• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN SOLUSI 1 Secara akumulatif, DPRD Kabupaten Lombok

CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN

DAN SOLUSI 1 Secara akumulatif, DPRD Kabupaten Lombok

Tengah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah berupaya maksimal dalam meningkatan penerimaan daerah dimana pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mampu mencapai merealisasikan target

pendapatan daerah sebesar

Rp.2.119.200.350.667,21 (2 triliun119 milyar 200 juta 350 ribu 667 rupiah koma 21 sen) atau sebesar 98,03%, bahkan khusus target PAD tahun 2019 mampu terealisasi sebesar 100,69 persen. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menggenjot penerimaan daerah baik yang bersumber dari PAD, dana perimbangan maupun lain-lain pendapatan daerah yang sah, telah menunjukkan hasil yang positif.

Namun demikian, DPRD Kabupaten Lombok Tengah menyoroti terhadap komponen PAD yang realisasinya masih jauh dari target yang telah ditetapkan seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan terealisasi sebesar 76.95

a. Kurang maksimalnya realisasi retribusi parkir dikarenakan oleh berkurangnya titik parkir yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

kebakaran pasar renteng, gempa bumi, kegiatan pembangunan pasar, pelebaran jalan diwilayah perkotaan, dan beberapa titik parkir dikelola oleh pemerintahan desa. Disamping itu, kesadaran juru pungut parkir untuk menyetor hasil pungutan retribusimasih rendah. Penerapan sanksi kepada Juru parkir sangat sulit karena akan menimbulkan dampak sosial di masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan realisasi retribusi parkir yaitu dengan menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Tengan Nomor 1 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha. Perda tersebut mengatur kenaikan tarif retribusi parker,kemudian selanjutnya Dinas Perhubungan mengimplementasikanya kepada masyarakat.

Terhadap retribusi pelayanan pasar yang juga realisasinya sangat rendah, dapat Kami informasikan bahwa target yang ditetapkan berdasar acuan dalam perda Jasa Umum yaitu berdasar tarif permeter tetapi dalam peraktiknya dilapangan, pemungutan yang dilakukan oleh juru pungut pasar yang rata-rata merupakan tenaga sukarela dilakukan berdasar jumlah pedagang tidak berdasar luas yang digunakan oleh para pedagang.Untuk menyelesaikan

LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .2

%, Retribusiibusi Pelayanan Parkir di tepi jalan umum hanya terelaisasi 17,68 %, Retribusiibusi Pelayanan Pasar terealisasi sebesar 17,20 % dan Retribusiibusi Pengendalian Menara Telekomunikasi terealisasi sebesar 13,44 % Untuk itu, DPRD Kabupaten Lombok Tengah mendukung sepenuhnya upaya- upaya yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan penerimaan daerah sebagaimana yang telah tertuang dalam dokumen LKPJ Tahun 2019. Sebagai bahan perbaikan ke depan, DPRD Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan rekomendasi sebagai berikut :

a. DPRD Kabupaten Lombok Tengah berpandangan bahwa terdapat beberapa komponen PAD yang patut diduga mengalami kebocoran khususnya yang bersumber dari retribusiibusi pelayanan parkir tepi jalan umum yang hanya terealisasi sebesar 17,68 dan dan Retribusiibusi Pelayanan Pasar yang hanya terealisasi sebesar 17,20 %.

b. DPRD Kabupaten Lombok Tengah berpendapat bahwa kinerja SKPD yang bertanggungjawab terhadap penarikan kedua retribusiibusi tersebut perlu ditingkatkan. Terhadap retribusiibusi pelayanan parkir tepi jalan umum yang hanya terealisasi sebesar Rp.102.942.000,00 (102 juta 942 ribu rupiah) dari target sebesar Rp.582.360.000,00 (582 juta 360 ribu rupiah), serta Retribusiibusi Pelayanan Pasar yang hanya terealsiasi Rp.450.164.000,00 (450 juta 164 ribu rupiah) dari target sebesar Rp.2.617.010.950,00 (2

permasalahan tersebut, mulai tahun 2020 pemungutan retribusi pasar dilaksanakan kembali oleh Dinas perindustrian dan perdagangan, dengan menerapkan pemungutan berdasarkan tarif yang baru sesuai perda No 4 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

Selain itu, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan upaya antara lain :

- memberikan upah pungut ke petugas juru pungut

- Rutin mengadakan rapat dan koordinasi dengan juru pungut setiap bulan

- melakukan monitoring dan evaluasi ke 43 pasar atau beberapa pasar yang terkendali atau masih rendah capaian target retribusinya

- memberikan arahan/sosialisasi terpadu tentang target dan perhitungan tarif retribusi berdasarkan perbup yang telah ditetapkan.

b. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan tetap melakukan pengawasan terhadap keberadaan retail modern yang ada di Lombok Tengah. Hasil pengamatan selama ini,pihak retail terus memberikan pelatihan terhadapUsaha kecil. Namun demikian, masih terdapat produk usaha kecil yang belum dapat memenuhi standar sesuai keinginan pihak retail. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah melakukan beberapa upaya sebagai berikut:

- Memfasilitasi penerbitan ijin PIRT untuk IKM yang sudah dibina - Memfasilitasi penerbitan sertifikat halal

- Memfasilitasi pembuatan kemasan - Melaksanakan FGD denga ritel modern

- Tetap melaksanakan monitoring dan Pengawasan ke IKM yang

LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .3 milyar 617 juta 10 ribu 950 rupiah), DPRD

Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam mengingat potensi dari kedua sumber PAD tersebut cukup besar.

Keberadaan toko retail modern Alfamart dan Indomaret sudah merambah sampai ke tingkat desa, namun kontribusi Alfamart dan Indomaret dalam menyerap produk UMKM sebagaimana yang diamanatkan dalam Perbub Nomor 23 Tahun 2015, masih sangat minim bahkan tidak ada sama sekali. Selain itu, DPRD Kabupaten Lombok Tengah menyoroti kegiatan parkir pada kedua toko retail modern tersebut yang belum berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Mengacu pada data tahun 2017 dimana jumlah toko alfamart dan indomaret sebanyak 83 unit, jika masing-masing toko tersebut dibebankan parkir sebesar Rp.4.000 atau setara dengan tarif parkir 2 unit motor per hari, maka potensi parkir yang dapat diperolah selama 1 tahun dapat mencapai Rp.121.180.000,00 (121 juta 180 ribu rupiah) yang berarti lebih besar dari realisasi Retribusiibusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum tahun 2019.

Untuk itu, DPRD Kabupaten Lombok Tengah merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk :

a). Menindak tegas terhadap toko retail modern yang tidak melaksanakan Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar

sudah dibina

- Disperindag bekerjasama dengan Dinas Kesehatan terkait PIRT untuk IKM yang sudah dibina

Selain itu, pemerintah daerah membuat regulasi agar pihak retail modern memberikan sebagian lahan parkir kepada usaha kecil sebagai tempat berjualan.

Berikutnya untuk mengoptimalkan potensi parkir yang ada di setiap retail modern, pemerintah daerah melakukan pemungutan retribusi parkir dihalaman retail moderen disamakan dengan retribusi parkir ditepi jalan umum, sesuai dengan perbup nomor 35 Tahun 2020 tentang Penetapan Tempat Parkir Ditepi Jalan Umum Dan Tempat Khusus Parkir.

LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .4 Rakyat dan Pusat Perbelanjaan Toko

Modern.

b).Mengoptimalkan potensi parkir yang ada pada seluruh jaringan pusat perbelanjaan modern Alfamart dan Indomaret.

2 Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan PAD khususnya yang bersumber dari sewa pertokoan yang menjadi aset daerah di jalan Jenderal Sudirman Praya, DPRD Kabupaten Lombok Tengah mendorong pemerintah daerah untuk meninjau kembali nilai sewa karena nilai sewa yang berlaku saat ini sangat jauh dari harga riil di lapangan.

Sewa pertokoan yang berlokasi di jalan Jenderal Sudirman Praya tidak bisa disamakan dengan besaran sewa pertokoan yang ada di sekitarnya yang nilai sewanya lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena pengelola pertokoan tersebut memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) atas pertokoan dimaksud yang masih berlaku hingga saat ini.

Meskipun demikian, sesuai kontrak kerjasama pemanfaatan dengan para pemegang HBG, sedang dilakukan evaluasi/pengkajian untuk peninjauan besaran sewanya.

3 Terhadap pengelolaan parkir yang ada di halaman Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Tengah, areal Alun-alun Tastura (Bencingah) serta areal lainnya yang berpotensi menghasilkan PAD, DPRD Kabupaten Lombok Tengah meminta kepada Pemerintah Daerah agar memperjelas status areal parkir tersebut dengan menerbitkan payung hukum yang menjadi dasar pengelolaan parkir.

Untuk memperjelas status areal parker dihalaman Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Tengah, areal Alun-alun Tastura (Bencingah) serta areal lainnya yang berpotensi menghasilkan PAD pemrintah daerah sudah menyusun perbup nomor 35 Tahun 2020 tentang Penetapan Tempat Parkir Ditepi Jalan Umum Dan Tempat Khusus Parkir.

LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .5 II. REKOMENDASI TERHADAP PELAKSANAAN URUSAN KOMKUREN, FUNGSI PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN URUSAN

PEMERINTAHAN UMUM, BERDASARKAN MITRA KERJA MASING-MASIING KOMISI, SEBAGAI BERIKUT :