Produk yang dihasilkan peneliti adalah produk berupa prototipe perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 untuk siswa kelas II SD dengan spesifikasi tema “Aku dan Sekolahku” subtema “Tugas-Tugas Sekolahku”. Penelitian pengembangan ini diawali dengan menentukan satu tema dari 4 tema yang telah ada pada Kurikulum 2013 kelas II SD semester ganjil. Tema yang dipilih adalah tema 4 “Aku dan Sekolahku”. Pemilihan tema yang sudah dilakukan kemudian dilanjutkan dengan penentuan subtema yang disesuaikan dengan tema yang telah dipilih. Peneliti menentukan subtema 1 yaitu “Tugas-Tugas Sekolahku”.
Penentuan tema dan subtema yang dilakukan kemudian dilanjutkan dengan membuat jaring-jaring tema untuk satu subtema yang dipergunakan dalam satu minggu dengan muatan pelajaran yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Jaring-jaring subtema “Tugas-Tugas Sekolahku” terdiri atas Kompetensi Dasar yang telah dipilih sesuai dengan isi dari subtema yang ada. Jaring-jaring subtema satu minggu itu kemudian dibagi lagi menjadi jaring-jaring indikator per hari. Adapun jaring-jaring harian terdiri atas Kompetensi Dasar dan indikator dengan muatan mata pelajaran yang sesuai dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Indikator yang terdapat dalam jaring- jaring tersebut mengandung indikator sikap spiritual, indikator sikap sosial atau individu, indikator aspek pengetahuan, dan indikator aspek keterampilan,
Proses perumusan indikator dilanjutkan dengan pembuatan silabus tematik integratif untuk siswa kelas II SD per sub tema. Silabus tematik mengandung Kompetensi Dasar per mata pelajaran, indikator per mata pelajaran, kegiatan pembelajaran yang mengandung muatan pelajaran yang dapat digabungkan dan penilaian serta alokasi waktu yang digunakan dalam satu minggu juga daftar referensi yang dipakai. Kolom kegiatan pembelajaran diisi dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan selama enam pembelajaran dalam satu minggu.
Penyusunan produk awal selanjutnya adalah dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan RPP Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran discovery learning
pada setiap kegiatan pembelajarannya. Kegiatan selanjutnya setelah RPP selesai dibuat adalah dengan menyusun kerangka perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 berdasarkan silabus dan RPP. Kerangka perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 yang ada kemudian dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 dengan materi yang telah ditentukan sebelumnya pada RPP dan silabus. Perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 yang disusun memperhatikan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Penggunaan EYD pada perangkat pembelajaran dimulai dari penyusunan indikator, tujuan pembelajaran maupun dalam isi perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 itu sendiri.
4.2.1 Silabus
Silabus adalah perangkat perencanaan pelaksanaan pembelajaran dalam satu minggu. Silabus menjadi pedoman peneliti untuk menyusun secara lebih rinci dalam RPP. Komponen-komponen dalam silabus antara lain adalah: (1) Kompetensi Dasar per mata pelajaran, (2) Indikator per mata pelajaran, (3) Kegiatan pembelajaran dalam penilaian, (4) Alokasi waktu dan (5) Sumber belajar.
4.2.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat kegiatan belajar mengajar antara siswa dan guru dalam bentuk dokumen tertulis yang akan dilakukan untuk mencapai indikator yang telah ditetapkan seperti pada silabus. RPP yang dibuat adalah RPP Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik dan model pembelajaran discovery learning. Komponen RPP Kurikulum 2013 antara lain: (1) Komponen identitas RPP berupa nama satuan pendidikan, kelas, semester, muatan pelajaran, tema, subtema, urutan pembelajaran dan alokasi waktu. Komponen selanjutnya adalah, (2) Komponen penjabaran Kompetensi Inti (KI), pemetaan Kompetensi Dasar (KD) dengan indikator, (3) Komponen tujuan pembelajaran, (4) Materi pembelajaran, (5) Pendekatan dan metode pembelajaran, (6) Media, alat, dan sumber pembelajaran, (7) Langkah- langkah kegiatan pembelajaran, (8) Penilaian dan (9) Lampiran. RPP Kurikulum
2013 untuk kelas II SD dalam langkah kegiatan pembelajaran terdapat dua penggalan. Penggalan pertama dilakukan pada awal kegiatan pembelajaran sampai dengan istirahat dan penggalan kedua dilakukan setelah istirahat sampai akhir kegiatan pembelajaran.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di RPP lebih banyak menuntut siswa untuk lebih aktif serta kreatif dan guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa. Kegiatan pembelajaran dalam RPP merupakan pembelajaran yang cukup detail, hal ini ditunjukkan dengan adanya penjabaran pendekatan saintifik yaitu 5M pada setiap kegiatan pemelajaran. Adapun penjabaran kegiatan dengan menggunakan pendekatan saintifik adalah kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Terdapat juga model pembelajaran discovery learning dalam kegiatan pembelajarannya. Adapun penjabaran kegiatan dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning antara lain pemberi perangsang, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan menarik kesimpulan. Dalam langkah kegiatan pembelajaran juga terdapat dua kolom yang membedakan kegiatan siswa dan kegiatan guru pada setiap langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
4.2.3 Kerangka Perangkat Pembelajaran
Kerangka perangkat pembelajaran dikembangkan berdasarkan RPP dan silabus yang telah disusun sebelumnya. Kerangka perangkat pembelajaran berisi beberapa komponen isi yang ada dalam perangkat pembelajaran Kurikulum 2013. Isi dari kerangka perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 berupa rancangan tampilan perangkat pembelajaran, urutan isi atau format perangkat pembelajaran dan gambar juga warna yang akan dipakai.
4.2.4 Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian pengembangan ini menggunakan program Microsoft Office Word 2010. Karakter jenis font yang digunakan adalah Times New Roman. Ukuran font yang digunakan
dalam perangkat pembelajaran adalah 12. Jenis dan ukuran font ini dipilih agar siswa lebih mudah untuk membaca perangkat pembelajaran Kurikulum 2013.
Peneliti menggunakan berbagai macam gambar untuk membuat siswa menjadi paham dan dapat memahami materi yang diajarkan. Gambar yang digunakan oleh peneliti adalah gambar yang merupakan kondisi asli dan juga gambar animasi/kartun. Peneliti bermaksud menunjukkan gambar asli pada isi perangkat pembelajaran kepada siswa agar siswa dapat melihat secara nyata kondisi yang sebenarnya. Pada perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 yang disusun juga terdapat beberapa gambar animasi/kartun. Gambar animasi/kartun pada perangkat pembelajaran ini mempunyai maksud agar siswa tertarik untuk mempelajari perangkat pembelajaran yang telah disusun, karena pada umumnya gambar animasi/kartun banyak menggunakan berbagai macam warna yang cerah dan bentuk yang unik sehingga dapat menarik perhatian dan minat siswa.
Perangkat pembelajaran juga dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan. Petunjuk pengerjaan ini disusun dengan maksud agar siswa lebih mudah untuk mengerjakan berbagai macam soal latihan yang ada didalamnya. Perangkat pembelajaran terdiri dari 6 pertemuan. Setiap pertemuan disusun dengan komponen-komponen yang ada dalam kerangka perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran terdiri dari 226 halaman dan dicetak dalam ukuran A4 atau 21x29,7 cm. Sedangkan silabus dan jaring-jaring tema dicetak dalam ukuran A3. Isi perangkat pembelajaran dicetak dengan kertas HVS 80 gram.
4.2.5 Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa adalah sumber belajar penunjang yang dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi yang harus mereka kuasai. LKS merupakan alat bantu untuk menyampaikan pesan kepada siswa yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Melalui LKS ini akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mengefektifkan waktu, serta akan menimbulkan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran.
Lembar Kerja yang digunakan peneliti antara lain Lembar Kerja Siswa (LKS), Lembar Kerja Kelompok (LKK), Lembar Evaluasi Harian, dan Lembar Evaluasi Akhir Subtema. Keseluruhan Lembar Kerja ini ada pada setiap pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti selama enam pertemuan pada siswa kelas II di SD Negeri Plaosan 1.
4.2.6 Penilaian
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Pada Kurikulum 2013 penilaian yang digunakan adalah penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan penlaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian otentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan ketiga komponen yaitu input, proses, dan output tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar siswa, bahkan mampu menghasilkan dampak intruksional dan dampak pengiring dari pembelajaran.
Pada ranah sikap dan keterampilan peneliti memberikan deskriptor dan indikator tentang bagaimana cara mengukur siswa apakah sudah dapat mencapai aspek yang diharapkan ataukah belum mencapai. Peneliti juga mencantumkan bagaimana cara menilai dengan menggunakan rubrik skor penilaian pada setiap ranah sikap dan keterampilan yang akan diukur.