BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
3.4 Fenomena yang diamati .1.Definisi Konsep
3.4.2. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan penjabaran konsep atau variable penilaian dalam rincian yang terukur (indikator penilaian). Dalam penelitian Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Banten Lama Kota Serang peneliti menggunakan pendekatan analisis SWOT dimana analisis SWOT ini merupakan suatu cara menganalisis factor-faktor internal dan eksternal menjadi langkah-langkah strategi dalam mengoptimalkan
usaha. Adapun dimensi dan indikatornya yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Definisi Operasional Penelitian
Dimensi Indikator Pernyataan
Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Banten Lama Kota Serang Strenghths (Kekuatan)
Kekuatan yang dimiliki Dinas
Pariwasata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan stakeholders
Manfaat pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah bagi Pariwisata Banten Lama
Lingkungan Kerja yang tercipta pada Dinas Pariwasata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan stakeholders
Kualitas sumber daya Dinas Pariwasata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan stakeholders
Anggaran Pengembangan di Pariwisata Banten Lama
Weaknes
(Kelemahan)
Kelemahan yang dimiliki Dinas
Pariwasata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan stakeholders dalam
Pengelolaan Pariwisata Cagar Budaya Banten Lama
Sarana dan prasarana menuju obyek wisata Banten Lama
Budaya organisasi Dinas Pariwasata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan stakeholders
Kualitas sumber daya Dinas Pariwasata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan stakeholders
Anggaran Pengembangan di Pariwisata Banten Lama
\ Peluang yang dimiliki dengan
Opurtunities
(Peluang)
Peluang apa yang bisa
didapatkan.dimanfaatkan dari
keberhasilan pengembangan pariwisata Banten Lama
peluang menarik investor dan wisatawan dalam perkembangan pariwisata Banten Lama
Threats (Tantangan)
Ancaman Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan Stakeholders dalam melakukan pengembangan pariwisata Banten Lama
Cara Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Serang dan Stakeholders dalam mengadapi ancaman
Ancaman yang dialami pariwisata Banten Lama
Sumber: Peneliti, 2017
3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Menurut Sugiyono, (2014 : 60), Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain dari pada menjadikan manusia sebagai instrument penelitian utama. Sedangkan menurut Moleong didalam bukunya mengatakan salah satu ciri pokok dari tahapan penelitian kualitatif adalah peneliti sebagai alat penelitian, untuk itu peneliti harus memilki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret, dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna.
Selanjutnya menurut Creswell (2013) dalam research design peneliti sebagai instrument kunci.
Bila penelitian kuantitatif dapat berpegang pada rumus-rumus dan teknik statistik, penelitian kualitatif tidak memiliki formula baku untuk menjalankan penelitiannya. Karenanya, kompetensi peneliti menjadi aspek paling penting. Peneliti berperan besar dalam seluruh proses penelitian, mulai dari memilih topik, mendekati topik, mengumpulkan data, menganalisis hingga menginterpretasikannya.
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa dalam penelitian kualitatif pada awalnya dimana permasalahan belum jelas dan pasti maka yang menjadi instrumen adalah peneliti sendiri. Tetapi setelah masalah dipelajari, maka dapat dikembangkan suatu instrumen. Selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara.
3.6 Informan Penelitian
Informan Penelitian ini, peneliti merupakan instrumen kunci yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Untuk itu peneliti secara indvidu akan turun ke tengah-tengah masyarakat guna memperoleh data dari informan. Informan diperoleh dari kunjungan lapangan yang dilakukan di lokasi penelitian dimana dipilih secara purposive merupakan metode penetapan informan dengan berdasarkan informasi yang dibutuhkan, artinya teknik pengambilan informan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Informan tersebut ditentukan dan ditetapkan tidak berdasarkan pada jumlah yang dibutuhkan, melainkan berdasarkan pertimbangan fungsi dan peran informasi sesuai fokus masalah penelitian (Moleong, 2006:217). Disini peneliti memilih informan yaitu Staf Bidang Destinasi di Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Kepala Seksi Sarana dan
Prasarana Bidang Destinasi di Disparpora Kota Serang, Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, Kepala Museum Kepurbakalaan Banten Lama, Staf Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Serang, Kepala Bidang Rantib Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang, UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Serang, Sekertaris Kecamatan Kasemen, Asosiasi Pelaku Usaha Pariwisata, Kepala Kenadziran Banten Lama, Pengelola Klenteng Avalokitesvara, Petugas/Penjaga Situs Keraton Kaibon, Kepala Badan Penelitian dan Pengembanagan Provinsi Banten, Wisatawan dan Masyarakat. Namun, untuk Wisatawan dan Masyarakat, peneliti tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan Snowball..
Informan tersebut, ditentukan dan ditetapkan tidak berdasarkan pada jumlah yang dibutuhkan, melainkan berdasarkan pertimbangan fungsi dan peran informan sesuai fokus masalah penelitian. Dalam penelitian ini yang akan menjadi informan peneliti yang mana beberapa dari mereka merupakan key informan.dan ada pula yang menjadi Secondary informan.
Untuk memudahkan dalam pembacaan hasil penelitian, maka berikut ini akan diuraikan daftar informan yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu:
Tabel 3.2 Kategori Informan
No. Kategori Informan Kode
Informan
Keterangan I Instansi
a. Staf Bidang Destinasi di Dinas Pariwisata Provinsi Banten
b. Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan dan
Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten
c. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata di Disparpora Kota Serang d. Kepala Museum
Kepurbakalaan Banten Lama e. Staf Badan Perencanaan dan
Pembangunan Daerah Kota Serang
f. Kepala Bidang Rantib Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang
g. Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Serang h. Sekertaris Kecamatan Kasemen I1.1 I1.2 I1.3 I1.4 I1.5 I1.6 I1.7 I1.8 Key Informan Key Informan Key Informan Secondary Informan Secondary Informan Secondary Informan Secondary Informan Secondary Informan II Stakeholders
a. Kepala Kenadziran Banten Lama
b. Pengelola Klenteng Avalokitesvara
c. Penjaga Situs Keraton Kaibon I2.1 I2.2 I2.3 Secondary Informan Secondary Informan Secondary Informan III Akademisi
a. Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Banten
b. Asosiasi Pelaku Usaha Pariwisata
I3.1
I3.2
Secondary Informan Secondary Informan
IV Masyarakat dan Wisatawan a. Masyarakat sekitar b. Masyarakat sekitar c. Masyarakat sekitar I4.1 I4.2 I4.3 Secondary Informan Secondary Informan Secondary Informan
d. Wisatawan e. Wisatawan f. Wisatawan I4.4 I4.5 I4.6 Secondary Informan Secondary Informan Secondary Informan Sumber: Peneliti, 2017
3.7 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data