3.7 Indikator Keberhasilan
4.1.2 Deskripsi Data Pelaksanaan Tindakan Siklus I
4.1.2.2 Deskripsi Data Hasil Observasi Proses Pembelajaran
Pada bagian ini, akan dideskripsikan mengenai hasil pengamatan saat proses pembelajaran siklus I. Dilakukan pengamatan terhadap performansi guru oleh guru mitra dengan menggunakan instrumen berupa lembar APKG 1 untuk penilaian perencanaan pembelajaran dan APKG 2 untuk penilaian pelaksanaan pembelajaran. Saat pelaksanaan tindakan penelitian, peneliti juga melakukan pengamatan aktivitas belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan instrumen berupa lembar pengamatan aktivitas belajar siswa yang terdiri dari tujuh indikator, sehingga hasil pengamatan atau hasil observasi pada siklus I meliputi data hasil observasi performansi guru dan hasil observasi
aktivitas belajar siswa. Pembahasan selengkapnya akan dipaparkan sebagai berikut:
(1) Data Hasil Observasi Performansi Guru
Observasi pertama yang dilakukan selama pelaksanaan tindakan siklus I yaitu observasi terhadap performansi guru. Pengamatan terhadap performansi guru meliputi pengamatan perencanaan pembelajaran (APKG 1) dan pelaksanaan pembelajaran (APKG 2). Data hasil penilaian terhadap kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran disajikan dalam tabel berikut
Tabel 4.3 Hasil Penilaian terhadap Perencanaan Pembelajaran Siklus I (APKG 1)
No. Indikator Skor Pertemuan Skor Rata-rata 1 2 1. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus
dan dampak pengiring sesuai model pembelajaran group investigation
3,5 3,5 3,5 2. Mengembangkan dan mengorganisasikan
materi, media pembelajaran, dan sumber belajar
3,67 4 3,84
3. Merencanakan skenario kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran group investigation
3,4 3,6 3,5
4. Merancang pengelolaan kelas 3 3 3
5. Merencanakan prosedur, jenis, dan
menyiapkan alat penilaian 3,5 3,5 3,5
6. Tampilan dokumen rencana pembelajaran 3,5 3,5 3,5
Jumlah 20,57 21,1 20,84
Nilai 85,70 87,92 86,82
Berdasarkan tabel 4.3, dapat diketahui bahwa rata-rata nilai kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran pada siklus I mencapai 86,82. Data selengkapnya mengenai hasil penilaian terhadap perencanaan pembelajaran siklus I dapat dilihat pada lampiran 28.
Sementara itu, data hasil penilaian terhadap kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.4 Hasil Penilaian terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I (APKG 2)
No. Indikator Skor Pertemuan Skor Rata-rata 1 2 1. Mengelola ruang dan fasilitas
pembelajaran 3 3,5 3,25
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran group investigation
3,18 3,45 3,32
3. Mengelola interaksi kelas 3,2 3,4 3,3
4. Bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif siswa terhadap belajar
3,4 3,6 3,5 5. Mendemonstrasikan kemampuan khusus
dalam pembelajaran IPA 3,25 3,5 3,38
6. Melaksanakan evaluasi proses dan hasil
belajar 3,5 3,5 3,5
7. Kesan umum kinerja guru/calon guru 3 3,25 3,13
Jumlah 22,53 24,20 23,38
Nilai 80,46 86,43 83,45
Berdasarkan data pada tabel 4.4, dapat diketahui bahwa rata-rata nilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus I mencapai 83,45. Data selengkapnya mengenai hasil penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran siklus I dapat dilihat pada lampiran 29.
Dari tabel 4.3 dan 4.4 dapat dibuat rekapitulasi data yang menunjukkan penilaian terhadap performansi guru sebagai berikut:
Tabel 4.5 Data Performansi Guru Siklus I
No. Indikator Nilai Bobot Keterangan
1. Kemampuan merencanakaan
pembelajaran (APKG I) 86,82 1 A
2. Kemampuan melaksanakan
pembelajaran (APKG II) 83,45 2 AB
Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui bahwa nilai APKG I pada siklus I sebesar 86,82 dalam kategori A. Nilai APKG II sebesar 83,45 dalam kategori AB, sehingga nilai akhir performansi guru selama pembelajaran siklus I mencapai 84,57 dalam kategori AB. Nilai tersebut diperoleh dengan menjumlahkan nilai APKG I yang dikalikan 1 dengan nilai APKG II yang dikalikan 2, lalu dibagi 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa perolehan nilai akhir performansi guru pada siklus I telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu nilai performansi guru yang diperoleh minimal 71 dengan kategori B. Data selengkapnya mengenai pengolahan nilai akhir APKG pada siklus I dapat dilihat pada lampiran 30.
(2)Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa
Data hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa selama pembelajaran pada siklus I meliputi tujuh indikator, antara lain yaitu: (1) keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran; (2) keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat; (3) ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru; (4) kemampuan siswa bekerjasama dalam kelompok; (5) mendiskusikan masalah yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar; (6) kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil kerja kelompok; (7) kemampuan siswa dalam menindaklanjuti pengetahuan yang diperoleh.
Berikut ini disajikan tabel hasil rangkuman pengamatan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
siswa selengkapnya ada pada lampiran 31 untuk pembelajaran siklus I pertemuan 1 dan lampiran 32 untuk pembelajaran siklus I pertemuan 2.
Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Siklus I
No Aspek yang Diamati
Pertemuan 1 Pertemuan 2
Rata-rata Kriteria Skor Persen-tase Skor Persen-tase 1 Keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran 111 73,02% 120 78,94% 75,98% Sangat Tinggi 2 Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat 100 65,79% 115 75,66% 70,73% Tinggi
3 Ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru
110 72,37% 116 76,31% 74,34% Tinggi 4 Kemampuan siswa bekerjasama dalam kelompok 116 76,31% 121 79,60% 77,96% Sangat Tinggi 5 Mendiskusikan masalah
yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar 110 72,37% 118 77,63% 75% Sangat Tinggi 6 Kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil kerja kelompok 103 67,76% 115 75,66% 71,71% Tinggi 7 Kemampuan siswa dalam menindaklanjuti pengetahuan yang diperoleh 106 69,74% 116 76,31% 73,03% Tinggi Jumlah 757 821 Rata-rata 71,05% 77,16%
Rata-rata Aktivitas Belajar
Siswa Siklus I (%) 74,11 Tinggi
Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan 1, diperoleh persentase sebesar 71,05% dalam kategori tinggi, sedangkan pada pertemuan 2 yaitu 77,16% dalam kategori tinggi. Oleh karena itu, rata-rata persentase aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran siklus I dengan menggunakan model group investigation pada materi pesawat sederhana ialahsebesar
74,11% dengan tingkat kriteria tinggi. Namun dalam indikator keberhasilan yang telah ditetapkan,aktivitas belajar siswa dinyatakan berhasil jika perolehan hasil tiap aspek sekurang-kurangnya 75%. Dengan demikian, pembelajaran IPA materi pesawat sederhana dengan menggunakan model pembelajaran group investigation belum dinyatakan berhasil, karena masih di bawah indikator keberhasilan.
Belum tercapainya indikator keberhasilan aktivitas belajar siswa yang sekurang-kurangnya 75% siswa aktif, disebabkan karena siswa masih belum begitu memahani dengan pembelajaran menggunakan model group investigation. Sebenarnya siswa sangat antusias dengan pembelajaran yang dilakukan guru, karena sebelumnya mereka jarang melakukan kegiatan kerja kelompok, maupun memperesentasikan hasil kerja di depan kelas. Dalam pelaksanaanya, masih terdapat beberapa siswa yang masih kurang dapat bekerjasama, dan pembagian tugas kerja yang belum merata pada setiap anggota kelompok. Beberapa siswa hanya menunggu temannya menyelesaikan soal (masalah), dan ada pula yang mendominasi investigasi yang dilakukan oleh kelompok. Hal ini terjadi karena ketika guru sedang menjelaskan tentang cara kerja dalam setiap kelompok, beberapa siswa tidak memperhatikannya.
Pada pertemuan pertama, perolehan persentase terendah terletak pada aspek keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, yaitu hanya sebesar 65,79%. Hal itu dikarenakan siswa masih merasa malu dan malas dalam mengajukan ataupun menjawab pertanyaan maupun dalam mengeluarkan pendapatnya. Ketika kelompok lain telah memperesentasikan hasil investigasi, sebagian siswa malu untuk menanggapi maupun untuk bertanya. Hal itu disebabkan karena siswa merasa takut salah dan takut
diejek oleh teman-temannya, karena selama ini pembelajaran yang dilakukan oleh guru belum melibatkan siswa secara aktif. Selama ini siswa hanya memperhatikan guru ketika mengajar, tanpa danya interaksi antara keduanya. Akibatnya siswa cenderung merasa takut dan malu ketika dimintai pendapat maupun ketika bertanya.
Sama halnya ketika siswa diminta untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa belum memiliki kesadaran sendiri dalam melaporkan hasil kerjanya di depan kelas, sehingga guru perlu menunjuk atau menggandeng siswa untuk maju ke depan kelas. Dalam mempresentasikan hasil investigasipun siswa merasa malu. Mereka takut dan grogi untuk menyampaikan hasilnya didepan kelas. Namun, pada pertemuan kedua, terjadi peningkatan pada aspek keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat di kelas sebesar 75,66%. Hal tersebut dikarenakan siswa sudah mulai berani, mereka sudah tidak malu dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru maupun oleh kelompok lain. Perhatian siswa juga sudah mulai terfokus dan siswa sudah tidak merasa takut lagi untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas. Sehingga bahasa yang digunakan dalam mempresentasikan hasil investigasi pun lebih sistematis dan jelas.