CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN
SOLUSI 1 Belum terkontrolnya harga pangan di pasar
yang menyebabkan perubahan harga pangan di pasar sangat signifikan.
Pada dasarnya Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan pengawasan harga pangan di pasar melalui kegiatan Pemantauan Informasi Harga Pasar dan Pasokan Komoditas Pangan. Hasil pemantauannya dilaporkan sampai ke Pemerintah Pusat.
Berdasarkan hasil analisis pemantauan informasi harga pasar dan pasokan komoditas pangan yang telah dilaporkan, rata-rata masih dinyatakan stabil dengan fluktuasi harga masih dibawah 25%.Supaya hasil pemantauan perkembangan harga pangan lebih akurat, maka Dinas Ketahanan Pangan setiap tahun memperbanyak sampel.
Permasalahan:
Permasalahan yang dihadapi dalam memantau harga pangan dipasar antara lain sulitnya mengontrol pasokan pangan yang berasal dari luar Kabupaten Lombok Tengah maupun pangan yang keluar dari Kabupaten Lombok Tengah.
Solusi:
Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Dinas terkait tingkat provinsi untuk mengatasi gejolak harga.
2 Sosialisasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber kebutuhan sehari-hari perlu ditingkatkan.
Sosialisasi pemanfaatan pekarangan kepada masyarakat terus dilakukan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengahmelalui kegiatan pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan. Sosialisasi dilaksanakan diawal kegiatan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan
Permasalahan:
Jumlah kelompok masyarakat yang bisa dijangkau oleh kegiatan ini setiap tahunnya sangat terbatas. Hal ini terkait
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .42 masyarakat tentang pemanfaatan pekarangan yang meliputi sistem
budidaya di pekarangan, termasuk kaitannya dengan peningkatan gizi melalui konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Dalam sosialisasi selalu ditekankan agar pemanfaatan pekarangan sebagai sumber kebutuhan sehari-hari bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.
dengan alokasi dana yang juga masih belum memadai.
Solusi:
Sosialisasi pemanfaatan
pekarangan kepada
masyarakat terus dilakukan pemerintah daerah secara konsisten ditengah keterbatasan anggaran. Serta berupaya mencari sumber pendanaan yang lain (APBD Prov ataupun APBN)
3 Keberadaan KWT perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Daerah guna meningkatkan penghasilan rumah tangga.
Pendataan Kelompok Wanita Tani(KWT) sudah dilakukan setiap tahun secara kontinyu di setiap kecamatan. Selain itu untuk lebih efektifnya usaha yang dilaksanakan oleh KWT pemerintah daerah memberikan bantuan berupa alat pengolahan hasil pangan non beras. Pada tahun 2019 bantuan diberikan kepada 7 KWT kemudian pada tahun 2020 diberikan kepada 6 KWT.
Permasalahan:
KWT kurang berkembang kegiatannya disebabkan karena minimnya pendidikan dan kemampuan serta KWT yang sudah ada kegiatan dan produknya tidak bisa memasarkan hasilnya karena ketidaktahuan teknik dan cara pemasaran yang efektif.
Solusi:
Perlu adanya pelatihan dan bimbingn dari Pemerintah dengan menghadirkan Narasumber untuk langkah-langkah memproduksi hasil dari bahan baku terutama yang berasal dari pangan lokal non
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .43 beras sehingga hasil olahannya laku dipasaran dan perlu adanya kerjasama dari instansi terkait dalam bimbingan untuk memasarkan hasil olahan 4 Kuliatas makanan dan kandungan gizi
masyarakat pada makanan perlu menjadi perhatian pemerintah hal ini dapat kita lihat dari tingginya angka stunting di Lombok Tengah.
Kualitas makanan dan kandungan gizi makanan masyarakat memang sangat terkait dengan stunting. Dinas Ketahanan Pangan telah melaksanakan berbagai kegiatan terkait dengan hal tersebut diantaranya pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan yang salah satu tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat meningkatkan kualitas pangannya dengan mengkonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang bisa diperoleh dengan hasil pekarangannya.
Permasalahan:
Permasalahan kualitas konsumsi pangan dan gizi untuk penanganan stunting belum dapat dilaksanakan secara optimal akibat keterbatasan anggaran dan kurangnya sinergi dengan lintas sektor terkait.
Solusi:
Telah dibentuk tim penanggulangan stunting yang melibatkan lintas sektor terkait oleh BAPPEDA.
5 Dinas Ketahanan Pangan perlu bersinergi dengan baik bersama Dinas Pertanian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas pangan di Kabupaten Lombok Tengah.
Sinergitas dan kerjasama antara Dinas Ketahanan Pangan dengan Dinas Pertanian tetap dilaksanakan dengan berbagai kegiatan antara lain:
a. Melaksanakan data terpadu terhadap kelompok tani hortikultura;
b. Melaksanakan identifikasi, registrasi dan sertifikasi terhadap produk pertanian khususnya Pangan Segar Asal Tumbuhan ( PSAT);
Permasalahan:
Masih kurangnya pengetahuan petani tentang pentingnya keamanan pangan dan masih ditemukan petani dalam melakukan penyemprotan pestisida melebihi dosis yang dianjurkan/direkomendasikan.
LKPJ KAB. LOMBOK TENGAH TAHUN 2020 II .44 c. Melaksanakan pengamanan terhadap pangan segar yang berada
dipasar-pasar tradisional dan pasar induk dengan mengambil beberapa komoditi sebagai sampel kemudian dilakukan pengujian terhadap kandungan pestisida dengan menggunakan alat uji cepat ( Rapid Tes) dengan membentuk satgas pangan.
Solusi:
Perlu dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam budidaya yang baik/Good Agriculture Practise (GAP) dan melaksanakan sertifikasi prima 3 untuk menjamin produk yang dihasilkan petani aman untuk dikonsumsi.
6 Kader-kader posyandu dianggap strategis dalam sosialisasi pemanfaatan lingkungan, oleh karenanya dipandang perlu sinergi antara Dinas Ketahanan pangan dengan Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB.
Dinas Ketahanan Pangan telah melakukansosialisasi pemanfaatan lingkungan kepada kolompok masyarakat miskin sebagai sasaran kegiatan pemanfaatan pekarangan. Kedepanya antara Dinas Ketahanan pangan dengan Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB dalam mensosialisasikan pemanfaatan lingkungan terus ditingkatkan.
7 Pemerintah Daerah perlu memberikan bantuan modal usaha kepada Kelompok Usaha Bersama guna untuk menunjang program-program yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan.
Dinas Ketahanan Pangan telah memberikan bantuan modal kepada kelompok usaha bersama dalam bentuk barang sesuai kebutuhan kelompok. Adapun kelompok usaha bersama yang di tangani oleh Dinas Ketahanan Pangan adalah Kelompok wanita Tani yang mengolah pangan lokal. Hanya saja jumlah kelompok yang bisa terjangkau oleh anggaran sangat terbatas yaitu berkisar 6 – 8 kelompok setiap tahun.
6. Urusan Kelautan Dan Perikanan(Dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan)
NO REKOMENDASI DPRD TAHUN N-I TANGGAPAN DAN TINDAK LANJUT PERMASALAHAN DAN SOLUSI