BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
1. Deskripsi Siklus I
Pada siklus I terdapat beberapa tahapan penelitian yaitu perencanaan
(planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing) dan
refleksi (reflecting). Berikut penjelasan dari penelitian yang diperoleh:
a. Perencanaan (planning)
Sebelum melakukan suatu kegiatan pembelajaran, peneliti
menyiapkan semua instrumen pembelajaran seperti Lembar Kerja
jawaban, handout siswa dan PPT. Selain itu peneliti juga menyiapkan
instrumen penelitian seperti soal pretes yang diberikan di awal
pembelajaran untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang materi
yang akan diajarkan yaitu materi sistem imun (sistem pertahanan tubuh)
dan soal posttes yang diberikan di akhir siklus I.
Peneliti berkoordinasi bersama 2 rekan mahasiswa yang menjadi
observer. Selain itu peneliti juga menyiapkan lembar observasi untuk
mengetahui sikap afektif siswa selama proses pembelajaran
berlangsung yang dilakukan oleh observer dan peneliti.
b. Pelaksanaan Tindakan (acting)
Pelaksanaan tindakan (acting) pada siklus I dilakukan sebanyak 2
kali pertemuan. Pelaksanaan tindakan siklus I pada setiap pertemuannya
akan diuraikan sebagai berikut:
1) Pertemuan 1
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei
2015 pukul 10.15 – 11.45. Hal ini karena pada hari Rabu di sekolah terdapat kegiatan, sehingga jam pelajaran biologi pada hari Rabu
dipindah di hari Selasa. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran,
peneliti menyiapkan kondisi belajar siswa, menanyakan keadaan
siswa dan siswa diminta untuk mengerjakan pretes yang bertujuan
untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi sistem imun.
dan mengajukan pertanyaan kepada siswa serta menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan pertama.
Siswa kelas XI MIA 1 berjumlah 30 siswa diantaranya 10
siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Sedangkan siswa yang
mengikuti proses pembelajaran selama 2 siklus yaitu 27 siswa.
Setelah mengerjakan soal pretes, siswa diajak untuk membentuk
kelompok yang beranggotakan 3-4 siswa setiap kelompoknya.
Pembagian kelompok pada siklus I pertemuan pertama dilakukan
secara acak yaitu dengan cara berhitung.
Gambar 4.1. Siswa mengerjakan pretes
Setelah pembagian kelompok, peneliti memberikan
pengarahan tentang metode yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran yaitu tentang metode pembelajaran Two Stay Two
Stray (TSTS). Selanjutnya peneliti memberikan handout untuk siswa
dan mengajak siswa untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa 1 (LKS
1) tentang fungsi sistem pertahanan tubuh, mekanisme
mengerjakan semua soal yang terdapat pada Lembar Kerja selama
10-15 menit dalam kelompok yang telah ditentukan. Setelah selesai
mengerjakan, siswa menerapkan metode pembelajaran Two Stay
Two Stray (TSTS).
Pada kegiatan diskusi kelompok, siswa mengerjakan
soal-soal pada Lembar Kerja Siswa 1 dengan menggunakan cara mereka
sendiri. Mereka mengerjakan soal-soal yang terdapat di LKS 1
dengan menggunakan handout, buku referensi lain maupun
menggunakan internet untuk browsing seperti gambar berikut:
Gambar 4.2. Para siswa sedang mengerjakan LKS 1 dan mencari informasi dari referensi yang ada.
Langkah pembelajaran metode Two Stay Two Stray (TSTS)
yaitu dua dari anggota kelompok bertamu ke kelompok lain untuk
mendapatkan penjelasan dari tuan rumah, sedangkan dua anggota
kelompok lainnya menjadi tuan rumah yang bertugas untuk
memberikan penjelasan kepada tamu yang datang. Dua anggota yang
menjadi tamu maupun tuan rumah saat penerapan metode dipilih
sesuai dengan kesepakatan masing-masing kelompok. Saat peneliti
banyak diantaranya siswa yang mendengarkan dan ada pula yang
ribut dengan teman lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk bertamu
yaitu sekitar 2-3 menit. Setelah mendapatkan penjelasan dari
kelompok, siswa undur diri dan melanjutkan bertamu ke kelompok
lainnya. Setelah mendapatkan semua penjelasan dari tiap-tiap
kelompok, siswa diminta untuk kembali ke kelompoknya
masing-masing dan mencatat hasil dari penjelasan kelompok saat bertamu.
Gambar 4.3. Siswa menerapkan metode pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS).
Setelah penerapan metode Two Stay Two Stray (TSTS) dan
kegiatan diskusi kelompok selesai, peneliti mengajak siswa untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompokya di depan kelas. Karena
jam pelajaran biologi telah usai, maka hanya beberapa kelompok
saja yang dapat mempresentasikan hasil diskusinya. Siswa
mempresentasikan hasil diskusinya dengan penuh percaya diri di
depan kelas. Peneliti bersama siswa lainnya memberikan tepuk
tangan kepada kelompok yang presentasi. Peneliti bersama siswa
Gambar 4.4. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Bel pelajaran telah berbunyi, sehingga peneliti dan siswa
tidak dapat melakukan kegiatan merangkum dan merefleksikan di
akhir pelajaran pada siklus I pertemuan pertama. Sebelum
meninggalkan kelas, peneliti memberikan tugas yang dikerjakan
secara kelompok untuk observasi ke klinik/puskesmas/bidan tentang
jenis-jenis imunitas (aktif dan pasif) dan membaca materi yang akan
dibahas serta mengumumkan adanya posttes untuk pertemuan
selanjutnya.
2) Pertemuan 2
Pertemuan kedua diadakan hari Kamis, 21 Mei 2015 pukul
10.15 – 11.45. Semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran biologi pada pertemuan kedua berbeda dari pertemuan pertama, pada
pertemuan kedua mereka agak kurang semangat karena sebelumnya
mereka melaksanakan ulangan harian mata pelajaran kimia. Sebelum
diskusi yang belum terselesaikan dan menanyakan tugas observasi
tentang jenis-jenis imunitas.
Peneliti memberikan apersepsi dan memulai materi baru
tentang jenis-jenis imunitas yaitu menampilan gambar bayi yang
sedang diimunisasi dan bertanya kepada siswa “apakah kalian pernah diimunisasi?”. Beberapa siswa menjawab pernah dan ada
juga yang menjawab lupa. Peneliti menanggapi jawaban dari siswa
serta melanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Metode yang digunakan masih sama yaitu Two Stay Two
Stray (TSTS). Siswa masuk ke dalam kelompok yang sama dengan
pertemuan pertama dan mengerjakan Lembar Kerja Siswa 2. Peneliti
menjelaskan kembali metode yang digunakan karena ada beberapa
siswa yang masih belum paham mengenai metode yang digunakan.
Kegiatan diskusi yang dilakukan siswa saat mengerjakan
Lembar Kerja 2 sangat baik, mereka sangat antusias dalam
mengerjakan soal-soal pada Lembar Kerja dan ada pula yang
mengerjakan sambil bergurau dengan teman ataupun mengobrol
dengan rekan observer. Setelah mengerjakan dalam kelompok, siswa
menerapkan metode Two Stay Two Stray (TSTS). Dalam
menerapkan metode pembelajaran tersebut, ada beberapa siswa yang
bertanya kepada temannya terkait jawaban yang kurang dimengerti,
Pada pertemuan kedua waktu yang dibutuhkan dalam
mengerjakan Lembar Kerja cukup lama. Beberapa kelompok masih
ada yang belum menyelesaikan Lembar Kerja dan bertamu. Oleh
karena itu mereka meminta tambahan waktu untuk mengerjakan
Lembar Kerja dan bertamu. Sehingga waktu yang tersisa hanya
cukup digunakan untuk presentasi, membahas, mengklarifikasi dan
mengerjakan soal posttes saja. Pada pertemuan kedua, peneliti dan
siswa belum melaksanakan kegiatan penutup pembelajaran yaitu
merangkum dan merefleksikan kegiatan pembelajaran karena waktu
terbatas.
Gambar 4.5. Siswa mengerjakan soal posttes 1.
Didalam perencanaan yang telah disusun dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), posttes diadakan sebelum peneliti
bersama siswa membahas dan mengklarifikasi hasil diskusi. Namun
dalam pelaksanaannya, peneliti bersama siswa membahas dan
mengklarifikasi hasil diskusi terlebih dahulu dan setelah itu
telah disusun dalam RPP karena keterbatasan waktu dan keefektifan
dalam proses pembelajaran.
c. Observasi (observing)
Pengamatan atau observasi dilakukan oleh 2 rekan mahasiswa dan
peneliti. Rekan mahasiswa bertugas untuk mengamati dan menilai
kegiatan siswa dalam proses pembelajaran serta mendokumentasikan
kegiatan yang sedang berlangsung. Peneliti juga berpartisipasi dalam
menilai dan megamati kegiatan yang berlangsung dalam proses
pembelajaran. Dalam rancangan penelitian yang telah disusun, pada
kegiatan observasi atau pengamatan juga dilakukan oleh guru mata
pelajaran Biologi. Namun dalam pelaksanaannya guru mata pelajaran
tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan observasi di kelas sehingga
hanya rekan mahasiswa dan peneliti yang mengamati kegiatan
pembelajaran.
Pengamatan atau observasi ini bertujuan untuk mengetahui atau
menilai sikap afektif siswa dalam proses pembelajaran mulai dari
pembukaan pembelajaran, kegiatan diskusi kelompok (penerapan
metode Two Stay Two Stray/TSTS) maupun kegiatan diskusi kelas
(presentasi) dan penutup pembelajaran. Hasil pengamatan atau
observasi yang dijadikan penilaian yaitu hasil observasi di akhir siklus.
d. Refleksi (reflecting)
Secara garis besar, pelaksanaan pembelajaran pada siklus I berjalan
dalam mengerjakan tugas Lembar Kerja yang diberikan oleh peneliti
namun ada beberapa yang bermalas-malasan juga. Dari hasil posttes siklus I, hanya 11,11% atau 3 siswa yang mencapai KKM dilihat dari
aspek kognitif. Hal ini belum sesuai dengan indikator keberhasilan yang
ingin dicapai dalam penelitian. Indikator yang ditargetkan pada awal
penelitian terkait aspek kognitif yaitu 35,48% siswa yang tuntas KKM.
sedangkan untuk aspek afektif siswa pada silkus I terdapat dua kategori
yaitu sedang sebesar 55,56% atau 15 siswa dan tinggi sebesar 44,44%
atau 12 siswa. Pada siklus I terkait aspek afektif siswa belum mencapai
indikator keberhasilan, sehingga diadakan perbaikan pada siklus
berikutnya.
Selama proses pembelajaran siklus I, dalam mengerjakan tugas
yang diberikan oleh peneliti membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sehingga pada pembelajaran siklus I terkesan terburu-buru dan tidak
sesuai dengan rencana yang telah disusun. Oleh karena itu, peneliti
mengambil sikap tegas untuk siklus selanjutnya dalam memberikan
waktu saat siswa mengerjakan Lembar Kerja.
Metode Two Stay Two Stray (TSTS) membutuhkan waktu yang
cukup lama, sehingga peneliti mengambil sikap untuk membagikan
Lembar Kerja 3 dan 4 untuk siklus II dikerjakan secara bersama dan
penerapan metode Two Stay Two Stray (TSTS) dilakukan hanya sekali
saja. Dari hasil pembelajaran siklus I, terdapat siswa yang aktif dan ada
membagi kelompok sesuai dengan tingkat kemampuan serta
menentukan siswa yang bertugas sebagai tamu maupun sebagai tuan
rumah.