Tujuan utama manajemen permodalan Bank adalah untuk memastikan bahwa permodalan telah memenuhi persyaratan permodalan ekternal dan mempertahankan peringkat kredit yang kuat dan rasio permodalan yang sehat dalam rangka menunjang bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham.
The primary objective of the Bank’s capital management is to ensure that it complies with externally imposed capital requirements and it maintains strong credit ratings and healthy capital ratios in order to support its business and to maximize shareholders’ value.
Bank mengatur struktur modal dan membuat penyesuaian atas perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko kegiatannya. Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur
modal. Bank dapat menyesuaikan jumlah
pembayaran deviden kepada pemegang saham, struktur pengembalian modal, atau penerbitan modal sekuritas. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan dan proses dari tahun sebelumnya.
The Bank manages its capital structure and makes adjustments to it in the light of changes in economic conditions and the risk characteristics of its activities. In order to maintain or adjust the capital structure, the Bank may adjust the amount of dividend payment to shareholders, return capital structure, or issue capital securities. No changes were made in the objectives, policies and processes from the previous year.
CAR pada tanggal 30 September 2016 dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dimana modal untuk risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar terdiri dari modal inti (modal inti utama/Common Equity Tier 1 dan modal inti tambahan) dan modal pelengkap.
CAR on September 30, 2016 was calculated based
on Bank Indonesia Regulation (PBI)
No.15/12/PBI/2013 concerning the Minimum
Capital Requirement for Commercial Banks where capital for credit risk, operational risk and market risk consist of core capital (Common Equity Tier 1 and additional Tier 1) and supplementary capital (Tier 2).
Sedangkan CAR pada tanggal 31 Desember 2015
dihitung berdasarkan PBI No.15/12/PBI/2013
terkait ketentuan penyediaan modal inti paling rendah sebesar 6% dari ATMR baik secara individual maupun secara konsolidasi.
The CAR on December 31, 2015 was calculated based on PBI No. 15/12/PBI/2013 related to provisions for minimum core capital requirement of 6% of risk weighted assets. both individually and on a consolidated basis.
Sejak tanggal 24 Agustus 2015. Bank telah menerapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2015 tentang Ketentuan
Kehati-Hatian Dalam Rangka Stimulus
Perekonomian Nasional Bagi Bank Umum.
Since August 24. 2015. the Bank has
implemented the Regulation of the Financial Services Authority (POJK) No. 11/POJK.03/2015 about Prudential Provisions in the Framework of the National Economic Stimulus for Commercial Banks.
Peraturan tersebut menetapkan bahwa bobot risiko kredit beragunan rumah tinggal paling rendah sebesar 35% untuk kredit konsumsi dalam rangka kepemilikan rumah tinggal (KPR) atau apartemen (KPA) atau kredit konsumsi dengan agunan berupa rumah tinggal atau, apartemen dengan syarat tertentu, atau paling rendah sebesar 20% untuk KPR yang merupakan program Pemerintah Indonesia dengan syarat tertentu.
The regulation stipulates that the weight of credit risk backed residences minimum of 35% for consumer credit in order possession dwelling house (KPR) or an apartment (KPA) or consumer loan with collateral such as a house or an apartment with certain conditions, or at least lower by 20% for a mortgage is a program of the Government of Indonesia with certain conditions.
188 Selain itu, bobot risiko kredit kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dijamin oleh
lembaga penjaminan atau asuransi kredit
berstatus BUMD ditetapkan sebesar 50%
sepanjang memenuhi persyaratan yang
ditetapkan.
In addition, the risk weight of credit to Small Medium Enterprise (SME) is guaranteed by a guarantee institution or credit insurance status of enterprises is set at 50% throughout meet the requirements set.
POJK tersebut berlaku sampai dengan
24 Agustus 2017.
The POJK regulation above is valid up to August 24, 2017.
Berdasarkan profil risiko Bank masing-masing per
30 September 2015 dan 2014, yaitu satisfactory
dan fair, maka CAR minimum per 30 September
2016 dan 2014 ditetapkan masing-masing
sebesar 9% sampai dengan kurang dari 10% dan 10% sampai dengan kurang dari 11%.
Based on the Bank’s risk profile as of September 30, 2015 and 2014, which are satisfactory and fair, then the minimum CAR as of September 30, 2016 and 2014, by 9% to less than 10% and by 10% to less than 11%, respectively.
Penentuan kepatuhan Bank terhadap peraturan dan rasio yang berlaku didasarkan pada peraturan praktis akuntansi yang berbeda dalam beberapa hal dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
The determination of the Bank's compliance with regulations and applicable ratios are based on the practical accounting rules differ in several respects with the Financial Accounting Standards in Indonesia.
Bank telah memenuhi semua persyaratan modal yang diwajibkan sepanjang tahun.
The Bank has complied with all externally imposed capital requirements throughout the year.
Rasio kewajiban penyediaan modal minimum pada tanggal-tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 (entitas induk) adalah sebagai berikut:
The capital adequacy ratio as of September 30, 2016 and December 31, 2015 (parent entity) are as follows:
30 September/ 31 Desember/
September 30, 2016 December 31, 2015
Modal Inti (Tier 1) Core Capital(Tier 1)
- Modal Inti Utama 7.901.124 6.340.452 Common Equity Tier 1 -
- Modal Inti Tambahan - - AdditionalTier 1 -
Jumlah modal inti (Tier 1) 7.901.124 6.340.452 Total Core Capital (Tier 1)
Modal Pelengkap (Tier 2) 453.743 403.733 Suplementary Capital (Tier 2)
Total modal 8.354.867 6.744.185 Total Capital
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risk Weighted Assets for
untuk Risiko Kredit 36.299.473 32.298.619 Credit Risk
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risk Weighted Assets for
untuk Risiko Operasional 9.156.804 8.150.256 Operational Risk
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risk Weighted Assets for
untuk Risiko Pasar 651.683 1.164.735 Market Risk
Total ATMR 46.107.960 41.613.610 Tota RWA
Rasio CET 1 17,14% 15,24% CET 1 Ratio
Rasio Tier 1 17,14% 15,24% Tier 1 Ratio
189
50. MANAJEMEN MODAL DAN RASIO KEWAJIBAN