• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggraeni. 2010. Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Hias Tropis Pada CV Bunga Indah Farm. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Armidin. 2007. Strategi Pengembangan Usaha Gerai Pangan Organic Vegetables

Kemang Timur Jakarta Selatan. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Luas Lahan, Produktivitas, Produksi dan Pertumbuhan Produksi Padi Nasional Tahun 2003-2010. Bogor: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Produk Domestik Bruto (PDB) Tahun 2003- 2008. Jakarta: Badan Pusat Statistik Kota Jakarta.

David FR. 2009. Manajemen Strategis: Konsep, Edisi 12. Dono S, penerjemah; Jakarta: Salemba Empat. Terjemahan dari: Strategic Management, 12th ed.

Dudiagunoviani Y. 2009. Analisis Strategi Pengembangan Usahatani Beras Organik Kelompok Tani Cibeureum Jempol. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Fitri. 2006. Strategi Pengembangan Usaha Sayuran Organik pada Kelompok Tani Usahatani Bersama Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Hunger JD, Wheelen TL. 2003. Manajemen Strategis. Agung J, penerjemah; Yogyakarta: Andi. Terjemahan dari: Strategic Management 5thEdition. Mustika. 2009. Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Kentang pada PT. Dafa

Teknoagro Mandiri Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Rohmiatin E. 2006. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Beras Organik Lembaga Pertanian Sehat di Desa Pasir Buncit Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Siahaan. 2009. Strategi Pengembangan Padi Organik Kelompok Tani Sisandi, Desa Babuara, Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara. [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA BERAS “SAE”

(SEHAT, AMAN, DAN ENAK) GAPOKTAN SILIH ASIH

DESA CIBURUY, KECAMATAN CIGOMBONG

KABUPATEN BOGOR

SKRIPSI

JIHAN KARTIKA DEWI H34070029

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

RINGKASAN

JIHAN KARTIKA DEWI. Strategi Pengembangan Unit Usaha Beras SAE (Sehat, Aman, dan Enak) Gapoktan Silih Asih, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor”. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan JOKO PURWONO).

Indonesia merupakan negara agraris, sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencarian sebagai petani. Sektor pertanian memiliki empat subsektor yaitu tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Di Indonesia, komoditas pangan utama masyarakat adalah beras. Beras merupakan bahan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia sehingga menjadi peluang bagi petani beras untuk mengembangkan usahanya.

Salah satu produsen beras di Kabupaten Bogor yang memilliki potensi adalah Gapoktan Silih Asih. Gapoktan Silih Asih terletak di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Gapoktan Silih asih menerapkan sistem produksi dan pasca panen sesuai dengan SOP dibawah bimbingan Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian. Gapoktan tersebut memproduksi beras sehat yang dikenal masyarakat adalah beras SAE yang artinya beras yang Sehat, Aman, dan Enak. Beras SAE adalah produk beras yang tidak mengandung residu pestisida berbahaya (dibawah ambang batas kandungan pestisida yang boleh dikonsumsi manusia), Aman karena bebas residu dari pestisida yang berbahaya, Enak karena rasa nasinya yang pulen dan mempunyai aroma pandan.

Kendala yang dihadapi Gapoktan Silih Asih masih rendah dalam administrasi terbukti dari visi dan misi yang belum tertulis. Pencatatan tentang keuangan masih belum rapi sehingga administrasinya pun masih rendah. Administrasi yang dilakukan Gapoktan masih belum terlalu modern sehingga masih butuh penataan administrasi yang lebih baik lagi. Tingkat pendidikan petani pada Gapoktan Silih Asih termasuk golongan yang rendah yaitu lulusan SD, SMP. Kompetensi petani pun kurang kompeten yang dimiliki petani masih terbatas. Kurangnya ketersediaan air juga masih kendala karena pengembangan beras ini masih tergantung cuaca. jadi ketika musim kemarau, air yang didapat sangatlah terbatas sehingga dapat mengganggu pola tanam padi.

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan usaha beras “SAE” Gapoktan Silih Asih, mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan eksternal yang menjadi peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha beras “SAE” Gapoktan Silih Asih serta menentukan alternatif strategi pengembangan usaha dan prioritas yang dilakukan pada usaha beras “SAE” Gapoktan Silih Asih.

Penelitian ini dilakukan di Gapoktan Silih Asih yang berlokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian Pengumpulan data dan penelitian dilakukan pada Maret sampai September 2011. Penentuan responden dilakukan dengan purposive sampling.

Metode pengolahan dan analisis data terdiri atas analisis deskriptif dan analisis tiga tahap formulasi strategi. Adapun alat bantu analisis yang digunakan dalam merumuskan strategi perusahaan adalah matriks faktor eksternal dan internal (matriks EFE dan IFE), matrik SWOT, matriks IE dan Matriks QSP (QSPM).

Peluang utama yang dihadapi oleh Gapoktan Silih Asih adalah ketersediaan bahan baku sedangkan ancaman utama adalah perubahan cuaca tak menentu. Kekuatan utama yang dimiliki adalah yang berjiwa wirausaha tinggi, disiplin dan bertanggung jawab sedangkan kelemahan yang utama adalah kurangnya ketersediaan air. Berdasarkan hasil matriks IE, unit usaha Gapoktan Silih Asih berada pada sel ke V yaitu dalam menjaga dan mempertahankan (penetrasi pasar dan pengembangan produk). Total skor bobot pada matriks IFE adalah 2,935 sedangkan pada matriks EFE adalah 2,903.

Berdasarkan matriks SWOT terdapat enam strategi yang dapat diterapkan meliputi meningkatkan promosi beras SAE, meningkatkan pengembangan produk beras SAE, meningkatkan keterampilan SDM petani Gapoktan Silih Asih, meningkatkan kualitas dan kuantitas beras SAE, mengefisiensi fasilitas Gapoktan untuk perbaikan ketersediaan air serta memperbaiki sistem administrasi. Berdasarkan matriks QSPM yang menjadi prioritas utama adalah meningkatkan pengembangan produk beras SAE. Dalam pengembangan produk yaitu mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi jasa atau produk saat ini.

STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA BERAS “SAE”

(SEHAT, AMAN, DAN ENAK) GAPOKTAN SILIH ASIH

DESA CIBURUY, KECAMATAN CIGOMBONG

KABUPATEN BOGOR

JIHAN KARTIKA DEWI H34070029

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Departemen Agribisnis

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

Judul Skripsi : Strategi Pengembangan Unit Usaha Beras SAE

(Sehat, Aman, dan Enak) Gapoktan Silih Asih, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor

Nama : Jihan Kartika Dewi

NIM : H34070029

Disetujui, Pembimbing

Ir. Joko Purwono, MS

NIP. 19600606 198601 1 002

Diketahui

Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS

NIP. 19580908 198403 1 002

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Strategi Pengembangan Unit Usaha Beras SAE (Sehat, Aman, dan Enak) Gapoktan Silih Asih, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor” adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, Oktober 2011

Jihan Kartika Dewi H34070029

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bogor pada tanggal 21 Desember 1989, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Anwar Syamir dan Ibu Sukaesih.

Penulis menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 2001 di SDN Sindangrasa dari kelas satu sampai dengan kelas tiga kemudian kelas empat sampai kelas enam mengikuti seleksi siswa teladan di SDN Unggulan Gunung Batu dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2004 di SMPN 4 Bogor. Pada tahun 2007 penulis menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 5 Bogor. Pada tahun 2007, Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI), dan diterima di Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Selama mengikuti pendidikan penulis tercatat sebagai anggota D’Prime Hipma (Himpunan mahasiswa peminat agribisnis) periode 2009-2010. Penulis juga aktif mengikuti kepanitiaan-kepanitiaan yang dilaksanakan oleh organisasi- organisasi di kampus. Kepanitian yang pernah diikuti penulis antara lain anggota humas MPKMB periode 2008-2009, divisi acara MPF atau MPD periode 2009- 2010, bendahara Agrination periode 2009-2010 serta divisi Ekstravaganza periode 2009-2010.

Dokumen terkait