a) Pembayaran Biaya Registrasi Pengurusan Izin Edar Badan Pengawas Obat dan Makanan;
b) Pembayaran oleh Pihak Ketiga atas hasil peroduksi, yang meliputi Down Payment 50% sebelum produk dibuat dan 50% setelah produk diambil;
Hak dan Kewajiban Pihak Pertama
a) bertanggung jawab terhadap pembuatan dan mutu teknis pembuatan obat tradisional yang terkait dengan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di bawah pengawasan tenaga Apoteker yang kompeten dalam Usaha Kecil Obat Tradisional;
b) melakukan pemeriksaan dan meluluskan/menolak terhadap semua tahapan pekerjaan sesuai standar Mutu berdasarkan kesepakatan antara Para Pihak serta sesuai dengan fasilitas yang tersedia pada Pihak Pertama;
c) bertanggungjawab atas kehilangan produk selama penyimpanan;
d) bertanggungjawab atas kerusakan produk yang diakibatkan oleh karena kesalahan Pihak pertama dan Pihak Ketiga;
e) melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya sesuai jadwal yang telah disepakati secara tertulis antara kedua belah pihak;
f) wajib membuat batch records Produk sampai 1(satu) tahun setelah tanggal kadaluwarsa (sesuai ketentuan Badan POM RI);
g) berhak untuk tidak menerima pengembalian produk yang telah dikirimkan oleh Pihak pertama dan diterima oleh Pihak Kedua, kecuali karena kesalahan dari Pihak Pertama;
h) berhak mendapatkan rencana pelaksanaan pekerjaan paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum pekerjaan dimulai;
i) berhak menerima pembayaran registrasi pengurusan izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang ditanggung oleh Pihak Kedua dan Ketiga;
j) berhak mendapatkan pembayaran dari Pihak Ketiga sesuai dengan banyaknya produk yang diambil dan dibayarkan ketika hasul produksi diambil oleh Pihak Ketiga.
Hak dan Kewajiban Pihak Kedua
a) bertanggungjawab atas merek produk, termasuk klaim khasiat, takaran pemakaian, cara penyimpanan dan tulisan apapun yang tertera di kemasan dari produknya serta iklan dan sarana promosi apapun yang tidak sesuai saran dari Pihak Ketiga;
b) bertanggungjawab atas kerusakan produk yang diakibatkan antara lain karena menjamin dan membebaskan Pihak Pertama dari segala kewajiban, tuntutan, gugatan, dan klaim apapun serta dari pihak manapun juga serta tanggung jawab atas setiap dan semua kerugian serta risiko yang timbul, kecuali penyebabnya dari hal-hal yang dilakukan oleh Pihak Pertama;
c) bertanggungjawab terhadap Nama Produk, Nama Paten dengan segala aspek risiko yang mungkin timbul di kemudian hari.
Hak dan Kewajiban Pihak Ketiga
Pihak Ketiga bertanggungjawab atas kuantitas dan mutu Produk, daran takaran pemakaian dassn saran cara Penyimpanan
Pembatasan Perjanjian Kerjasama
Pihak Kedua tidak akan memproduksi sendiri produk dan/atau tidak memberikan pekerjaan baik sebagian maupun seluruhnya dengan menggunakan nomor izin Produksi POM TR, dan/atau UKOT yang dimiliki Pihak Pertama tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Pertama, dan berkenaan dengan pelanggaran terhadap kewajiban ini maka Pihak Pertama berhak membawa perkara ini ke ranah hukum atau mengganti rugi senilai Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar Rupiah).
Pengakhiran Perjanjian Kerjasama TMD
Perjanjian Kerjasama TMD menjadi berakhir bila terjadi hal-hal sebagai berikut:
a) salah satu pihak pailit;
119
b) Pihak Pertama dinyatakan oleh Pemerintah tidak memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan/izin cabut;
c) Nomor Registrasi produk dicabut;
d) Salah satu pihak mengakhiri perjanjian secara sepihak karena pihak lain tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian ini/salah satu pihak gagal untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang wajar setelah diberi peringatan tertulis
e) Pihak Pertama memindahkan/melimpahkan sebagian atau seluruh kewajiban dalam melaksanakan Pekerjaan pembuatan produk kepada Pihak Ketiga tanpa Persetujuan Tertulis dari Pihak Kedua;
f) Tidak ditaatinya atau wanprestasi atau tidak dipenuhinya seluruh atau salah Pasal dalam Perjanjian Kerjasama Jasa Produksi;
g) Pihak Pertama tidak dapat meemnuhi permintaan produksi dari Pihak Kedua, tanpa penjelasan/alasan yang dapat diterima Pihak Kedua;
h) Pihak Pertama tidak memproduksi Produk sesuai standar kualitas dan keamanan;
i) Salah satu pihak dinyatakan bangkrut atau pailit oleh instansi yang berwenang.
Penyelesaian Perselisihan
Para Pihak sepakat bahwa segala hal yang timbul dari Perjanjian akan diselesaikan secara musyawarah dan apabila tidak tercapai kesepakatan, maka akan diselesaikan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Depok.
3) Perjanjian Kesjasama Toll Manufacturing and Distributor No. 002/MOU/NHI/i/2020 antara PT Mahkotadewa Indonesia dengan PT Naturan Nusantara dan NHI tertanggal 14 Januari 2020 (”Perjanjian Kerjasama TMD”), yang mengatur antara lain:
Para Pihak
a) PT Mahkotadewa Indonesia yang diwakili oleh M. Wuryaningsih Setyowati sebagai Presiden Direktur ” Pihak Pertama”.
b) PT Natural Nusantara yang diwakili oleh Gunawan Budiharjo sebagai Direktur Operasional” Pihak Kedua”.
c) NHI yang diwakili oleh Mochamad Arief Iskandar sebagai ”Pihak Ketiga”
Selanjutnya PT Mahkotadewa Indonesia, PT Natural Nusantara, dan NHI secara bersama-sama akan disebut sebagai ”Para Pihak”
Maksud dan Tujuan Perjanjian Kerjasama TMD
Pihak Ketiga akan memberikan Pekerjaan kepada Pihak Pertama, dan Pihak Pertama menerima serta mengikatkan diri kepada Pihak Ketiga untuk melakukan Pekerjaan.
Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Perjanjian kerjasama TMD akan berlaku sepanjang Pihak Kedua menggunakan nomor UKOT dan/atau nomor POM milik Pihak Pertama
Biaya Produksi dan Tata Cara Pembayaran
a) Pembayaran Biaya Registrasi Pengurusan Izin Edar Badan Pengawas Obat dan Makanan;
b) Pembayaran oleh Pihak Ketiga atas hasil peroduksi, yang meliputi Down Payment 50% sebelum produk dibuat dan 50% setelah produk diambil.
Hak dan Kewajiban Pihak Pertama
a) bertanggung jawab terhadap pembuatan dan mutu teknis pembuatan obat tradisional yang terkait dengan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di bawah pengawasan tenaga Apoteker yang kompeten dalam Usaha Kecil Obat Tradisional;
b) melakukan pemeriksaan dan meluluskan/menolak terhadap semua tahapan pekerjaan sesuai standar Mutu berdasarkan kesepakatan antara Para Pihak serta sesuai dengan fasilitas yang tersedia pada Pihak Pertama;
c) bertanggungjawab atas kehilangan produk selama penyimpanan;
d) bertanggungjawab atas kerusakan produk yang diakibatkan oleh karena kesalahan Pihak pertama dan Pihak Ketiga;
120
e) melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya sesuai jadwal yang telah disepakati secara tertulis antara kedua belah pihak;
f) wajib membuat batch records Produk sampai 1(satu) tahun setelah tanggal kadaluwarsa (sesuai ketentuan Badan POM RI);
g) berhak untuk tidak menerima pengembalian produk yang telah dikirimkan oleh Pihak pertama dan diterima oleh Pihak Kedua, kecuali karena kesalahan dari Pihak Pertama;
h) berhak mendapatkan rencana pelaksanaan pekerjaan paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum pekerjaan dimulai;
i) berhak menerima pembayaran registrasi pengurusan izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang ditanggung oleh Pihak Kedua dan Ketiga;
j) berhak mendapatkan pembayaran dari Pihak Ketiga sesuai dengan banyaknya produk yang diambil dan dibayarkan ketika hasul produksi diambil oleh Pihak Ketiga.
Hak dan Kewajiban Pihak Kedua
a) bertanggungjawab atas merek produk, termasuk klaim khasiat, takaran pemakaian, cara penyimpanan dan tulisan apapun yang tertera di kemasan dari produknya serta iklan dan sarana promosi apapun yang tidak sesuai saran dari Pihak Ketiga;
b) bertanggungjawab atas kerusakan produk yang diakibatkan antara lain karena menjamin dan membebaskan Pihak Pertama dari segala kewajiban, tuntutan, gugatan, dan klaim apapun serta dari pihak manapun juga serta tanggung jawab atas setiap dan semua kerugian serta risiko yang timbul, kecuali penyebabnya dari hal-hal yang dilakukan oleh Pihak Pertama;
c) bertanggungjawab terhadap Nama Produk, Nama Paten dengan segala aspek risiko yang mungkin timbul di kemudian hari;
d) berhak untuk bebas menentukan besarnya harga jual dan pengaturan diskon yang diberikan kepada rekanan Pihak Kedua.
Hak dan Kewajiban Pihak Ketiga
Pihak Ketiga bertanggungjawab atas kuantitas dan mutu Produk, dan takaran pemakaian dan saran cara Penyimpanan.
Pembatasan Perjanjian Kerjasama
Pihak Kedua tidak akan memproduksi sendiri produk dan/atau tidak memberikan pekerjaan baik sebagian maupun seluruhnya dengan menggunakan nomor izin Produksi POM TR, dan/atau UKOT yang dimiliki Pihak Pertama tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pihak Pertama, dan berkenaan dengan pelanggaran terhadap kewajiban ini maka Pihak Pertama berhak membawa perkara ini ke ranah hukum atau mengganti rugi senilai Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar Rupiah).
Pengakhiran Perjanjian Kerjasama TMD
Perjanjian Kerjasama TMD menjadi berakhir bila terjadi hal-hal sebagai berikut:
a) salah satu pihak pailit;
b) Pihak Pertama dinyatakan oleh Pemerintah tidak memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan/izin cabut;
c) Nomor Registrasi produk dicabut;
d) Salah satu pihak mengakhiri perjanjian secara sepihak karena pihak lain tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian ini/salah satu pihak gagal untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang wajar setelah diberi peringatan tertulis
e) Pihak Pertama memindahkan/melimpahkan sebagian atau seluruh kewajiban dalam melaksanakan Pekerjaan pembuatan produk kepada Pihak Ketiga tanpa Persetujuan Tertulis dari Pihak Kedua;
f) Tidak ditaatinya atau wanprestasi atau tidak dipenuhinya seluruh atau salah Pasal dalam Perjanjian Kerjasama Jasa Produksi;
g) Pihak Pertama tidak dapat meemnuhi permintaan produksi dari Pihak Kedua, tanpa penjelasan/alasan yang dapat diterima Pihak Kedua;
h) Pihak Pertama tidak memproduksi Produk sesuai standar kualitas dan keamanan;
i) Salah satu pihak dinyatakan bangkrut atau pailit oleh instansi yang berwenang.