• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budaya inovasi

Dalam dokumen Menuju Pertumbuhan Berikutnya (Halaman 183-192)

Bagan roadmaP gCg Jasa marga

8. Budaya inovasi

Untuk membangun budaya inovasi, Perseroan menerapkan perbaikan mutu berkelanjutan (Kelompok Perbaikan Mutu/ KPM dan Perbaikan Praktis/PP) sehingga budaya mutu secara intensif dan terintegrasi dapat tercipta dimana setiap tahun dilakukan penilaian dalam event Temu Karya mutu Jasa Marga.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian

struKtur tata Kelola

Sesuai dengan Undang Undang No. 40 tahun 2007 Bab I Mengenai Ketentuan Umum Pasal 1, Organ Perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris.

• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang Undang dan/atau Anggaran Dasar.

struKtur, KeBiJaKan dan meKanisme PeneraPan tata Kelola PerusaHaan

Direksi KomisarisDewan

Komite Audit Komite Investasi dan Risiko Usaha Divisi Legal Internal Audit Divisi Risk and Quality

Management Risk Management Corporate Secretary Compliance GCG Investor Relations RUPS sTruKTur TaTa Kelola PerusaHaan

• Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

• Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi nasihat kepada Direksi.

Jasa Marga telah memiliki Struktur Tata Kelola yang lengkap khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip GCG, sebagai berikut:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

Organ Perseroan memainkan peran kunci dalam keberhasilan pelaksanaan GCG. Organ Perseroan menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan lainnya atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Perseroan.

RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris saling menghormati tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai Peraturan Perundang-undangan dan Anggaran Dasar.

Dalam menjalankan tugas pengurusan perusahaan, Direksi dibantu oleh Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawasan Intern, serta satuan kerja lain yang menjalankan fungsi kepengurusan Perseroan. Dalam menjalankan tugas pengawasan, Dewan Komisaris dapat membentuk komite, yang anggotanya seorang atau lebih adalah anggota Dewan Komisaris. Komite-komite tersebut bertanggung

HierarKi KeBiJaKan GcG Perseroan

Anggaran Dasar Board Manual Pedoman Tata Kelola Perusahaan Pedoman Penanganan Gratifikasi Standar Operasional Prosedur Kebijakan Lainnya Pedoman Benturan Kepentingan Pedoman Perilaku

1. anggaran dasar Jasa marga.

2. Board manual Jasa Marga yang

terakhir telah dimutakhirkan pada tahun 2013 yang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Negara BUMN dan perubahan Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan.

3. Pedoman tata Kelola

Perusahaan (Code of Corporate Governance) ditetapkan sejak tahun 2005 berdasarkan Keputusan Direksi Jasa Marga, dengan perubahan terakhirnya, yaitu No. 194/KPTS/2013 tanggal 17 Desember 2013.

4. Pedoman Perilaku (Code of

Conduct) ditetapkan sejak tahun 2005 berdasarkan Keputusan Direksi Jasa Marga, dengan perubahan terakhirnya yaitu No. 195/KPTS/2013 tanggal 17 Desember 2013.

5. Pedoman Benturan Kepentingan

(Conflict of Interest) berdasarkan Keputusan Direksi Jasa Marga No. 186/ KPTS/2011.

6. Pedoman Penanganan gratifikasi berdasarkan

Keputusan Direksi Jasa Marga No. 187/KPTS/2011.

7. Pedoman Whistleblowing system, sejak tahun 2011

berdasarkan Keputusan Direksi Jasa Marga dengan perubahan terakhirnya yaitu No. 9/KPTS/2013 tanggal 16 Januari 2013.

8. Pembentukan tim Pengelolaan Whistleblowing system, sejak tahun

2011 berdasarkan Keputusan Direksi Jasa Marga dengan perubahan terakhirnya yaitu No. 10/KPTS/2013 tanggal 16 Januari 2013.

jawab kepada Dewan Komisaris. Komite-komite yang telah dibentuk oleh Dewan Komisaris Perseroan adalah:

• Komite Audit.

Komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu Dewan Komisaris memenuhi tugas dan kewajibannya dalam mengkaji efektivitas sistem pengendalian internal, efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan internal, serta dalam mengkaji dan memberikan persetujuan semua informasi dan usulan yang disiapkan dan diajukan pihak lainnya seperti Laporan Keuangan dan Non Keuangan, serta Laporan Tahunan Perusahaan.

• Komite Investasi dan Risiko Usaha.

Komite yang dapat dibentuk oleh Dewan Komisaris dalam rangka membantu pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Komisaris untuk memantau secara berkala dan

merekomendasikan perbaikan terhadap manajemen risiko yang dilaksanakan dan dikembangkan oleh Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian

mekanisme tata Kelola

Mekanisme Tata Kelola merupakan mekanisme implementasi GCG yang tercermin dalam sistem yang kuat. Hal ini menjadi penting, karena implementasi GCG tidak cukup hanya dengan mengandalkan pilar governance structure, melainkan dibutuhkan adanya aturan main yang jelas dalam bentuk mekanisme. Governance mechanism

dapat diartikan sebagai aturan main, prosedur dan hubungan yang jelas antara pihak yang mengambil keputusan dengan pihak yang melakukan kontrol (pengawasan) terhadap keputusan tersebut. Perseroan menyebut governance

mechanism dengan sebutan soft-structure GCG. Soft-structure merupakan aspek penting dalam implementasi GCG, karena soft-structure GCG akan menjadi living document bagi segenap jajaran dan tingkatan organisasi di suatu perusahaan. Mekanisme Tata Kelola yang dimiliki Perseroan antara lain:

Code of Corporate governance (CoCg)

COCG merupakan sekumpulan nilai dan praktik Perseroan yang menjadi suatu pedoman bagi Organ Perusahaan dan Manajemen dalam mengelola Perseroan yang di dalamnya memuat prinsip-prinsip GCG yang selaras dengan peraturan perundang-undangan, tujuan, Visi dan Misi serta nilai-nilai Perseroan.

Board manual

Board Manual merupakan kompilasi dari praktik-praktik pengelolaan perusahaan yang bersumber dari regulasi (Undang Undang/Peraturan), Anggaran Dasar dan best practices yang disepakati bersama dalam rangka implementasi GCG. Board Manual digunakan oleh Organ-organ Perseroan yang berfungsi melakukan pengawasan dan pengelolaan Perseroan, yakni Dewan Komisaris dan Direksi.

Code of Conduct (COC)

COC merupakan sistem nilai atau norma yang dianut oleh seluruh Insan Jasa Marga dalam melaksanakan tugasnya yang di dalamnya memuat etika bisnis dan perilaku seluruh Insan Jasa Marga dalam mencapai tujuan, Visi dan Misi Perseroan antara lain etika hubungan antara Perseroan dengan Karyawan, Pengguna Jalan Tol, Pemegang Saham, Pemasok, Kreditur/Investor, Pemerintah, Mitra Usaha, Pesaing, Media Massa, Masyarakat dan Lingkungannya.

Piagam Komite di bawah dewan Komisaris

Memiliki peran sebagai panduan bagi Komite Audit dan Komite Investasi dan Risiko Usaha dalam pelaksanaan tugas sebagai organ pendukung Dewan Komisaris. Karakteristik Piagam Komite ini bersifat fleksibel dan dilakukan sesuai kebutuhan.

Piagam internal audit (internal audit Charter)

Piagam Internal Audit memiliki peran untuk meningkatkan fungsi pengendalian yang terintegrasi di lingkup Perseroan dan memastikan kegiatan operasional telah dijalankan dengan baik sesuai dengan aturan main yang berlaku.

Pakta integritas

Pakta Integritas adalah surat pernyataan yang ditandatangani oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan Perseroan, yang berisi ikrar untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Pedoman Penanganan gratifikasi

Pedoman Penanganan Gratifikasi merupakan pedoman bagi Insan Jasa Marga untuk memahami, mencegah dan menanggulangi Gratifikasi di Perseroan.

Pedoman Benturan Kepentingan

Pedoman Benturan Kepentingan merupakan pedoman bagi Insan Jasa Marga untuk memahami, mencegah dan menanggulangi Benturan Kepentingan di Perseroan.

Pedoman sistem Pelaporan Pelanggaran

Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran merupakan pedoman bagi Insan Jasa Marga dalam mencegah dan mendeteksi potensi pelanggaran di Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

raPat umum Pemegang saHam

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi dalam Perseroan, mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wewenang tersebut mencakup permintaan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan, mengubah Anggaran Dasar, mengangkat dan memberhentikan Direktur dan anggota Dewan Komisaris, memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lain-lain.

RUPS dalam Perseroan adalah:

• Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang

diselenggarakan setiap tahun buku selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan ditutup. • Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yaitu Rapat Umum

Pemegang Saham yang diadakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan.

Sepanjang tahun 2013, Jasa Marga melaksanakan 1 (satu) kali RUPS yaitu RUPS Tahunan, pada tanggal 29 April 2013 di Ballroom The Dharmawangsa Jakarta, Jln. Brawijaya Raya No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta 12160.

Penyelenggaraan RUPS Tahunan tersebut telah melalui proses persiapan dan penyelenggaraan sesuai dengan UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 81, 82, dan 83 serta Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-60/PM/1996 tentang Rencana dan Pelaksanaan RUPS.

Proses rencana dan pelaksanaan RUPS Tahunan & Luar Biasa tersebut telah tertuang dalam surat Perseroan yang telah disampaikan ke Bapepam-LK serta pemasangan iklan Pemberitahuan dan Panggilan masing-masing pada 2 (dua) surat kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran Nasional dengan detail sebagai berikut:

Proses PersiaPan PenyelenGGaraan ruPs TaHunan 2013 Penyampaian Rencana dan

Agenda RUPS Tahunan Pemberitahuan dan Ralat Pemberitahuan RUPS Tahunan

Panggilan/Undangan RUPS

Tahunan Pengumuman Hasil Penyampaian dan RUPS Tahunan

Surat ke Ketua Bapepam-LK No. BF.AK06.1739

21 Maret 2013.

Iklan di Surat Kabar Bisnis Indonesia dan Investor Daily

28 Maret 2013 dan 11 April 2013

Iklan di Surat Kabar Bisnis Indonesia dan Investor Daily

12 April 2013

Iklan di Surat Kabar Bisnis Indonesia dan Investor Daily

01 Mei 2013

JumlaH saHam yanG HaDir PaDa ruPs TaHunan 2012 Jasa marGa

Jumlah Persentase (%)

5.725.102.411 84,193 RUPS Tahunan dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris, yang salah satu anggotanya adalah Ketua Komite Audit) dan Direksi serta Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dan Pemegang Saham Seri B dan/atau Kuasanya yang sah dengan kuorum kehadiran sebesar 84,193% dari seluruh saham yang memiliki hak suara dan telah memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. RUPS juga dihadiri oleh Kantor Akuntan Publik yang telah mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Anak Perusahaan serta Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tahun buku 2012.

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Perseroan, RUPS (Rapat) dipimpin oleh Komisaris Utama. Pemimpin Rapat memberikan kesempatan kepada Pemegang Saham atau Kuasanya yang hadir untuk mengajukan pertanyaan/tanggapan dan/atau usulan pada setiap Agenda Rapat untuk kemudian dijawab atau ditanggapi oleh Pemimpin Rapat atau yang ditunjuk oleh Ketua Rapat. Setelah semua pertanyaan dijawab dan ditanggapi, dilakukan pemungutan suara dan hanya Pemegang Saham atau Kuasanya yang sah yang berhak untuk mengeluarkan suara. Setiap satu saham memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan satu suara. Perseroan telah menunjuk Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH. sebagai pihak independen yang melakukan memvalidasi suara dan menyusun Berita Acara Rapat.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian

Agenda Hasil Rapat Voting Tindak Lanjut

1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2012 Mengenai Kegiatan Perseroan dan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012.

Mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2012 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagaimana dimuat dalam laporannya No. R/119.AGA/sat.1/2013 tanggal 15 Maret 2013 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku Perseroan.

-2. Pengesahan Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2012.

Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2012 termasuk Laporan Keuangan PKBL yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagaimana dimuat dalam laporannya No. R/044.AGA/ sat.1/2013 tanggal 15 Februari 2013 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan PKBL Tahun Buku 2012, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin di dalam laporan tersebut.

-3. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2012.

Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2011 sebagai berikut: a. Menetapkan Penggunaan Laba Bersih Perseroan sebesar Rp

1.602.090.230.000,00 (satu triliun, enam ratus dua miliar, sembilan puluh juta, dua ratus tiga puluh ribu Rupiah) dengan komposisi sebagai berikut:

• Dividen tunai sebesar 40% atau Rp 640.836.092.000,00 (enam ratus empat puluh miliar, delapan ratus tiga puluh enam juta, Sembilan puluh dua ribu Rupiah

• Cadangan Wajib sebesar 1,56% atau Rp 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar Rupiah).

• Cadangan Lainnya sebesar 58,44% atau Rp 936.254.138.000,00 (sembilan ratus tiga puluh enam miliar, dua ratus lima puluh empat juta, seratus tiga puluh delapan ribu Rupiah) akan menambah saldo laba.

b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengatur lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembagian dividen sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku termasuk melakukan pembulatan ke atas pembayaran dividen per saham.

c. Mulai tahun 2013, Perseroan tidak mengalokasikan Laba Bersih tahun 2012 untuk sumber dana PKBL, tetapi Perseroan akan membentuk cadangan biaya tahun 2013 untuk program tanggung jawab sosial perusahaan yang besarnya sesuai kebutuhan dan kemampuan Perseroan.

Dividen tunai tahun buku 2012 dibagikan pada tanggal 18 Juni 2013 berdasarkan Keputusan Direksi No. 78/KPTS/2013 tanggal 01 Mei 2013.

4. Penunjukan Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk Tahun Buku 2013 dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2013.

a. Menetapkan kembali Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) untuk mengaudit Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013 dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.

b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) tidak dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apapun berdasarkan Ketentuan dan Perundang Undangan yang berlaku.

KAP Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagai Akuntan Publik Perseroan mengaudit Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013 dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

Agenda Hasil Rapat Voting Tindak Lanjut

1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2012 Mengenai Kegiatan Perseroan dan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012.

Mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2012 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagaimana dimuat dalam laporannya No. R/119.AGA/sat.1/2013 tanggal 15 Maret 2013 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku Perseroan.

-2. Pengesahan Laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2012.

Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2012 termasuk Laporan Keuangan PKBL yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagaimana dimuat dalam laporannya No. R/044.AGA/ sat.1/2013 tanggal 15 Februari 2013 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan PKBL Tahun Buku 2012, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin di dalam laporan tersebut.

-3. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2012.

Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2011 sebagai berikut: a. Menetapkan Penggunaan Laba Bersih Perseroan sebesar Rp

1.602.090.230.000,00 (satu triliun, enam ratus dua miliar, sembilan puluh juta, dua ratus tiga puluh ribu Rupiah) dengan komposisi sebagai berikut:

• Dividen tunai sebesar 40% atau Rp 640.836.092.000,00 (enam ratus empat puluh miliar, delapan ratus tiga puluh enam juta, Sembilan puluh dua ribu Rupiah

• Cadangan Wajib sebesar 1,56% atau Rp 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar Rupiah).

• Cadangan Lainnya sebesar 58,44% atau Rp 936.254.138.000,00 (sembilan ratus tiga puluh enam miliar, dua ratus lima puluh empat juta, seratus tiga puluh delapan ribu Rupiah) akan menambah saldo laba.

b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengatur lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembagian dividen sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku termasuk melakukan pembulatan ke atas pembayaran dividen per saham.

c. Mulai tahun 2013, Perseroan tidak mengalokasikan Laba Bersih tahun 2012 untuk sumber dana PKBL, tetapi Perseroan akan membentuk cadangan biaya tahun 2013 untuk program tanggung jawab sosial perusahaan yang besarnya sesuai kebutuhan dan kemampuan Perseroan.

Dividen tunai tahun buku 2012 dibagikan pada tanggal 18 Juni 2013 berdasarkan Keputusan Direksi No. 78/KPTS/2013 tanggal 01 Mei 2013.

4. Penunjukan Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk Tahun Buku 2013 dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2013.

a. Menetapkan kembali Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) untuk mengaudit Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013 dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.

b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) tidak dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apapun berdasarkan Ketentuan dan Perundang Undangan yang berlaku.

KAP Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagai Akuntan Publik Perseroan mengaudit Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013 dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.

Setuju: 5.721.693.411 suara (99,94%) Tidak Setuju: 0 suara (0,00%)

Abstain: 3.409.000 suara (0,06%)

Setuju: 5.685.218.411 suara (99,30%) Tidak Setuju: 0 suara (0,00%)

Abstain: 39.884.000 suara (0,70%)

Setuju: 5.686.579.911 suara (99,33%) Tidak Setuju: 0 suara (0,00%)

Abstain: 38.447.500 suara (0,67%)

Setuju: 5.668.877.411 suara (99,02%) Tidak Setuju: 8.218.500 suara (0,14%) Abstain: 48.006.500 suara (0,84%)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian

5. Penetapan Tantiem Tahun Buku 2012, Gaji, Honorarium dan Tunjangan serta Fasilitas Lainnya untuk Direksi dan Dewan Komisaris Tahun 2013.

a. Menetapkan Gaji Direktur Utama Perseroan Tahun 2013 sebesar Rp 110.000.000,00 (seratus sepuluh juta Rupiah) per bulan, sedangkan gaji Direktur dan Honorarium Dewan Komisaris mengikuti ketentuan sebagai berikut:

• Direktur: 90% gaji Direktur Utama; • Komisaris Utama: 40% gaji Direktur Utama; • Komisaris: 36% gaji Direktur Utama.

b. Menetapkan tantiem atas kinerja Perseroan Tahun Buku 2012 untuk Direksi dan Dewan Komisaris sebesar Rp 16.748.000.000,00 (enam belas miliar, tujuh ratus empat puluh delapan juta Rupiah) yang dibagi untuk Direktur Utama, Anggota Direksi, Komisaris Utama, Anggota Dewan Komisaris masing-masing 100%, 90%, 40%, 36% dan dibagikan secara proporsional sesuai dengan masa bakti yang bersangkutan pada tahun 2012. Pajak Penghasilan atas tantiem dibebankan kepada penerima dan tidak boleh dibebankan sebagai biaya Perseroan.

c. Menetapkan Tunjangan dan Fasilitas Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun 2013 sesuai Ketentuan dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-07/MBU/2010 tanggal 27 Desember 2010.

Tantiem tahun buku 2012 dibayarkan pada tanggal 14 Mei 2013.

6. Laporan Direksi Mengenai Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham (IPO) Tahun 2007 dan Obligasi Jasa Marga Tahun 2010.

Direksi telah menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham Tahun 2007 dan Obligasi Jasa Marga tahun 2010.

-7. Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN.

a. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-06/MBU/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pedoman Pendayagunaan Aktiva Tetap BUMN. b. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-03/MBU/2012 tanggal 29 Maret 2012 tentang Pedoman

Pengangkatan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan BUMN.

c. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-12/MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/ Dewan Pengawas BUMN.

Pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN sebagai berikut:

a. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-06/MBU/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pedoman Pendayagunaan Aktiva Tetap BUMN.

Dalam dokumen Menuju Pertumbuhan Berikutnya (Halaman 183-192)