• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.9 Bentuk Modal Sosial Pasien Terhadap Pengobatan Tradisional

4.9.3 Budaya

Modal budaya (seperti: modal informasi, kompetensi, keterampilan, kualifikasi pendidikan) yang mencakup keseluruhan kualifikasi intelektual, mencakupi pengetahuan dan keahlian tertentu. modal budaya bisa mengubah klaster industri kerajinan yang semula memproduksi keramik fungsional tradisional menjadi klaster yang memproduksi keramik artistik yang bernilai simbolik. Para pengusaha yang menguasai banyak modal budaya bisa lebih cepat mengalami mobilitas vertikal ke atas daripada pengusaha yang menguasai sedikit modal budaya. Konsep-konsep kuncinya yaitu habitus, modal, dan field bisa digunakan untuk menyingkap dominasi yang diasumsikan selalu ada dalam masyarakat, dengan melacak kepemilikan atau akumulasi kepemilikan modal masing-masing anggota masyarakat. Pada titik ini, Bourdieu keluar dari tradisi Marxian dengan mendefinisikan model-model dominasi yang tidak hanya berdimensi ekonomi sebagaimana Marx, tetapi juga dominasi budaya, politik, gender, seni, dan sebagainya dalam beragam ranah. Bourdieu juga mengembangkan teorinya tentang dominasi simbolis (praktik kuasa dalam konteks simbolis) untuk membedakan analisisnya dengan analisis Marxian klasik, di antaranya dengan menyodorkan konsep modal simbolik, modal kultural, modal sosial, dan modal ekonomi. Dalam kacamata Bourdieu, hubungan atau pemetaan kekuasaan di dalam masyarakat tidak berbentuk piramida atau tangga, tetapi lebih berupa konfigurasi yang berdasar kepemilikan dan komposisi modal-modal yang dimiliki.

87

“Simbol juga berperan penting dalam mengkaji pengobatan tradisional, dapat dilihat apakah ada dominan dalam masyarakat yang diartikan sebagai simbol untuk memilih pengobatan tradisional sebagai alat untuk menyembuhkan penyakit dalam kelompok masyarakat. Kemudian, akankah ada kaitannya dari satu ke lainnya dalam kelompok masyarakat tersebut.

Artinya bahwa ada kemudahan dan transparansi dalam sistem pengobatan tersebut yang dilakukan engkong. Kemudian, menjadikan pengobatan tradisional sebagai alat pembantu penyembuhan penyakit menjadikan kemudahan bagi para pasien-pasien engkong, hal ini dilihat dari tidak banyak norma dan aturan yang engkong gunakan untuk para pasiennya”.

88 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Pada penelitian kali ini, peran modal sosialyang digunakan peneliti dapat digunakan sebagai sebuah acuan untuk menemukan kualitas pada pengobatan tradisional itu sendiri.

Konsep modal sosial yang digunakan pada penelitian pengobatan tradisional engkong ini melibatkan keseluruhan aspek pada individu ataupun kelompok pada masyarakat. Adanya keuntungan yang di dapat diaantar kedua belah pihak mulai dari kelompok pasien yang puas dengan hasil pengobatan tradisional, dan juga engkong yang mendapatkan timbal balik dari pasien, di sisi lain engkong merasa puas bisa membantu kelompok pasien sembuh dari berbagai bentuk penyakit. Maka dari itu modal sosial melibatkan seluruh aspek yang berperan di dalamnya.

Pengobatan tradisional engkong menjalankan komponen dan asepek-aspek yang ada di dalam konsep modal sosial. Tentu dilengkapi dengan kompnen yang ada, Masyarakat mempercayai karena banyak melihat bukti dari orang-orang yang sudah melakukan pengobatan tradisional dari hasil penyembuhan pengobatan tradisional, muncul fakta-fakta yang kuat untuk mempercayai pengobatan tradisional tersebut. Fenomena ini sendiri adalah suatu kejadian yang tidak dapat dihindari oleh kelompok pasien engkong.Walaupun sudah ada pengobatan modern dilakukan oleh pemerintah, namun masih ada masyarakat yang menggunakan dan memanfaatkan keberadaan pengobatan tradisional.

Kepercayaan yang menjadi dasar dalam pengobatan tradisional, tentu banyak yang harus diperkuat ketika timbul bahasan mengenai kepercayaan. Membangun kepercayaan di masyarakat tidaklah mudah, tentu harus banyak fakta-fakta yang dilihat langsung oleh sekelompok masyarakat, terlebih ketika berurusan dengan kesehatan, siapapun atau kesehatan adalah hal yang paling utama ketika manusia hidup untuk bermasyarakat. Pada pengobatan

89

tradisional, kepercayaan dari engkong dilengkapi dengan kejujuran, kooperatif dan bersikap normal, hal inilah yang menjadikan tolak ukur bagi masyarakat memutuskan percaya pada pengobatan tradisional engkong.

Berdasarkan perilaku yang terlihat pada masyarakat terkhusus kelompok pasien pengobatan tradisional engkong. Terlihat jelas konsep modal sosial sangat baik ketika disandingkan dengan penelitian menganai pengobatan tradisional engkong. Hal ini diperkuat pada bagian jaringan sosial, yang mana terlihat bahwa masyarakat dengan sadarnya memperluas informasi pengobatan tradisional ini. Menggunakan beberapa aspek penting yang sudah dijadikan analisis oleh penelitian, yaitu sebagai jembatan untuk memperluas pengobatan tradisional ini, peran menjembatani pada bagian jaringan sosial sangat berpengaruh guna memberikan informasi dari satu orang ke orang lain, dan dari satu tenpat ke tempat yang lain. Kemudian ada peran pelicin sebagai pelengkap pada bagian kepercayaan, mengartikan agar perjalanan menyebarkan jaringan biasa disampaikan dengan baik, tentu ketika hal tersebut tercapai harus ada pembuktian, dan pembuktian tersebut sudah ada nyatanya pada kelompok pasien sembuh dari pengobatan tradisional engkong.

Masing-masing diantara engkong dan kelompok pasien mempunyai stareginya sendiri untuk menjaga keberlangsungan pengobatan tradisional tersebut. Kepercayaan juga memudahkan untuk mendapatkan pasien, kepercayaan memberikan rasa percaya dalam keberhasilan yang dilakukan engkong pada pasiennya, kepercayaan memberikan rasa percaya dalam menyebarkan jaringan informasi dari pasien satu ke pasien lainya, bahkan calon pasien nantinya. Jaringan mempermudah dalam memperoleh calon pasien, jaringan membantu dalam mendapatkan informasi, jaringan membantu dalam memperoleh timbal balik yang baik diantara engkong dan kelompok pasien.

Nilai dan Norma mempermudah kerjasama antara engkong dengan kelompok pasien, kewajiban nilai tersebut diwujudkan dalam kegiatan bagaimana masyarakat mempercayai

90

pengobatan tradisional engkong pada saat sebuah jaringan tersampaikan dengan adanya kepuasan. Hal ini yang kemudian memunculkan adanya resiprositas diantara engkong dan pasiennya, ada bentuk yang saling diuntungkan, mulai dari engkong dan kelompok pasien mendapatkan keuntunganya masing-masing.

1. Modal sosial yang paling kuat dalam penelitian kali ini ialah kepercayaan, ini dikarena dengan adanya kepercayaan baik kepercayaan sesama kelompok pasien, engkong dengan pasien, maupun menarik perhatian pada masyarakat yang juga ingin sembuh dari penyakitnya. Hal inilah yang menjadikan pengobatan tradisional menjaga keberadaanya dalam jangka panjang. Kepercayaan sesama kelompok pasien membuat mereka saling membantu jika mengalami kesulitan.

2. Modal sosial yang lemah adalah nilai dan norma, karena sanksi yang diberikan jika melanggar aturan hanya sebuah teguran, tidak ada efek jera yang ditimbulkan.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk memaksimalkan modal sosial, maka perlu menjaga dan mempererat rasa kesatuan dan kekeluargaan antar kelompok pasien, dari pasien dengan engkong dan juga sebaliknya. Dengan eratnya rasa kesatuan dan kepercayaan yang dibangun tersebut, mereka dapat saling bekerjasama dan saling membantu untuk mecapai keberhasilan yang sama-sama diinginkan dari kedua belah pihak.

2. Untuk meningkatkan modal sosial yang lemah yaitu Nilai dan norma, sebaiknya kelompok pasien memilki keterampilan dan memahami yang seharusnya dihormati dan dihargai apa-apa yang sudah menjadi tolak ukur dari pihak pengobatan tradisional sendiri. Nantinya agar ada kenyamanan diantara engkong dan pasien saat melakukan pengobatan tersebut.

91

3. Untuk institusi pendidikan khususnya perguruan tinggi, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmiah, khususnya bagi mahasiswa jurusan sosiologi. Serta hasil penelitian ini harapkan dapat membantu dan digunakan sebagai bahan untuk referensi dalam kajian bidang sosiologi.

4. Untuk instansi setempat seperti dinas kesehatan, agar pengobatan tradisional sendiri lebih mendapatkan perhatian lebih, dan menjadi salah satu pilihan pengobatan pagi masyarakat.

5. Untuk peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharpkan, menjadi bahan rujukan untuk mengkaji lebih dalam menganai Modal Sosial terhusus untuk Kepercayaan dan Modal Sosial Pasien Terhadap Pengobatan Tradisional Engkong.

92

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Djainal. (2010). Modal Sosial Dan Dinamika Usaha Mikro Kecil Menengah. Jurnal Sosiologi

Adib.M, 2011. Pengetahuan Praktis Ragam Penyakit Mematikan Yang Paling Sering Menyerang Kita, Buku Biru, Yogyakarta.

Agoes, A., Dan Jacob T, 1996, Antropologi Kesehatan Indonesia, Jilid I, Ecg, Jakarta.

Agusyanto, Ruddy. 2007. Jaringan Sosial Dalam Organisasi. Jakarta: Pt Rajageafindo Persada

Backer, Marshall H Dan Maiman, Lois A , (1975). Model-Model Prilaku Kesehatan.

Bourdieu, P. The Form Of Capital: Handbook Theory And Research In Sociology Foundation, J. G. (Edt). West (Port: Greenwood Press, 1992)

Bungin, B. (2007). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Pt Rajagrafindo Persada. Foundation, J. G. (Edt). West (Port: Greenwood Press, 1992)

Damsar, Prof. Dr, Dr. Indriani, Se., M.M (2019). Pengantar Sosiologi Kapital.Prenadamedia Grup

Field, Jhon. 2010. Modal Sosial. Terjemahan Nurhadi. Bantul : Kreasi Wacana

Fukuyama, Francis. 2002. Social Capital And Development: The Coming Agenda. Sais Review Vol. Xxii No. 1.

Grenfell, Michael. (2008). Pierre Bourdieu: Key Concepts, Trowbirdge, Cromwell Press.

Idrus, M. (2009). Metode Penelitian Ilmu Sosial.

Jennifer1, Herika. Saptutyningsih, Endah. 2015, Preferensi Individu Terhadap Pengobatan Tradisional Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan Volume 16, Nomor 1, Hlm.26-41

John C. Mowen, Michale Minor. 2002, Prilaku Konsumen, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.

Konferensi Pengobatan Tradisional Di Kopaneng Pada Tanggal 30 Maret 2004, Menteri Kesehatan Saat Itu Memperkirakan Ada Sekitar 200.000 Penyembuh Tradisional Di Afrika Selatan (Tersedia Di Http://Bit.Ly/9qkfgl (Diakses 5 November 2020)).

Lesmana, H. Et Al. 2018. Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Tidung Kota Tarakan.

Medisains: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan, Maleong Lexy, J, (2000). Metode Penelitian Kualitatif

Moorman, Christine, Rohit Deshpande, Dan Gerald Zaltman. 1993. “Factors Affecting Trust In Market Research Relationships”. Journal Of Marketing.Pemanfaatannya Di Indonesia. Fakultas Kedokteran, Departemen Farmasi, Universitas Indonesia.

Purnamaningrum, A . 2010 , Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Masyarakat Untuk Mendapatkan Pelayanan Kesehatan. Universitas Diponegoro Semarang.

93

Purwaningsih, Ernie H. Jamu Obat Tradisional Asli Indonesia Pasang Surut

Puspitasari, Dewi Cahyani (2012). Modal Sosial Dalam Peran Pengutan Ekonomi Keluarga, Vol.1, No.2. Yogyakarta: Universitas Gajah Mata

Robert Putnam Dalam Jousairi Hasbullah, Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia), Mr-United Press, Jakarta: 2006.

Safitri, Ella Mardiana. Luthviatin Novia.Ririany, Mury, Determinan Perilaku Pasien Dalam Pengobatan Tradisional Dengan Media Lintah (Studi Pada Pasien Terapi Lintah Di Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban) The Determinant Of Patient Behavior Of Traditional Remedy With Leeches Media (The Study Of Leech Therapy Patient In Rengel Village, Rengel District, Tuban Regency), Universitas Jember.

Sembiring Salmen, Sismudjito, Ms,I, Drs. (2015).Pengetahuan Dan Pemafaatan Metode Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Desa Suka Nalu Kecamatan Barus Jahe, Perspektif Sosiologi, Vol.3, No.1.

Soepuetero, Bintang Y. 2009, Jaringan Sosial Para Prilaku Sector Informa, Universitas Indonesia.

Soetomo. (2006). Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudarma, Momon. 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta, Salemba Medika.

Sugiyanto. (2015). Cara Mudah Menyusun : Sekripsi, Tesis, Disertasi. Bandung: Alabeta.

Syahra, Rusydi. (2003).Modal Sosial: Konsep Dan Aplikasi, Jurnal Masyarakat Dan Budaya, Volume 5 No. 1.

Tom Schuller, The Complementary Roles, Ibid.Usman, Husaini. 2009. Metodelogi Penelitian Sosial. Jakarta: Pt. Instisari Mediatama.

Widjaja, Aw. (1985). Kesadaraan Hukum Manusia Dan Masyarakat Pancasila. Jakarta: Era Awasta.

Zukulfi. (2004). Pengobatan Tradisional Sebagai Pengobatan Alternatif Harus Dilestarikan.Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara. Https://Www.Kompasiana.Com/Komentar/Bernad/5511477d8133119a36bc79f8/Contoh-Makalah-Keterlekatan-Ekonomi-Terhadap-Kehidupan-Sosial, (Diakses 30 November 2019).Http://Www.Binjaikota.Go.Id/Profil-12.Html. (Diakses Pada Tanggal 03 Juli Pukul 12.00 Wib).

94

Https://Www.Kompasiana.Com/Abafina/5517332f813311cc669de39d/Bourdieu-Dan-Modal-Sosial-2 (Diakses 07 Januari 2021).

95

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Dokumentasi Penelitian

Gambar 1 : Wawancara bersama ( Bapak Herman Bangun / Engkong).

Gambar 2 : Wawancara Bersama Dina Dwi Yanti dengan penyakit Asam Lambung Akut dan Kelenjar.

96

`

Gambar 3 : wawancara bersama Ibu Yusri Irawati dengan penyakit Pergeseran Tulang Pinggul.

Gambar 4 : Wawancara Bersama Ibu Bima Mesem dengan penyakit Patah Kaki, mendapatkan info jaringan dari dina dwi yanti selaku cucunya.

97

Gambar 4 : Wawancara Bersama Wisnu dan Ibu Wisnu.

Gambar 5 : Wawancara Bersama Dinda Cantika.

98 Gambar 6 : Wawancara Bersama Ibu Suryani.

Gambar 7 : Wawancara Bsesama Ibu Nuriati

99

Gambar 8 : Wawancara Bsersama Bapak Achyaruddin.

Gambar 9 : Wawancara Bersama Danu Maulana memiliki penyakt Lumpuh TB Tulang