BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1.5. Deskripsi Tugas Dan Tanggung Jawab
Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masin bidang pada PT Indonesia Asahan Aluminium adalah sebagai berikut :
a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
1. RUPS adalah organ perseroan yang memegang kekuasaan tertinggi. RUPS terdiri dari:
i. Rapat Tahunan yang diadakan selambat – lambatnya pada akhir bulan September setiap tahun kalender
ii. Rapat Umum Luar Biasa diadakan setiap saat jika dianggap perlu oleh Direksi dan/atau Pemegang Saham
2. Hak dan wewenang RUPS antara lain:
i. Mengangkat dan memberhentikan Komisaris dan Direksi
ii. Membatasi kewenangan Komisaris dan Direksi
b. Komisaris
1. Keanggotaan
i. Komesaris terdiri sekurang – kurangnya 2 (dua) orang anggota, salah seorang diantaranya bertindak sebagai Presiden Komisaris.
ii. Para anggota Komisaris dan Presiden diangkat oleh RUPS dari calon – calon yang diusulkan oleh para Pemegang Saham pihak asing dan Pemegang Saham pihak Indonesia sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing – masing pihak dengan ketentuan sekurang–
62
kurangnya 1 (satu) orang anggota Komisaris harus dari calon yang diusulkan oleh Pemegang Saham pihak Indonesia.
iii. Anggota Komisaris dipilih untuk satu jangka waktu yang berakhir pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang kedua setelah mereka terpilih dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan para anggota Komisaris sewaktu – waktu dan mereka dapat dipilih kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
2. Tugas dan wewenang Komisaris
i. Komisaris bertugas mengawasi kebijakan Direksi dalam menjalankan perseroan serta mamberikan masihat kepada Direksi.
ii. Komisaris dapat maminta penjelasan tentang segala hal yang dipertanyakan.
iii. Komisaris setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi berdasarkan keputusan yang disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota Komusaris jikalau mereka berindak bertentasngan dengan anggaran dasar/atay undang – undang dan peraturan yang berlaku.
63
c. Direksi
1. Keanggotaan
i. Direksi terdiri dari sekurang – kurangnya 6 (enam) orang anggota, diantaranya seorang sebagai Presiden Direktur.
ii. Para anggota Direksi diangkat dan diberjentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
iii. Para anggota Direksi diangakat dari calon – calon yang diusulkan oleh para Pemegang Saham yang dimiliki oleh masing – masing pihak dengan ketentuan sekurang – kurangnya 1 (satu) orang anggota Direksi harus dari calon yang diusulkan oleh Pemegang Saham pihak Indonesia.
iv. Tidak kurang dari 2 (dua) orang anggota Direksi termasuk seorang anggota yang dicalonkan oleh Pemegang Saham Indonesia harus berkembangsaan Indonesia
2. Masa Jabatan
i. Para anggota Direksi dipilih untukmjangka waktu yang berakhir pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kedua setelah mereka terpilih dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan para anggotra Direksi sewaktu – waktu dan mereka dapat dipilih kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
64
ii. Dalam hal terdapat penambahan anggota Direksi, maka mada jabatan anggota Direksi tersebut akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan anggota Direksi lainnya yang telah ada, kecuali Rapat Umum Pemegang Sahal menetapkan lain.
3. Tugas dan Wewenang
i. Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mrncapai maksud dan tujuannya.
ii. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan wewenang tersebut oleh Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilimpahkan kepada Komisaris.
iii. Direksi untuk pembuatan tertentu ats tanggung jawabnya sendiri, berhak pula mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasa yang diatur dalam surat kuasa.
iv. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam atau di luar pengadilan serta melakukan segala tindakan dan perbuatan baik mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan serta mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan, dengan pembatasan – pembatasan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
65
d. Presiden Direktur
Presiden Direktur adalah seorang Direksi yang oleh karena jabatanya berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
e. Direktur
Direktur adalah anggota Direksi yang oleh karena jabatanya melaksanakan tugas untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan ruang lingkup tugas/fungsi masing–masing seperti tersebut di bawah ini :
1. Umum dan Sumber Daya Manusia
2. Perencanaan dan Keuangan
3. Bisnis
4. Produksi
5. Pembangkit Listrik
6. Koordinasi Keuangan
a. Divisi
Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk membantu Direktur dalam menuangkan ketentuan – ketentuan yang dilaksanakan berdasarkan ruang lingkup/fungsi Direktur masing – masing. Divisi dikepalai oleh General Manager.
66
b. Departemen
Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan dari ketentuan – ketentuan yang telah digariskan/ditentukan oleg divisi masing – masing. Departemen dikepalai oleh Senior Manager.
c. Seksi
Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk melaksanakan setiap kebijakan yang telah ditentukan/digariskan oleh Departemen masing– masing. Seksi dikepalai oleh Manager.
d. Auditor Internal
Auditor Internal meruoakan unit organisani yang berdiri sendiri yang bertanggung jawab atas pemeriksaan dan penilaian kegiatan Perusahaan dan melaporkan hasil pemeriksaan dan penilaian tersebut kepada Presiden Direktur. Auditor Internal dibawah pengawasan Presiden Direktur membantu anggota organisasi yang bertanggung jawab atas tugas yang mereka emban dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, pemberian nasihat informasi.
e. Wakil Manajemen untuk ISO 9001 dan ISO – 14001 (MR)
Wakil Manajemen untuk Sistem Mutu (ISO – 9001) dan Sistem Lingkungan (ISO – 14001) diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden Direktur.
Tugas dan tanggung jawab Wakil Manajemen antara lain :
1. Memberikan arahan dan petunjuk kepada seluruh tingkatan manajemen mengenai implementasi sistem mutu dan sistem lingkungan perusahaan.
67
2. Sebagai penghubung antara perusahaan dengan Badan Serfikasi Sistem Mutu (ISO – 9001) dan Sistem Lingkungan (ISO – 14001)
3. Membarikan saran kepada Presiden Direktur untuk melakukan Tinjauan Manajemen mengenai implementasi Sistem Mutu dan Sistem Lingkungan tindakan pencegahan serta koreksi dengan Prosedur Mutu dan Lingkungan.
4. Bertanggung jawab atas fungsi jaminan mutu dam kualitas lingkungan dengan memberikan masukan – masukan kepada Presiden Direktur dan Direktur terkait.