• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pikiran tidak lebih seumpama sebutir biji jagung, yang akan menentukan baik atau tidaknya jagung tua itu nanti saat dipanen. Pikiran yang baik, pikiran yang positif akan menghasilkan sudut pandang, akal, dan mental kreatif.

Biji yang ditanam akan tumbuh subur, bila berada pada lingkungan yang sesuai. Biji jagung akan tumbuh bukan di lingkungan yang berair. Dia akan tumbuh di ladang yang kering yang cukup pasokan airnya. Biji akan tumbuh bila dijauhkan dari hama dan rumput liar. Untuk itu perlu disiangi dan dirawat. Meskipun tumbuhan ini dapat tumbuh dengan sendirinya, tetapi perlu perawatan untuk menghasilkan produksi yang terbaik.

Seperti halnya diri kita, kita perlu belajar. Memupuk kemampuan untuk bertumbuh dengan terus mencoba dan bertindak. Menjadi bisa karena mencoba, menjadi bisa karena bertanya. Awal apa pun pastilah berada di sisi yang rendah, tidak bisa. Tetapi ketidakbisaan akan menjadi bisa bila kita terus belajar dan memupuk kemampuan.

Semua itu adalah proses, tidak otomatis, bukan instan. Waspadailah jebakan dan hama potong kompas dan godaan ingin cepat mencapai hasil. Tidak ada yang instan. Semua perlu proses. Jangan menjadi percaya oleh tawaran instan, sebab setiap manusia dibekali kemampuan yang unik dan berbeda. Bila mereka bisa, belum tentu kita bisa. Kita perlu mewaspadai pikiran seperti ini, sebab bila tidak berhati-hati kita akan terjebak dalam keadaan frustasi.

Pelajarilah kemampuan diri dengan terus mencari dan menggali, apa sebenarnya yang kita bisa? Apa yang kita mampu? Apa yang kita bisa lakukan dengan sangat baik? Mungkin itulah jalannya, cara mencapai sukses dengan

potensi terbaik.

'Banyak Jalan Menuju Roma', menuju keberhasilan dengan jalan yang berbeda tetapi prinsipnya sama yaitu menuju keberhasilan, dan untuk mencapainya kita perlu bertindak sekarang, bukan menunggu datangnya kemampuan. Sambutlah kemampuan dengan tindakan. Mencoba dan belajar dari kesalahan. Kegagalan adalah baik bila memang itu menjadikan diri kita menjadi semakin mampu, kegagalan hanyalah sebagai tangga yang akan kita daki, kita tapaki, dari satu tapak ke tapak lebih tinggi berikutnya. Tidak bisa tetapi mau, akan menjadikan kita lebih bisa, lebih mampu, apalagi bila kebisaan yang kita rasakan adalah kebisaan yang kita mau-i, kebisaan yang disertai perasaan cinta, harapan, dan kesungguhan. Sebab di dalam semangat seperti itu, kita akan menjadi gigih, pantang menyerah, dan terus mau memperbaiki kekurangan.

Jadilah menjadi percaya diri, bangunlah kemampuan dari hal-hal yang sederhana yang benar-benar bisa kita upayakan. Lakukan terus dan terus setiap harinya. Kebiasaan itu terjadi oleh suatu tindakan yang terus menerus diulangi. Sekali... dua kali... tiga kali... terus dan terus, akan menjadikan kita ahli. Keahlian pada hal sederhana yang belum tentu setiap orang mampu melakukannya adalah berkah hebat, sebab darinya kita akan dicari, kita akan diundang untuk melakukannya. Dan itu berkah. Sebab itulah pengundang rejeki yang menjadikan kebahagiaan, menumbuhkan ledakan semangat yang menjadikan perjalanan hidup kita berseri-seri, memancarkan energi positif, antusias. Menjadikan hidup kita bak madu, manis, dan menyehatkan bagi kehidupan kita dan orang-orang yang kita temui.

Keberhasilan adalah memberikan manfaat bagi orang lain. Keberhasilan adalah terpenuhinya harapan. Keberhasilan adalah ketenangan. Keberhasilan adalah kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hidup bersama orang-orang yang kita cintai dan orang-orang-orang-orang yang bertumbuh dan bersuka cita dalam kehidupan kita.

Bila itu makna yang kita cari, maka kebahagiaan itu pastilah kebahagiaan di jalan kebaikan. Sebab keberhasilan yang diraih adalah mengundang suka cita bagi kehidupan orang banyak. Keberhasilan yang mendatangkan manfaat, bukan yang mengundang kerugian.

Ini penting, ini adalah pondasi berpikir baik. Ini adalah prinsip hidup yang benar yang diajarkan oleh Tuhan melalui agama yang kita yakini, yaitu 'nilai-nilai etika hidup', keutamaan bagi kehormatan kita sebagai manusia, seperti dikemukakan oleh Prof. Hans Kung dalam Prinsip Global, di Hotel Nikko – Jakarta, pada tanggal 26 April 2010. Beliau menekankan kembali apa yang telah dipahami oleh kita sebagai nilai-nilai prinsip keberhasilan dalam menjalani kehidupan ini:

”Jangan membunuh, hormatilah hidup.

Jangan mencuri, berdaganglah dengan jujur, tidak meraup keuntungan di atas kerugian orang lain dan kehancuran alam. Jangan berbohong! Bicaralah hal yang sebenarnya. Berbohong berarti merampas hak orang lain untuk tahu yang sebenarnya.

Jangan melakukan dominasi, kekerasan, dan eksploitasi terhadap pihak yang lemah.

Jangan menghilangkan hak-hak manusia dengan merendahkan apa yang bisa dimiliki oleh mereka.

Apa yang tak kau inginkan terjadi pada dirimu, jangan kau lakukan terhadap orang lain. Apa yang kau inginkan terjadi pada dirimu, lakukan lebih pada orang lain.”

Kita adalah pribadi yang bebas untuk memilih menjadi berhasil dengan menapaki tangga kehidupan ini dan kemudian bertahan di atasnya, atau memilih dengan sengaja menentang nilai-nilai yang dipercaya sebagai nilai keutamaan dalam kehidupan ini, kemudian terjatuh... 'terjun bebas' ke dalam kegagalan... kegelapan masa depan. Kita adalah penentunya. Sebab Tuhan telah mengingatkan bahwa nasib suatu kaum akan berubah bila kaum tersebut memang menghendakinya untuk berubah, menjadi lebih baik.

Kalimat Pendorong Semangat

Mencapai Keberhasilan :

65. Sesungguhnya Alloh tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

(QS Ar-Ra’d, 13: 11)

66. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kamu kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.

(QS Al-Qashash, 28: 77)

67. Jangan hanya pandai menanti ucapan terima kasih dari orang lain.

(Aidh Al-Qarni; Penulis buku laris ‘Laa Tahzan’)

68. Hanya ada satu sudut di dalam alam semesta ini yang pasti dapat Anda perbaiki dan itu adalah diri Anda sendiri.

(Aldous Huxley; Penulis dan Novelis terkenal dari Inggris )

69. Selalu ada keindahan dalam setiap masalah. Itu adalah salah satu cara kita belajar. Kecantikan bukan di wajah, melainkan cahaya yang keluar dari dalam hati.

(Kahlil Gibran; Penulis dan Filosof termashur di dunia)

15