• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Hasil dan Pembahasan

4.2 Analisis Data

4.2.4 Berita Surat Kabar Kompas

Dalam pemberitaan tanggal 22 Maret 2010, surat kabar harian Kompas menyajikan berita tentang suasana Celebes Convention Center, Makassar tempat yang akan dijadikan pembukaan muktamar oleh Presiden Indonesia. Dimana presiden menyempatkan hanya hadir untuk melakukan pembukaan muktamar tanggal 23 Maret 2010. Selain itu juga suasana Asrama Haji Sudiang, salah satu arena muktamar yang mulai didatangi peserta muktamar.

Dalam muktamar kali ini ada setidaknya tujuh calon ketua umum PBNU yaitu KH. Salahuddin Wahid, Slamet Effendy Yusuf, KH Ali Maschan Moesa, Ulil Absar-Abdalla, KH Masdar F. Mas’udi, Ahmad Bagja dan KH Said Aqil

Siradj. Untuk posisi rais am setidaknya ada dua calon yaitu KH Sahal Mahfudh dan KH Hasyim Muzadi. Kesemuanya mengklaim dukungan. Selain itu juga beberapa isu diluar kepemimpinan PBNU, yaitu nilai-nilai dasar organisasi NU harus tetap dipegang teguh pada muktamar kali ini. Adapun perincian berita sebagai berikut :

Tabel 4.11

Judul Berita : Para Calon Ketua Umum Saling Klaim Dukungan

Deskripsi ringkas berita-berita Muktamar NU ke-32 di surat kabar Kompas Edisi 22 Maret 2010

Elemen Judul Berita Isi Berita Sumber Berita

Para Calon Ketua Umum Saling Klaim Dukungan (22 Maret 2010)

Suasana persiapan pembukaan muktamar oleh Presiden Indonesia di Celebes Convention Center, tempat

pembukaan muktamar NU. Serta suasana tempat lainnya yang digunakan sebagai ajang muktamar NU. Klaim dukungan yang dilakukan oleh calon ketua umum dan beberapa komentarnya. Diluar pemilihan ketua umum, terdapat beberapa pesan dan harapan tentang NU.

Juru bicara kepresidenan – Julian Aldrin Pasha; tim sukses salah satu calon – Aizzuddin Wahid; Ketua dewan tanfidziyah PCNU Timor Tengah Selatan, NTT – Nurdardjito; Calon ketua umum – Ulil Absar Abdalla; Ketua Syuriah PBNU – KH. Saifuddin Amsir; Sekretaris umum PBNU – Nasaruddin Umar; Anggota dewan pembina pondok

pesantren Lirboyo – Agus Reza Ahmad Zahid Analisis :

Unsur sintaksis, Kompas yang diperoleh dari pemberitaan tanggal 22 Maret 2010 adalah lebih menonjolkan tentang suasana tempat atau lokasi yang akan dijadikan pembukaan muktamar dan area lain yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan muktamar. Hal ini dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Suasana semarak tampa di Celebes Convention Center, tempat pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), kemarin. Berbagai sepanduk digelar penjagaan juga mulai ketat. ...

-- Asrama Haji Sudiang, salah satu arena muktamar, mulai didatangi rombongan peserta muktamar. Hingga Minggu malam, hampir 2.000 peserta mendaftarkan diri. ...

-Selain pengambaran suasana yang akan dijadikan lokasi muktamar, juga memberitakan perihal klaim dukungan yang didapatkan oleh calon ketua umum tanfidziyah. Hal ini diperkuat dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Aizzuddin Wahid, tim sukses KH Salahuddin Wahid, mengklaim KH Salahuddin telah dapat dukungan dari 145 pengurus cabang dan 175 kiai. Aizuddin optimistis Gus Sholah, sapaan akrab KH Salahuddin Wahid, terpilih. “Mayoritas kiai yang mendukung Gus Sholah mempunyai anak asuh pejabat pengurus cabang. Mereka optimis memberikan dukungan sesuai permintaan kiai,” tutur Aizzuddin di Asrama Haji Sudiang.

-Unsur skrip, Kompas (what) Klaim yang didapatkan calon ketua umum tanfidziyah (where) Asrama Haji Sudiang (when) 21 Maret 2010 (why) Syarat menduduki ketua umum (who) Aizzudin Wahid dan Ulil Absar Abdala (how) Dengan mendapatkan suara dukungan dari pengurus cabang dan kiai.

Unsur tematik, Kompas ada tiga tema. Yang pertama suasana tempat yang akan dijadikan muktamar NU yang semarak. Hal ini dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Suasana semarak tampa di Celebes Convention Center, tempat pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), kemarin. Berbagai sepanduk digelar penjagaan juga mulai ketat. ...

-- Asrama Haji Sudiang, salah satu arena muktamar, mulai didatangi rombongan peserta muktamar. Hingga Minggu malam, hampir 2.000 peserta mendaftarkan diri. ...

-Tema yang kedua adalah dukungan yang telah diterima oleh calon ketua umum, seperti KH Salahuddin Wahid yang telah mengklaim mendapatkan dukungan. Hal ini dikuatkan dengan cuplikan sebagai berikut :

- Aizzuddin Wahid, tim sukses KH Salahuddin Wahid, mengklaim KH Salahuddin telah dapat dukungan dari 145 pengurus cabang dan 175 kiai. Aizuddin optimistis Gus Sholah, sapaan akrab KH Salahuddin Wahid, terpilih. ...

-Tema yang ketiga adalah isu-isu diluar pemilihan ketua umum Nahdlatul Ulama yaitu nilai-nilai organisasi yang harus dipegang teguh, kemudian intropeksi diri untuk kemaslahatan NU.

Unsur retoris, Kompas menonjolkan dukungan-dukungan yang diperoleh dengan besaran angka dan kata presiden Yudhoyono sebagai penguat dominasi klaim dukungan, dan sebagai pengganti kata penguasa

Tabel 4.12

Elemen dan Strategi Penulisan Framing

Elemen Strategi Penulisan

Frame Suasana lokasi muktamar Nahdlatul Ulama ke 32 di Makassar

Sintaksis

Kompas menonjolkan berita tentang suasana tempat muktamar diadakan dan klaim dukungan yang didapatkan oleh para ketua calon ketua umum

Skrip Dominasi klaim yang didapatkan beberapa calon ketua umum

Tematik

1. Suasana tempat berlangsungnya muktamar NU 2. Dukungan yang diterima oleh calon ketua umum 3. Isu diluar pemilihan ketua PBNU

Retoris

Kompas menonjolkan dukungan-dukungan yang diperoleh dengan besaran angka dan kata presiden Yudhoyono sebagai penguat dominasi klaim dukungan, dan sebagai pengganti kata penguasa

4.2.4.2 Berita Tanggal 24 Maret 2010

Dalam pemberitaan tanggal 24 Maret 2010, surat kabar harian Kompas menyajikan berita tentang pidato sambutan Presiden Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan muktamar Nahdlatul Ulama. Presiden memberikan

harapannya kepada Nahdlatul Ulama, karena sejak kelahiran NU sudah menjadi pelopor dalam membangun peradaban yang berbasis keislaman sekakaligus keindonesiaan. NU senantiasa menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi beragama.

Presiden lewat pidato sambutanya juga memberikan penghargaan terhadap NU, yang sejak pada masa kemerdekaan dan pembangunan nasional dewasa ini, NU juga terus memberikan sumbangsih yang aktif kepada bangsa dan negara. Bahkan NU ikut dalam dinamika pasang surut kehidupan berbangsa, termasuk dalam berbagai krisis nasional sejak awal kemerdekaan sambil mencari solusi dan jalan keluar. Melakukan kemitraan dengan pemerintah dan menjadi pelopor sebagai tauladan, serta harapan agar NU tidak larut dalam politik praktis. Secara keseluruhan berita dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.13

Judul Berita : NU Pelopor Pembangunan Peradaban

Deskripsi ringkas berita-berita Muktamar NU ke-32 di surat kabar Kompas Edisi 24 Maret 2010

Elemen Judul Berita Isi Berita Sumber Berita

NU Pelopor

Pembangunan Peradaban (24 Maret 2010)

Sambutan serta isi pidato yang diberikan oleh presiden dalam pembukaan muktamar NU ke-32 di Makassar. Beberapa diantara para undangan yang hadir dalam pembukaan tersebut. Dimana

didalamnya disampaikan pesan-pesan yang diberikan oleh presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Serta harapan-harapannya terhadap organisasi NU kedepannnya. Dan juga pidato pembukaan oleh KH. Sahal Mahfudz Presiden Indonesia – Susilo Bambang Yudhoyono; Rais Am PBNU – KH. Sahal Mahfudz Analisis :

Unsur sintaksis, Kompas menonjolkan pidato presiden yang berisikan nilai-nilai dan keberadaan Nahdlatul Ulama dalam berbangsa dan bernegara. Beberapa diantaranya adalah pengabdian dan peran NU dalam berbangsa dan bernegara. Yang di perkuat pada kutipan berita sebagai berikut :

- Menurut Presiden, sebelum Indonesai merdeka, NU Aktif membangun wawasan kebangsaan sekaligus membangun kehidupan bangsa yang religius. Peran itu terus berlanjut pada masa kemerdekaan saat warga NU ikut terlibat dalam membangun konsesus dasar dalam berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan prinsip-prinsip kemajemukan.

Pada pasca kemerdekaan dan pembangunan nasional dewasa ini, NU juga terus memberikan sumbangsih yang aktif kepada bangsa dan negara. ... –

Berikutnya tentang kemitraan NU dengan pemerintah, yang dapat dilihat pada kutipan berita sebagai berikut :

- Kedua, NU adalah organisasi yang terus membangun kemitraan dengan pemerintah untuk menyukseskan program kesejahteraan rakyat, seperti ekonomi kerakyatan: pendidikan, baik pesantren maupun umum; kesehatan masyarakat; gerakan melawan kejahatan, seperti narkoba dan korupsi; dan pemeliharaan lingkungan.

-Berikutnya tentang NU sebagai pelopor pembangunan peradaban, yang dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Presiden ingin warga NU untuk tetap tampil di depan menjadi pelopor dan memberikan teladan sebagaimana yang telah dilakukan pada waktu lalu agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sabar, tegar dan terus berikhtiar, dan tidak menjadi bangsa yang berputus asa, gemar mengeluh, dan hanya pandai menyalahkan pihak lain. Menjadi bangsa yang mestinya ikut memecahkan masalah, bukan hanya menonton saudaranya yang bekerja keras.

-Berikutnya tentang harapan presiden agar NU tidak larut kedalam politik praktis, hal ini dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Menurut Presiden, NU memiliki budaya dan tradisi yang mulia untuk tidak mudah tergoda larut dalam politik praktis. Politik NU adalah politik yang berada pada tataran nilai-nilai luhur yang mengedepankan kepentingan umat dan menjunjung tinggi akhlakul karimah. ...

-Secara skrip kompas memuat (what) pidato tentang nilai-nilai NU dan harapan terhadap NU (who) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (when) Pembukaan muktamar NU ke 32 tanggal 23 Maret 2010 (why) posisi NU dalam berbangsa dan bernegara (where) Celebes Convention Center, Makassar (how) Mengingatkan kembali khitah NU.

Unsur tematik, Kompas ada empat. Yang pertama pengabdian dan peran NU dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini dikuatkan dengan ucapan presiden yang dikutip dari berita sebagai berikut :

- “Saya berharap NU terus meningkatkan pengabdian dan perannya dalam membangun bangsa dewasa ini. Semua yang dilakukan NU pada masa lalu tetap relevan dan masih diperlukan sekarang dan ke depan. Inilah nilai perjuangan NU yang tak lekang ditelan zaman,” ujar Presiden. ...

-Tema yang kedua adalah kemitraan NU dengan pemerintah, hal ini dikuatkan dengan ucapan presiden yang dikutip dalam berita berikut ini :

- “Saya berharap NU terus meningkatkan pengabdian dan perannya dalam membangun bangsa dewasa ini. Semua yang dilakukan NU pada masa lalu tetap relevan dan masih diperlukan sekarang dan ke depan,” ujar Presiden.

-Tema yang ketiga adalah tampil kedepan sebagai organisasi yang berpengaruh. Hal ini dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Sebagai organisasi Islam yang berpengaruh, kehadiran NU di Tanah Air bukan saja memberikan pencerahan dan pencerdasan umat, melainkan melampaui perbedaan agama.

-Tema yang keempat adalah peran NU secara nasional dan internasional, hal diungkapkan oleh Kiai Sahal dalam pidato pembuka, yang dapat dilihat dari kutipan berita berikut :

- Melihat kondisi itu, NU bertekad untuk mengambil peran dalam mengatasi beragai persolaan kemanusian, baik nasional maupun internasional. ...

-Unsur retoris, Kompas adalah Kalimat yang digunakan kompas sangat halus dan baku dalam pemberitaan ini. Meskipun menggunakan kata “kritis” tetapi masih dapat diartikan sangat berpengaruh besar, tidak dapat diartikan sebagai keadaan yang kurang baik. Selain itu kompas menunjukkan siapa saja

orang yang memberikan kata pidato pembukaan dengan sebuah foto yang menunjukkan presiden Yudhoyono dan KH. Sahal Mahfudz.

Tabel 4.14

Elemen dan Strategi Penulisan Framing

Elemen Strategi Penulisan

Frame

Nilai-nilai dan harapan presiden Indonesia terhadap Nahdltul Ulama dalam pidato sambutan pembukaan muktamar NU ke-32 di Makassar

Sintaksis Kompas keberadaan Nahdlatul Ulama dalam berbangsa dan bernegara.menonjolkan pidato presiden yang berisikan nilai-nilai dan

Skrip

Secara skrip kompas memuat (what) pidato tentang nilai-nilai NU dan harapan terhadap NU (who) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (when) Pembukaan muktamar NU ke 32 tanggal 23 Maret 2010 (why) posisi NU dalam berbangsa dan bernegara

Tematik

1. Pengabdian dan peran NU dalam berbangsa dan bernegara 2. Kemitraan dengan pemerintah

3. Tampil kedepan sebagai organisasi yang berpengaruh 4. Peran NU

Retoris

Kalimat yang digunakan kompas sangat halus dan baku dalam pemberitaan ini. Meskipun menggunakan kata “kritis” tetapi masih dapat diartikan sangat berpengaruh besar, tidak dapat diartikan sebagai keadaan yang kurang baik. Selain itu kompas menunjukkan siapa saja orang yang memberikan kata pidato pembukaan dengan sebuah foto yang menunjukkan presiden Yudhoyono dan KH. Sahal Mahfudz

4.2.4.3 Berita Tanggal 27 Maret 2010

Dalam pemberitaan tanggal 27 Maret 2010, surat kabar harian Kompas menyajikan berita tentang tertundanya atau molornya proses pemilihan rais am dan ketua umum PBNU. Hal ini diakibatkan karena sidang pleno yang belum selesai yang membahas hasil komisi-komisi. Lambannya sidang pleno diakibatkan banyaknya permasalahan yang dibahas. Selain itu juga muncul nama-nama calon rais am dan ketua tanfidziyah. Serta jumlah suara muktamar yang memiliki suara sebanyak 503 suara. Adapun secara singkat dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.15

Judul Berita : Molor, Pemilihan Hari Sabtu Ini

Deskripsi ringkas berita-berita Muktamar NU ke-32 di surat kabar Kompas Edisi 27 Maret 2010

Elemen Judul Berita Isi Berita Sumber Berita

Molor, Pemilihan Hari Sabtu Ini (27 Maret 2010)

Tertundanya proses pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU akibat belum selesainya sidang pleno. Lambannya sidang pleno diakibatkan banyaknya permasalahan yang dibahas. Beberapa calon Rais Am dan Ketua Umum PBNU. Serta jumlah peserta muktamar NU ke-32

Ketua panitia muktamar NU – KH. Hafiz Usman

Analisis :

Unsur sintaksis, Kompas menonjolkan keterlambatan pemilihan rais am dan ketua tanfidziyah akibat dari belum selesainya sidang pleno dalam membahas materi muktamar. Hal ini dapat dilihat dan dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Lambannya pembahasan materi Komisi Organisasi pada muktamar kali ini sama dengan muktamar-muktamar sebelumnya. Materi yang dibahas komisi ini memang jauh lebih banyak dibandingkan dengan lima komisi lainnya. Selain itu, banyak kepentingan politik yang harus diakomodasi oleh komisi ini.

-Secara skrip kompas memuat (what) mundurnya jadwal pemilihan Rais Am dan ketua umum (where) area muktamar NU (who) panitia muktamar NU (when) 26 Maret 2010 pukul 24.00 WITA (why) sidang pleno belum selesai (how) materi pleno lebih banyak dan hingga pukul 24.00 WITA sidang pleno belum selesai

Unsur tematik, Kompas terdapat dua tema. Yang pertama adalah mundurnya jadwal pemilihan dan tema ini juga dicerminkan sebagai judul berita. Yang kedua kandidat rais am dan ketua tanfidziyah, yaitu untuk rais am adalah KH Sahal Mahfudz, KH Maimun Zubair, KH Ma’ruf Amin dan KH. Hasyism Muzadi. Sedangkan untuk kandidat calon ketua tanfidziyah mengerucut pada dua nama yaitu KH Salahuddin Wahid dan Said Aqil Siradj.

Unsur retoris, Kompas lebih menonjolkan pada tertundanya jadwal pemilihan Rais Am dan ketua umum PBNU dengan menggunakan kata “molor” yang dapat diartikan sebagai semakin panjang waktu yang dibutuhkan atau mundur dari jadwal yang direncanakan.

Tabel 4.16

Elemen dan Strategi Penulisan Framing

Elemen Strategi Penulisan

Frame Jadwal muktamar NU yang molor

Sintaksis

Menonjolkan tentang keterlambatan pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU, akibat dari belum selesainya sidang pleno dalam membahas materi muktamar

Skrip

Secara skrip kompas memuat (what) mundurnya jadwal pemilihan Rais Am dan ketua umum (where) area muktamar NU (who) panitia muktamar NU (when) 26 Maret 2010 pukul 24.00 WITA (why) sidang pleno belum selesai (how) materi pleno lebih banyak dan hingga pukul 24.00 WITA sidang pleno belum selesai

Tematik 1. Mundurnya jadwal pemilihan

2. Kandidat Rais Am dan ketua umum

Retoris

Kompas lebih menonjolkan pada tertundanya jadwal pemilihan Rais Am dan ketua umum PBNU dengan menggunakan kata “molor” yang dapat diartikan sebagai semakin panjang waktu yang dibutuhkan atau mundur dari jadwal yang direncanakan.

4.2.4.4 Berita Tanggal 28 Maret 2010

Dalam pemberitaan tanggal 28 Maret 2010, surat kabar Kompas menyajikan berita tentang terpilihnya pasangan KH Sahal Mahfud dan Said Aqil

sebagai pimpinan NU. Dimana suasana tradisi demokrasi ala NU yang khas yang terjaga diperlihatkan pada saat pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU, dimana KH. Sahal Mahfudh dan KH. Said Aqil Siradj terpilih untuk periode 2010-2015. proses dan suasana pada saat pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU dan penegasan khitah.

Tabel 4.17

Judul Berita : KH Sahal dan KH Said Aqil Pimpin NU

Deskripsi ringkas berita-berita Muktamar NU ke-32 di surat kabar Kompas Edisi 28 Maret 2010

Elemen Judul Berita Isi Berita Sumber Berita

KH Sahal dan KH Said Aqil Pimpin NU (28 Maret 2010)

Suasana tradisi

demokrasi ala NU yang khas yang terjaga diperlihatkan pada saat pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU, dimana KH. Sahal Mahfudh dan KH. Said Aqil Siradj terpilih untuk periode 2010-2015. proses dan suasana pada saat pemilihan Rais Am dan Ketua Umum PBNU dan penegasan khitah.

Ketua PWNU Jatim – Ali Maschan Moesa;

muktamirin – Slamet Effendy; Ketua umum PBNU baru – Said Aqil Siradj

Analisis :

Unsur sintaksis, Kompas menekankan kepada masih kuatnya tradisi demokrasi Nahdlatul Ulama dalam proses muktamar NU ke 32 di Makassar. Khususnya tradisi dalam pemilihan Rais Am dan ketua umum PBNU. Dan penonjolan kuatnya tradisi demokrasi Nahdlatul Ulama itu dirunutkan prosesnya dalam pemberitaan, serta komentar yang mendukung. Hal ini dikuatkan dengan kutipan berita sebagai berikut :

- Terpilihnya kembali KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2010-2015 menunjukkan masih dipeliharanya tradisi demokrasi ala ulama

ahlussunnah wal jamaah.

Khususnya posisi rais aam, senioritas keulamaan, baik dari sisi keilmuan, wawasan, maupun usia, tetap menjadi pertimbangan pilihan peserta muktamar untuk memilih pemimpin tertinggi NU. ... –

Unsur skrip, Kompas (what) Tradisi demokrasi Nahdlatul Ulama yang masih kuat (where) Area muktamar (who) Ali Maschan Moesa (when) 27 Maret 2010 (why) pemilihan Rais Am dan ketua umum PBNU (how) budaya mempersilahkan pada yang lebih mampu

Unsur tematik, Kompas ada tiga tema yaitu pertama terpilihnya Sahal dan Said Aqil. Yang kedua kuatnya tradisi demokrasi NU. Dan yang ketiga proses pemilihan.

Unsur retoris, Kompas menonjolkan beberapa kata-kata yang dianggap buruk seperti “intrik”, “ kampanye hitam” dan “propaganda” sebagai kata yang benar-benar sangat terlihat tabu/dilarang dan tidak sepantasnya ada dalam proses muktamar. Hal ini kemudian diperjelas dengan kalimat “tidak mampu mengalahkan penghormatan dan penghargaan”

Tabel 4.18

Elemen dan Strategi Penulisan Framing

Elemen Strategi Penulisan

Frame

Proses pemilihan Rais Am dan Ketua Tanfidziyah periode 2010-2015 yang mencerminkan sebuah tradisi yang telah mengakar sejak berdirinya Nahdlatul Ulama. Sebuah cerminan dari demokrasi

ahlussunnah wal jamaah

Sintaksis

Kompas menekankan kepada masih kuatnya tradisi demokrasi Nahdlatul Ulama dalam proses muktamar NU ke 32 di Makassar. Khususnya tradisi dalam pemilihan Rais Am dan ketua umum PBNU. Dan penonjolan kuatnya tradisi demokrasi Nahdlatul Ulama itu dirunutkan prosesnya dalam pemberitaan, serta komentar yang mendukung.

Skrip

(what) Tradisi demokrasi Nahdlatul Ulama yang masih kuat (where) Area muktamar (who) Ali Maschan Moesa (when) 27 Maret 2010 (why) pemilihan Rais Am dan ketua umum PBNU (how) budaya mempersilahkan pada yang lebih mampu

Tematik

1. Terpilihnya Sahal dan Said 2. Kuatnya tradisi demokrasi NU 3. Proses pemilihan

Retoris

Kompas menonjolkan beberapa kata-kata yang dianggap buruk seperti “intrik”, “ kampanye hitam” dan “propaganda” sebagai kata yang benar-benar sangat terlihat tabu/dilarang dan tidak sepantasnya ada dalam proses muktamar. Hal ini kemudian diperjelas dengan kalimat “tidak mampu mengalahkan penghormatan dan penghargaan”

4.3. Perbandingan Jawa Pos dan Kompas dalam Model Zhongdan Pan

Dokumen terkait