• Tidak ada hasil yang ditemukan

CIRI UMUM DAN CIRI KHUSUS DALAM KELUARGA Keluarga pada dasarnya merupakan suatu kelompok

Dalam dokumen SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI DAN PERILAKU KESEHATAN (Halaman 113-117)

DAUR HIDUP DALAM KELUARGA

D. CIRI UMUM DAN CIRI KHUSUS DALAM KELUARGA Keluarga pada dasarnya merupakan suatu kelompok

ter-bentuk dari suatu hubungan seks yang tetap. Untuk menyeleng-garakan hal-hal yang berkenaan dengan keorangtuaan dan pemeli-haraan anak. Walaupun sulit untuk menentukan atau mencari per-samaan-persamaan dan ciri-ciri pada semua keluarga. Paling tidak kita dapat menentukan ciri-ciri keluarga secara umum dan khusus yang akan terdapat pada keluarga dalam bentuk dan tipe apapun.

Untuk ini kita akan menggolongkan ciri-ciri keluarga:

1. Ciri-ciri umum

Ciri-ciri umum keluarga antara lain seperti yang dikemukakan Mac Iver and Page, yaitu:

a. Keluarga merupakan hubungan perkawinan

b. Berbentuk perkawinan atau susunan kelembagaan yang ber-kenaan dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipelihara

c. Suatu sistem tata nama, termasuk bentuk perhitungan garis keturunan

d. Ketentuan-ketentuan ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggota kelompok yang mempunyai ketentuan khusus terhadap kebutuhan-kebutuhan ekonomi yang berkaitan dengan kemam-puan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak

d. Merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga yang walau bagaimanapun, tidak mungkin menjadi terpisah ter-hadap kelompok keluarga.

Burgess dan Locke mengemukakan terdapat empat karak-teristik keluarga yang terdapat pada semua keluarga dan juga untuk membedakan keluarga dari kelompok-kelompok sosial lainnya:

a. Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah, adopsi. Pertalian antara suami dan istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah, dan kadang kala adopsi.

b. Anggota-anggota keluarga ditandai dengan hidup bersama di bawah satu atap dan merupakan susunan satu rumah tangga atau jika mereka bertempat tinggal, rumah tangga tersebut menjadi rumah mereka. Rumah tangga adalah kelompok orang-orang yang bertempat tinggal bersama dan membentuk unit rumah tangga sendiri. Tempat kos dan tempat penginapan bisa saja menjadi rumah tangga, tetapi tidak akan dapat menjadi keluarga karena anggota-anggotanya tidak dihubungkan oleh darah, perkawinan atau adopsi.

c. Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang ber-interkasi dan berkomunikasi yang menciptakan peran-peran sosial bagi si suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peran-peran tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing-masing keluarga di-perkuat oleh kekuatan melalui sentimen-sentimen yang seba-gian merupakan tradisi dan sebaseba-gian lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.

4. Keluarga adalah pemeliharan suatu kebudayaan bersama di-peroleh pada hakikatnya dari kebudayaan umum, tetapi dalam suatu masyarakat yang komplek masing-masing keluarga mem-punyai ciri-ciri yang berlainan dengan keluarga lainnya. Per-kawinan merupakan penyatuan dari dua orang yang

masing-masing mempunyai sejarahnya sendiri-sendiri. Keluarga meru-pakan gabungan dari pola-pola kebudayaan yang disalurkan melalui dua sisi keluarga, yang dalam interaksinya dengan pengaruh-pengaruh budaya luar menimbulkan pola-pola ke-hidupan yang berbeda dari setiap keluarga baru.

Jadi, sekarang keluarga dapat didefinisikan sebagai suatu ke-lompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan per-kawinan, darah, atau adopsi, merupakan susunan rumah tangga sendiri, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain menim-bulkan peran-peran sosial bagi suami istri, ayah ibu, putra putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan, merupakan pemeliharaan kebudayaan bersama.

2. Ciri-ciri khusus

Dari seluruh organisasi, kecil maupun besar yang terdapat di dalam masyarakat, tidak ada yang lebih penting dari pada keluarga dalam intensitas pengertian sosiologisnya. Keluarga juga memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut:

a. Kebersamaan

Keluarga merupakan bentuk yang hampir universal diantara bentuk-bentuk sosial lainnya. Dia dapat ditemui dalam semua masyarakat, pada semua tingkat perkembangan sosial, dan terdapat pada tingkatan manusia yang paling rendah sekalipun, hampir setiap keadaan manusia mempunyai keanggotaan dari beberapa keluarga.

b. Dasar-dasar emosional

Hal ini didasarkan pada suatu kompleks dorongan-dorongan yang sangat mendalam dari sifat organis kita, seperti perkawi-nan, menjadi ayah, kesetiaan akan maternal, dan perhatian orang tua.

c. Pengaruh perkembangan

Hal ini merupakan lingkungan kemasyarakatan yang paling awal dari semua bentuk kehidupan yang lebih tinggi termasuk ma-nusia, pengaruh perkembangan yang paling besar dalam kesadaran hidup yang merupakan sumbernya.

d. Ukuran yang terbatas

Keluarga merupakan kelompok yang terbatas ukurannya, yang dibatasi oleh kondisi-kondisi biologis yang tidak dapat lebih tanpa kehilangan identitasnya, oleh sebab itu keluarga me-rupakan skala yang paling kecil dari semua organisasi formal yang merupakan struktur sosial, dan khususnya dalam masyarakat yang sudah beradap, dimana keluarga secara utuh terpisah dari kelompok kekerabatan.

e. Posisi inti dalam struktur sosial

Keluarga merupakan inti dari organisasi sosial lainnya. Struktur sosial secara keseluruhan dibentuk dari satuan-satuan keluarga.

Hanya dalam masyarakat yang kompleks dengan peradapan yang lebih tinggi keluarga berhenti untuk memenuhi fungsi-fungsi ini. Demikian juga masyarakat lokal, seperti halnya pem-bagian kelas-kelas sosialnya, cenderung untuk memper-tahankan kesatuan-kesatuan keluarga.

f. Tanggung jawab anggota

Keluarga memiliki tuntutan yang lebih besar dan kontiniu dari pada yang biasa dilakukan oleh asosiasi-asosiasi lainnya.

g. Aturan kemasyarakatan

Hal ini khususnya terjaga dengan adanya hal-hal yang tabu di dalam masyarakat dan aturan-aturan sah yang dengan kaku menentukan kondisi-kondisinya, pada suatu tempat, perjanjian perkawinan lebih keras dibatasi dibandingkan perjanjian-perjanjian lainnya dimana pasangan tidak mempunyai kebe-basan untuk menentukan syarat-syarat atau merubah dengan persetujuan bersama.

Pada masyarakat modern keluarga merupakan salah satu asosiasi dengan persetujuan kelompok dapat dengan bebas masuk tetapi tidak bebas meninggalkan atau membubarkannya walaupun dengan persetujuan bersama.

h. Sifat kekekalan dan kesementaraannya

Sebagai institusi keluarga merupakan sesuatu yang demikian permanen dan universal dan sebagai asosiasi merupakan organisasi yang paling bersifat sementara dan yang paling mudah berubah dari seluruh organisasi penting lainnya dalam masyarakat.

E. PERANAN KELUARGA DALAM PEMBANGUNAN

Dalam dokumen SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI DAN PERILAKU KESEHATAN (Halaman 113-117)