• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bastoni dan A. Sianturi. 2000. Teknik Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Pengayaan (Enrichment Planting) pada Hutan Rawa Gambut di Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Pengelolaan Gambut dan Ekspose Hasil Penelitian di Lahan Basah. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Bastoni. 2005. Kajian Ekologi dan Silvikultur Ramin di Sumatera Selatan dan Jambi. Prosiding Semiloka Nasional Konservasi dan Pembangunan Hutan Ramin di Indonesia. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam dan ITTO.

Bogor.

Bastoni. 2006. Pemanfaatan Lahan Tawa Terpadu Dengan Pola Agrosilvofishery. Prosiding Seminar Pengelolaan Hutan dan Lahan Rawa Secara Bijaksana dan Terpadu. Puslitbang Hutan Tanaman. Yogyakarta.

Bastoni dan A.H. Lukman. 2006. Prospek Pengembangan Hutan Tanaman Jelutung Pada Lahan Rawa Sumatera.

Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Optimalisasi Peran IPTEK dalam mendukung peningkatan produktivitas hutan dan lahan. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Daryono, H. 2006. Pemanfaatan Lahan Secara Bijaksana dan Revegetasi dengan Jenis Pohon Tepat Guna di Lahan Rawa Gambut Terdegradasi. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Optimalisasi Peran IPTEK dalam mendukung peningkatan produktivitas hutan dan lahan. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Hernawan, D. 2002. Pengaruh Perlakuan Lama Penyimpanan dan Ruang Simpan terhadap Daya Kecambah Benih Jelutung Rawa (Dyera lowii Hook.F). Laporan Praktek Lapang. Jurusan Ilmu Kehutanan STIPER Sriwigama.

Palembang.

Lazuardi, D. 2000.Teknik Pengelolaan Hutan Rakyat Gelam (Melaleuca leucadendron) di Kalimantan Selatan.

Prosiding Seminar Pengelolaan Gambut dan Ekspose Hasil Penelitian di Lahan Basah. Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Ruchiat, Y. dan S. Suyanto.2001. Karakteristik Sosial Ekonomi di Areal Rawa dalam Kaitannya dengan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera. Prosiding Seminar Akar Penyebab dan Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera. ICRAF, CIFOR, Uni Eropa, Dephut dan Pemda Lampung. Bogor.

Sopiana, R. 2004. Pembentukan Kalus dan Organogenesis Daun Ramin (G. bancanus) dengan Penambahan NAA dan Kinetin pada Woody Plant Medium. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Palembang.

Suanda, E. 1998. Efektifitas Lama Perendaman Bahan Stek dan Knsentrasi IAA terhadap Prtumbuhan Sek Btang Rmin (G. bancanus) pada Mdia Gmbut. Skripsi Jurusan Kehutanan Fkultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Bengkulu.

Subhan, A. 2003. Pengaruh Lama Perendaman terhadap Perkecambahan Benih Jelutung Rawa (Dyera lowii Hook.F). Laporan Praktek Lapang. Jurusan Ilmu Kehutanan STIPER Sriwigama. Palembang.

Wahyunto, S. Ritung, Suparto dan H. Subagjo. 2005. Sebaran Gambut dan Kandungan Karbon di Sumatera dan Kalimantan. Proyek Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia. Wetland Internatinal Indonesia Programme dan Wildlife Habitat Canada. Bogor.

Lampiran 1. Jenis-jenis pon uggulan lokal hutan rawa gambut di Sumatera dan Kalimantan (Daryono, 2000)

No Jenis Kelas

Awet Kelas

Kuat Berat Jenis Kegunaan

1 Ramin

(Gonystylus bancanus) V IV - V 0,34

(0,21 – 0,48) Konstruksi ringan di bawah atap rangka pintu dan jendela, meubel, kayu lapis, moulding, mainan anak-anak, barang-barang bubutan dan lain-lain

2 Jelutung

(Dyera lowii) V III - IV 0,36

(0,27 – 0,46 Meja gambar, pensil, kayu lapis, cetakan, separator bateri, barang industri kelom dan ukiran, penghasil getah untuk industri 3 Pulai (Alstonia

pneumatophora) V II - III 0,63

(0,46 – 0,84) Peti, korek api, barang-barang kerajinan tangan industri, pensil dan lain-lain 4 Meranti bunga

(Shorea testymannia) III - IV II - III 0,59

(0,40 – 0,81) Finir, kayu lapis, bangunan rangka, balok, galar, kaso, pintu dan jendela, dinding, lantai dll.

5 Meranti rawa

(Shorea pauciflora) III - IV II - III 0,63

(0,54 – 0,79) Finir, kayu lapis, bangunan rangka, balok, galar, kaso, pintu dan jendela, dinding, lantai, kayu perkapalan, alat musik

6 Meranti tembaga

(Shorea leprosula) III - IV III - IV 0,52

(0,30 – 0,86) Finir, kayu lapis, bangunan rangka, balok, galar, kaso, pintu dan jendela, dinding, lantai, kayu perkapalan, alat musik

7 Meranti batu

(Shorea platycarpa) III -IV II - III 0,72

(0,50 – 0,85) Finir, kayu lapis, bangunan rangka, balok, galar, kaso, pintu dan jendela, dinding, lantai 8 Meranti lang

(Shorea uliginosa) III - IV II - III 0,64

(0,42 – 0,79) Finir, kayu lapis, bangunan rangka, balok, galar, kaso, pintu dan jendela, dinding, lantai 9 Belangeran

(Shorea belangeran) I - III I - II 0,86

(0,73 – 0,98) Balok, papan pada bangunan perumahan dan jembatan, lunas perahu, bantalan, tiang jembatan, tiang listrik

10 Nyatoh

(Palaquium leicocarpum) III - IV II 0,73

(0,61 – 0,79) Finir, bahan pembuat kertas kraft, papan, balok, rusuk, panil dan alat rumah tangga 11 Terentang (Camnosperma

macrophylla) V III - IV 0,40

(0,32 – 0,52) Peti, kotak korek api, pulp, papan serpih dan bangunan sementara

12 Perupuk (Lopopethalum

javanicum) V III - IV 0,45

(0,30 – 0,56) Kayu yang dekoratif untuk panil dll., juga untuk kayu lapis

13 Geronggang

(Cratoxylum glaucum) IV III - IV 0,47

(0,36 – 0,71) Papan dan konstruksi ringan di bawah atap, peti, kayu lapis, meubel dan cetakan beton 14 Bintangur (Calophyllum

pulcerimum)

III II 0,77

(0,65 – 0,86)

Kayu kapal, tiang layar, balok, tiang, papan lantai, papan perumahan dll.

15 Kapurnaga (Calophyllum

macrocarpum) II II - III 0,74

(0,59 – 0,90) Balok, papan perumahan, lantai, tiang, konstruksi bangunan, kayu lapis, finir dll.

16 Gelam (Melaleuca

leucadendron) III II 0,85

(0,81 – 0,89) Kayu keras dan berat digunakan untuk landasan bangunan di bawah air tawar dan air asin, cerucuk, arang, kaso, sento, reng dll.

17 Balam (Payena lierii) II - III I - II 0,87

(0,76 – 1,06) Finir luar, bahan kertas kraft, tiang, papan perumahan, balok, rusuk, meubel dll.

18 Pisang-pisang

(Mezzetia parvifolia) III - IV III 0,68

(0,61 – 0,75) Papan penggunaan di bawah atap, industri kerajinan kayu, papan partikel

caudiferus) III - IV II 0,69

(0,61 – 0,82) Konstruksi bangunan, lantai, kerangka, dinding, bangunan pelabuhan setelah diawetkan

21 Mersawa

(Anisoptera marginata) III - IV II - III 0,68

(0,61 – 0,75) Konstruksi ringan di bawah atap, balok, kaso, reng, papan, finir luar dan dalam, kayu lapis, meubel, papan perahu dll.

Lampiran 1. (Lanjutan)

No Jenis Kelas

Awet Kelas

Kuat Berat Jenis Kegunaan

22 Resak

(Vatica resak) III II - III 0,60

(0,49 – 0,65) Tiang di dalam tanah dan air, balok, rusuk, papan rumah, kayu pertambangan, lantai gerbong, tiang listrik, kayu kapal, sirap, rangka pintu, jendela, barang bubutan, bantalan, kabinet

23 Alau/Melur

(Dacrydium beccari)

IV III 0,54

(0,47 – 0,56)

Konstruksi ringan, lantai, meubel, alat gambar, ukiran, kayu lapis, panil, pensil, alat musik, moulding

24 Kempas (Koompassia

malaccensis) III - IV I - II 0,95

(0,68 – 1,29) Balok yang keras, arang yang baik, kuda-kuda bangunan, banir untuk daun meja, lantai lab yang tahan sifat asam atau bahan kimia, bantalan kereta api, lantai gerbong, konstruksi berat, kayu lapis dll.

25 Nangka-nangka

(Neoscortechimia kinggi) III - IV II 0,90

(0,84 – 0,96) Balok, konstruksi bangunan, kaso, dinding, meubel, papan dll.

26 Tembesu

(Fagraea fragrans) II - I I - II 0,81

(0,72 – 0.93 Konstruksi berat, bantalan jembatan, tiang rumah, meubel mewah, finir, kayu lapis, ukiran dll.

27 Punak

(Tetramerista glabra) Kayu pertukangan, papan, kaso dan lain-lain

Lampiran 2. Penggunaan lahan dan pemilihan jenis pohon untuk rehabilitasi dan hutan tanaman sesuai tipologi lahan rawa gambut di Sumatera dan Kalimantan (Daryono, 2006)

No Tipologi Lahan Diskripsi Lahan

Lahan dengan pH < 4 pada kedalaman 0 – 50 cm karena lapisan piritnya telah tanah di atas 50 cm, sehingga oksidasi pirit pada lapisan ini

Lahan ini terdiri dari tanah yang mempunyai bahan sulfidik pada kedalaman kurang dari 50 Cm dan pH > 4 dan ketebalan gambut antara 20-50 Cm pirit 51- 100 cm dengan pH 4 atau lebih pada kedalaman > 100 cm dan lapisan gambut antara 20 – 50 cm, pH > 4 .

Lampiran 2. (Lanjutan)

*)=Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Agroklimat 1997/1998 **)= Tim IPB 1997

TEKNIK SILVIKUTUR TANAMAN TEMBESU (Fagraea fragrans Roxb.)