• Tidak ada hasil yang ditemukan

162 Berikut merupakan data penjualan produk dari Perusahaan Anak:

Penjualan Propolis PT Nano Herbaltama Internasional 30 Juni 31 Desember

2021 2020 2019

Penjualan Propolis Hasil Produksi Pabrik

Dalam Jutaan Rupiah - - -

Dalam Liter - - -

Penjualan Propolis Hasil Maklon Jasa Produksi

Dalam Jutaan Rupiah 5.096 10.247 -

Dalam Liter 2.700 4.050 -

Total Penjualan Propolis

Dalam Jutaan Rupiah 5.096 10.247 -

Dalam Liter 2.700 4.050 -

Harga Rata-Rata Propolis per Liter

Harga Rata-Rata Hasil Produksi Pabrik per Liter dalam

Jutaan Rupiah - - -

Harga Rata-Rata Hasil Maklon Jasa Produksi per

Liter dalam Jutaan Rupiah 1.9 2.5 -

Pemasok

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan Perusahaan Anak Perseroan memiliki pemasok. Berikut adalah beberapa pemasok terbesar Perseroan dan Perusahaan Anak Perseroan beserta dengan kontribusi terhadap harga pokok pendapatan konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2021:

No. Pemasok Pihak Afiliasi/

Pihak Ketiga % Kontribusi terhadap

harga pokok pendapatan konsolidasian Perseroan

1. CV Karya Teknologi Pihak Afiliasi 23%

2. CV Inovasi Nusantara Muda Pihak Ketiga 15%

3. PT Partner Impian Milenial Pihak Afiliasi 11%

4. PT Nanotech Natura Indonesia Pihak Afiliasi 6%

5. PT Nanovasi Rekayasa Indonesia Pihak Afiliasi 5%

Berdasarkan tabel di atas, terdapat beberapa pihak yang memiliki kontribusi lebih dari 10% terhadap harga pokok pendapatan konsolidasian Perseroan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Perseroan dan Perusahaan Anak Perseroan memiliki ketergantungan tertentu kepada beberapa pemasok utama tersebut.

Lebih lanjut, per 30 Juni 2021, pembelian berelasi atas pembelian bahan baku berkontribusi sebesar 54,49% dari total harga pokok pendapatan konsolidasian Perseroan.

Pelanggan

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki pelanggan-pelanggan yang menggunaan jasa maupun membeli produk-produk Perseroan, dimana berikut adalah pelanggan utama Perseroan beserta kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2021:

No. Pelanggan Pihak Afiliasi/

Pihak Ketiga % Kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan

1. PT Graha Nanotech Indonesia Pihak Afiliasi 21%

2. CV Prima Berkah Nusantara Pihak Ketiga 19%

3. PT Tirta Buana Kemindo Pihak Ketiga 10%

4. PT Nanobubble Karya Indonesia Pihak Afiliasi 8%

5. CV Nanotech Indonesia Pihak Afiliasi 7%

Berdasarkan tabel di atas, terdapat beberapa pihak yang memiliki kontribusi lebih dari 10% terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Perseroan dan Perusahaan Anak Perseroan memiliki ketergantungan tertentu kepada beberapa pelanggan utama tersebut.

Lebih lanjut, per 30 Juni 2021, pendapatan dari pihak berelasi atas pendapatan yang diperoleh dari pemberian jasa dan penjualan barang berkontribusi sebesar 43,90% dari total pendapatan konsolidasian Perseroan.

163

6. PENGHARGAAN

Perseroan dan Perusahaan Anak Perseroan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu tahun 2021.

7. PROSPEK USAHA PERSEROAN

Prospek Usaha Jasa Penelitian dan Pengembangan Berbasis Nanoteknologi

Populasi manusia di dunia yang terus bertambah dari waktu ke waktu sejalan dengan permintaan untuk kemajuan dalam kesehatan publik agar tercipta penanggulangan yang efektif untuk penyakit kesehatan yang muncul. Adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat dunia kesehatan juga bekerja keras dari sisi pengetahuan maupun tenaga untuk dapat memberikan pelayanan dan solusi terbaik bagi kesehatan manusia yang terdampak oleh Covid-19.

Nanoteknologi adalah istilah yang diberikan untuk sains dan teknologi yang berkenaan dengan dimensi nanometer yang dipergunakan dalam hal desain, produksi, karakterisasi, aplikasi material, struktur, peralatan, dan sistem. Satu nanometer sama dengan sepermiliar meter, ekuivalen dengan 3.3356 x 10-18 detik cahaya. Ide dan konsep nanoteknologi bermula dari kuliah fisikawan, Prof. Richard Feynman bertajuk "there's plenty of room at the bottom: an invitation to enter a new field of physics" saat seminar musim dingin American Physical of Society di California Institute of Technology pada tahun 1959. Pada saat tersebut tantangan yang diberikan kepada audience, yaitu miniaturisasi sebuah halaman buku menjadi 1/25000 ukuran awalnya dan juga miniaturisasi motor listrik dengan ukuran 1/64 dari dadu. Adapun istilah nanoteknologi dicetuskan oleh Profesor Norio Taniguchi pada makalahnya dengan judul "On the basic of nanotechnology" tahun 1974.

Manfaat nanoteknologi bagi kehidupan manusia sangatlah luas, meliputi aplikasi pada industri baja, pelapisan dekorasi, industri polimer, industri kemasan, peralatan olah raga, tekstil, keramik, industri farmasi dan kedokteran, transportasi, pertanian dan pangan, industri air, elektronika, kecantikan, dan masih banyak lagi. Penguasaan nanoteknologi akan memungkinkan berbagai inovasi baru yang bukan sekadar memberikan nilai tambah terhadap suatu produk, bahkan menciptakan nilai bagi suatu produk.

Nanoteknologi memainkan peran yang penting dalam mengatasi tantangan dalam perawatan medis konvensional seperti ketersediaan hayati (bioavailability), target yang tidak tepat dan toksisitas. Integrasi antara nanoteknologi dengan pengobatan telah memberikan terobosan dalam hal pencegahan, diagnosa serta pengobatan untuk berbagai macam penyakit dan telah terbukti bahwa obat-obatan yang dihasilkan dengan nanoteknologi (nanodrugs) meningkatkan efikasi dalam bidang pengobatan.

Sekarang ini nanodrugs telah teruji klinis dan tersedia secara komersial. (Sumber: StatNano Applied and Industrial Series: Nano-pharmaceutical Products, 2021).

Perusahaan manufaktur farmasi dunia yang telah menerapkan nanoteknologi antara lain:

Manufaktur Kantor Pusat Klasifikasi Obat – Kategori Terapeutik

Pfizer Inc Amerika Serikat Antineoplastics

Merck Charp & Dolme Amerika Serikat Antibiotics, antiemetics, antidiabetic s, antineoplastic interferons, antiviral interferons

AbbVie Inc. Amerika Serikat Antiretroviral agents, antihyperlipidemics Novartis Pharmaceuticals Amerika Serikat Amphetamines

Janssen Pharmaceuticals Belgia Antineoplastics, antipsychotics, anticoagulants, antiandrogens

Recro Gainesville Amerika Serikat Calcium channel antagonists [MoA]

Fresenius Kabi Jerman Anesthetics, antineoplastics

164

Manufaktur Kantor Pusat Klasifikasi Obat – Kategori Terapeutik

Depomed Amerika Serikat Anticonvulsants, analgesics

F. Hoffmann-La Roche Ltd Swiss Antiviral interferons, immunological agents Gilead Sciences Inc. Amerika Serikat Antineoplastics, antiangiogenics

(Sumber: StatNano Applied and Industrial Series: Nano-pharmaceutical Products, 2021).

Perkembangan riset dan teknologi dengan menggunakan nanoteknologi di Indonesia masih terus digalakan mengingat produktifitas riset di Indonesia masih tergolong rendah. Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko bahwa dengan segala potensi riset dan inovasi Indonesia saat ini, pengembangan baik dalam bentuk produk penelitian maupun karya tulis ilmiah masih perlu digalakkan. Beliau juga menyampaikan bahwa upaya meningkatkan produktifitas riset dan inovasi Indonesia sangat memerlukan ketersedian sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas selain anggaran dan infrastruktur pendukung. Beliau juga berpendapat bahwa peningkatan produktifitas riset nasional terganjal peran dan kolaborasi pihak industri dimana rendahnya kontribusi swasta/ eksternal dalam kegiatan riset membuktikan akan rendahnya kapasitas dan kompetensi riset Indonesia.

Handoko menguraikan sebagai pelaku riset dan inovasi, harus fokus pada pengembangan produk berbasis teknologi fungsi dan disini peran peneliti yaitu sebagai pencipta teknologi pengungkit. Selain itu, proses manajemen riset pun harus mengedepankan Hak Kekayaan Intelektual dan berbasis kebaruan. Riset merupakan proses menciptakan kebaruan secara ilmiah yang menjadi jembatan pelaku riset dan tuntutan eksternal melalui alternatif solusi yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

(Sumber:http://lipi.go.id/berita/masa-depan-riset-dan-inovasi-di-indonesia/22323 yang diterbitkan 27 Januari 2021).

Peran dan Dukungan Pemerintah untuk Kemajuan Penelitian dan Pengembangan di Indonesia

Peran Pemerintah Indonesia diperlukan untuk mendukung perkembangan dunia riset dan teknologi dalam rangka untuk turut serta memajukan tingkat kesejahteraan kehidupan masyarakat serta perekonomian Indonesia. Berdasarkan standar UNESCO, bahwa alokasi untuk belanja penelitian dan pengembangan (litbang) sekitar 1% dari jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik mengenai Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2017-2021, perekonomian Indonesia pada trwulan II/2021 mengalami pertumbuhan yang positif untuk pertama kali sejak adanya pandemic Covid-19 di awal tahun 2021, yaitu sebesar 7,07% (yoy). kinerja positif tersebut melanjutkan perbaikan yang telah terjadi pada triwulan I/2021 dimana pertumbuhan positif sekitar 2,97%. Pertumbuhan ekonomi yang positif untuk triwulan II/2021 ditopang oleh kinerja positif seluruh komponen lapangan usaha.

Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan (yoy) Menurut Kategori, 2019 – 2021 (%)

Sumber: Badan Pusat Statistik

Kegiatan penelitian temasuk dalam kelompok Lapangan Usaha Jasa Perusahaan yang terdiri dari 2 (dua) kategori, yakni Kategori M dan Kategori N. Kategori M mencakup kegiatan profesional, ilmu pengetahuan dan teknik yang membutuhkan tingkat pelatihan yang tinggi dan menghasilkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan khusus yang tersedia untuk pengguna. Kegiatan yang termasuk kategori ini antara lain jasa hukum dan akuntansi, jasa arsitektur dan teknik sipil, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, periklanan dan penelitian pasar, serta jasa profesional, ilmiah dan teknis lainnya. Sedangkan kategori N mencakup berbagai kegiatan yang mendukung operasional usaha secara umum. Kegiatan yang termasuk dalam kategori ini antara lain: jasa persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, jasa ketenagakerjaan, jasa agen perjalanan, penyelenggaraan tur dan jasa reservasi lainnya, jasa keamanan dan penyelidikan, jasa untuk gedung dan pertamanan, jasa administrasi kantor, serta jasa penunjang kantor dan jasa penunjang usaha lainnya. Untuk sektor Lapangan Usaha Jasa Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 9,94% (yoy) yang ditopang oleh kinerja positif dari peningkatan permintaan jasa penyewaan dan penunjang usaha seiring dengan kenaikan aktivitas bisnis.

165

Laju Pertumbuhan Jasa Perusahaan, 2019 – 2021 (%)

Sumber: Badan Pusat Statistik

Jika dibandingkan dengan triwulan I/2021 (q-to-q), Lapangan Usaha Jasa Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 0,56%

jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,31%. Sedangkan jika dilihat secara kumulatif, Lapangan Usaha Jasa Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 1,31% pada semester I/2021 (c-to-c) dan leih tinggi dibandingkan semester I/2020 yang etrkontraksi sebesar 6,10%.

Melihat pertumbuhan positif perekonomian Indonesia di triwwulan II/2021 yang ditopang oleh kinerja positif dari seluruh komponen lapangan usaha diharapkan juga dapat mendorong pertumbuhan dari jasa penelitian di Indonesia untuk dapat memberikan kontribusi yang signifikan kedepannya.

Kondisi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif kepada hampir seluruh masyarakat Indonesia. Kebijakan Pemerintah untuk melakukan pembatasan aktivitas dan kegiatan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah memberikan dampak kepada kegiatan operasional Perseroan. Dengan adanya PSBB dan PPKM, Perseroan harus membatasi karyawan yang melakukan kegiatan operasional dengan jumlah seminimal mungkin. Kondisi pandemi Covid-19 turut mempengaruhi laju distribusi Lapangan Usaha Jasa Perusahaan terhadap PDB yang mengalami penurunan. Tercatat pada triwulan I/2020 distribusi terhadap PDB sebesar 2% turun menjadi 1,81% pada triwulan II/2021.

Distribusi Jasa Perusahaan Dalam PDB Triwulanan, 2019 – 2021 (%)

Sumber: Badan Pusat Statistik

Meskipun kegiatan operasional Perseroan terkendala oleh adanya PSBB dan PPKM yang diterapkan oleh Pemerintah namun hal ini membuat Perseroan kreatif untuk tetap melakukan kegiatan operasionalnya, salah satunya dengan melakukan pemasaran secara daring (online) yang memungkinkan untuk menjangkau klien potensial yang jika dilakukan secara offline akan terkendala jarak.

Perseroan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dengan adanya program vaksinasi masal dan jumlah pasien sembuh dari covid-19 yang terus meningkat. Perseroan berharap “herd immunity” dapat terjadi dalam waktu dekat di Indonesia, sehingga hal tersebut dapat memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.

166

8. KECENDERUNGAN YANG SIGNIFIKAN DALAM PRODUKSI, PENJUALAN, PERSEDIAAN, BEBAN DAN HARGA PENJUALAN YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK KEUANGAN PERSEROAN

Tidak terdapat kecenderungan yang signifikan dalam produksi, penjualan, persediaan, beban, dan harga penjualan sejak tahun buku terakhir maupun ketidakpastian, permintaan, komitmen, atau peristiwa yang dapat diketahui yang dapat mempengaruhi secara signifikan penjualan bersih atau pendapatan usaha, pendapatan dari operasi berjalan, profitabilitas, likuiditas atau sumber modal, atau peristiwa yang akan menyebabkan informasi keuangan yang dilaporkan tidak dapat dijadikan indikasi atas hasil operasi atau kondisi keuangan masa datang yang mempengaruhi kegiatan usaha dan prospek keuangan Perseroan.

9. KECENDERUNGAN, KETIDAKPASTIAN, PERMINTAAN, KOMITMEN, ATAU PERISTIWA YANG DAPAT MEMPENGARUHI SECARA SIGNIFIKAN PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN SUMBER MODAL

Tidak terdapat faktor yang menyebabkan kecenderungan, ketidakpastian, permintaan, komitmen atau peristiwa yang dapat mempengaruhi yang dapat mempengaruhi profitabilitas, likuiditas dan sumber modal Perseroan secara signifikan.

PERSEROAN TIDAK MEMILIKI PEMBATASAN YANG DAPAT MERUGIKAN HAK PEMEGANG SAHAM PUBLIK.

167