• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Pertanian melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

Birokrasi Pemerintahan yang akuntabel

INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

3. Bidang Pertanian melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

Meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pertanian, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut:

a. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan dan Peternakan, dengan sasaran:

1) Meningkatnya Produksi Serelia (Padi, Palawija, dan Ubian) melalui sistem pengembangan tumpangsari pada lahan pertanian masyarakat; 2) Meningkatnya Produksi Padi Sawah pada areal lahan basah di Konga,

Waiwadan, Waikuma dan Watanpao, dan daerah irigrasi strategis lainnya dalam rangka mewujudkan Flores Timur Swasembada Beras;

3) Meningkatnya produksi hasil ternak kecil dan unggas;

4) Terwujudnya Flores Timur sebagai salah satu Kabupaten suplayer Kambing ke Pulau Jawa;

5) Meningkatnya pengembangan benih/bibit unggul pertanian/perkebunan dan peternakan;

6) Meningkatnya pendapatan usaha tani komoditas pertanian/perkebunan dan peternakan;

7) Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian/perkebunan dan peternakan;

8) Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian dan perkebunan dan peternakan; 

9) Meningkatnya diversifikasi produk usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan;

10) Berkembangnya Kawasan Agribisnis melalui penerapan model pengembangan kawasan yang teruji, seperti: Agropolitan dan Gerakan Multi Aktivitas Agribisnis;

11) Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang ramah lingkungan;

12) Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen.

b. Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian, dengan sasaran: 1) Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Flores Timur; 2) Meningkatnya penyuluhan terhadap petani;

3) Meningkatnya kemampuan peran kelembagaan usaha agribisnis;

4) Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air, terkendalinya konversi lahan pertanian serta pencetakan lahan persawahan.

c. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tanaman dan Ternak, dengan sasaran terkendalinya hama serta penyakit pada tanaman dan ternak. d. Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan,

Peternakan, dengan sasaran:

1) Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan,

2) Meningkatnya pengembangan usaha pemasaran;

3) Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan,

4) Meningkatnya pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan,

5) Meningkatnya margin pemasaran hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan,

6) Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan

4. Bidang Kelautan dan Perikanan melalui kebijakan dan program sebagai

berikut:

a. Mengembangkan Sektor Perikanan dan Kelautan sebagai sektor unggulan daerah dari hulu sampai hilir melalui program pengembangan Produk Unggulan Kabupaten (PRUKAB) Flores Timur yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut :

1) Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir, dengan sasaran : a) Berkembangnya kelompok Usaha Ekonomi Produktif masyarakat

pesisir dibidang perikanan ;

b) Terfasilitasinya kelompok UEP masyarakat pesisir dibidang usaha perikanan.

2) Program Pengembangan Perikanan Tangkap, dengan sasaran : a) Berkembangnya unit Usaha perikanan tangkap;

b) Meningkatnya sarana-prasarana perikanan tangkap;

c) Meningkatnya produksi dan produktivitas usaha perikanan tangkap. 3) Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan,

dengan sasaran :

a) Berkembangnya unit usaha pengolahan hasil perikanan;

b) Berkembangnya margin pemasaran hasil pengolahan perikanan; c) Terkendalinya pemasaran hasil pengolahan perikanan;

d) Meningkatnya kontribusi sektor perikanan dan kelautan terhadap PAD Kabupaten Flores Timur.

b. Meningkatkan Produksi dan Produktivitas Perikanan Tangkap serta Pengelolaan dan Pengawasan Potensi Sumber Daya Kelautan, yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Perikanan Tangkap, dengan sasaran:

1) Terfasilitasinya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana perikanan tangkap;

2) Meningkatnya produksi dan produktivitas usaha perikanan tangkap; 3) Terkendalinya pemanfaatan sumber daya kelautan;

4) Terfasilitasinya pengolahan dan pemasaran produk hasil perikanan;

5) Berkembangnya usaha pengolahan hasil serta penguatan pasar untuk industri hilir produk perikanan tangkap;

6) Meningkatnya kualitas peran kelembagaan agribisnis perikanan tangkap. c. Mendorong pengembangan perikanan budidaya pada wilayah-wilayah

strategis dan potensial, yang dilaksanakan melalui Program Pengembangan Budi Daya Perikanan, dengan sasaran:

1) Berkembangnya usaha perikanan budidaya sebagai usaha Ekonomi Produktif Masyarakat;

2) Meningkatnya peran penyuluh perikanan budidaya; 3) Berkembangnya teknologi budidaya perikanan;

5) Terfasilitasinya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana perikanan budidaya;

6) Terfasilitasinya pengolahan dan pemasaran produk hasil perikanan;

7) Meningkatnya kualitas peran kelembagaan agribisnis perikanan budidaya.

5. Bidang Pariwisata melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

a. Meningkatkan keunggulan daya tarik wisata untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan perekonomian rakyat, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut:

1) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata, dengan sasaran:

a) Berkembangnya produk wisata yang unik, tradisional dan mencerminkan jati diri masyarakat Flores Timur yang berakar pada alam dan budaya dalam konteks destinasi wisata Nusra;

b) Meningkatnya kualitas objek dan daya tarik wisata untuk peningkatan daya saing serta pemanfaatan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;

c) Meningkatnya sarana dan prasarana pariwisata;

d) Meningkatnya kualitas sumber daya pariwisata termasuk sumber daya manusia pemandu wisata;

e) Meningkatnya kenyamanan dan keamanan berwisata;

2) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata, dengan sasaran: a) Meningkatnya kualitas, pelayanan dan informasi pariwisata; b) Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Flores Timur; c) Berkembangnya sektor riil pendukung Pariwisata Flores Timur.

b. Menyediakan kerangka peraturan yang mendukung investasi di daerah, sebagai pedoman kerjasama dan kemintraan dengan daerah dan negara lain untuk pengembangan Pariwisata Flores Timur, dilaksanakan melalui Program

Pengembangan Kemitraan, dengan sasaran sebagai berikut :

1) Terfasilitasinya diversifikasi lingkup dan ragam destinasi wisata ziarah Semana Santa menuju Larantuka sebagai Kota Wisata Rohani Internasional;

2) Berkembangnya Obyek Wisata Waiplatin dan Pantai Deri, serta obyek wisata strategis lainnya sebagai pilot proyek pengembangan Pariwisata Flores Timur.

6. Bidang Perdagangan melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

Meningkatkan sistem dan jaringan distribusi barang serta pengembangan pasar dalam dan luar negeri, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut:

a. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor, dengan sasaran: 1) Meningkatnya perluasan pasar ekspor produk Flores Timur;

2) Meningkatnya volume dan keanekaragaman produk perdagangan ekspor dari Flores Timur;

b. Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri, dengan sasaran:

1) Meningkatnya distribusi kebutuhan barang pokok masyarakat dan barang strategis;

2) Tertatanya distribusi barang yang efektif dan efisien; 3) Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri;

4) Meningkatnya fungsi sarana dan prasarana perdagangan;

5) Meningkatnya pengembangan dan perlindungan pasar tradisional yang memperhatikan penataan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan.

c. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan, dengan sasaran:

1) Meningkatnya pengawasan barang beredar dan jasa;

2) Meningkatnya perlindungan terhadap konsumen dan produsen;

3) Meningkatnya tertib usaha dan tertib ukur/takar/timbang dan perlengkapannya.

7. Bidang Industri melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

Meningkatkan daya saing industri, yang dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut:

a. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, dengan sasaran: 1) Meningkatnya unit usaha industri kecil menengah;

2) Meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah; 3) Meningkatnya kemitraan antar industri;

4) Meningkatnya pelayanan terhadap pelaku usaha IKM.

b. Program Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi

Industri, dengan sasaran:

1) Mendorong tumbuh dan berkembangnya Industri Rumah Tangga (Home

Industry) sebagai bagian integral pemberdayaan ekonomi masyarakat;

2) Mendorong tumbuhnya industri-industri andalan masa depan (industri agro, industri kreatif dan industri teknologi informasi komunikasi);

3) Meningkatnya sinergitas pengembangan industri;

8. Bidang Ketahanan Pangan melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

Peningkatan ketersediaan, akses, keragaman dan keamanan pangan, yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan, dengan sasaran:

a. Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok, (beras, jagung, kacang-kacangan);

b. Meningkatnya keanekaragaman pangan alternatif, untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan pokok;

c. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen; d. Menurunnya kerawanan pangan pada masyarakat;

e. Menurunkan tingkat kerawanan pangan pada masyarakat; f. Tertatanya distribusi dan perdagangan beras;

9. Bidang Kehutanan melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

a. Mengembangkan aneka usaha non kayu serta usaha ekonomi produktif sekitar hutan, yang dilaksanakan melalui Program Pemanfaatan Potensi

Sumber Daya Kehutanan, dengan sasaran:

1) Terlaksananya pengembangan aneka usaha ekonomi produktif sekitar hutan dan pengelolaan kehutanan;

2) Terbinanya dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan; 3) Berkembangnya lembaga penyuluhan swakarsa mandiri.

b. Mendorong pengembangan hutan rakyat melalui gerakan menanam jenis kayu yang bernilai ekonomis jangka panjang, dilaksanakan melalui Program

Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dengan sasaran :

1) Terlaksananya penanaman jenis kayu unggul yang cocok di daerah hutan Sabana, terutama di wilayah Pulau Solor, Pulau Adonara dan Flores Timur Daratan;

2) Penanaman kembali hutan yang gundul akibat bencana kebakaran. 10. Bidang Penanaman Modal melalui kebijakan dan program sebagai berikut:

a. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka mempertahankan keberadaan investasi yang ada serta menarik investasi baru, yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Iklim Investasi, dengan sasaran: 1) Terwujudnya harmonisasi dan integrasi peraturan dan ketentuan

pendukung di bidang penanaman modal;

2) Terfasilitasinya jaminan keamanan dan kepastian hukum dibidang penanaman modal;

3) Meningkatnya pelaksanaan kebijakan penanaman modal di Flores Timur;

4) Meningkatnya pemberian fasilitas penanaman modal bagi penanam modal;

5) Meningkatnya kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan dibidang penanaman modal.

b. Membentuk forum investasi serta meningkatkan promosi dan kerjasama investasi, yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Promosi dan

Kerjasama Investasi, dengan sasaran:

1) Terbentuknya forum interaksi investor mitra Flores Timur

2) Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan terkait di Flores Timur;

3) Tersusunnya paket peluang investasi yang layak untuk ditawarkan kepada penanam modal;

4) Meningkatnya kerjasama investasi antar pemerintah daerah dan antara pemerintah daerah dengan swasta;

5) Terfasilitasinya perencanaan dan pengembangan kawasan ekonomi khusus;

6) Terfasilitasinya penyediaan promotion and business center yang representatif.

Misi Kelima

Meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak