• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bersahabat untuk Saling Menguatkan

Dalam dokumen Kisah Penelusuran "Masa Lalu" (Halaman 41-45)

menyembuhkan orang lain."

bab 5 Bersahabat untuk Saling Menguatkan

Persahabatan memang tidak pernah bisa diduga dari mana muasal dan akhirnya. Sejak kecil saya selalu mempunyai sahabat-sahabat yang sangat dekat dengan saya dan kami selalu bersama. Saya hampir berpikir, nantinya kami pasti akan hidup bertetangga dan bersama sampai tua. Tapi seiring berjalannya waktu, terutama pada saat-saat kami harus mengurus masa depan masing-masing, kami menjadi terlalu sibuk dengan diri kami sendiri. Kami semua mengejar pencapaian-pencapaian untuk menunjukkan jati diri masing-masing. Kami menjadi terpisah dan jauh. Pemikiran-pemikiran kami juga berubah dan tiba-tiba kami tidak lagi merasa nyaman untuk bersama.

Terus terang, perjalanan mencapai masa depan yang diimpikan sangatlah tidak mudah. Banyak sekali tantangan dan hambatanyang membuat kita harus memaksakan diri supaya bisa melewatinya. Tapi, justru pada saat-saat sulit seperti itulah saya dan Gunawan, kekasih saya saat ini, menemukan dua orang sahabat dekat: Alex dan Joni,yang menemani kami berdua dalam perjalanan hidup ini.

Entah mengapa kami berempat merasa sangat nyaman untuk selalu bersama. Rasanya seperti bertemu kembali dengan kawan lama yang telah telah terpisah sangat lama.

Walaupun pada awalnya banyak perbedaan dan ketidak-cocokkan di antara kami, tapi kami selalu terdorong untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut, dan kami tetap berusaha menjalin persahabatan yang lebih dekat lagi.

Berkali-kali kami berempat terpisah, baik dalam jarak dan waktu. Tapi, berkali-kali pula kami bertemu lagi dan menjadi sahabat-sahabat yang lebih memahami. Kami berempat sering berbeda pendapat dan marah satu sama lainnya. Tapi, selalu saja ada dorongan kuat di antara kami untuk saling meminta maaf dan kemudian bersahabat kembali. Apa pun ketidakcocokkan, kemarahan, dan perpisahanyang terjadi di antara kami, akhirnya kami selalu dipertemukan kembali untuk menjadi sahabat-sahabatyang sesungguhnya. Kami seperti "ditarik" kembali untuk menjalin persahabatan yang lebih baik lagi dibanding sebelumnya.

Nilai-nilai persahabatan memang begitu penting dalam hidup saya. Dan, karakteristik persahabatan kami berempat yang begitu erat menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih dalam di benak saya.

Mengapa persahabatan kami bisa begitu akrab? Sungguhpun kami sering pula berselisih, mengapa kami merasa seperti disatukan kembali? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya meregresi diri saya untuk melihat kehidupan lalu kami berempat. T : Apa jang kamu lihat?

J : Aku melihat beberapa bocah laki-laki sedang bermain bola. T : Bisakah kamu melihat dirimu sendiri?

berkulit sawo matang.

T: Apakah kamu bisa melihat Gunawan, Joni, dan Alex di kehidupan ini?

J : Ya. Aku melihat Gunawan, Joni, dan Alex. Kami semua sedang asyik bermain sepak bola dengan bertelanjang dada.

T : Di negara manakah kalian berada? J : Thailand.

T : Ceritakan keadaan di sekitarmu?

J : Ya. Desa kami adalah sebuah desa keciL Tanah di desa kami berwarna merah dengan rumah-rumah kayu yang sederhana. Di tengah lapangan desa terdapat talang air penadah hujan yang terbuat dari kayu.

T : Sekarang, apa yang kamu lihat?

J : Aku melihat Joni sedang duduk menyendiri. Dia memang suka murung. T : Mengapa dia suka murung?

J : Dia begitu karena orangtuanya sering bertengkar. Ayahnya pemarah dan bila sedang marah selalu mengancam ibunya dengan golok.

T: Sekarang kita akan maju ke saat tiijadinya peristiwa penting di antara kalian berempat Kamu sekarang umur berapa?

J : Dua belas tahun. T : Apa jang kamu lihat?

J : Kami berempat sedang bersepeda ke desa tetangga. T : Kalian mau pergi ke mana dan untuk apa?

J : Kami ingin menyaksikan teman kami yang ditahbiskan menjadi biku. Kami pergi ke sebuah tempat di hutan. Di sana ada bangunan kayu kecil yang ada altarnya.

T: Kita maju ke saat kalian berempat sudah dewasa untuk mengetahui pekerjaan kalian. Apa pekerjaan kalian berempat?

J : Aku dan Gunawan meneruskan sekolah supaya bisa bekerja di pemerintahan. Joni menjadi tukang jahit. Alex menjadi pedagang barang-barang kebutuhan sehari-hari.

T: Apakah ada kejadian penting jang sidang terjadi saat ini?

J : Ya. Joni depresi karena usaha jahitnya hampir bangkrut. Aku, Gunawan, dan Alex membennya modal untuk membangun usahanya kembali. Harapan kami, Joni akan sembuh dari depresinya.

T: Apakah cara itu mmbuat Joni sembuh dari depresinya?

J : Ternyata membennya uang bukan cara yang tepat untuk membantunya. Joni akan selalu depresi bila ada masalah lainyang muncul dalam hidupnya. Sepertinya dia tidak bisa

hidup bahagia. (Di kihidupan sekarang bila ada masalah muncul dalam hidup Joni, dia akan menyendiri dan minutup diri terhadap orang lain. Dia akan menjadi pemurung dan merasa selalu tertekan).

T: Lalu, apakah kamu tahu cara jang paling tepat untuk mimbantunja?

J : Persahabatan. Dengan hadir sebagai sahabat-sahabatnya dan menyertainya melewati tekanan-tekanan mental dalam hidupnya. Dengan cara demikian, Joni akan merasa aman dan tenang karena dia tahu ada sahabat-sahabat terbaik yang menemaninya dalam menghadapi tekanan-tekanan hidup. Dia akan menghadapi semua tekanan itu dengan berani bila kami bertiga berada di dekatnya. Dia membutuhkan kehadiran sahabat-sahabat baiknya untuk membuatnya menjadi kuat dan bahagia.

Pada saat menelusuri kehidupan lalu tersebut, tiba-tiba saya masuk ke kehidupan lalu yang lain. Sebuah masa kehidupan yang berbeda telah saya masuki. Saya melihat diri saya, Gunawan, Joni, dan Alex sedang berada di pesisir sebuah pantai. Kami sedang membuat jaring ikan bersama-sama. Kami berempat terlihat sangat kompak dan bahagia. T : Di negara manakah kalian berada?

J : Di Thailand, di desa nelayan.

T: Adakah kejadian penting yang sedang terjadi saat ini?

J : Ya. Joni ditunjuk untuk bertugas sebagai pengumpul ikan oleh warga desa kami. Ikan-ikan hasil tangkapan warga desa kami selalu dikumpulkan di sebuah perahu besaryang menyerupai gudang penyimpanan. Joni bertugas mengelolanya dan mencarikan pembeli. T: Kamu terlihat resah. Apa ada yang mengganggu kamu?

J : Ya. Kami bertiga berkali-kali menasihati Joni untuk berhati-hati. Sebab, tugasnya menyangkut kepentingan warga desa. Tapi, Joni menganggap remeh nasihat kami dan berkata bahwa dia sangat mengetahui apa yang dia lakukan.

T : Apa yang Joni lakukan?

J : Dia menjual semua ikan warga desa ke seorang pembeli. Orang itu berjanji akan membayar pada pengangkutan ikan terakhir. Tapi nyatanya, sekarang sudah berhari-hari tapi tidak terdengar kabar darinya.

T: Apakah orang tersebut sudah mengangkut semua ikan warga desa? J : Hampir semua. Hanya sisa sedikit untuk pengangkutan terakhir. T : Lalu, bagaimana keadaan Joni sekarang?

J : Joni sekarang sedang panik dan tertekan. Ada seorang warga desa memanggil kami. Dia menyuruh kami bergegas ke rumah Joni.

T: Ada apa?

J : Kami sampai di rumah Joni. Joni sedang terbaring di dipannya. Napasnya putus-putus. Dia baru saja meminum racun. Dia berpesan kepada kami bertiga, bahwa apabila ada

kesempatan lagi dia ingin kami melarangnya melakukan hal-hal bodoh yang bisa mencelakai dirinya sendiri. Lalu, dia menghembuskan napas terakhir.

T: Apa yang kalian bertiga lakukan setelah kematian Joni?

J : Kami bertiga bekerja sama mengumpulkan modal untuk membeli sebuah kapal ikan. Kami bekerja untuk menangkap ikan bersama-sama dan hasilnya selalu dibagi tiga.

T: Apa tujuan kalian berempat lahir kembali bersama di kehidupan sekarang?

J : Untuk menjadi sahabat. Supaya kami menjadi sahabat-sahabatyang saling menguatkan dalam kehidupan sekarang. Karena rintangan-rintangan dan hambatan-hambatan hidup sangatlah tidak mudah untuk dilewati sendiri. Maka dari itulah, kami membutuhkan para sahabatyang saling menguatkan untuk melewati semua itu. Kami berempat memilih lahir menjadi para sahabat yang bisa membuat kami tegar menghadapi berbagai kesulitan. Karena, kami tahu bahwa kami mempunyai sahabat-sahabat terbaik dalam hidup kami. Dari regresi ini saya menjadi sangat sadar bahwa sungguh penting bagi kita untuk memiliki sahabat-sahabat yang baik. Seorang sahabat yang baik mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahan kita. Dia bisa memberikan nasihat dan petunjuk, atau melarang kita melakukan hal-halyang tidak baik. Bergaul dengan sahabatyang baik bagaikan menemukan harta karun di dunia ini.

Seorang sahabat menawarkan dirinya untuk membantu temannya yang sedang dirundung kesulitan. Seorang sahabat sejati pastilah bersedia mendampingi kita, memberi kekuatan, dan inspirasi untuk melewati semua rintangan itu karena dia tahu rintangan-rintangan hidup sungguh-sungguh tidak mudah dilewati sendirian.

"Hanya dengan hadir menjadi seorang

sahabat baiknja. kita telah membuat orang lain

menjadi kuat dan tegar."

"Regresi mengajarkan

Dalam dokumen Kisah Penelusuran "Masa Lalu" (Halaman 41-45)