• Tidak ada hasil yang ditemukan

yang dilakukan Perusahaan berdampak positif dengan

Dalam dokumen Menuju Pertumbuhan Berikutnya (Halaman 78-84)

terus bertumbuhnya Asset

Perusahaan

tahun 2013 berhasil menyelesaikan dan mengoperasikan 2 (dua) proyek jalan tol baru. Pertama, Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sepanjang 10 km. Jalan tol ini sangat penting untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, khususnya pada jalur sepanjang Nusa Dua-Bandara Ngurah Rai-Tanjung Benoa. Selain itu, jalan tol ini juga merupakan salah satu infrastruktur pendukung yang dipersiapkan oleh Pemerintah untuk menyukseskan pelaksanaan konferensi APEC di Bali. Kedua, Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi 1-3 (Kebon Jeruk-Ciledug). Saat ini, berkat kerja sama dan kerja keras berbagai pihak, sebagian besar kendala lahan pada Seksi 4 Ciledug-Ulujami telah dapat diselesaikan. Diharapkan pada paruh pertama tahun 2014, Seksi 4 Ciledug-Ulujami telah dapat diselesaikan dan dioperasikan sehingga jaringan JORR (Jakarta Outer Ring Road) dapat sepenuhnya beroperasi. Ruas Jalan Tol JORR W2 Utara sangat strategis karena diperkirakan dapat mengurangi kemacetan dan kepadatan lalu lintas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta secara signifikan, sehingga akan meningkatkan kelancaran arus

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

barang dan jasa serta manusia di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain kedua tol tersebut, Dewan Komisaris senantiasa mendorong agar penyelesaian proyek-proyek jalan tol lainnya akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada tahun 2014, seperti Jalan Tol Gempol-Pandaan (13,6 km), Jalan Tol Semarang Solo Ruas Ungaran-Bawen (12,3 km), JORR W2 Utara Seksi 4 Ciledug-Ulujami (2 km), BORR Seksi 2A Kedung Halang-Kedung Badak (1,95 km), dan Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang (13,9 km). Permasalahan utama yang selama ini dihadapi dalam penyelesaian jalan tol baru adalah lambatnya pembebasan lahan. Dengan melihat pada kompleksitas permasalahan pembebasan lahan, Dewan Komisaris selalu memberikan masukan-masukan kepada Direksi serta memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait untuk membantu penyelesaian masalah-masalah dalam pembebasan lahan. Koordinasi dan komunikasi yang harmonis antara para pemangku kepentingan pembebasan lahan terbukti menjadi kunci dalam mempercepat pembebasan lahan. Langkah-langkah ini akan dilanjutkan untuk menjaga agar target Perseroan dalam menambah panjang jalan tol dapat terpenuhi. Selain itu, penyelesaian jalan-jalan tol baru sesuai target juga merupakan salah bentuk dukungan kepada Pemerintah dalam hal pembangunan infrastruktur untuk memperlancar arus barang dan jasa, serta mendukung realisasi program MP3EI Pemerintah.

Kebijakan Pemerintah yang giat mendorong pembangunan infrastruktur untuk pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi tersebut, pada satu sisi mencerminkan adanya prospek positif bagi bisnis jalan tol. Namun pada saat bersamaan juga berarti semakin meningkatnya persaingan dalam bisnis

jalan tol. Oleh karena itu, Dewan Komisaris senantiasa mendorong Direksi untuk memperdalam dan meningkatkan kualitas kajian proyek-proyek investasi sebagai dasar dalam melakukan investasi sesuai dengan kebijakan dan strategi investasi yang telah digariskan Dewan Komisaris. Perkembangan bisnis yang dinamis juga menuntut Perseroan senantiasa peka dalam menangkap peluang dan sekaligus melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis. Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2013, telah dilakukan review terhadap Rencana Jangka Panjang Perseroan yang kemudian hasilnya ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2013-2017 dan menjadi pedoman dalam penyusunan RKAP tahun 2014. RJPP 2013-2017 dan RKAP 2014 tersebut kemudian disosialisasikan kepada seluruh Kepala Cabang, Unit Kerja, dan Direksi Anak-anak Perusahaan Jasa Marga dimana Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas. Selain penambahan panjang jalan tol, Dewan Komisaris juga selalu

menempatkan aspek pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai prioritas utama. Ini merupakan tanggung jawab Perseroan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan tol. Dalam kerangka pemenuhan SPM ini, Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa berupaya agar SPM ruas-ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan BPJT dan bahkan lebih tinggi. Sejalan dengan langkah ini, maka telah dilakukan review terhadap sistem pemenuhan SPM, yang kemudian dibarengi dengan berbagai upaya peningkatan kapasitas SDM dalam rangka pemenuhan human capital

readiness dan berbagai upaya lainnya,

termasuk perbaikan sistem pemeliharaan jalan tol.

Dalam hal operasi jalan tol untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Dewan Komisaris juga mendorong agar pemanfaatan teknologi informasi dalam system pembayaran jalan tol dapat diperluas. Langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan memperbanyak pemasangan GTO (Gardu Tol Otomatis) untuk meningkatkan penetrasi e-Toll Card dan penggunaan OBU

(On Board Unit). Dengan memperbanyak

GTO diharapkan akan meningkatkan kelancaran transaksi dan mengurangi kemacetan akibat antrian pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Langkah ini juga merupakan salah satu upaya meningkatkan pendapatan tol. Pemasangan GTO ini diharapkan terus meningkat dan ditargetkan akan mencapai 80% pada akhir tahun 2015.

Dewan Komisaris juga memberikan perhatian yang tinggi terhadap pendapatan usaha lain (non tol). Potensi pengembangan bisnis non tol, baik yang bersifat mendukung pelayanan jalan tol maupun yang berupa pemanfaatan/ optimalisasi nilai bisnis dari akses jalan tol, sangat menjanjikan. Pendapatan usaha lain ini dapat menjadi pengaman (buffer) terhadap pendapatan ruas-ruas jalan tol yang baru beroperasi yang biasanya pada tahap-tahap awal masih mengalami defisit karena traffic yang baru terbentuk. Dalam perkembangannya, pendapatan non tol pada tahun 2013 meningkat secara signifikan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan non tol tahun 2013 mencapai Rp508,20 miliar, meningkat hingga lebih dari 2 kali dibanding capaian tahun 2012 sebesar Rp 143,47 miliar. Dalam hal ini, Dewan Komisaris telah melakukan review dan memberikan rekomendasi terkait penajaman kebijakan dan strategi investasi usaha lain, termasuk mengkaji aspek legal dan administrasi. Pada tahun 2013, juga telah dibentuk Anak Perusahaan di bidang properti serta menyarankan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian

perlunya repositioning terhadap bisnis inti Anak Perusahaan non tol di bidang pemeliharaan jalan tol. Langkah-langkah ini akan kembali dipertajam dan dilanjutkan pada tahun 2014 agar pencapaian pendapatan usaha lain tahun 2014 sesuai target yang telah ditetapkan.

Pemegang Saham yang terhormat, selain hal-hal yang kami sampaikan di atas, pada kesempatan ini kami juga akan melaporkan mengenai hasil pemenuhan pelaksanaan kewajiban-kewajiban lain dari Dewan Komisaris dalam mengawasi dan memberikan nasihat kepada Direksi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

PENILAIAN ATAS KINERJA DIREKSI

Mengacu pada Kontrak

Manajemen antara Direksi dengan Dewan Komisaris Tahun 2013 dan melalui evaluasi dan kajian atas Laporan-laporan Manajemen Triwulan 1, 2, 3 dan 4 Tahun 2013, Dewan Komisaris dapat melakukan penilaian atas kinerja korporat dan kinerja individual Direksi dalam bidangnya masing-masing. Pada umumnya capaian KPI masing-masing Direksi telah melampaui target dan mendapatkan penilaian “baik“ atau “cukup memuaskan“. Berdasarkan hasil penilaian

tersebut, Dewan Komisaris berpandangan bahwa Direksi telah melakukan dengan baik pengelolaan Perseroan pada tahun 2013.

Ke depan, Dewan Komisaris tetap meminta agar Direksi senantiasa mencermati perkembangan situasi ekonomi, perubahan lingkungan bisnis, serta persaingan usaha yang semakin ketat. Permasalahan pengadaan lahan menjadi perhatian utama agar penyelesaian proyek-proyek jalan tol baru dapat tepat waktu. Selain itu, Dewan Komisaris selalu menekankan agar pemenuhan SPM selalu memperhatikan tingkat kepuasan pengguna jalan tol yang dicerminkan dari hasil survey pelanggan. Hal ini karena pemenuhan SPM bukan hanya sebatas pemenuhan persyaratan kenaikan tarif, namun lebih pada pemenuhan kepuasan pengguna jalan tol sebagai wujud penjabaran dari Visi, Misi, dan Tata Nilai Perseroan.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA YANG DISUSUN DIREKSI

Perkembangan yang cukup dinamis dalam bisnis jalan tol dan persaingan yang semakin ketat menuntut adanya penajaman kebijakan dan strategi serta perubahan-perubahan target jangka panjang perusahaan. Hal tersebut telah dilakukan dengan melakukan revisi terhadap RJPP tahun 2010-2014 menjadi RJPP tahun 2017. Dalam RJPP 2013-2017, dilakukan penajaman kebijakan, strategi dan penyesuaian sasaran jangka panjang Perseroan dengan tetap mengedepankan pada pertumbuhan aset

yang dibarengi dengan pertumbuhan ekuitas dan pendapatan. Dalam RJPP tersebut, Jasa Marga ditargetkan untuk mengoperasikan jalan tol sepanjang 747 km dengan pendapatan di atas Rp9,9 triliun, sehingga dapat meningkatkan laba dan memberikan pelayanan prima bagi para pengguna jalan tol.

Secara umum juga dapat kami laporkan bahwa pengawasan terhadap realisasi pencapaian sasaran-sasaran RKAP tahun 2013 dilakukan secara ketat sesuai dengan Program Kerja Dewan Komisaris Tahun 2013. Pada Semester I Tahun Buku 2013 dilakukan review dan evaluasi, khususnya terhadap realisasi Capex dan biaya operasional Perseroan tahun 2013. Hasil evaluasi yang berupa masukan-masukan dan rekomendasi untuk mempertajam pencapaian target sasaran usaha, dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi usaha agar Laba Usaha dan Laba Bersih Perseroan tercapai sesuai target. Masukan dan rekomendasi atas review RKAP Tahun 2013 juga dipakai sebagai bahan masukan Direksi dalam menetapkan strategi, sasaran dan asumsi dalam menyiapkan usulan RKAP Tahun 2014, sehingga usulan dapat selesai pada waktunya, yaitu 60 hari sebelum berakhirnya tahun anggaran berjalan. Usulan dimaksud telah dikaji secara mendalam oleh Dewan Komisaris dengan dibantu oleh Komite Audit dan Komite Investasi dan Risiko Usaha. Setelah melalui kajian dan pembahasan yang mendalam akhirnya, RKAP Tahun 2014 ditetapkan pada awal bulan November 2013.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

Sebagai upaya untuk mendorong penyelesaian jalan-jalan tol baru dan pemenuhan SPM pada ruas-ruas yang telah beroperasi, Dewan Komisaris secara rutin melakukan kunjungan ke Cabang dan Proyek-proyek Jalan Tol Baru. Selain itu, pembahasan dan evaluasi progres penyelesaian proyek jalan tol baru telah ditetapkan sebagai salah satu agenda dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris-Direksi yang dilaksanakan 1 (satu) kali dalam sebulan. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas pengawasan Dewan Komisaris dan sekaligus mempercepat realisasi dan tindak lanjut terhadap saran, masukan dan rekomendasi Dewan Komisaris terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari beroperasinya 2 (dua) ruas tol baru pada tahun 2013, yaitu Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Jalan Tol Bali Mandara) di Bali, serta Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi 1, 2, dan 3 (Kebon Jeruk-Ciledug). Selain melalui penyelesaian jalan-jalan tol baru, Dewan Komisaris juga mendorong Direksi untuk melakukan penambahan jalan tol

melalui melalui program akuisisi ruas-ruas jalan tol baru, khususnya ruas-ruas tol yang terhenti kelanjutannya namun mempunyai tingkat kelayakan finansial memadai dan berdampak strategis bagi pengembangan kawasan.

PENUTUP

Sebagai akhir dari laporan Dewan Komisaris tahun 2013, dapat kami laporkan bahwa Dewan Komisaris telah membantu dan mengarahkan Direksi dalam mempersiapkan RUPS Tahunan Tahun Buku 2012 sehingga RUPS telah diselenggarakan dengan baik sesuai dengan jadwal dan materi yang direncanakan. Dalam RUPS tersebut juga telah disetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik, yang pengadaannya dilakukan oleh Dewan Komisris, untuk mengaudit tahun buku 2013. Selain itu, untuk mendukung penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) khususnya di lingkungan Dewan Komisaris, seluruh rekomendasi dari hasil penilaian konsultan GCG tahun 2012 telah dipenuhi dan dilaksanakan oleh Dewan Komisaris, salah satunya dengan

melakukan revisi Buku Pedoman (Board Manual) Dewan Komisaris dan Direksi. Pada kesempatan yang baik ini, ijinkan kami untuk menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas kerja sama dan keberhasilan Direksi beserta seluruh jajarannya dalam meningkatkan kinerja Perseroan tahun buku 2013. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kerja samanya selama ini. Kami berharap pola kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan lagi demi kepentingan Perseroan pada tahun-tahun mendatang, dan tentunya terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Akhir kata, bersama Direksi dan seluruh jajaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk., kami senantiasa berkomitmen membangun dan menjadikan Jasa Marga sebagai aset nasional yang berkembang dengan baik di masa kini dan yang akan datang.

Agoes Widjanarko

Komisaris Utama

Ibnu Purna

Komisaris

Mayjen. (Purn). Samsoedin

Komisaris Independen

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Komisaris Independen

Akhmad Syakhroza

Komisaris

Joyo Winoto

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian • Menjabat sebagai Komisaris Utama berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012. • Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil Bidang Konstruksi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya (1979) dan S2 bidang Infrastructure Planning di University Stuttgart, Jerman Barat (1987).

• Saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (2008-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (2007-2012), Direktur Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum (2005-2008), Staf Ahli Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat (2003-2005) dan Direktur Pembiayaan Perumahan, Direktorat Jenderal Permukiman, Departemen Kimpraswil (2001-2003).

• Usia per 31 Desember 2013 adalah 59 tahun.

• Menjabat sebagai Komisaris berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012.

• Menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Airlangga Surabaya, dan meraih gelar S2 Master of Arts dari University of Flinders, Australia. • Saat ini juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Kabinet (2011-Sekarang).

Sebelumnya selain menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Sekretaris Negara (2010) dan Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Dukungan Kebijakan (2007-2010), juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (2007-2012).

• Usia per 31 Desember 2013 adalah 59 tahun.

• Menjabat sebagai Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. 33/MBU/2006 Tanggal 14 Maret 2006, masa jabatan Komisaris diperpanjang berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa 17 Maret 2011. Dan dipilih kembali sebagai Komisaris berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012.

• Menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1987), S2 bidang Accounting, Finance and Information System di Cleveland State University, Ohio, USA (1991), S3 bidang Organization Behavior and Management Accounting di Faculty of Business and Public Management Edith Cowan University, Perth, Australia (2002).

• Saat ini juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Keuangan SKK Migas, Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (Maret 2010-sekarang), Staf Pengajar Tetap Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia pada Program S1, S2 dan S3 (1986-sekarang) dan Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2004-sekarang). Pernah menjabat sebagai Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas (2011-2013), Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2009-2011), Kepala Pusat Pengembangan Akuntansi FEUI (2002-Juli 2009), Tenaga Ahli Badan Pemeriksa Keuangan RI (2005-2007) dan Penasehat Ekonomi & Investasi Gubernur Provinsi Lampung (2006). Sebelumnya pernah berkarir di Citibank Jakarta (1989-1990), Bimantara Group (1988-1989) dan Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf (1986-1988).

• Usia per 31 Desember 2013 adalah 50 tahun. AGOES WIDJANARKO Komisaris Utama IBNU PURNA Komisaris AKHMAD SYAKHROZA Komisaris

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

• Menjabat sebagai Komisaris sejak tanggal 09 Januari 2008 berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 09 Januari 2008.

• Meraih gelar PhD (Bidang Ekonomi Politik Sumber Daya dan Wilayah) dari Department of Resource Development, Michigan State University, USA (1995). • Pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik

Indonesia (Juli 2005-Juni 2012). Sebelumnya menjabat Direktur Pangan, Pertanian, dan Pengairan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia; Kepala Biro Pangan, Pertanian dan Pengairan Bappenas; dan Kepala Biro Kerjasama Ekonomi Luar Negeri Bappenas. Saat ini masih aktif sebagai Direktur Senior Brighten Institute Bogor, dan sebagai Dosen di Institut Pertanian Bogor.

• Usia per 31 Desember 2013 adalah 52 tahun.

JOYO WINOTO

Komisaris

• Menjabat sebagai Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. 33/MBU/2006 Tanggal 14 Maret 2006, masa jabatan Komisaris diperpanjang berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa 17 Maret 2011. Dan diangkat kembali sebagai Komisaris Independen berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012.

• Meraih gelar sarjana di bidang Administrasi Negara dan Magister Manajemen dari Universitas Philipina (UPI).

• Karier militer penting sebelumnya pernah menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli KASAD (1996), Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (1995), Komandan Pusat Kesenjataan Artileri AD (1993), Komandan Resort Militer 162 Kodam Udayana (1988), Komandan Pusat Pendidikan Artileri AD (1985), Komandan Resimen dari ARMED 2 KOSTRAD (1983) dan Komandan Distrik Militer, Komandan Batalion ARMED. Sebelumnya pernah juga menjadi Komisaris PT Telekomindo Prima Bhakti (2000), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1997-1999) serta Widyaiswara Utama Lemhanas (1996). • Usia per 31 Desember 2013 adalah 71 tahun.

MAYJEN. (PURN). SAMSOEDIN

Komisaris Independen

• Diangkat menjadi Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. RIS-292/D.VI.MBU/2007 tanggal 12 September 2007. Menjabat kembali sebagai Komisaris Independen berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012.

• Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Lampung dan S2 Magister Hukum Universitas Lampung. juga merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1973 dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1981, Sekolah Staf & Pimpinan POLRI (Sespimpol) di Lembang Jawa Barat (1985-1986), Sekolah Staf & Komando Gabungan ABRI (Seskogab) di Bandung, Jawa Barat (1995-1996).

• adalah Purnawirawan POLRI dengan jabatan terakhir sebagai Gubernur Akademi Kepolisian di Semarang dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi. juga pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung (2002) dan Kapoltabes Medan (1996).

• Usia per 31 Desember 2013 adalah 64 tahun.

IRJEN. POLISI (PURN.) MICHAEL DENDRON PRIMANTO

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013 Identitas Perseroan Profil Perseroan Transformasi Jasa Marga Ikhtisar 2013 Laporan Manajemen Analisa dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Proyek Baru Pengelolaan Human Capital Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Manajemen Atas Laporan Tahunan 2013 Daftar Istilah Laporan Keuangan Konsolidasian

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Laporan Tahunan 2013

Dalam dokumen Menuju Pertumbuhan Berikutnya (Halaman 78-84)