tase Tunta
4.2.2 Implikasi Hasil Penelitian
Implikasi hasil penelitian ini yaitu penggunaan model pembelajaran group investigation pada materi Pesawat Sederhana di kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan performansi guru, motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa selama pelaksanaan tindakan siklus I dan II. Model pembelajaran group investigation termasuk model pembelajaran yang efektif digunakan dalam pembelajaran IPA pada materi Pesawat Sederhana.
Pembelajaran dengan model group investigation menuntut keaktifan baik dari pihak guru maupun pihak siswa. Jika guru menerapkan model pembelajaran
group investigation, maka guru dituntut untuk giat berlatih membuat perencanaan pembelajaran dan mempersiapkan berbagai perlengkapan dalam melaksanakan pembelajaran group investigation. Persiapan yang dilakukan guru diantaranya ialah, bagaimana guru dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, bahaimana guru memahami materi yang akan disampaikan, bagaimana guru menggunakan media pembelajaran yang menunjang, bagaimana siswa mengatur letak pembelajaran di kelas, serta bagaimana guru mengatur pembagian
kelompok-kelompok. Guru juga harus memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya, dalam arti pada siswa yang membutukhan pengawasan dan bimbingan. Hal ini bertujuan agar performansi guru dalam kegiatan pembelajaran semakin baik dan meningkat.
Penerapan model pembelajaran group investigation membuat guru lebih baik dan matang dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru membimbing siswa dalam pemilihan topik, pembentukan kelompok, pelaksanaan investigasi sampai membimbing siswa dalam presentasi kelompok dan bersama siswa mengevaluasi hasil investigasi. Selain itu guru juga harus memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa baik secara individu maupun kelompok sesuai dengan kebutuhan. Hal ini bertujuan agar siswa dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Selain itu, juga diperlukan guru yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi siswa selama proses pembelajaran, sehingga siswa tidak merasa putus asa maupun bosan dalam menginvestigasi topik dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Pengondisian kelas, juga harus diperhatikan oleh guru agar siswa tetap terkontrol, sehingga pembelajaran menggunakan model group investigation dapat berlangsung sesuai dengan perencanaan. Oleh sebab itu, guru harus selalu mengupayakan kendisi-kondisi yang dapat memotivasi siswa, baik secara lisan maupun dalam hal pengkondisian pembelajaran di kelas.
Penerapan model pembelajaran group investigation juga terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, karena siswa dilibatkan dalam setiap tahap pembelajaran. Jika siswa dihadapkan pada investigasi yang dilakukan secara
kelompok, maka membuat siswa termotivasi dan senang mengikuti kegiatan pembelajaran. Pasalnya, dalam pembelajaran IPA sebelumnya guru jarang menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa ikut terlibat aktif. Siswa merasa senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Semangat dan antusias siswa dalam menerima pembelajaran IPA materi pesawat sederhana menggunakan model pembelajaran group investigation sebenarnya sudah terlihat sejak awal, hanya saja siswa masih bingung dengan langkah-langkahnya. Siswa merasa senang dan tertarik dengan media benda nyata yang di bawa oleh guru. Terlebih lagi, ketika guru menggunakan media aplikasi penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk video. Siswa terlihat sangat antusias dan tertarik memperhatikan video yang ditayangkan oleh guru. Hal ini terlihat pada motivasi siswa yang ditunjukkan dengan semakin termotivasinya siswa dalam proses pembelajaran. Siswa sudah mulai berani dalam menjawab dan mengajukan pertanyaan, saling berebut dalammenjawab pertanyaan dari guru maupun ketika bertanya pada kelompok lain dalam presentasi kelompok.
Aktivitas belajar siswa meningkat seiring dengan motivasi belajar siswa yang makin tinggi. Jika guru menerapkan model pembelajaran group investigation, maka menekankan siswa untuk aktif menginvestigasi topik secara bersama di kelompok. Dimulai ketika guru menggunakan media-media dalam menjelaskan konsep awal, siswa sudah antusias dan aktif bertanya. Ketika guru menunjukan media benda nyata, dan menyuruh siswa untuk mempraktikannya, siswa berebut untuk maju membantu guru mempraktikan penggunaannya. Sama halnya ketika guru menunjukan video aplikasi penerapan pesawat sederhana,
siswa asyik memperhatikan dan aktif bertanya. Dalam melakukan investigasi, siswa aktif berinteraksi dengan temanyya dalam menyelesaikan masalah. Mereka saling bertukar pendapat dalam menyelsaikan permasalahan yang didapatkan.
Selain itu, siswa juga semakin tekun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Siswa selalu ingin cepat-cepat mengerjakan tugas dan mengumpulkannya tepat waktu bahkan waktu belum habis siswa sudah selesai mengerjakan. Siswa tenang dan tidak ramai ketika menyelesaikan tugas. Kemudian setelah selesai mengidentifikasi topik siswa menyiapkan presentasi kelompok, dan dalam presentasi kelompok juga dituntut keaktifan siswa, baik kelompok yang melakukan presentasi maupun kelompok lain yang memperhatikan. Bagi kelompok yang melakukan presentasi, siswa mengemukakan hasil kerja kelompok mereka secara jelas dan sistamatis serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh kelompok lain. Sedangkan kelompok lain bertguas untuk memberi masukan serta bertanya pada kelompok yang melakukan presentasi.
Aktifitas siswa dalam bekerjasama dan berpartisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran dapat meningkat dalam setiap siklusnya. Jika guru menerapkan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran IPA materi pesawat sederhana, maka akan meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja secara berkelompok untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan lingkungannya, sehingga pembelajaran lebih dapat dipahami dan lebih bermakna bagi siswa.
Pengetahuan yang diperoleh siswa pada kegiatan kelompok tersebut akan jauh bertahan lebih lama, karena siswa memperoleh pengalamannya secara langsung.
Performansi guru yang baik akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan motivasi belajar yang tinggi maka aktivitas belajar siswa juga meningkat, sehingga hasil belajar siswa pun turut meningkat pula. Hal ini terbukti dengan persentase ketuntasan siswa yang semain meningkat dalam setiap siklusnya. Kondisi pembelajaran IPA materi pesawat sederhana melalui model pembelajaran
group investigation, memberikan dampak positif terhadap performansi guru, motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa. Dampak positif tersebut terbukti dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan performansi guru, motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga. Peningkatan semua variabel pada siklus I dan II, membuktikan bahwa model pembelajaran group investigation tepat diterapkan pada pembelajaran IPA kelas V materi peswat sederhana dengan karakteristik materi yang banyak dan dapat dibagi-bagi kedalam topik-topik. Penerapan model pembelajaran group investigation juga tepat diterapkan pada siswa usia sekolah dasar yang memiliki karakteristik senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Keberhasilan penelitian tersebut dapat dijadikan pedoman bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran group investigation
pada mata pelajaran, materi, dan kelas lain, namun harus tetap memperhatikan karakteristik siswa dan materi yang akan dipelajari.
Sekolah hendaknya juga memberikan kesempatan dan fasilitas bagi guru untuk memahami, menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran yang bervariasi, kususnya model pembelajaran group investigation agar pembelajaran
di sekolah semakin inovatif dan menyenangkan bagi siswa sehingga pembelajaran dapat berlangsung optimal dan menghasilkan siswa yang berkualitas. Karena peningkatan performansi guru, motivasi, aktivitas dan hasil belajar juga menjdi tolok ukur kualitas suatu sekolah. sekolah dikatak berkualitas jika menghasilkan peserta pidik yang berkompeten. Dengan demikian sekolah merasa bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.
176
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah disajikan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran group investigation telah berhasil meningkatkan performansi guru, motivasi belajar, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada materi pesawat sederhana pada siswa kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga. Berikut ringkasan hasil penelitian yang meliputi performansi guru, motivasi belajar, aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa:
(1)Performansi Guru
Penggunaan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana di kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan performansi guru. Guru menjadi giat berlatih membuat perencanaan pembelajaran, mempersiapkan media dan dalam melaksanakan pembelajaran group investigation. Pada pelaksanaan pembelajaran, guru juga membimbing siswa dalam memilih topik dan pembagian kelompok, merencanakan investigasi, menyusun laporan, serta dalam mempresentasikan hasil investigasi. Motivasi dan bimbingan juga diberikan sesuai kebutuhan siswa. Tugas dan peran yang beragam tersebut menjadikan guru semakin kreatif dan semakin matang dalam pembelajaran, sehingga performansi guru pun turut meningkat. Pada siklus I guru memperoleh nilai akhir performansi guru mencapai 84,57
dengan kategori AB sehingga dapat dikatakan nilai performansi guru siklus I sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan peneliti yaitu 71. Nilai performansi guru pada siklus II meningkat menjadi 90,85 dengan kategori A. Peningkatan tersebut juga seiring dengan peningkatan kreatifitas dan pemahaman guru dalam menggunakan model pembelajaran group investigation.
(2)Peningkatan Motivasi Belajar
Penggunaan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana di kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam pembelajaran, guru memberikan kebebasan pada siswa untuk berpikir kritis dan melakukan investigasi topik dalam kelompok, serta memberi kebebasan pada siswa untuk mengemukakan pendapatnya dimuka umum. Guru juga memberikan reward
berupa tepuk tangan, tanda bintang dan tanda medali kepada siswa yang aktif, sehingga membuat siswa antusias dan senang mengikuti pembelajaran. Hal tersebut menandakan bahwa penggunaan model pembelajaran group investigation
dapat membuat siswa termotivasi mengikuti pelajaran. Persentase motivasi belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan dari prasiklus, siklus I hingga siklus II. Persentase motivasi belajar siswa telah melampaui indikator keberhasilan. Dengan perolehan persentase klasikal pada waktu prasiklus ialah 67,38% dengan kriteria tinggi, meningkat pada siklus I menjadi 78,19% dengan kriteria sangat tinggi, dan pada siklus II meningkat menjadi 87,45% dengan kriteria sangat tinggi.
(3)Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
Penggunaan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana di kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Peningkatan aktivitas belajar siswa meningkat seiring dengan peningkatan motivasi belajarnya. Siswa semakin aktif dalam bertanya dan dalam mengemukakan pendapatnya. Kerjasama siswa dalam menginvestigasi topik yang didapatkan juga sudah baik. Siswa telah menyelesaikan tugas dengan giat dan tekun. Selain itu, siswa juga berani menyampaikan hasil investigasi topik kelompoknya di depan teman-temannya, dengan alur yang tepat, serta bahasa yang sistematis. Hal tersebut menandakan bahwa model pembelajaran group investigation merupakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, karena mengajak siswa terlibat secara langsung mulai dari awal hingga akhir pembelajaran.terbukti dari nilai aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran pada siklus I mencapai 73,82% meningkat pada siklus II menjadi 86% dan telah mencapai kriteria aktivitas belajar sangat tinggi.
(4)Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Penggunaan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana di kelas V SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar ini seiring dengan peningkatan motivasi dan aktivitas belajar siswa, karena jika siswa telah memiliki motivasi belajar yang tinggi, maka siswa aktif saat pembelajaran berlangsung. Penerapan model pembelajaran group investigation mengajarkan
siswa untuk belajar menemukan pengetahuan bersama teman-temannya melalui investigasi topik yang mereka dapatkan, sehingga pengetahuan tersebut akan lebih bermakna bagi siswa. Siswa mengalami sendiri proses belajar, dengan demikian, informasi atau materi yang diperoleh siswa lebih lama tersimpan dalam memori siswa. Ketika siswa mengerjakan soal tes formatif, siswa masih teringat dengan materi yang telah disampaikan. Dengan demikian hasil belajar siswa pun akan lebih baik. Rata-rata nilai hasil belajar siswa pada siklus I yang hanya mencapai 67,10 meningkat di siklus II menjadi 72,79. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut turut meningkatkan persentase tuntas belajar klasikal. Pada siklus I, persentase tuntas belajar klasikal hanya mencapai 73,68%. Sementara, pada siklus II persentase tuntas klasikal meningkat menjadi 91,89%.
Peningkatan perfomansi guru, motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa model pembelajaran group investigation merupakan model pembelajaran yang efektif pada pembelajaran IPA kelas V materi pesawat sederhana di SD Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga.
5.2 Saran
Terkait hasil penelitian dan pembahasan serta simpulan yang telah disajikan, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:
(1) Model pembelajaran group investigation dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu guru dapat mencoba untuk menerapkan model pembelajaran group investigation dalam proses pembelajaran di kelas
(2) Guru hendaknya selalu berusaha melakukan inovasi dalam pembelajaran. Dengan demikian siswa tidak merasa bosan dan menjadi bersemangat ketika mengikuti pembelajaran.
(3) Sekolah hendaknya memberikan kesempatan kepada guru agar dapat berinovasi dan berkreativitas dalam melakukan pembelajaran. Sebagai contoh, dengan menggunakan model pembelajaran group investigation, guru dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas dan mutu sekolah. (4) Praktisi pendidikan atau peneliti lain dapat menggunakan penelitian ini
sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian yang lain dengan metode pembelajaran yang berbeda sehingga diperoleh berbagai alternatif inovasi metode pembelajaran.