CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN
DAN SOLUSI 1 Terhadap kelangkaan tenaga manusia dalam
pertanian semakin meningkat seiring dengan berkembangnya sector yang lain, ini tentunya membutuhkan kesiapan pemerintah untuk meningkatkan pemberian bantuan kepada petani terhadap alat pra dan pasca panen, seperti alat persemaian, alat pengolah tanah, alat pemanen dan lain sebagainya.
Upaya mekanisasi pertanian pada dasarnya dijalankan dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas tanaman, khususnya Tanaman pangan baik untuk alsintan pra panen maupun pasca panen. Sampai saat ini persentase penggunaan Alsintan Pra panen masih sekitar 55-60%
dan prsentase penggunaan Alsintan Pasca Panen masih sangat kurang (dibawah 25%). Kondisi ini menunjukkan bahwa masih perlu banyak intervensi pemerintah dalam menyediakan bantuan Alsintan.
Penggunaan Alsintan sangat menekan biaya produksi, sehingga pendapatan bersih petani akan meningkat. Namun saat ini, pemberian bantuan Alsintan lebih banyak berasal dari APBN dan APBD Provinsi.
Penyediaan bantuan ini berbasis kelompok tani dan umumnya memiliki kriteria tertentu yang telah ditentukan oleh Kementerian Pertanian R.I.
Permasalahan:
Pemanfaatan
bantuan alsintan belum optimal disebabkan karena tidak memiliki operator khusus, ketidaksesuaian alat dengan kondisi lahan dan Kurangnya peran pengurus UPJA untuk
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .35 mengoptimalkan penggunaan alsintan berbantuan.
Solusi:
Membuat data pemetaan alsintan (jenis, jumlah menurut lokasi) pada lingkup wilayah desa, kecamatan sampai dengan kabupaten sehingga
memudahkan
rencana mobilisasi alsintan pada saat diperlukan. Antara
lain dengan
membentuk Brigade Alsintan.
2 Kondisi tanaman padi saat ini yang kebanyakan petani mengeluhkan tentang hama wereng yang menyerang tanaman padi petani akan berdampak pada berkurangnya hasil produksi padi di Lombok Tengah, perlu difikirkan langkah-langkah antisipasi akan hama yang dimaksud yang acapkali setiap tahun menyerang lahan pertanian.
Masalah kerusakan tanaman akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) telah menjadi perhatian sejak awal kegiatan budidaya tanaman. Kegiatan budidaya tanaman, atau disebut juga sistem produksi pertanian, meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: penyiapan dan pengolahan lahan, pemilihan bibit atau benih, penanaman, perawatan tanaman, pengelolaan air, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemanenan, dan pengelolaan hasil panen. Pengendalian OPT merupakan faktor terpenting untuk mendapatkan produksi pertanian yang optimal. Oleh karena itu upaya manusia untuk mengendalikan OPT merupakan salah satu bagian terpenting dalam kegiatan budidaya tanaman.
Saat ini kebijakan pengendalian pengendalian hama di Kabupaten
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .36 Lombok Tengah menggunakan pola pendekatan Pengendalian Hama
Terpadu (PHT).
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan pendekatan pengendalian yang memperhitungkan faktor pengendalian ekologi sehingga pengendalian dilakukan agar tidak terlalu mengganggu keseimbangan alami dan tidak menimbukan kerugian besar.
3 Lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang dampak dari majunya pembangunan di berbagai secktor perlu adanya upaya-upaya kongkrit Pemerintah Daerah untuk membatasi alih fungsi lahan pertanian.
Upaya pengendalian alih fungsi lahan pertanian sangat membutuhkan dukungan segenap stakeholder. Melalui rekomendasi ini kami berharap upaya penyelesaian regulasi tentang perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan akan segera dijalankan. Pada Tahun 2021, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah telah merencanakan untuk melakukan Review terhadap materi teknis dan kajian akademik yang telah disusun pada tahun 2015 tentang Draft Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan dan juga menyiapkan dokumen pendukung untuk kepentingan Perda dimaksud yaitu Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) atas Penyusunan Perda dimaksud, sebagaiman syarat yang diatur dalam Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup.
4 Kurangnya minat masyarakat muda terhadap pertanian karena dianggap menjadi sektor yang kurang menjanjikan menjadi tugas pemerintah untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada generasi muda agar tertarik untuk terlibat dalam dunia pertanian.
Saat ini Kementerian Pertanian RI telah meluncurkan program petani milenial, yang ditujukan untuk menarik perhatian generasi muda untuk berusaha dibidang pertanian. Kami mengakui, dukungan pendanaan yang terbatas juga menyebabkan upaya perluasan atau peningkatan petani milenial belum dapat dijalankan dengan baik, karena hanya disediakan dana dari APBN. Namun di Kabupaten Lombok Tengah, sudah ada beberapa petani milenial yang telah menjalankan usahanya secara modern dan mampu menjangkau pasar-pasar hotel dan restoran di Lombok dan Bali. Ada pula petani milenial nasional yang bidang usahanya tidak hanya pada budiaya pertanian tetapi telah berkembang pada penyediaan benih, pupuk alternatif dan pengolahan hasil pertanian.
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .37 5 Keberpihakan Pasar terhadap petani tembako
sangat penting untuk diperhatikan Pemerintah Daerah perlu menjembatani antara petani tembako dengan pasar agar petani tembako tidak merugi
Rekomendasi tentang keberpihakan Pemerintah darah dalam menjembatani Petani Tembakau dalam aspek jual beli komoditas tembakau pada dasarnya sudah siap diimplementasikan pada Tahun 2020, namun terkendala Kondisi Darurat Nasional yang disebabkan oleh Covid-19 sehingga anggaran untuk kegiatan dimaksud termasuk dalam anggaran yang dialihkan.
Permasalahan:
Resiko harga tembakau yang tidak menentu karena pada saat panen penentuan kualitas tembakau tergantung
para grader
(pembeli/tengkulak) tembakau.
Solusi:
Menggandeng pihak swasta yang bergerak dalam bidang pengelolaan
tembakau. Pihak swasta nantinya yang akan membeli tembakau dari petani secara langsung dalam upaya menjaga
harga dan
keberlanjutan petani.
Kerja sama inilah yang akan memberi jaminan harga kepada petani. Ini akan memotong rantai tengkulak.
6 Ketersediaan pupuk bersubsidi sangat penting
untuk mendapat pengawasan yang ketat dari Pengendalian dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi yang telah dilakukan
oleh Dinas Pertanian dalam 2 (dua) tahun terakhir berjalan cukup baik Permasalahan:
Prosedur penyaluran
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .38 Pemerintah Daerah agar kelangkaan pupuk tidak
terjadi. namun belum optimal. Masih terdapat permainan harga di tingkat petani. Beberapa kejadian/kasus sudah diarahkan kepada aparat penegak hukum. Namun dengan sistim yang ada saat ini, deteksi atas permainan harga dapat dicegah atau diselesaikan.
pupuk bersubsidi sampai ketangan petani tidak bisa dilaksanakan secara cepat, sehingga seringkali stok pupuk tidak bisa langsung tersalurkan.
Solusi:
Membentuk satuan tugas pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi di setiap daerah agar distribusinya benar-benar tepat waktu dan tepat sasaran serta tidak ada kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi.
Satuan tugas tim pengawasan
melibatkan Dinas Pertanian, Kejaksaan Tinggi, Kepolisian, Kepala UPT HPT dan Keswan Kecamatan, POPT dan Pengawas Obat Kecamatan, dan Koordinator
Penyuluh Kecamatan.
Dengan adanya
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .39 satgas pengawas pupuk bersubsidi, setidaknya alur pupuk bersubsidi mulai dari produsen, distributor hingga kios pupuk lengkap (KPL) sebagai pengecer terpantau.
Selanjutnya, menyempurnakan program e-RDKK dan Kartu Tani. Bila
e-RDKK sudah
diusulkan dan petani sudah memegang Kartu Tani, tidak mungkin lagi ada kelangkaan pupuk karena sudah sesuai permintaan atau kebutuhan
kabupaten Lombok
Tengah yang
mengusulkan..
7 Terhadap beberapa penyakit tanaman padi saat ini disinyalir berasal dari kualitas bibit yang dianggap tidak baik. Dan bantuan bibit senantiasa setiap tahun dianggap sebagai uji coba dan tidak mempertahankan bibit yang sudah terbukti. Demikian juga terhadap bantuan bibit jagung dan kedalai yang kualitasnya kurang
Perlu diketahui bahwa bantuan benih umumnya berasal dari sumber dana APBN dan APBD Provinsi. APBD Kabupaten Lombok Tengah tidak pernah menyediakan bantuan benih. Pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas Pertanian hanya sebagai penyalur dan penentu Calon Petani dan Calon Lokasi Penerima(CPCL). Proses pengadaan benih ini sendiri memang dilakukan oleh para penyedia bantuan melalui mekanisme pengadan yang ada di pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Kedepannya kami akan lebih ketat untuk mengusulkan jenis benih dan
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .40
baik. melaporkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para
petani atas benih bantuan dimaksud.
8 Keberadaan PPL sangatlah penting di tengah-tengah petani, terutama untuk mendampingi petani dalam bercocok tanam dan menjawab situasi dan kondisi yang dialami petani. Dan perlu diperhatikan terhadap berkurannya secara kualitas dan kuantitas PPL pertanian yang disebabkan di alih fungiskan PPL menjadi pejabat struktural.
Dalam 2 (dua) tahun terakhir ini perpindahan jabatan PPL ke rumpun jabatan struktural tidak lagi terjadi, namun dilain pihak kebijakan pengadan pegawai yang terbatas juga menyebabkan kelangkaan jumlah PPL. Persoalan utama yang kami hadapi saat ini adalah kurangnya dukungan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan PPL dan dukungan operasional dalam melaksanakan praktek-praktek
“teknologi anjuran” di tingkat lapangan. Hal ini menyebakan kinerja PPL sebagai ujung tombak pelayanan petani belum dapat ditingkatkan.
Aspek lain terkait kurangnya kesejahateraaan dan dukungan operasional serta penyediaan sarana kerja yang memadai juga masih menjadi hambatan dalam menggerakkan PPL di lapangan.
9 Terhadap pembagian bibit pertanian, tentunya perlu diperhatikan waktu yang tepat sesuai musim atapun waktu tanam yang baik.
Pada dasarnya rencana pembagian benih tanaman telah dipersiapkan dengan baik, sebagaimana kondisi umum iklim yang berlangsung di kabupaten Lombok Tengah. Namun untuk musim tanam 2019/2020, terjadi anomaly iklim berupa mundurnya musim hujan, sehingga terjadi beberapa permasalahan pemabagian benih. Mulai tahun 2021 proses perencanaan pengadan benih akan segera diperbaiki melalui pemberian rekomendasi kepada satker penyedia benih di tingkat provinsi dan tingkat pusat untuk mempertimbangkan waktu tanam yang tepat dan sesuai.
10 Bantuan sapi terhadap masyarakat melalui kelompok ternak perlu ditingkatkan mengingat masih besarnya potensi alam sebagai sumber pakan ternak dan minat masyarakat untuk berternak sapi masih tinggi, disamping ini dianggap salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Selanjutnya perlu juga difikirkan terhadap pengolahan pakan serta pemanfaatan kotoran sapi baik sebagai pupuk ataupun
Pada tahun 2020 pemerintah daerah menyalurkan bantuan Sapi kepada kelompok ternak sebanyak 89 ekor bersumber dari dana APBD dan 1000 ekor disalurkan kepada lima desa di kecamatan pujut melalui program bantuan desa 1000 sapi dari kementerian pertanian.
Selanjutnya terkait peningkatan potensi peternakan sapi melalui pemanfaatan limbah dan kotoran sapi akan menjadi kegiatan yang bersifat integrative pada tahun-tahun mendatang. Hal ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah usaha budidaya peternakan sapi.Sampai saat ini, upaya mengoptimalkan pemanfaatan
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .41 pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif. limbah pertanian dijalankan melalui pengembangan pertanian terpadu.
Integrasi budaya tanaman pangan dan peternakan dapat dikembangkan menjadi wadah untuk mendorong pemanfaatan limbah pertanian, khususnya kotoran ternak sebagai pupuk alternatif.
5.Urusan Pangan(dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan).
NO REKOMENDASI DPRD TAHUN N-1 TANGGAPAN /TINDAK LANJUT PERMASALAHAN DAN
SOLUSI