AKUNTABILITAS KINERJA
4. Jumlah Produksi a. Minyak Bumi
Produksi minyak bumi pada APBN-P 2011 ditargetkan sebesar 945 ribu barel per day (bpd). Pada realisasinya, produksi minyak bumi tahun 2011 mencapai 902 ribu bpd atau 95% terhadap target APBN-P 2011.
Penurunan produksi minyak utamanya disebabkan karena usia industri minyak bumi yang sudah lebih dari 100 tahun dan sifat minyak bumi yang habis pakai menyebabkan penurunan produksi secara alamiah dengan decline ratesaat ini sekitar 12%/tahun. Hal tersebut perlu diimbangi dengan penemuan cadangan melalui intensifikasi eksplorasi migas. Upaya-upaya yang telah dilakukan berhasil menekan penurunan lifting/produksi minyak bumi pada tingkat 3% yang seharusnya secara alamiah sekitar 12% untuk tahun 2009 – 2010.
Tidak tercapainya produksi minyak tahun 2011 antara lain disebabkan: a. Kehilangan peluang produksi karena unplanned shutdown antara lain:
o Masalah peralatan (kerusakan kompresor/pompa; kerusakan pipa)
o Kejadian alam (a.l. penurunan temperatur akibat hujan dan banjir sehingga terjadi pengentalan minyak, cuaca buruk/gelombang laut tinggi )
b. Kehilangan produksi karena kendala lain:
o Keterlambatan proyek /pengembangan lapangan o Permasalahan offtaker
o Kendala subsurface (a.l. kenaikan water cut, problem kepasiran) c. Perpanjangan planned shutdown
d. Kendala perijinan, khususnya ijin lokasi pemboran dan transportasi. e. Permasalahan sosial (pencurian minyak dan demonstrasi masyarakat)
5 Gn. Endut 80 Sudah ditetapkan
6 Simbolon Samosir, 155 usulan pelelangan
7 Way-Rantai, 105 usulan pelelangan
8 Umbul-Telomoyo 120 usulan pelelangan
minyak bumi dunia sudah mulai tergantikan dengan energi fosil lainnya seperti batubara, gas bumi dan unconventionalgas seperti CBM, shale gas, gas hydratesserta renewable energy.
g. Apabila produksi minyak bumi dilihat secara keseluruhan bersama gas bumi dan batubara (sebagai energi fosil), maka totalnya menjadi 5.769 ribu barel oil equivalen per day (boepd) atau 101% dari tahun 2010, sehingga melampaui target tahun 2011.
h. Cadangan minyak bumi pada tahun 2011 sebesar 7.732,27 MMSTB, yang terdiri dari cadangan terbukti (proven) sebesar 4.039,57 MMSTB Dan cadangan potensial sebesar 3692,70 MMSTB. Dengan tingkat produksi seperti saat ini, maka berdasarkan perbandingan antara total cadangan minyak bumi dengan tingkat produksi minyak saat ini diperkirakan cadangan minyak bumi masih dapat bertahan sekitar 23tahun (dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan baru).
b. Gas Bumi
Produksi gas bumi tahun 2011 ditargetkan sebesar 8.541 MMSCFD sesuai APNB 2011. Pada realisasinya, produksi gas bumi tahun 2011 mencapai 8.443 MMSCFD atau 99% terhadap target tahun 2011. Produksi gas tersebut ekivalen dengan 95% realisasi tahun 2010 sebesar 8.857 MMSCFD.
c. Batubara
Produksi batubara pada APBN-P 2011 ditargetkan sebesar 327 juta ton. Pada realisasinya, produksi batubara tahun 2011 mencapai 293 juta ton atau 89% terhadap target tahun 2011. Produksi batubara tersebut ekivalen dengan 106% realisasi tahun 2010 sebesar 275 juta ton. Diterapkannya Domestic Market Obligation (DMO) batubara cukup efektif untuk turut menjamin ketersediaan batubara dalam negeri. Pada tahun 2011, pasokan batubara domestik diperkirakan mencapai 65 juta ton, sedangkan ekspor sebesar 209,1 juta ton.
Produksi Batubara 2011 hanya mencapai 89% dikarenakan belum semua data IUP terkumpul. Data IUP yang tersaji adalah yang tercatat dan dilaporkan secara resmi ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara c.q Direktorat Pembinaan Pengusahaan Batubara
d. Mineral
Secara umum, produksi mineral tahun 2011 relatif baik, terdapat peningkatan produksi dari beberapa komoditi mineral seperti logam timah, bijih besi, bijih nikel, ferro nike, dan granit dibandingkan produksi tahun 2010.
Tidak tercapainya rencana produksi komoditas tembaga emas dan perak terjadi akibat penurunan produksi PT Freeport Indonesia yang terjadi akibat demo dan pemogokan kerja yang terjadi sejak triwulan III tahun 2011, yang berimbas pada berhentinya operasional PT Freeport Indonesia.
Tidak tercapainya rencana produksi komoditas logam timah di tahun 2011 terjadi akibat
t
a
ESDMuntuk Kesejahteraan Raky
timah di Bangka Belitung. e. Listrik
Terkait dengan energi domestik, permintaan kebutuhan energi listrik meningkat tiap tahunnya dengan pertumbuhan tahun 2011 mencapai 11%/tahun. Kebutuhan listrik selalu melebihi dari kapasitas terpasang yang ada. Krisis ekonomi 1998/1999, memiliki dampak sangat luas bagi pembangunan ketenagalistrikan. Krisis tersebut, menyebabkan tidak adanya investasi yang masuk dan pertumbuhan kapasitas pembangkit terhambat. Bahkan proyek-proyek IPP pun menjadi terhenti. Untuk mengejar pertumbuhan kebutuhan tersebut, dilakukan upaya antara lain pembangunan pembangkit listrik dengan program 10.000 MW tahap I, 10.000 MW tahap II dan IPP.
Pada tahun 2011 ini ditargetkan produksi listrik mencapai 171.330,16 GWh, dan terealisasi sebesar 170.584,24 GWh atau sebesar 99,6%
f. Uap panas bumi
Realisasi Produksi uap panas bumi pada tahun ini sebesar 68.610.109 ton dari targetkan sebesar 71.000.000 ton, atau dengan kata lain capaian sebesar 96,6%.
Jumlah produksi uap panas bumi tersebut diperoleh dari PLTP Kamojang, Lahendong, Sibayak, G.Salak, Darajat, Wayang windu dan Dieng. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel dan Grafik di bawah ini.
Tabel 5.5
Perkembangan Produksi Uap PLTP
No Area Kapasitas Produksi (ton) Total
2008 2009 2010 2011 1 Kamojang 200 12.099.515 12.612.255 12.446.134 12.472.068 49.629.972 2 Lahendong 60 2.349.480 2.664.546 2.964.180 2.441.258 10.419.464 3 Sibayak 12 288.761 497.918 548.411 312.285 1.647.375 4 G.Salak 375 24.481.941 24.538.210 24.271.622 24.673.075 97.964.848 5 Darajat 255 13.487.496 13.977.250 14.264.431 14.131.343 55.860.520 6 W.windu 227 6.665.057 12.989.353 13.675.168 13.348.645 46.678.223 7 Dieng 60 1.644.159 780.457 1.221.300 1.231.435 4.877.351 TOTAL 1189 61.016.409 68.059.989 69.391.246 68.610.109
g. Bioetanol
Jumlah produksi bioethanol pada tahun ini belum mencapai seperti yang ditargetkan yaitu sebesar 4.000 Kl, hal ini disebabkan harga Indeks Pasar bioethanol terlalu rendah, sehingga tidak ada produsen yang memasok ke Pertamina.
Tabel 5.6
Produksi Biodiesel dan Bioethanol
URAIAN SATUAN 2010 2011
REALISASI RENCANA REALISASI
a. Biodiesel ribu KL 4.500,0 600,0 358.812
b. Bioethanol ribu KL 220,1 4.000,0 0
Grafik 5.2. Produksi Listrik Tenaga Panas Bumi (MWh)
Grafik 5.1. Produksi Uap Tenaga Panas Bumi (Ton)
t
a
ESDMuntuk Kesejahteraan Raky
PT . A n ug r a hK u r n i a A ba d i 5 5. 00 0 K L /T h PT . I n d o l a mp u ng Di s t i l l er y 5 0. 0 00 MT /T h PT . EN3 Gr ee n En e r g y 1 80 . 00 0 K l/T h PT . K a wa n s ej a t ip r i ma 10 . 2 40 K l /T h PT . Pa s a d en a B i o f u el sMa n di r i E t ha no l : 9. 99 0 K L /t h Bi o d i es el : 10 . 24 0 Kl/t h PT . B er l i a n En e r g y 1 0. 00 0K l /T h PT . Mo l i n d o Ra ya 5 0. 0 00 K l /T h
Kapas i t as T er pas ang Bi oet hanol = 286. 686 KL/y ear
h. Bio alkohol/Biodiesel
Jumlah produksi biodiesel pada tahun ini adalah 358.812 Kl, angka ini masih jauh dibawah dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 600.000 Kl, atau capaian kinerja sebesar 59,8 %, belum tercapainya target dikarenakan kurangnya infrastruktur terkait dengan distribusi BBN di Pertamina produksi biodiesel.
PETA PERUS AHAAN K OMERSI AL BI ODI E SEL YANG MEMI LIKI I J I N US AHA PT . Pel i t a A g u n g Ag r i I n d u s t r i e s 2 0 0. 0 00 MT / T h P T . a n u g e r a h i n t ig ema n u s a 40 . 00 0 MT /T h PT . s u mi a s i h Ol eo C h e m. 1 00 . 00 0 MT / t h PT . e t er i n d o Nu s a Gr a h a 4 0 . 0 0 0 MT /T h PT . E t e r n a l B u a n aC h e m, I n d 40 . 00 0 MT /T h PT . I n d o B i o f u e l s E n e r g y 6 0. 0 00 MT / T h PT . Da r me x Bi o f u e l s 1 50 . 00 0 MT / t h PT . Mu s i mMa s 4 2 0. 0 00 MT /T h PT . Si n t o n g A b a d i 35 . 0 00 K l / T h P T . Pr i ma n u s a Pa l ma E n e r g i 24 . 0 00 K l / T h PT . Mu l t i k i mi a I n t i P el a n g i 14 . 00 0 K l / T h PT . C e me r l a n g e n e r g ip er ka s a 4 00 . 00 0 MT l/T h PT . Pe t r o A n d a l a n N u s a n t a r a 1 50 . 00 0 K l / T h PT . Bi o en e r g y Pr a t a ma J a y a 66 . 00 0 MT / T h PT . P a s a d e n a B i o f u e l s Ma n d i r i 1 0 . 2 4 0 K l / t h PT . Wa h a n aA b d i t i r t at e h n i k a 1 3 . 2 0 0 K L /t h PT . A l i a Ma d a Pe r k a s a 11 . 0 00 K L /t h PT . Da ma i s ej a h t er a s e n t o s a 1 20 . 00 0 MT /T h PT . Oi l T a n k i n g 50 4 . 0 0 0 MT / T h PT . C i l i a n d r a 25 0 . 0 0 0 MT / T h PT . En er g i a l t e r n a t i f 7 . 0 0 0 MT / T h PT . T j e n g k a r en g Dj a y a Bi o d i e s e l : 72 . 00 0 K l / t h PT . Wi l ma r B i o e n e r g y I n d 1 . 0 5 0. 0 00 MT / T h
Kapas i t as T er pas ang Bi odi es el = 4.506.629 KL /t ahun
Gambar 5.5. Peta Perusahaan Komersial Bioethanol yang Memiliki Ijin Usaha
i. Biogas
Dari target sebesar 28.800 M3 , realisasi produksi biogas di tahun 2011 hanya sebesar 13.835,76 M3 atau capaian kinerja sebesar 48,04 %. Secara rinci jumlah produksi biogas ini berasal dari :
Ditjen EBTKE 603 M3(dari biogas digester 6 M3dan 20 M3)
BIRU Hivos 8.082 M3(biogas digester 6 M3)
Digester fiber SWEN 5.150 MÅ (kapasitas 4 M3, 5 M3, 6,4 M3, 7 M3, 11 M3, 17 M3, 100 M3) 5. Persentase Pengurangan volume Subsidi.
a. BBM
Sebagaimana diketahui bahwa BBM bersubsidi terdiri dari 3 jenis; yaitu Premium, Minyak tanah dan Solar. Kuota volume BBM bersubsidi 2011 berdasarkan APBN 2011 dialokasikan sebesar 38,59 juta Kilo Liter (KL) dan mengalami perubahan berdasarkan APBN-P 2011 menjadi 40,49 juta KL. Realisasi volume BBM bersubsidi s.d. November 2011 sebesar 38 juta KL dan sampai dengan akhir Desember 2011 mencapai dari 41,24 juta KL. Dengan demikian persentase capaian kinerja adalah sebesar 98,15%
Over kuota terjadi pada jenis BBM Premium dan Solar berturut-turut sekitar 3% dan 0,1% yang disebabkan antara lain karena pertumbuhan jumlah kendaraan di atas rata-rata, tingginya harga minyak dunia yang menyebabkan disparitas harga BBM bersubsidi dengan non-subsidi sehingga memicu konsumen bermigrasi dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi dan penyalahgunaan BBM utamanya ke industri. Sedangkan untuk minyak tanah, telah berhasil dilakukan penghematan konsumsi sebesar 3,4% dari kuota APBN-P. Hal tersebut utamanya karena berhasilnya program konversi minyak tanah ke LPG.
b. LPG 3 Kg
Dalam rangka melanjutkan program konversi minyak tanah ke LPG, berdasarkan APBN dan APBN-P tahun 2011 direncakanan isi ulang/refillLPG 3 kg sebesar 3.522 Ribu Metrik Ton. Namun realisasi distribusi isi ulang/refill sebesar berjumlah 3.283 Ribu Metrik Ton atau 93,21% dari target. Program konversi yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007 ini, telah berhasil mendistribusikan paket untuk 53.287.342 rumah tangga, dan refill sebesar 7.413 ribu MT.Nett penghematan setelah dikurangi biaya konversi s.d Juli 2011 mencapai Rp. 37,54 triliun
Gambar 5.7. Kompor yang menggunakan bahan Bakar Biogas
t
a
ESDMuntuk Kesejahteraan Raky
dengan persentase tertentu, sebagaimana Permen ESDM No. 32 Tahun 2008 Penyediaan, Pemanfaatan Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain. BBN juga dicampurkan dengan BBM bersubsidi, dimana untuk BBN jenis biodiesel dicampurkan dengan minyak solar dan bioetanol dengan bensin Premium.
Namun, untuk mengantisipasi harga BBN yang terkadang lebih tinggi dibandingkan BBM, maka diperlukan subsidi BBN. Berdasarkan APBN 2011 dan APBN-P 2011 dialokasikan subsidi BBN sebesar (1%) untuk Bioetanol atau sebesar Rp 2.000/liter dengan kuota sebesar 4 ribu Kilo Liter, sehingga subsidi ditargetkan sebesar Rp.8 miliar. Sedangkan untuk Biodiesel (5%) sebesar Rp. .2.000/liter dengan kuota sebesar 600 ribu Kilo Liter , dan subsidi sebesar Rp. 1,3 triliun.
Realisasi subsidi BBN untuk tahun 2011 mencapai Rp. 673,15 miliar dengan volume BBN yang tersalurkan sebesar 336,6 ribu Kilo Liter atau 56% terhadap target tahun 2011. Sedangkan produksi bioetanol belum dapat direalisasikan sama sekali karena harga indeks pasar bioethanol terlalu rendah, sehingga tidak ada produsen yang memasok ke Pertamina.
d. Listrik
Tahun 2011 subsidi listrik ditargetkan sebesar Rp 65,48 triliun, namun pada akhir tahun 2011 jumlah subsidi listrik yang terealisasi adalah sebesar Rp 93,29 triliun atau capaian kinerja hanya sebesar 57,53%, besarnya realisasi subsidi listrik yang melebihi target pada tahun 2011 ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
1. Naiknya ICP dari semula 95 USD/barrel menjadi 111 USD/Barrel, kurs semula Rp 8.700 menjadi Rp 8.734;
2. Target pasokan gas sebesar 320 TBTU diperkirakan hanya tercapai sebesar 284 TBTU; 3. Mundurnya COD beberapa PLTU Batubara program 10.000 MW Tahap I, repoweringPLTU
Batubara reguler, dan menurunnya capacity factor, sehingga target semula pasokan batubara sebesar 37 juta ton diperkirakan terealisasi 29 juta ton.