• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agusyana YI. 2011. Olah Data Skripsi dan Penelitian dengan SPSS 19. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Anggraeni L. 2004. Analisis Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan Bagian Produksi di PT Mitra Marin Manunggal. Sidoarjo. Jawa Timur [Skripsi]. Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Cahayani A. 2003. Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

David KJ, Newstron. 1994. Perilaku dalam Organisasi Jilid 1. Jakarta: Erlangga- Prenhallindo.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. 2007. Jakarta: Balai Pustaka.

Handoko TK. 1996. Manajemen personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

Hersey P, Blanchard KH. 1981. Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.

[HPGW] Hutan Pendidikan Gunung Walat. 2011. Kondisi Umum. Bogor: HPGW. http://gunungwalat.net/id/kondisi-umum [3 April 2011].

Johan R. 2002. Kepuasan Kerja Karyawan dalam Lingkungan Institusi Pendidikan. Jurnal Pendidikan Penabur 1: 7.

Kurniawan I. 2000. Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Kepuasan Kerja (Kasus di Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Selatan) [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Mangkunegara. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mansur. 2007. Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Ichsan Gorontalo 2 (1): 537-541.

Nitisemito AS. 2001. Dialog Bisnis dan Manajemen . Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. 2003.Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2004. Undang-Undang No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jakarta.

Rivai V. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Robbins SP. 1996. Perilaku Oraganisasi. Jakarta: Prenlindo.

Ruvendi R. 2005. Imbalan dan Kepemimpinan Pengaruh Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor. Jurnal Ilmiah Binaniaga. 1(1):17.

Sarwono J. 2009. Statistik Itu Mudah. Yogyakarta: Andi Offset.

Siagian PS. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Sinaga MA. 2009. Analisi Tingkat Kepuasan Tenaga Kerja pada Bagian Produksi IUPHHK-HA PT. Ratah Timber, Kalimantan Timur [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan.Institut Pertanian Bogor.

Sugiyono. 2009. Statistik Nonparametris untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suliyanto. 2005. Analisis Data dalam Aplikasi Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sumarwan U. 2004. Perilaku Konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia.

Syakir MA. 2011. Analisis Kompetensi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bagi Pekerja Kehutanan Bidang Pemanenan Kayu di KPH Bogor Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Wiriadihardja M. 1987. Dimensi Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Balai Pustaka.

KEPUASAN PEKERJA

HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT

ADE HAERUDIN

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITU PERTANIAN BOGOR

2012

KEPUASAN PEKERJA

HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG WALAT

ADE HAERUDIN

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada

Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITU PERTANIAN BOGOR

2012

RINGKASAN

ADE HAERUDIN. Kepuasan Pekerja Hutan Pendidikan Gunung Walat. Dibimbing oleh YULIUS HERO

HPGW mempunyai manfaat dalam bentuk ekonomi, ekologi, dan sosial. Manfaat ekonomi salah satunya adalah adanya penyerapan tenaga kerja. HPGW menggunakan jasa tenaga kerja dari masyarakat untuk dijadikan pekerja staf dan penyadap. Manfaat ekologi dari HPGW yang dirasakan oleh masyarakat sekitar berupa udara dan air bersih yang melimpah tanpa harus mengeluarkan biaya. Manfaat sosial HPGW diberikan berupa akses jalan yang mudah untuk masyarakat agar saling berhubungan satu dengan yang lain dan mempermudah masyarakat untuk pergi ke kota atau mengenal dunia luar. Oleh karena itu, perlu dipelajari maanfaat HPGW terhadap kepuasan pekerja, baik pekerja staf maupun penyadap.

Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner yang telah ditentukan pilihan jawaban pertanyaan berdasarkan skala Likert untuk mengetahui faktor eksternal dengan tingkat kepuasan.

Tingkat kepuasan pekerja HPGW akan semakin tinggi jika kebutuhannya sudah terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja staf memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari penyadap karena HPGW sudah cukup memenuhi kebutuhan pekerja staf dari pada kebutuhan para penyadap.

Dari hasil penelitian pada uji korelasi Spearman, terdapat hubungan yang signifikan antara faktor eksternal pekerja staf dengan kepuasan dan penyadap hanya kondisi kerja yang berhubungan dengan kepuasan. Oleh karena itu, perbaikan dan penilaian faktor eksternal sangat penting dilakukan oleh HPGW agar tidak terjadi penurunan terhadap tingkat kepuasan pekerja. Sedangkan faktor internal tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan.

Kata Kunci: manfaat, pekerja staf, penyadap, kebutuhan, tingkat kepuasan, HPGW

SUMMARY

ADE HAERUDIN. Worker Satisfication in Gunung Walat Educational Forest. Supervised by YULIUS HERO

Gunung Walat Educational Forest has some benefits such as ecomomic, ecology, and social benefits. The example of economic benefit is the existence of labour. Gunung Walat Educational Forest use labour from their neighbourhood to be used as staff workers and tappers. Ecological benefits of Gunung Walat Educational Forest that is felt by people are free abundant air and water clean. Social benefits of Gunung Walat Educational Forest are transportation access for the public to interact with each other, go into town, and know the outside world. Therefore, we must studied about benefits of Gunung Walat Educational Forest to the satisfaction of workers, both staff workers and tappers.

The method of research that was used to collect data using questionnaires based on Likert scale to determine the external factors to level of satisfaction. Level of sastifaction of workers in Gunung Walat Educational Forest will be higher if the needing of them has been fulfilled. The result of research showed that staff workers have higher level of sastifaction than level of sastifaction of tappers. This is because Gunung Walat Educational Forest has enough fulfilled needing of staff workers than needing of the tappers.

The result of Spearman correlation test showed that there was a significant correlation between salary external factors of staff workers to sastifaction, and tappers just the working condition that has significant correlation to sastifaction. Therefore, improvement and assessment of external factors were very important conducted by dilakukan Gunung Walat Educational Forest to avoid decreasing of the level of employee satisfaction. Meanwhile, there was not a significant correlation between internal factors and level of satisfaction.

Keywords: benefits, staff workers, tappers, needing, level of sastifaction, Gunung Walat Educational Forest

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Kepuasan Pekerja Hutan Pendidikan Gunung Walat ini adalah benar-benar hasil karya saya sendiri di bawah bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang tertulis dikutip dari karya tulis yang diterbitkan oleh penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, April 2012

Ade Haerudin E14070114

Judul Penelitian : Kepuasan Pekerja Hutan Pendidikan Gunung Walat Nama Mahasiswa : Ade Haerudin

Nomor Induk : E14070114

Menyetujui: Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Yulius Hero, MSc

NIP : 19650707 199003 1 002

Mengetahui,

Ketua Departemen Manajemen Hutan

Dr. Ir.Didik Suharjito, MS

NIP 19630401 199403 1 001

Dokumen terkait