• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Pikir

Dalam dokumen H A S A N NOMOR INDUK MAHASISWA: (Halaman 64-0)

Pembelajaran sains memiliki karakteristik yang sangat kompleks karena proses pemeblajaran dalam memecahkan masalah melakukan analisis melalui hasil belajar yang dilakukan oleh peserta didik yang merupakan salah satu outcome yang diharapkan dari pendidika sains.

Dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu bentuk interaksi antar beberapa komponen yaitu pendidik, peserta didik, media pembelajaran, lingkungan belajar, dan bahan ajar melalui kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan berfikir, sikap dan nilai kepada peserta didik yang berdasar pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Salah satu cara guru untuk melatih peserta didik dalam memahami pembelajaran yaitu dengan melaksanakan pembelajaran dengan meningkatkan hasil belajar melalui lembar kerja peserta didik yang digunakan,

dan menciptakan suasana belajar peserat didik lebih aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan agar termotivasi dan berkembang sepenuhnya selama proses belajar mengajar.

Lembar kerja peserta didik salah satu bahn ajar yang digunakan dalam proses pembalajaran yang merupakan media yang menuntun peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan. Salah satu syarat dari pengembangan lembar kerja peserta didik yaitu harus dapat digunakan untuk seluruh peserta didik dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kenyataannya lembar kerja peserta didik yang beredar di sekolah masih sederhana hanya membuat rangkuman materi dan soal Latihan tidak memperhatikan masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan belajar peserta didik ditentukan oleh guru sebagai pendidik dan kreativitas guru dalam memilih bahan ajar melalui lembar kerja peserta didik yang tepat untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan. Adapun kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.3 berikut:

BAB III

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

A. Model Penelitian dan Pengembangan

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D. model ini dikembangkan oleh Thiagarajan (1974), model pengembangan 4-D terdiri atas 4 tahap utama yaitu define (pendefenisian), design (perencanaan), develop (pengembangan) dan dissemination (penyebaran), atau model 4-P yaitu pendefinisian, perancanaan, pengembangan, dan penyebaran. (Sani, 2018).

Namun dalam penelitian ini hanya dibatasi sampai tahap pengembangan (develop) saja, sedangkan tahap penyebaran (disseminate) Tidak berjalan karena alasan waktu dan biaya. Alasan kami memilih model 4D untuk studi pengembangan ini adalah karena langkah-langkah pada setiap tahap model 4D sudah jelas dan pengembangannya.

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur penelitian pengembangan ini dimodifikasi dari model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974) yang terdiri dari 4 tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan LKPD dilakukan dalam penelitian ini dibatasi hingga tahapan develop, karena keterbatasan waktu dan biaya. Sehingga

54

pengembangan terdiri dari tahap define, design, develop dan disseminate.

Adapun tahap-tahap pengembangan LKPD diuraikan sebagai berikut:

1. Tahap Pendefenisian (Define)

Tujuan tahap ini adalah menetapkan dan mendefenisikan syarat pembelajaran yang diawali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan perangkatnya hanya menggunakan lima Langkah poko yaitu analisis kurikulum, menyusun peta kebutuhan LKPD, menentukan Judul LKPD, Analisis Konsep dan Spesifikasi tujuan. Dalam tahap ini peneliti membatasi langkah-langkah yang ditempuh yaitu tidak menggunakan analisis masalah karena dalam hal peneliti telah membahas analisis masalah sebelumnya, oleh karena itu peneliti melakukan lima langkah pokok yang ditempuh oleh peneliti yaitu sebagai berikut;

a. Analisis kurikulum

Analisis kurikulum menggunakan dan memperhatikan silabus, acara semester, acara tahunan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) &

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) b. Menyusun Peta Kebutuhan LKPD

Peta kebutuhan LKPD sangat diperlukan untuk mengetahui jumlah LKPD yang harus ditulis serta melihat sekuensi atau urutan LKPDnya. LKPD yang akan dikembangkan berjumlah 4 buah LKPD dengan pertimbangan bahwa

KD yang ditulis sesuai dengan indikator yang ingin dicapai oleh peserta didik.

c. Menentukan Judul LKPD

Tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok yang disesuaikan dengan silabus dengan berpedoman pada kurikulum 2013.

d. Analisis Konsep

Tahap ini bertujuan untuk menganalisis konsep-konsep penting yang harus dikuasai oleh peserta didik. Konsep-konsep pada salah satu KD saling dikaitkan dengan konsep-konsep pada KD lainnya kemudian disusun ke dalam sebuah peta konsep. Peta konsep yang telah disusun digunakan sebagai dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran.

e. Spesifikasi Tujuan

Dari data analisis spesifikasi tujuan pada penilitian ini adalah LKPD yang berjudul LKPD Berbasis literasi sains untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada Kkonsep IPA Kelas VI UPT SPF SD Negeri Mangkura 1 Makassar.

2. Tahap Perencanaan (Design)

Setelah muncul suatu permasalahan dari tahapan pendefinisian, selanjutnya masuk ke tahap berikutnya. Tahap perencanaan ini bertujuan untuk merancang suatu LKPD IPA yang digunakan dalam proses

pembelajaran. Dalam tahap ini dilakukan perancangan media pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam tahap ini peneliti melakukan empat tahap yaitu pemilihan bentuk penyajian, pemilihan media yang sesuai, pemilihan format, rancangan awal LKPD sampai tahap draft 1, dalam hal ini peneliti tidak melakukan penyusunan tes acuan karena dalam hal ini peneliti tidak melakukan tes antara tahap pendefinisian (define) dengan tahap perancangan (design) Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini, yaitu:

a. Penyusunan Instrumen

Instrumen yang disusun pada penelitian ini meliputi instrumen validasi produk LKPD berbasis literasi. Instrumen validasi produk bertujuan untuk menilai kelayakan produk LKPD berbasis literasi sains. Selain peyusunan instrumen validasi produk juga terdapat instrument penilaian hasil uji coba produk peserta didik

b. Pemelihan media yang sesuai

Dalam tahap ini adalah pemilihan Bahan Ajar berupa LKPD berbasis literasi sains yang disesuaiakan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik UPT SPF SD Negeri Mangkura 1 Makassar.

c. Pemilihan format

LKPD IPA berbasis lietrasi sains bertujuan untuk membantu peserta didik menemukan konsep, sehingga format LKPD harus didesain sesuai dengan

tujuan tersebut baik dari ukuran, penomoran, kepadatan halaman dan kertas serta kejelasan Bahasa sesuai dengan batasan umum pedoman pada saat mennetukan desain LKPD oleh Prastowo (2011). Selain itu bagian memahami masalah, mennetukan rencana strategi penyelesaian masalah, menyelesaikan strategi penyelesaian masalah dan memeriksa Kembali jawaban yang telah diperoleh.

d. Rancangan awal LKPD

Rancangan awal LKPD yaitu rancangan yang telah dibuat oleh peneliti kemudian diberi masukan oleh validator. Masukan dari validator akan digunakan untuk merevisi LKPD sebelum dilakukan produksi. Kemudian melakukan revisi setelah mendapatkan saran perbaikan LKPD dari dosen pembimbing dan nantinya rancangan ini akan dilakukan tahap validasi.

Rancangan ini berupa draf I LKPD.

Tahap perancangan ini, peneliti sudah membuat produk awal (prototype) atau rancangan produk. Tahap ini dilakukan untuk membuat LKPD sesuai dengan kerangka isi hasil analisis kurikulum dan materi. Tahap ini diisi dengan kegiatan menyiapkan kerangka konseptual model dan perangkat pembelajaran (materi, media, alat evaluasi) dan mensimulasikan penggunaan moel dan prangkat pembelajaran tersebut dalam lingkup kecil.

Adapun struktur pengembangan LKPD yang dipakai dalam penelitian ini yaitu struktur penyusunan LKPD menurut Prastowo (2011) disajikan sebagai berikut:

1. Bagian Pendahuluan a. Judul:

b. Daftar Tujuan Kompetensi 2. Bagian Inti

a. Uraian Materi

b. Kegiatan Pembelajaran 3. Bagian Penutup

Tes akhir

3. Tahap Pengembangan (Develop)

Tujuan dari tahap ini adalah untuk membuat lembar kerja revisi post-test berdasarkan masukan dari validator, dalam tahap ini peneliti hanya melakukan revisi produk atau draf 1 dan draf 2 berdasarkan prosedur define dan design yang disusun oleh peneliti. Langkah-langkah dalam tahap pengembangan adalah sebagai berikut:

a. Validasi

Validasi oleh satu validator yang terdiri dari satu dosen ecaluasi, dosen Pendidikan IPA dan satu guru sekolah dasar. Adapun aspek yang divalidasi oleh validator terkait konten materi, kontruksi, dan Bahasa. Adapun validasi yang digunakan adalah validasi ahli sebanyak 3 orang yaitu 2 orang pakar ahli dari instansi universitas dan 1 orang ahli pakar guru dari sekolah.

Validasi Ahli adalah penilaian para ahli terhadap LKPD IPA kualitas yang dibuat. Tahapan validasi memiliki tujuan untuk mengetahui kelayakan

LKPD IPA. Berdasarkan masukan dari ahli materi maupun guru IPA dengan model tiga dimensi diperbaiki agar lebih tepat, efektif, efisien dan mudah digunakan oleh siswa dan memiliki kualitas yang layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

b. Tahap Uji Coba Terbatas

Pada tahap uji coba terbatas di lakukan pembelajaran di kelas VI UPT SPF SD Negeri Mangkura 1 Makassar Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar dengan menerapkan LKPD berbasis literasi sains. Pada tahap uji coba terbatas melibatkan peserta didik kelas VI UPT SPF SDN Mangkura I Makassar. Pada tahap uji coba terbatas melibatkan guru sebagai pengamat.

Pengamatan dilakukan untuk mengamati aktivitas peserta didik dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sekaligus memberikan respon mengenai LKPD yang digunakan.

Tabel 3.1 Subjek dan Tahapan Pengembangan LKPD Tahapan

Implementasi 30 Pemakai

produk, guru dan siswa

LKPD yang valid, praktis, dan efektif

Adapun rancangan desain uji coba pengembangan LKPD dapat dilihat pada gambar 3.2 berikut :

Simulasi

Gambar 3.1. Desain uji coba LKPD 4. Tahap Penyebaran (Disseminate)

Proses penyebaran merupakan suatu tahap akhir dalam model pengembangan 4-D. penyebaran dilakukan untuk mempromosikan produk yang dihasilkan di kelas lain, sekolah lain dan guru lain. Menurut Thiagarajan (1974) beberapa media yang dapat digunakan dalam menyebarkan produk seperti jurnal Pendidikan, makalah Pendidikan, konferensi, pertemuan, dan perjanjian dalam berbagai jenis serta melalui pengiriman lewat e-mail. Adapun prosedur penelitian pengembangan menggunakan model 4-D dapat dilihat pada gambar berikut:

Uji Coba Terbatas

Implementasi

Gambar: 3.2 Pengembangan LKPD Berbasis Literasi Sains Model 4-D

C. Uji Coba Produk 1. Desain Uji Coba

Desain uji coba dalam penelitian ini dilakukan uji coba terbatas sebanyak 9 peserta didik di kelas VI UPT SPF SD Negeri Mangkura 1 Makassar Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Uji coba terbatas dilakukan untuk mengetahui keefktifan dan kepraktisan LKPD berbasis literasi sains.

2. Subjek Coba dan Lokasi Penelitian

Subjek uji coba produk hasil pengembangan adalah peserta didik kelas VI sebanyak 36 peserta didik uji coba lapangan dan lokasi penelitian adalah UPT SPF SD Negeri Mangkura 1 Makassar Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Uji lapangan berbasis literasi sains. Waktu uji lapangan/eksperimen mulai 01 februari sampai 28 Maret 2022.

3. Jenis Data

Jenis instrumen yang diperlakukan untuk mengukur efektivitas bahan ajar berupa instrument penilaian kognitif tes hasil belajar IPA yang dikembangkan adalah angket dan tes belajar peserta didik IPA yang menggambarkan kemampuan hasil belajar dan dijabarkan sebagai berikut:

a. Lembar Validasi

Formulir validasi digunakan untuk memperoleh informasi tentang kualitas perangkat pembelajaran berdasarkan evaluasi validator yang

berpengetahuan luas. Informasi yang diperoleh melalui alat ini akan digunakan sebagai masukan untuk revisi materi yang dikembangkan untuk membuat produk akhir yang valid.

b. Angket

Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan terhadap data dengan menghadirkan serangkaian pertanyaan atau instruksi tertulis kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner ini akan digunakan dalam evaluasi dan review LKPD berbasis IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan dievaluasi oleh ahli materi dan verifikator desain. Di sisi lain, survei LKPD berbasis berpikir kritis menyediakan angket siswa dan tes lapangan.

c. Observasi

Observasi dilakukan untuk memperoleh data-data pendukung.

Observasi yang dimaksud merupakan observasi katerlaksanaan pembelajaran dan penilaian sikap peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diisi oleh guru dan siswa proses obeservasi bertujuan untuk mengetahui penggunaan LKPD. Proses observasi ini dilakukan saat peneliti melakukan studi pendahuluan untuk menentukan kebutuhan peserta didik

d. Tes

Adapun tes yang digunakan berupa tes subjektif, yang pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian.

4. Instrumen Pengumpulan Data a. Lembar Validasi LKPD

Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai pendapat pada ahli (validator) terhadap LKPD yang disusun pada rancangan awal.

Instrumen ini akan menjadi pedoman dalam merevisi LKPD yang disusun.

Lembar validasi LKPD terdiri dari tiga lembar validasi yaitu:

1) Lembar Validasi

Validasi materi dilakukan untuk menilai kemampuan LKPD yang dirancang dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator yang ditetapkan.

2) Lembar Validasi Konstruksi

Validasi konstruksi dilakukan untuk menilai kesesuaian antar format dan bagian-bagian yang ditetapkan dengan LKPD yang dirancang.

3) Lembar Validasi Bahasa

Validasi Bahasa dilakukan untuk menilai ketetapan Bahasa yang digunakan pada LKPD yang dirancang.

Tabel 3.2 Skala Penilaian untuk Lembar Validasi

Jawaban Skor

Sangat Sesuai 4

Sesuai 3

Cukup Sesuai 2

Tidak Sesuai 1

Khabibah (2006)

b. Lembar Kepraktisan LKPD

Instrumen ini berupa angket yang diberikan kepada guru dan peserta didik sebagai pengguna LKPD. Lembar ini berfungsi untuk mengetahui kepraktisan dari rancangan LKPD yang telah valid. Lembar ini sebagai dasar untuk

merevisi LKPD.

Tabel 3.3 Skala Penilaian untuk Lembar Kepraktisan

Jawaban Skor

Sangat Sesuai 4

Sesuai 3

Cukup Sesuai 2

Tidak Sesuai 1

Khabibah (2006) c. Lembar Efektivitas LKPD

Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data tingkat keefektifan LKPD yang dikembangkan, terdiri dari:

Lembar observasi dan tes untuk mengetahui aktivitas peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar. Pengamatan ini dilakukan oleh guru

sebagai pengamat dari awal hingga akhir pelajaran yang akan dianalisis untuk mengetahui keefektifan pembelajaran.

5. Teknis Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis kemudian digunakan untuk merevisi LKPD yang dikembangkan sehingga diperoleh LKPD yang layak sesuai dengan kriteria yang ditentukan yaitu valid, praktis dan efektif.

a. Analisis Validasi LKPD

Hasil penelitian oleh para ahli pada lembar validasi dicari dengan cara berikut:

1) Memberikan skor untuk setiap item dengan jawaban 5 (sangat sesuai), 4 (sesuai), 3 (cukup sesuai), 2 (kurang sesuai), dan 1 (tidak sesuai)

2) Menjumlahkan skor total tiap validator untuk setiap aspek 3) Mencari rata-rata tiap aspek dari semua validator

4) Pemberian nilai validitas dengan rumus berikut:

𝑉̅= βˆ‘ =1 𝑅𝐴𝑖

𝑛 𝑖

𝑛

Keterangan:

𝑉̅= skor rata-rata validitas

𝑅𝐴𝑖 = Skor rata-rata validitas aspek ke- i 𝑛 = banyaknya aspek

5) Mencocokkan rata-rata validitas (𝑉̅) dengan kriteria kevalidan LKPD Tabel 3.4 Kategorisasi Kriteris Kevalidan LKPD

Nilai Kategori X > 3,4 Sangat Valid 2,8 < X ≀ 3,4 Valid 2,2 < X ≀ 2,8 Cukup Valid 1,6 < X ≀ 2,2 Kurang Valid

X ≀ 1,6 Tidak Valid

Windoyoko (2009)

Hasil dari skor rata-rata validasi yang didapatkan akan disesuaikan dengan kriteria yaitu:

1. Jika LKPD dikategorikan sangat valid berarti aspek materi, konstruksi dan Bahasa pada LKPD sangat layak digunakan.

2. Jika LKPD dikategorikan valid berarti aspek materi, konstruksi dan Bahasa pada LKPD layak digunakan dan perlu sedikit perbaikan.

3. Jika LKPD dikategorikan kurang valid berarti aspek materi, konstruksi dan Bahasa pada LKPD kurang layak digunakan dan perlu banyak perbaikan.

4. Jika LKPD dikategorikan tidak valid berarti aspek materi, konstruksi dan Bahasa pada LKPD tidak layak digunakan dan perlu pergantian.

5. Jika nilai rata-rata validates (𝑉̅ < 3) maka LKPD harus direvisi dan di validasi Kembali sebelum diuji cobakan ketahap selanjunta.

b. Analisis Kepraktisan LKPD

Hasil penilaian oleh peserta didik dan guru pada lembar kepraktisan dicari dengan cara berikut:

1. Memberikan skor untuk setiap item dengan jawaban 5 (sangat setuju), 4 (setuju), 3 (cukup setuju), 2 (kurang setuju), dan 1 (tidak setuju).

2. Menjumlahkan skor total tiap peserta didik dan guru untuk setiap aspek 3. Mencari rata-rata aspek dari semua peserta didik dan guru

4. Pemberian nilai kepraktisan dengan rumus berikut:

𝑃̅= βˆ‘ =1 𝑅𝐴𝑖

𝑅𝐴𝑖 = Skor rata-rata validitas aspek ke- i 𝑛 = banyaknya aspek

5. Mencocokkan rata-rata kepraktisan (𝑃̅) dengan kriteria kepraktisan LKPD Tabel 3.5 Kriteria Pengkategorian Kepraktisan LKPD

Nilai Kategori

Hasil dari skor rata-rata kepraktisan yang didapatkan akan disesuaikan dengan kriteria yaitu:

1. Jika LKPD dikategorikan sangat praktis berarti bagian-bagian pada LKPD sangat dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti 2. Jika LKPD dikategorigkan praktis berarti bagian-bagian pada LKPD dapat

digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti dan perlu sedikit perbaikan.

3. Jika LKPD dikategorikan kurang praktis berasrti bagian-bagian pada LKPD kurang dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti dan perlu banyak perbaikan.

4. Jika LKPD dikategorikan tidak praktis berarti bagian-bagian pada LKPD tidak dapat digunakan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti dan perlu pergantian.

5. Jika nilai rata-rata kepraktisan (𝑃̅ < 3) maka LKPD harus direvisi dan divalidasi Kembali sebelum diuji cobakan ketahap selanjutnya:

c. Analisis Efektifitas

LKPD berbasis literasi sains untuk meningkatkan hasil belajar dikatakan efektif apabila:

1. Hasil penilaian oleh peserta didik pada lembar angket aktivitas peserta didik dengan rumus:

𝐴̅= skor rata-rata aktivitas peserta didik 𝐴𝑖 = Skor rata-rata validitas aspek ke- i 𝑛 = banyaknya aspek

2. Hasil penilaian pada lembar aktivitas guru, digunakan rumus:

𝐴 Μ…guru = βˆ‘ =1 𝐴𝑖

𝑛 𝑖

𝑛

Keterangan:

𝐴̅= skor rata-rata aktivitas guru

𝐴𝑖 = Skor rata-rata validitas aspek ke- i 𝑛 = banyaknya aspek

3. Pemberian nilai rata-rata aktivitas digunakan rumus:

𝐴 Μ…= 𝐴 Μ… π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž+ 𝐴 Μ… π‘”π‘’π‘Ÿπ‘’ 2

Keterangan:

𝐴̅= skor rata-rata aktivitas

𝐴̅ siswa = Skor rata-rata aktivitas guru 𝐴 Μ…guru = nilai rata-rata aktivitas guru

4. Pemberian nilai rata-rata respon peserta didik digunakan rumus:

𝑅̅ = βˆ‘ 𝑅𝑖

𝑛 𝑖=1

𝑛

Keterangan:

𝑅̅= nilai rata-rata respon peserta didik

Ri = Nilai rata-rata respon peserta didik ke - i n = banyak siswa

5. Pemberian nilai rata-rata hasil belajar peserat didik digunakan rumus:

𝐻̅ = βˆ‘ 𝐻𝑖

𝑛 𝑖=1

𝑛

Keterangan:

𝐻̅= nilai rata-rata hasil belajar peserta didik Hi = Nilai hasil belajar peserta didik ke - i

n = banyak siswa

6. Pemberian nilai rata-rata efektifitas digunakan rumus:

𝐸 Μ…= ( 𝐴 Μ… π‘₯ 30%)+(𝑅 Μ… π‘₯ 30%)+( 𝐻 Μ…Μ…Μ… π‘₯ 40%) 100%

Keterangan:

𝐸̅= nilai rata-rata efektifitas 𝐴̅ = nilai rata-rata aktivitas

𝑅̅ = nilai rata-rata respon peserta didik 𝐻̅ = nilai rata-rata hasil belajar siswa

Tabel 3.6 Kriteria Pengkategorian Keefektifan LKPD

Nilai Kategori

X > 3,4 Sangat Efektif 2,8 < X ≀ 3,4 Efektif 2,2 < X ≀ 2,8 Cukup Efektif 1,6 < X ≀ 2,2 Kurang Efektif X ≀ 1,6 Tidak Efektif Windoyoko (2009)

Hasil penilaian efektivitas rata-rata disesuaikan dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika LKPD ternyata sangat efektif, berarti LKPD dapat memaksimalkan aktivitas, reaksi dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. 2. Jika LKPD ternyata efektif, berarti LKPD dapat memaksimalkan aktivitas, reaksi, dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dan memerlukan beberapa perbaikan. 3. Jika LKPD ternyata

kurang efektif, berarti LKPD belum mampu memaksimalkan aktivitas, respon, dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dan memerlukan perbaikan yang signifikan. 4. Jika LKPD ternyata tidak efektif, berarti proses pembelajaran tidak dapat memaksimalkan aktivitas, reaksi, atau hasil belajar siswa dan perlu diganti.

d. Analisis Hasil Belajar

Instrumen ini digunakan untuk menilai keefektifan pembelajaran yaitu nilai rata-rata yang dicapai siswa setelah pembelajaran menggunakan LKPD. Instrumen berisikan soal Latihan untuk mengetahui daya serap peserta didik dalam pembelajaran dan implementasi LKPD yang digunakan untuk keefektifan hasil belajar peserta didik.

Tabel 3.7 Konversi Nilai Hasil Belajar

Nilai Kategori

0 ≀ Nilai ≀ 40 Sangat rendah 40 ≀ Nilai ≀ 60 Rendah 60 ≀ Nilai ≀ 75 Sedang 75 ≀ Nilai ≀ 85 Tinggi 85 ≀ Nilai ≀ 100 Sangat Tinggi Khabibah (2006)

Tes yang diberikan pada penelitian ini ada dua yaitu pretest dan posttest. Pretest dan posttest dilakukan untuk menguji LKPD berbasis literasi sains dengan menggunakan uji N-Gain tujuannya untuk mengukur hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD berbasis literasi sains dengan menggunakan rumus uji N-Gain.

Rumus uji N-Gain adalah sebagai berikut:

N-Gain = π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘ƒπ‘œπ‘ π‘‘π‘‘π‘’π‘ π‘‘βˆ’π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘ƒπ‘Ÿπ‘’π‘‘π‘’π‘ π‘‘ π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘Žπ‘™βˆ’π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘ƒπ‘Ÿπ‘’π‘‘π‘’π‘ π‘‘

Tabel 3.8 Interpretasi N- Gain

Nilai Kategori

g β‰₯ 0,7 Tinggi

0,3 ≀ g < 0,7 Sedang

g < 0,3 Rendah

Sumber: Hake (1999)

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Penyajian Data Uji Coba

Hasil pengembangan LKPD berbasis literasi sains untuk menumbuhkan hasil belajar siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA akan diuraikan sebagai berikut:

a. Tahap pendefinisian

Tujuan tahap ini adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Penentuan dan penetapan syarat-syarat pembelajaran diaguru dengan analisis tujuan. Hasil setiap kegiatan pada tahap pendefinisian diuraikan sebagai berikut.

1) Analisis Kurikulum

Analisis kurikulum sangat penting dalam perencanaan pembuatan lembar kegiatan siswa. Guru harus mampu memilih materi-materi yang akan disajikan dengan tepat dalam menggunakan bahan ajar LKPD. Hal-hal yang menyangkut kurikulum termasuk perangkat pembelajaran harus diperhatikan terutama pada materi dan kompetensi yang harus dicapai dengan berpedoman pada kurikulum 2013. Karakteristik kurikulum 2013 dirancang untuk mempersiapkan pendidik dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki.

literasi sains untuk menumbuhkan hasil belajar siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA dengan harapan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi guru kelas VI SD Negeri Mangkura 1 Makassar dan hambatan siswa dalam belajar khususnya dalam mempelajari materi rangkaian listrik ,

2) Menyusun peta kebutuhan LKPD

Langkah dalam menyusun peta kebutuhan LKPD ini menentukan kuantitas atau banyaknya LKPD yang diperlukan. Pada tahap ini juga ditentukan urutan-urutan LKPD agar dapat digunakan dengan baik, runtut dan tidak menimbulkan kebingungan. Analisis kurikulum dengan mengkaji kurikulum yang digunakan, yaitu Kurikulum 2013 (K13) agar LKPD yang dikembangkan ini, dapat digunakan oleh berbagai sekolah dan tidak terpatok pada kurikulum sekolah tertentu. Hal-hal yang dianalisis dalam kurikulum adalah kompetensi dasar yang diharapkan, dan indikator yang harus dicapai oleh siswa pada pokok bahasan rangkaian listrik . Jika analisis kurikulum sudah dilakukan maka penyusunan peta kebutuhan LKPD dapat lebih mudah dilakukan. Termasuk juga didalam penyusunan peta kebutuhan lembar kerja peserta didik adalah analisis sumber belajar yang akan diguankan dalam pembelajaran. Peta kebutuhan LKPD digambarkan sebagai berikut.

No Kompetensi Dasar Indikator 1 3.6 Menjelaskan cara

menghasilkan,

4.6.1. Melaporkan hasil pengamatan

4.6.1. Melaporkan hasil pengamatan

Dalam dokumen H A S A N NOMOR INDUK MAHASISWA: (Halaman 64-0)

Dokumen terkait