memahami nilai-nilai budi pekerti dalam memainkan gamelan. Dari hasil uji coba terbatas dilakukan di SD Kanisius Sengkan yang diikuti oleh 20 siswa. Peneliti mendapatkan data bahwa prototipe dapat membantu siswa memiliki informasi tentang :
4.2.1 Prototipe berisi tentang nilai-nilaibudi pekerti dalam memainkan gamelan.
Gamelan merupakan instrumen musik yang memiliki nilai-nilai budi pekerti di dalamnya. Nilai-nilai budi pekerti tersebut baik untuk dikembangkan oleh siswa.
Karena saat memainkan instrumen gamelan harus bersama-sama tidak bisa sendiri-sendiri, maka terdapat nilai-nilai budi pekerti yang terkandung dalam memainkan gamelan antara lain kerjasama, tanggung jawab, ketekunan, konsentrasi.
Pada prototipe ini peneliti memberikan penjelasan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan gamelan diantaranya pengertian gamelan, jenis dan cara memainkan instrumen gamelan. Penjelasan tersebut disusun pada artikel berdasarkan teori yang peneliti kumpulkan dan ditulis dengan bahasa yang sederhana mengenai gamelan. Karena di tingkat anak SD masih sedikit materi gamelan secara mendalam, peneliti menyusun prototipe ini bertujuan agar siswa tidak hanya sekedar memainkan gamelan saja tetapi juga dapat mengeri tentang informasi gamelan.
4.2.2 Prototipe memuat tentang nilai budi pekerti dan kekhasan instrumen gamelangambang.
84 Gamelan merupakan kumpulan instrumen musik (bunyi-bunyian) tradisional dalam jumlah besar. Salah satu dari instrumen gamelan adalah gambang.Gambang ialah salah satu instrumen pukul pada gamelan Jawa dengan wilahan-wilahan dari kayu atau bambu yang disusun berderetan diatas sebuah bak kayu sebagai wadah gemanya. Kata gambang berasal dari dua suku kata yaitu gam + bang = gamblang + timbang = jelas + seimbang, dengan arti keseluruhan gambang merupakan jelas , dengan dipertimbangkan masak-masak hingga menjadi imbang dengan kata lain selalu mempertimbangkan setiap usaha dalam rangka mencapai tujuan agar terjadi keseimbangan. Instrumen gamelangambangterdapat nilai ketekunan dalam memainkannya. Oleh karena itu dibutuhkan nilai ketekunan dalam memainkan gambang, dikarenakan gambang berperan sebagai penghias lagu pokok dalam pertunjukan gamelan.
Prototipe buku yang peneliti buat memuat informasi sederhana tentang instrumen gamelangambang, karakteristik instrumen gamelangambang, serta cara membunyikan instrumen gamelangambang. Dengan adanya prototipe buku ini, peneliti berharap agar siswa mengetahui informasi tentang instrumen gamelan
Prototipe buku yang peneliti buat memuat informasi sederhana tentang instrumen gamelangambang, karakteristik instrumen gamelangambang, serta cara membunyikan instrumen gamelangambang. Dengan adanya prototipe buku ini, peneliti berharap agar siswa mengetahui informasi tentang instrumen gamelan