• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4 Implikasi Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi peneliti maupun mahasiswa/i Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU dalam memahami strategi komunikasi Tenant Relations dalam menjaga loyalitas para tenant di Medan Focal Point Mall. Kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian ini, peneliti menyarankan untuk memperdalam kajian penelitian yang berkaitan dengan strategi komunikasi yang dijalankan oleh Tenant Relations dalam upaya menjaga dan mempertahankan loyalitas para tenant. Selain itu, peneliti menyarankan untuk lebih memperdalam kemampuan dalam memahami permasalahan yang terjadi antara Tenant Relations dan para tenant, memahami strategi komunikasi yang digunakan dan membandingkan dengan kasus di mall atau pusat perbelanjaan lainnya di Kota Medan, sehingga temuan yang didapat menjadi lebih jelas dan beraneka ragam.

DAFTAR REFERENSI

Arifin, Anwar. (1984). Strategi Komunikasi. Bandung: Armico.

Bungin, Burhan H.M. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial. Jakarta : Kencana Prenama Media Group

Cangara, Hafied (2012). Pengantar Imu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Graffindo Persada.

Cornelia, Ellys & Kartika, Endo W. (2008), „Analisa Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Di Laundry 5ASEC Surabaya‟. Jurnal Manajemen Perhotelan. Universitas Kristen Petra

Danandjaja. (2016). Peran & Fungsi Public Relations di Perusahaan. Medan:

Graha Ilmu.

DeVito, Joseph A. (2011). Komunikasi Antarmanusia. Pamulang: Karisma Publishing Group.

Elrado, M.H, Kumadji, S., & Yulianto, Y,. (2014). „Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan, Kepercayaan dan Loyalitas.‟ Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 15(2).

Fajarini, Sofa. (2015). „Penerapan Relationship Management Solo Grand

Mall Dalam Membina Hubungan Dengan Tenant.‟ Surakarta. Tugas Akhir Diploma III Manajemen Pemasaran. Universitas Sebelas Maret.

https://core.ac.uk/display/33483504 (diakses pada 15 Januari 2019)

Griffin, Jill. (2003). Customer Loyalty: Menumbuhkan & Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Jakarta : Erlangga.

Hasan, Iqbal. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

Hidayat, A (2003). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta:

Salemba Medika.

Iriantara, Yosal. (2004). Manajemen Strategis Public Relations. Jakarta: Ghalia Indonesia.

JNU, Jaipur. (2013). Mall Management. India: Jaipur National University.

Kasali, Rhenald. (1994). Manajemen Public Relations, Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Kotler, Phillip. (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kriyantono, Rachmat. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Group

Marlina, Endy. (2008). Panduan Perancangan Bangunan Komersial. Yogyakarta:

Penerbit Andi Offset.

Moleong, Lexy. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Morris, Rhys J. (1999). Principles Of Landlord & Tenant Law. London:

Cavendish Publishing

Morissan, M.A. (2008). Manajemen Public Relations: Strategi Menjadi Humas Professional. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyana, Dedy. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

____________ .(2011). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Munandar, Dadang. (2016). Relationship Marketing: Strategi Menciptakan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Penerbit Ekuilibria.

Nawawi, Hadari. (2001). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta:

Gajahmada University Press.

Rakhmat, Jalaluddin. (2004). Metode Penelitian Komunikasi: Dilengkapi Dengan Contoh Analistik Statistik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rasila, H. (2010). Customer Experience In a Landlord-Tenant Relationship.

Finland: Tempere University of Technology.

Rianto, Angga Dwi. (2016). Pusat Perbelanjaan Berkonsep Citywalk di Kota Bogor. Semarang. Tugas Akhir Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

http://eprints.undip.ac.id/51815/2/ANGGA_DWI_RIANTO_21020112130 109_BAB_I.pdf (diakses pada 22 Januari 2019)

Rumanti, Sr Maria Assumpta. (2002). Dasar-Dasar Public Relations : Teori dan Praktik. Jakarta : PT. Grasindo.

Ruslan, Rosady. (2016). Manajemen Public Relations & Media Komunikasi.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Savitri, Selma S. & Fahmi, M.H. (2017). Peran Tenant Relations Miko Mall Bandung Sebagai Perantara Komunikasi Antara Manajemen dengan Tenant‟. Jurnal Prosiding Hubungan Masyarakat Gelombang 2. Volume 3, No. 2. Bandung: Universitas Islam Bandung.

Suciawan, Felicia J. (2014). Relationship Management Tenant Relations Mal XYZ. Surabaya: Jurnal E-Komunikasi, Vol. 2 No. 3

Sugiyono.(2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Tjahyadi, R.A. (2006). „Brand Trust Dalam Konteks Loyalitas Merek: Peran Karakteristik Merek, Karakteristik Perusahaan, dan Karakteristik Hubungan Pelanggan-Merek‟. Bandung: Jurnal Management, Vol 6. No.1 November 2006.

LAMPIRAN

Lampiran 1

TRANSKRIP WAWANCARA Informan 1

Umar Azmi

Sudah berapa lama bapak menjadi Marketing Communication di Medan Focal Point Mall?

“Sudah 2 tahun lebih. disini menjabat sebagai Marketing Comm di sini”

Ohiya pak Umar, di Medan Focal Point Mall memang tidak ada divisi Tenant Relations ya pak? Hanya divisi Marketing Communication saja? Boleh dijelaskan pak alasannya?

“Sebenarnya kan Tenant Relations itu bagian dari Marcomm, kalau dengan luas area kita yang masih segini dan tidak begitu besar, saya rasa mungkin untuk divisinya Marketing dan Komunikasi aja sih. Karena Tenant Relations sudah jadi bagian dari Marcomm Jadi di gabungkan saja sekaligus”

Selama bekerja di divisi ini, apa saja tugas sebagai Marketing Communication di Medan Focal Point Mall?

“Kalau tugas dari segi Marcomm kan kepanjangan dari Marketing dan Komunikasi, kalau marketing kita kan mencari tenant, kalau komunikasi itu tenant yang sudah ada ini kita komunikasikan lagi kalau mereka ada promo atau ada sesuatu yang ingin di promosikan, kita bantu juga. Karena memang fokusnya kita sih memang menjaga hubungan baik dengan tenant.”

Apakah tugas Marketing Communication hanya menjaga hubungan baik dengan tenant saja pak?

“Kemudian untuk hubungan luar juga sih sebenarnya, eksternal gitu. Selain tenant kita kan juga mengadakan event-event dari luar.”

Boleh dijelaskan lebih detail bagaimana hubungan yang bapak jalin dengan para tenant nya pak?

“Paling ada hubungannya itu kita selalu tanya, mereka ada mengadakan promo gak, kemudian kita juga ada kegiatan tertentu seperti event tertentu kita tanyakan juga ketersediaan tenant mau join atau tidak, gitu”

Jadi spesifik tugas bapak berhubungan dengan tenant dan hubungan diluar dengan tenant lainnya ya pak?

“Ya seperti membuat event, menjaga hubugan baik dengan tenant, lalu ya menyesuaikan konsep kita dengan event yang akan di adakan dan ya lebih

spesifik menjaga hubungan dengan tenant nya sih. Balik lagi ke Tenant Relation nya lah dalam menjaga hubungan dengan tenant disini.”

Dalam menjalankan pekerjaan menjadi Marketing Communication, bagaimana strategi yg dijalankan bapak bersama manajemen Medan Focal Point Mall dalam menggaet para penyewa atau tenant?

“Kalau dalam segi strategi, kita model langsung main „jemput bola‟ ya, selain itu dari situ kita kan ada meja customer service di depan, jadi kalau ada tenant dari luar yang bertanya akan dicatat di logbook, lalu setelah itu barulah kita follow up lebih lanjut. Diluar dari situ kita mencoba mengambil jemput bola gitu dek.”

Maaf pak saya kurang ngerti, jemput bola itu gimana maksudnya ya pak?

“Maksudnya contoh misalnya di mall mana nih, kita ambil nih, kita yang datangin mereka.”

Oh jadi maksudnya bapak yang langsung mendatangi tenant yang ingin dituju gitu ya pak?

“Iya bener dek.”

Lebih sering tenant nya yang datang mengajukan tokonya atau bapak yang lebih sering mencari?

“Lebih banyak keluar, kita yang jemput bola. Mana potensi yang bisa kita ambil gitu sih.”

Apakah terdapat syarat dan ketentuan untuk menyewa tempat atau toko di Medan Focal Point Mall?

“Kalau untuk syarat dan ketentuan ya paling kita lihat kondisinya, sebenarnya kita maunya tenant yang kita ambil ini yang sudah pernah membuka toko. Kalau dikatakan tenant yang masih baru, mindset nya masih beda. Anggapan mereka kan sewa di mall dan sewa diluar kan pasti berbeda. Nah, kadang-kadang penyewa baru yang baru membuka toko, kalau kita kasih tau range harga sewa, mereka akan terkejut loh kenapa segitu. Berbeda dia dengan yang sudah pernah buka toko.”

Jadi, bapak lebih mendahulukan tenant yang sudah pernah membuka toko diluar ya pak?

“Iya benar, dengan kondisi begitu otomatis dia tahu sistematis berapa hitungan harganya, begitu. Tapi kami tidak menutup kemungkinan juga kita akan educate juga calon tenant yang baru.”

Menurut bapak, apakah tenant di Medan Focal Point Mall telah mencapai target yang diinginkan?

“Masih belum. Kalau target menurut saya okupansi kita masih belum kita sesuaikan. Tapi paling tidak ya kita masih terus berusaha.”

Kira-kira target yang ingin dicapai berapa banyak lagi tenant yang ingin dicari pak?

“Kalau rata-rata dari segi okupansi kita sekitar 20% lagi lah secara keseluruhan agar mencapai target.”

Ini pertanyaan optional ya pak, yang ingin saya tanyakan, harga sewa di Medan Focal Point Mall ini?

“Rata-rata kalau mall itu kan harga sewa, harga rental dan harga service charge. Itu terkadang kita lihat kondisi tenant nya juga, kalau misalnya makin besar luas area yang diambil, otomatis harganya makin bisa naik. Kemudian keberadaan lantai yang tenant inginkan, kalau lantai bawah itu memang biasanya harganya agak lebih mahal daripada lantai di atas. Tetapi, itu juga disesuaikan dengan luas area yang diinginkan, luas area itu sangat menentukan harga.”

Masalah luas area, memang pihak Medan Focal Point Mall yang telah menentukan atau tenant nya pak?

“Kita kan sudah ada slot nya masing-masing. Disesuaikan dengan area yang sudah disediakan.”

Kalau ada permintaan khusus dari tenant untuk luas area yang lebih besar, bagaimana pak?

“Kalau misalnya ada area kita yang lebih besar, masih bisa ya tidak ada masalah.”

Berdasarkan tugas yang sudah bapak jelaskan tadi sebagai Marketing Communication, bagaimana cara bapak dalam menjaga hubungan baik dengan para tenant?

“Kalau dikatakan hubungan baik, tenant wajib kita ketahui contact person nya dengan siapa kita akan berkomunikasi, dan jika kalau ada keluhan dari mereka, respon kita juga harus ada. Itu sih dek yang paling kami tekankan.”

Dalam menjaga hubungan baik tersebut, apakah bapak sering melakukan pengecekan langsung ke toko para tenant nya pak?

“Ya terkadang memang begitu ya. Paling ada saya keliling, nge-cek, kalau saya kenal dengan mereka, saya langsung tanyakan apa ada kendala? Atau sekedar saya tanyakan aman? Apa ada keluhan nggak? Begitu dek.”

Berarti untuk pengecekan rutin sering dilakukan ya pak?

“Iya saya rutin tanyakan dek.”

Apakah ada aturan yang diberlakukan oleh pihak Marcomm Medan Focal Point Mall kepada tenant?

“Nah, kalau itu pasti ada. Larangan dan ketentuan tetap acuannya ada di kontrak perjanjian dengan tenant.”

Kalau aturan umum yang diberlakukan seperti apa pak?

“Kalau aturan umum garis besarnya, misalkan toko handphone Samsung itu basic nya kan menjual handphone sama accessories handphone. Nah, kita tidak mau kalau tiba-tiba juga basicnya jual handphone tapi di dalam itu ada jual makanan juga, nah hal seperti itu pastinya melanggar kan. Harus disesuaikan dengan segmentasi jualnya.”

Selain menyesuaikan dengan segmentasi, aturan lain apa yang harus dipatuhi oleh para tenant pak?

“Kebanyakan karna tenant disini kan sudah pernah pemain mall atau sudah sering buka di mall, jadi mereka sudah tau mana yang boleh dan mana yang tidak.”

Lalu menurut bapak, apakah para tenant telah mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pihak Medan Focal Point?

“Sejauh ini mematuhi kok tidak ada yang melanggar.”

Jika melakukan kesalahan dan melanggar aturan tersebut apakah ada sanksi yang dikenakan untuk para tenant pak?

“Bentuk teguran sih dek, tetapi kalau masih dalam kondisi yang wajar, kita juga tidak perlu mengambil tindakan.”

Apakah ada rapat atau pertemuan rutin yang dilakukan pihak Marketing Communication dengan para tenant?

“Sejauh ini untuk pertemuan seperti itu kita belum pernah buat. Lagipula tenant kita kan tidak begitu banyak jadi belum pernah melakukan seperti tenant gathering seperti itu. Karena kondisinya kita masih tiap hari jumpa, kalau mereka ada kendala, ya respon kita cepat.”

Oh begitu pak, jadi untuk pertemuan atau rapat untuk mengadakan suatu event juga tidak pernah mengundang tenant untuk berdiskusi begitu ya pak?

“kalau begitu, kita langsung face to face sih untuk membicarakan hal begitu, tidak pakai rapat atau pertemuan.”

Untuk ketentuan harga sewa kan sudah terdapat di kontrak, apakah harga sewa yang telah ditetapkan termasuk kedalam biaya kebersihan dan keamanan tenant pak?

“include kok. Sudah termasuk ke dalam biaya sewa dan menjadi tanggung jawab Medan Focal Point.”

Lalu menurut bapak, apakah fasilitas Medan Focal Point Mall telah menunjang kebutuhan para tenant?

“Sudah kok. Kalau berbicara tentang fasilitas semua yang kita berikan baik dari segi keamanan, akses kita ke mereka, kebersihan, pengutipan sampah, itu sudah include keseluruhan fasilitas yang kita berikan kepada mereka.”

Lalu, benefit apa saja yang tenant dapakan dari harga sewa yang telah ditetapkan pak?

“Tetap kita berikan service charge dan include dengan kebersihan dan

keamanan. Kalau mereka berjualan disini tapi mereka merasa tidak nyaman, kan berdampak ke kita juga.”

Apakah terdapat keluhan-keluhan yang disampaikan oleh para tenant kepada pihak Marketing Communication?

“Kita sih regulasinya kalau Marcomm itu tidak selalu berada di tempat. Jadi, jika ada keluhan, kita tetap arahkan ke meja informasi atau customer service terlebih dahulu. Lalu kita akan membuat rekapan tentang keluhan tersebut. Misalnya kendalanya ada di listrik, jadi keluhan tersebut kita terima dan kita akan panggilkan orang di bagian engineering. Semua filter nya ke customer service dahulu, jadi orang customer service yang akan melapor ke saya untuk statusnya sudah di atasi atau masih terkendala.”

Selain masalah listrik, keluhan seperti apa yang sering bapak terima dari para tenant?

“Paling internal tenant nya sendiri sih. Contoh nya seperti permasalahan gas, apabila ada keluhan mengenai gas langsung kita bantu langsung mengerahkan pihak engineering. Insha Allah dalam menanggapi keluhan, kita cepat

menanggapi”

Apa saja hambatan yang bapak rasakan selama menjadi Marketing Communication di Medan Focal Point Mall?

“Karena komunikasi kita dengan tenant sudah baik, jadi sejauh ini saya rasa belum ada hambatan dengan para tenant. Selama saya bertugas disini, hubungan dengan tenant juga lancar dan dan baik-baik saja.”

Banyak para tenant yang telah berhenti dari Medan Focal Point Mall seperti Killiney, iBox, Presotea dan lain-lain. Apakah hal ini terkait dengan kontrak sewa yang telah habis atau ada alasan lainnya?

“Nah, kalau alasan alasan tertentu seperti itu lebih ke internal manajemen Medan Focal Point nya dek. Mungkin saya tidak bisa memberitahu secara detail,

tetapi setiap pergantian tenant itu memang tujuannya harus ada perbaikan dan perubahan untuk perkembangan mall ini. Mungkin perbedaannya itu saja, namun semua itu kita serahkan kepada tenant nya. Jika mereka tidak mau memperpanjang, kita langsung akan ganti ke tenant yang baru.”

Jika kontrak sewa tenant telah habis, apakah dari pihak Marketing

Communication mempunyai upaya untuk mempertahankan tenant tersebut?

“Jadi kalau kontraknya sudah habis, sebelum mereka keluar, kita selalu tanyakan apakah mereka ingin memperpanjang kontrak sewanya atau tidak. Ini untuk mengantisipasi jika mereka tidak ingin memperpanjang, kita telah mempersiapkan tenant yang baru untuk menempati area tersebut. Contohnya saja seperti Killiney, dulunya terletak di depan. Semenjak kontrak mereka telah habis, langsung pihak Medan Focal Point menempatkan Restoran Mantra Manado dan Kudeta untuk mengisi area yang kosong.”

Apakah dalam upaya mempertahankan para tenant agar tetap menyewakan tempat di Medan Focal Point bapak mempunyai penawaran tertentu kepada tenant?

“Biasanya memang kalau untuk tenant yang sudah lama atau yang berpotensi dan termasuk loyal kepada kita, pasti kita akan bicarakan dengan pihak internal Medan Focal Point untuk menawarkan beberapa pilihan tertentu untuk

mempertahankan mereka. Itu tergantung pada manajemen mereka dan

manajemen mall. Namun kalau penawaran tersebut pun sudah disampaikan tetapi mereka tidak mau, ya kita langsung mencari tenant baru.”

Ohiya pak, kalau saya boleh tahu, pakah ada ketentuan berapa lama penyewaan tempat untuk tenant?

“hitungannya per-tahun, 1 tahun begitu, tetapi selalu kita arahkan kepada tenant untuk mengambil 2-3 tahun kontrak sewa untuk balik modal ke mereka.”

Apakah ada strategi tertentu yang dijalankan oleh pihak Marketing

Communication dalam menjaga dan mempertahankan loyalitas para tenant di Medan Focal Point?

“Strategi dari saya sih tetap menjaga komunikasi yang baik dengan tenant.

Bukan hanya dari bagian Marcomm nya saja, tetapi kan banyak penunjang lainnya seperti bagian Divisi Legal, tim Finance, Accounting, kita semua kan berbentuk tim. Otomatis segala sesuatu kita tetap bicarakan dan kita diskusikan lebih lanjut. Tenant yang bagus kita pasti jaga dong. Kemudian tenant tersebut kan juga mempunyai segmentasi pasar tertentu. Seperti Chatime punya segmentasi pasar yang memang mudah dijangkau atau bahasa lainnya memang basecamp nya dia disini, jadi banyak yang datang membeli. Nah, begitu sih sebenarnya.”

Strategi utama dari bapak berarti menjaga komunikasi begitu ya pak?

“Balik lagi sih tetap ke komunikasinya yang dijaga dengan mereka. Jika mereka punya keluhan, respond time kita tetap kita tanggung jawabkan dan kita

utamakan. Jika dari mereka tidak ada hambatan, otomatis mereka juga kan akan menganggap komunikasi yang dilakukan Marcomm nya bagus. Kalau seandainya mereka membutuhkan reporting dari pusat mereka, maka image kita juga akan baik. Kita lebih jaga di situ, image baik mall ini.”

Jadi, untuk event-event yang di adakan disini selalu di komuniakasikan ke tenant ya pak?

“iya tetap kita komunikasikan. Saya biasanya langsung tanya ke tenant tentang ketersediaan mereka untuk bergabung dengan event-event yang kita adakan.

Biasanya saya tetap mendahulukan tenant yang ada di dalam Medan Focal Point Mall.”

Bagaimana strategi bapak dalam menjaga hubungan dengan para tenant?

“Kalau strategi sih, mungkin sebenarnya saya sudah banyak belajar. Sebelum di Focal Point kan dulu saya di Sun Plaza, jadi memang mall udah besar dan punya sistematis manajemen yang lebih terarah sesuai dengan prosedurnya. Kalau dikatakan Marcomm sih, cakupannya luas. Ya mungkin bisa jadi diluar dari kantor pun, kalau kita bertemu dengan tenant yang dari sini, ya say hello nya tetap. Kan itu namanya usaha dalam menjaga hubugan baik. Hubungan baik itu bukan hanya disini, selagi diluar juga. Contoh lah kalo dari tenant juga punya promo, kalau dari toko dia sendiri berbagai macam siasat dan strategi yang mereka lakukan. Baik mungkin dari Instagram dan sosial media lain. Banyak media promosi juga yang dalam media cetak. Kadang mereka juga cetak baliho dan lain-lain. Misalnya tenant A, ingin menjangkau media sosial, namun tenant B ingin lebih banyak pengunjung yang lihat promosi langsung melihat spanduk untuk melihat promo.”

Dari pihak Marcomm membantu tenant dalam mempromosikannya itu dari media mana pak? Lebih ke media sosial atau media cetak?

“Kalau kita lebih mengarah ke media sosial. Baik itu instastory, dari postingan, kadang juga kalau ada event yang berskala nasional, kami sering bekerjasama dengan @anakusu sebagai rekanan kita. Jadi mereka juga membantu publikasi event kita. Dilihat targetnya kan kalau anak USU kan banyak mahasiswa. Kalau ada tenant yang minta bantu posting promo, pasti selalu kita bantu.”

Bagaimana kalau dengan tenant yang sudah habis masa kontraknya dan termasuk tenant yang menghasilkan keuntungan yang besar, bagaimana cara bapak dalam menjaga hubungan dan mempertahankan mereka agar tetap menyewa di Medan Focal Point?

“Seperti Chatime sendiri, mereka kan tenant yang cukup laku disini. Sebelum kontrak mereka habis, sekitar 8 bulan sebelum itu, kita tetap mengirim surat penawaran kembali ke tenant, setiap perusahaan kan memang mempunyai prosedur yang panjang, apalagi perusahaan yang besar, harus berhubungan ke Jakarta, dari Jakarta ke Medan, lalu ke store dan baru berkomunikasi dengan kita. Ada juga tenant yang langsung berkomunikasi ke kita. Tetap ya kita gak mau sebenarnya tenant kita keluar, namun kalau tenant nya tetap mau keluar dengan pertimbangan lain dan alasan yang logis ya sudah. Mungkin kan evaluasi untuk tim kita juga apa saja yang kurang. Seperti contoh sebuah tenant yang ingin melanjutkan usahanya ditempat lain, kita kan gak mungkin bisa menahan.”

Bagaimana dengan tenant yang franchise seperti Kudeta, Mantra Manado, X.O Suki dan lainnya yang dimiliki oleh Pak Cheta. Apakah mereka berhubungan langsung dengan bapak juga?

“Enggak. Karena memang mereka walaupun tenant tersebut punya nya si owner Focal Point, tapi ya tetap kalau mereka ada promo ya sama. Tapi komunikasi kita ya selagi di dalam cakupan, kita tetap berkomunikasi dengan lancar.”

Franchise tersebut kan lumayan banyak pak, bagaimana dengan tenant lainnya

Franchise tersebut kan lumayan banyak pak, bagaimana dengan tenant lainnya