• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

B. Deskripsi Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di kantor walikota pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) pemkot Yogyakarta. berdasarkan penyebaran skala yang sudah dilakukan, berikut adalah tabel deskripsi subjek:

Tabel 4.

Deskripsi Subjek

Kriteria Jumlah Presentase

Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 23 27 46% 54% Usia 29 - 36 Tahun 37 - 41 Tahun 42 - 46 Tahun 47 - 51 Tahun 52 - 55 Tahun 7 12 9 15 7 14% 24% 18% 30% 14% Lama Bekerja 3 - 14 Tahun

15 - 23 Tahun 24 - 32 Tahun 14 21 15 28% 42% 30%

Peneliti kemudian mendeskripsikan data tersebut dengan menghitung rata-rata, mean, modus dan standar deviasi menggunakan analisis statistik SPSS for windows versi 23. Tujuan dari analisis ini untuk mengetahui besarnya kecenderungan subjek pada setiap variabel terikat (Counterproductive Work Behavior) maupun variabel bebas (Power distance). setelah itu, peneliti akan membandingkan nilai mean empiris dan mean teoritis dari masing-masing variabel dengan cara melakukan uji one sample test.

1. Hasil perhitungan mean teoritis skala Power distance. Jumlah item : 10

Nilai Minimum : 10 x 1 = 10 Nilai Maksimum : 10 x 5 = 50 Rentang nilai : 10 - 50 Jarak : 50 – 10 = 40

Mean Teoritik : (min + max) / 2 = (10 + 50) / 2 = 60 / 2 = 30

2. Hasil perhitungan mean teoritis skala Counterproductive Work Behavior. Jumlah item : 17

Nilai Minimum : 17 x 1 = 17 Nilai Maksimum : 17 x 7 = 119 Rentang nilai : 17 - 119 Jarak : 119 - 17 = 102

Tabel 5.

Deskripsi Statistik variabel Power distance dan CWB

N SD

Empiris Teoritis

Min Max Mean Min Max Mean

Power distance 50 5.560 22 44 35.22 10 50 30 Counterprod -uctive Work Behavior 50 13.343 17 84 23.60 17 119 68 Tabel 6.

Uji beda mean teoritik dan empiris variabel Power distance One-Sample Test Test Value = 40 t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper PD -6.079 49 .000 -4.780 -6.36 -3.20

Diketahui bahwa hasil uji dari one sample t-test pada skala Power distance memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritis dan mean empiris pada variabel Power distance. Pada hasil perhitungan didapatkan hasil mean teoritis sebesar 30, sedangkan pada mean empiris sebesar 35.22. Hal ini menunjukkan bahwa mean empiris lebih besar dibandingkan mean teoritis, maka dapat disimpulkan subjek

dalam penelitian ini memiliki kecenderungan Power distance yang tergolong tinggi.

Tabel 7.

Uji beda mean teoritik dan empiris variabel CWB One-Sample Test Test Value = 68 T df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper CWB -23.529 49 .000 -44.400 -48.19 -40.61

Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0.000. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan antara mean teoritis dan mean empiris pada skala Counterproductive Work Behavior. Pada mean teoritis didapatkan hasil sebesar 68, sedangkan pada mean empiris didapatkan hasil sebesar 23.60. Data tersebut menunjukkan bahwa mean empiris lebih kecil dibandingkan mean teoritis, berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki kecenderungan Counterproductive Work Behavior yang tergolong rendah.

C. Uji Asumsi

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS for windows versi 23 dan dilakukan dengan teknik kolmogorov-smirnov. Data dinyatakan terdistribusi secara normal jika memiliki nilai p > 0.05. Berikut merupakan tabel hasil uji normalitas:

Tabel 8.

Uji Normalitas CWB Dan Power Disatnce

Skala

One-Sample

Kolomogorov-Smirnov Keterangan

Statistik Df Sig.

Power distance 0.12 50 0.04 Tidak

Normal Counterproductive

Work Behavior

0.32 50 0.00 Tidak

Normal

Dari hasil uji normalitas diketahui bahwa skala Power distance memiliki nilai signifikansi p = 0.04. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut tidak terdistribusi normal (p < 0.05). Sedangkan pada data skala Counterproductive Work Behavior memiliki nilai signifikansi sebesar p = 0.00. Hal ini menunjukkan juga bahwa data tersebut tidak terdistribusi dengan normal (p < 0.05), Sehingga uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik non-parametrik.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antar variabel terletak pada satu garis lurus atau linear. Uji linearitas digunakan sebagai syarat analisis korelasi. Dikatakan memiliki hubungan yang linear apabila nilai signifikansi lebih dari 0.05 (p < 0.05) (Sunariah & Kasmadi, 2013).

Peneliti juga menggunakan grafik scatter plot untuk melihat linearitas antar variabel. Alasan peneliti menggunakan cara ini adalah untuk melihat secara langsung hubungan antar variabel apakah linear atau tidak. Selain itu, dapat mengecek outlier dalam data penelitian (Santoso, 2010).

Penentuan posisi satu titik didasarkan pada besarnya nilai dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas akan digambarkan dengan sumbu x, sedangkan variabel terikat digambarkan dengan sumbu y (Santoso, 2010).

Tabel 9.

Uji Linearitas Power distance dan CWB

F Linearity Sig. Hubungan Power Distance dan CWB (Combined) 3.162 .002 Linearity 5.700 .023

Berdasarkan tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel power distance dan CWB linear p = 0.23 (p < 0.05). Akan tetapi, pada tabel

Deviation from Linearity menunjukkan kedua variabel tidak signifikan p = 0.04 (p > 0.05).

Gambar 4.

Grafik Scatter Plot Power distance Dan CWB

Pada grafik diatas, dapat dilihat bahwa titik-titik cenderung membentuk garis lurus di bagian bawah. Selain itu, terdapat beberapa titik menyimpang terlalu jauh atau outlier yang memungkinan heterogenitas varians.

c. Uji Hipotesis

Berdasarkan hasil uji statistik yang sudah dilakukan, meskipun data tidak terdistribusi secara normal dan kedua variabel linear. Akan tetapi, peneliti tetap melakukan uji hipotesis dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel power distance dan CWB. Koefisien korelasi berkisar antara -1 hingga 1 termasuk 0 (nol) di dalamnya. -1 yang menunjukkan hubungan yang berkebalikan yang artinya apabila satu variabel skornya meningkat maka variabel lainnya menurun. 1 menunjukkan hubungan yang searah (Sunariah & Kasmadi, 2013). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik statistika non parametrik uji rank Spearman’s Rho Correlation pada SPSS versi 23.0 for windows. Peneliti memilih menggunakan teknik ini dikarenakan data yang tidak terdistribusi normal.

Jika nilai sig. (p) ≤ 0.05 maka hipotesis nol ditolak atau ada hubungan yang signifikan antar kedua variabel tersebut. Sebaliknya, jika nilai sig. (p) ≥ 0.05 maka hipotesis nol diterima atau dapat dikatakan tidak ada hubungan yang signifikan antar kedua variabel.

Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan korelasi rank

Spearman’s rho, diketahui bahwa hipotesis nol diterima atau dapat dikatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan dalam populasi pada variabel Power distance dan Counterproductive Work Behavior (r = -0.114, p = 0.215).

Dokumen terkait