IV. METODE PENELITIAN
4.7. Definisi Operasional
a. CT Scan adalah salah satu metode pemeriksaan yang menjadi modalitas utama dalam mendiagnosa jenis lesi perdarahan pada kasus trauma kapitis.
b. Cara Ukur : Melihat rekam medik c. Alat Ukur : Rekam medik
d. Skala Ukur : Nominal
2. Jenis Lesi Perdarahan
a. Jenis lesi perdarahan adalah suatu lesi yang terjadi pada pasien trauma kapitis. Lesi ini dikelompokkan berdasarkan lokasi dan morfologinya.
b. Cara Ukur : Melihat rekam medik.
c. Alat Ukur : Rekam medik, data didapatkan dari hasil pengukuran menggunakan mesin CT Scan Multi 128 slice dengan merek General Electric.
d. Kategori : Jenis lesi perdarahan dikelompokkan menjadi ; 1.) Perdarahan Epidural
2.) Perdarahan Subdural 3.) Perdarahan Subaraknoid
4.) Perdarahan Intraserebral/Kontusio 5.) Perdarahan Intraventrikel
e. Skala Ukur : Nominal
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5. 1. 1. Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Instalasi Rekam Medis RSUP Haji Adam Malik Medan. Pada mulanya, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 335/Menkes/SK/VII/1990 rumah sakit ini merupakan Rumah Sakit Umum Kelas A di Medan. Seiring perkembangan waktu, nama rumah sakit ini mengalami perubahan nama dari Rumah Sakit Umum Kelas A di Medan menjadi Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik. Yang menjadi dasar dari perubahan nama ini adalah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 775/Menkes/SK/IX/1992. Rumah sakit ini adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) yang artinya rumah sakit ini adalah milik Pemerintah Pusat. Segala urusan rumah sakit ini bergantung pada Departemen Kesehatan Republik Indonesia selaku Pemerintah Pusat. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pendidikan dan memiliki hubungan khusus dengan Fakultas Kedokteran.
RSUP Haji Adam Malik Medan beralamat di Jalan Bunga Lau no. 17, Medan. Terletak di kelurahan Kemenangan, kecamatan Medan Tuntungan.
Rumah sakit ini berjarak sekitar 1 kilometer dari jalan Jamin Ginting.
5. 1. 2. Gambaran Sampel Penelitian
Sampel dari penelitian ini adalah rekam medis dari pasien trauma kapitis dalam masa 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2015 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling dimana peneliti mengambil data dari semua sampel yang memenuhi kriteria inklusi hingga mencapai jumlah sampel yang dibutuhkan, yaitu 150 sampel.
5. 1. 2. 1. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan
Jenis Perdarahan Jumlah Sampel
F %
Perdarahan Epidural (EDH) 67 44,7
Perdarahan Subdural (SDH) 24 16,0
Perdarahan Subarakhnoid (SAH) 24 16,0
Perdarahan Intrakranial (ICH) 18 12,0
Perdarahan Intraventrikel (IVH) 17 11,3
Jumlah 150 100,0
Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan
Gambar 5. 1. Grafik Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan
Gambaran perdarahan pada sampel dibagi atas 5 kelompok, yaitu Perdarahan Epidural (EDH), Perdarahan Subdural (SDH), Perdarahan Subarakhnoid (SAH), Perdarahan Intrakranial (ICH) dan Perdarahan Intraventrikel (IVH). Berdasarkan gambaran jenis perdarahan, diperoleh kelompok sampel paling banyak pada kelompok Perdarahan Epidural (EDH), yaitu sebanyak 67 sampel (44,7%). Sedangkan kelompok sampel paling sedikit adalah pada kelompok Perdarahan Intraventrikel yaitu sebanyak 17 sampel (11,3%). Sementara itu pada kelompok lain didapati 24 sampel (16%) pada
kelompok Perdarahan Subdural (SDH), 24 sampel (16%) pada kelompok Perdarahan Subarakhnoid (SAH), dan 18 sampel (12%) pada kelompok Perdarahan Intrakranial (ICH).
5. 1. 2. 2. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Tabel 5. 2. Distribusi Frekuensi Gambaran Jenis Kelamin Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan
Gambar 5. 2. Grafik Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 5.2. dan Gambar 5.2. menunjukkan distribusi frekuensi sampel penelitian berdasarkan jenis kelaminnya. Berdasarkan Gambar 5. 2. jumlah sampel laki-laki lebih besar jika dibandingkan dengan sampel perempuan, dimana jumlah sampel laki-laki adalah 106 sampel (70,7%) dan jumlah sampel perempuan adalah 44 sampel (29,3%).
106 44
Jenis Kelamin
Laki-laki Perempuan
Berdasarkan Tabel 5. 2. Dapat diketahui bahwa baik sampel laki-laki maupun perempuan terbanyak mengalami Perdarahan Epidural (EDH), yaitu laki laki sebanyak 53 sampel (35,3%) dan perempuan sebanyak 14 sampel (9,4%).
Sementara itu pada pada kelompok sampel laki laki paling sedikit mengalami Perdarahan Intraventrikel yaitu sebanyak 6 sampel (4%) dan pada kelompok sampel perempuan paling sedikit mengalami Perdarahan Subdural yaitu sebanyak 3 sampel (2%). Selebihnya pada kelompok laki laki ditemukan Perdarahan Subdural sebanyak 21 sampel (14%), Perdarahan Subarakhnoid sebanyak 16 sampel (10,7%) dan Perdarahan Intrakranial sebanyak 10 sampel (6,7%). Pada kelompok sampel perempuan ditemukan Perdarahan Subarakhnoid sebanyak 8 sampel (5,3%), Perdarahan Intrakranial sebanyak 8 sampel (5,3%) dan Perdarahan Intraventrikel sebanyak 11 sampel (7,3%)
5. 1. 2. 3. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Usia
Usia Jenis Perdarahan Jumlah
EDH SDH SAH ICH IVH
N % N % N % N % N % N %
<12 10 6,7 1 0,7 2 1,3 1 0,7 0 0 14 9,3 12-25 32 21,3 10 6,7 8 5,3 5 3,3 3 2,0 58 38,7 26-45 19 12,7 8 5,3 9 6,0 4 2,7 5 3,3 45 30,0 46-60 6 4,0 3 2,0 4 2,7 4 2,7 9 6,0 26 17,3
>60 0 0,0 2 1,3 1 0,7 4 2,7 0 0,0 7 4,7 Jumlah 67 44,7 24 16,0 24 16,0 18 12,0 17 11,3 150 100 Tabel 5. 3. Distribusi Frekuensi Gambaran Usia Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan
Gambar 5. 3. Grafik Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Usia
Tabel 5.3. dan Gambar 5.3. menunjukkan distribusi frekuensi sampel penelitian berdasarkan usianya. Dalam penelitian ini kategori usia dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok usia <12 tahun, kelompok usia 12-25 tahun, kelompok usia 26-45 tahun, kelompok usia 46-60 tahun dan kelompok usia >60 tahun. Berdasarkan Gambar 5.3. diketahui bahwa jumlah sampel terbanyak berasal dari kelompok usia 12-25 tahun yaitu sebanyak 58 sampel (38,7%), kedua terbanyak dari kelompok usia 26-45 tahun yaitu sebanyak 45 sampel (30%), diikuti oleh kelompok usia 46-60 tahun dalam posisi ketiga terbanyak dengan jumlah 26 sampel (17,3%), kelompok usia <12 tahun dalam posisi keempat sebanyak 14 sampel (9,3%) dan kelompok usia >60 tahun sebagai penyumbang sampel yang paling sedikit dengan jumlah 7 sampel (4,7%).
Berdasarkan Tabel 5. 3. Dapat diketahui bahwa 58 sampel yang berasal dari kelompok berusia 12-25 tahun, sebanyak 32 sampel (21,3%) mengalami Perdarahan Epidural, 10 sampel (6,7%) mengalami Perdarahan Subdural, 8 sampel (5,3%) mengalami Perdarahan Subarachnoid, 5 sampel (3,3%) mengalami Perdarahan Intrakranial dan 3 sampel (2%) mengalami Perdarahan Intraventrikel.
Sementara itu pada kelompok yang berusia 26-45 tahun didapati 19 sampel
(12,7%) mengalami Perdarahan Epidural, 8 sampel (5,3%) mengalami Perdarahan Subdural, 9 sampel (6%) mengalami Perdarahan Subarachnoid, 4 sampel (2,7%) mengalami Perdarahan Intrakranial dan 5 sampel (3,3%) mengalami Perdarahan Intraventrikel. Pada kelompok yang berusia 46-60 tahun didapati 6 sampel (4%) mengalami Perdarahan Epidural, 3 sampel (2%) mengalami Perdarahan Subdural, 4 sampel (2,7%) mengalami Perdarahan Subarachnoid, 4 sampel (2,7%) mengalami Perdarahan Intrakranial dan 9 sampel (6%) mengalami Perdarahan Intraventrikel. Pada kelompok usia <12 tahun didapati 10 sampel (6,7%) mengalami Perdarahan Epidural, 1 sampel dengan Perdarahan Subdural, 2 sampel (1,3%) dengan Perdarahan Subarachnoid dan 1 sampel (0,7%) dengan Perdarahan Intrakranial. Pada kelompok usia ini tidak ditemukan sampel dengan Perdarahan Intraventrikel. Terakhir, pada kelompok usia >60 tahun, ditemukan 2 sampel (1,3%) dengan Perdarahan Subdural, 1 sampel (0,7%) dengan Perdarahan Subarachnoid dan 4 sampel (2,7%) dengan Perdarahan Intrakranial. Pada kelompok usia ini tidak ditemukan sampel dengan Perdarahan Epidural maupun dengan Perdarahan Intraventrikel.
5. 2. Pembahasan
Pada penelitian ini didapatkan jenis perdarahan terbanyak yang terjadi pada pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan adalah Perdarahan Epidural yaitu sebanyak 67 sampel (44,7%). Hal ini sesuai dengan penelitian serupa yang dilakukan di UGD RSUP Haji Adam Malik Medan yang dilakukan pada tahun 2009 dimana jenis perdarahan yang terbanyak adalah Perdarahan Epidural.32
Peneliti juga menemukan penelitian serupa yang dilakukan di Bangsal Neurologi Haji Adam Malik Medan dimana hasil yang didapati berbeda.
Berdasarkan penelitian tersebut jenis perdarahan yang terbanyak adalah Perdarahan Intraserebral.6 Hal ini berbeda kemungkinan dikarenakan penelitian tersebut terbatas hanya dilakukan pada pasien trauma kapitis yang dirawat di bangsal neurologi saja.
Pada penelitian ini didapati bahwa kejadian trauma kapitis lebih banyak terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 106 sampel (70,7%) dibandingkan pada perempuan, yaitu sebanyak 44 sampel (29,3%). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2013 dimana jumlah pasien laki laki adalah 72% dan perempuan 28%.33 Hal ini juga sesuai dengan kepustakaan bahwasannya kecenderungan trauma kapitis terhadap laki-laki 2 kali lebih sering dibandingkan terhadap perempuan.34
Berdasarkan hasil penelitian ini diadapati bahwa kelompok usia sampel yang terbanyak mengalami kejadian trauma kapitis adalah kelompok usia 12-25 tahun. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan di UGD RSUP Haji Adam Malik Medan, bahwasannya kebanyakan penderita trauma kapitis berada pada usia produktif 19-30 tahun.32 Hasil ini juga relatif sama dengan kepustakaan yang menyatakan bahwa kelompok usia yang berisiko tinggi terhadap kejadian trauma kapitis adalah kelompok usia 15-19 tahun.34
Kasus trauma kapitis amat erat kaitannya dengan tingkat mobilitas seseorang. Kecelakaan merupakan penyebab terbanyak kasus trauma kapitis, baik iu yang melibatkan kendaraan bermotor, pesepeda maupun pejalan kaki.
Selanjutnya atlit juga berisiko besar mengalami kejadian trauma kapitis. Selain itu di negara negara yang mengalami peperangan tingkat kejadian trauma kapitis juga meningkat, baik warga sipil maupun tentara berisiko mengalami trauma akibat serangan ataupun ledakan.35
Tingkat mobilitas seseorang tentunya amat dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin seseorang. Seseorang yang masih muda tentu memiliki tingkat mobilitas yang lebih jika dibandingkan dengan seorang lansia. Begitupun seorang laki-laki jika dibandingkan dengan seorang perempuan. Demikianlah mengapa kasus trauma kapitis lebih banyak dialami oleh kelompok usia muda dan kelompok jenis kelamin laki-laki.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6. 1. Kesimpulan
Dari analisa data hasil dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Jenis perdarahan akibat kejadian trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan yang paling banyak adalah Perdarahan Epidural, yaitu sebanyak 67 dari 150 sampel (44,7%).
2. Jenis perdarahan akibat kejadian trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan yang paling sedikit adalah Perdarahan Intraventrikel, yaitu sebanyak 17 dari 150 sampel (11,3%).
3. Pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan lebih banyak dijumpai dari jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 106 dari 150 sampel ( 70,7%) dibandingkan dari jenis kelamin perempuan yang berjumlah 44 dari 150 sampel (29,3%).
4. Pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan paling banyak dijumpai pada kelompok usia 12-25 tahun yaitu sebanyak 58 dari 150 sampel (38,7%)
6. 2. Saran
Berdasarkan hasil pada penelitian yang telah dilakukan, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :
1. Mengingat kejadian terbanyak trauma kapitis terjadi pada kelompok usia produktif, maka perlu diadakan edukasi tentang faktor-faktor resiko kejadian trauma kapitis oleh pihak-pihak terkait.
2. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu penelitian selanjutnya dengan memperluas variabel-variabel penelitian lainnya.
3. Diharapkan adanya peningkatan terhadap pengelolaan dan penyimpanan data rekam medik di RSUP Haji Adam Malik Medan agar lebih baik lagi, sehingga akan mempermudah penelitian-penelitian selanjutnya dan menghasilkan data yang lebih akurat.
Daftar Pustaka
1. American College of Surgeon Committee on Trauma. 2008. Advance Trauma Life Support for Doctors. Edisi Kedelapan. Diterjemahkan oleh:
Ikatan Ahli Bedah Indonesia. Jakarta: Ikatan Ahli Bedah Indonesia.
2. Dito A. Cedera Kepala Traumatik. Neurologi Update. 2008 3. Nasution SH. Mild Head Injury. 2014 Juni
4. Lonto AKU, Loho E, Mamesah YPM, Timban JFJ. Gambaran CT Scan pada Penderita Perdarahan Subdural di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2011-Oktober 2014. 2015 April. 3(1)
5. Manarisip MEI, Oley MC, Limpeleh H. Gambaran CT Scan Kepala pada Penderita Cedera Kepala Ringan di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2012-2013. 2014 Juli. 2(2)
6. Rambe AS, Zuraini. Profil Penderita Trauma Kapitis pada Bangsal Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan. Majalah Kedokteran Nusantara.
2008 Desember. 41(4)
7. Ginsberg L. Neurologi : Lecture Notes. Edisi kedelapan. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2007
8. Korlantas Polri. Accident Count.[Internet]2015[cited 2016 May 23]
Available from :
http://www.korlantas-irsms.info/graph/accidentTypeTable
9. Samir HH, Yaseen MA. Critical Care Management of Severe Traumatic Brain Injury in Adults. Scandinavian Journal of Trauma Rescucitation and Emergency Medicine. 2012. 14
10. Kartoleksono S. Tomografi Komputer. dalam : Ekayuda I, editor.
Radiologi Diagnostik. edisi kedua, Jakarta : BP FKUI. 2011
11. Zimmerman RA, Bilaniuk LT, Genarelli T, Bruce D, Dolinskas C, Uzell B. Cranial Computed Tomography in Diagnosis and Management of Acute Head Trauma. American Journal of Roentgenology. 1978. 131(27-34)
12. PERDOSSI. Konsensus Nasional Penanganan Trauma Kapitis dan Trauma Spinal. Jakarta : CV Prikarsa Utama. 2006
13. Lombardo MC. Cedera Sistem Saraf Pusat. dalam : Price SA, Wilson LM, Patofisiologi :Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC. 2006 14. Dawodu ST. Traumatic Brain Injury (TBI) : Definition,
Epidemiology,Pathophysiology.[Internet]2015 [cited 2016 May 25].
available from : http://emedicine.medscape.com/article/326510-overview3showall
15. Whitfield P. Head Injury : A Multidisciplinary Approach. New York : Cambridge University Press. 2009
16. Mardjono M, Siddharta P. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta : Dian Rakyat.
2008
17. Japardi I. Cedera Kepala. Jakarta : Bhuana Ilmu Populer. 2004
18. Wahjoepramono EJ. Cedera Kepala. Jakarta : PT Delcitra Grafindo. 2005 19. Allapat JP, Baiju, Praveen, et al. Delayed Extradural Hematoma : A Case
Report. 2002. (3) 50:313
20. Kaye AH. Essentials Neurosurgery. Massachusetts, USA : Blackwell Publishing Ltd. 2005
21. Fitriani NA. Karakteristik Kasus Perdarahan Intrakranial Pasien Trauma Kepala pada IRD Bedah RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Tahun 2005. Makassar. 2006
22. Edlow J, Magdy S. Neurology Emergencies. New York : Oxford University Press Inc. 2011
23. Knipe H, Jones J. Intraventricular Haemorrhage.[Internet]2014[cited 2016 Jun 10]. Available from : radiopaedia.org/articles/intraventricular-haemorrhage
24. Sastrodiningrat AG. Pemahaman Indikator-indikator Dini Dalam Menentukan Prognosis Cedera Kepala Berat. [Internet]2008 Aug[cited
2016 May 25] available from :
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/753
25. Division of Workers Compensation. Traumatic Brain Injury Medical Treatment Guidelines State of Colorado Department of Labor and Employment. 2006
26. Lindsay KW, Bone I, Callander R. Neurology And Neurosurgery Illustrated. Edinburgh : Churcill Livingstone. 1997
27. Ropper AH. Concussion And Other Head Injuries. dalam : Hauser SL, editor. Harrison’s Neurology in Clinical Medicine. San Francisco, California : McGraw-Hill. 2006
28. Chen MYM, Pope TL, Ott DJ. Basic Radiology. Second Edition. San Francisco : McGraw Hill. 2011
29. Hopkins R, Peden C, Gandhi S. Radiology for Anesthesia and Intensive Care. San Francisco : Greenwich Medical Media. 2003
30. Mettler FA Jr, Thomadsen BR, Bhargavan M, et al. Medical Radiation Exposure In The U.S. In 2006 : Preliminary Result. 2008;95(5)
31. Perry JJ, Stiell IG, Sivilotti MLA, et al. Sensitivity of Computed Tomography Performed Within Six Hours of Onset of Headache for Diagnosis of Subarachnoid Hemorrhage : Prospective Cohort Study. BMJ 2011;343:d4277 Kepala Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2013-Desember 2013. 2015. April. (3)1
34. Brain and Spinal Cord. Brain Injury Statistic. 28 Juli 2009 [15 November 2016]. Available from : http://www.brainandspinalcord.org/brain-injury/statistics.html.
35. Olson DA. Head Injury Clinical Presentation.[Internet] 2016 [cited 2017 Jan 2]. Available from : http://emedicine.medscape.com/article/1163653-clinical#b5
LAMPIRAN 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Aditya Rachmansyah Pinem
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Lhokseumawe, 03 Desember 1995 Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Jl. Jamin Ginting No. 147, P. Bulan, Medan Nomor Handphone : 081263490434
Email : [email protected]
Riwayat Pendidikan : 1. TK III Taman Siswa PT. Arun Lhokseumawe, NAD
1999-2000
2. TK Pembangunan Didikan Islam Medan, Sumut 2000-2001
3. SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumut 2001-2007
4. SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumut 2007-2010
5. SMAN 4 Medan, Sumut 2010-2013
Riwayat pelatihan : 1. Basic Training (Latihan Kader 1) HMI Cabang Medan 2013
2. Intermediate Training (Latihan Kader 2) HMI Cabang Medan 2016
Riwayat Organisasi : 1. Pengurus SCORA PEMA FK USU Periode 2013-2014
2. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran USU Periode
2014-2015
3. Wakil Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran USU Periode 2014-2015
4. Ketua Divisi Hubungan Masyarakat SCORA PEMA FK USU Periode
Latihan USU 2015-2016
5. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran USU Periode 2015-2016
LAMPIRAN 2
ETHICAL CLEARANCE
LAMPIRAN 3
Izin Penelitian Kepada RSUP Haji Adam Malik Medan
LAMPIRAN 4
Izin Penelitian Kepada Instalasi Rekam Medik RSUP HAM
LAMPIRAN 5
37 640817 RAS Laki-laki EDH 12-25
79 632835 EA Perempuan EDH 26-45
121 663353 RBT Perempuan IVH 46-60
LAMPIRAN 6
Output SPSS Hasil Analisis Data Penelitian
Jenis Perdarahan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Laki-laki 106 70.7 70.7 70.7
Perempuan 44 29.3 29.3 100.0
Total 150 100.0 100.0
Jenis Kelamin * Jenis Perdarahan Crosstabulation
Jenis Perdarahan Total
Usia
Frequency Percent Valid Percent
Usia * Jenis Perdarahan Crosstabulation
Jenis Perdarahan Total
% within Usia 0.0% 28.6% 14.3% 57.1% 0.0% 100.0%
% within Jenis
Perdarahan 0.0% 8.3% 4.2% 22.2% 0.0% 4.7%
% of Total 0.0% 1.3% 0.7% 2.7% 0.0% 4.7%
Total
Count 67 24 24 18 17 150
% within Usia 44.7% 16.0% 16.0% 12.0% 11.3% 100.0%
% within Jenis
Perdarahan 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%
% of Total 44.7% 16.0% 16.0% 12.0% 11.3% 100.0%