• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dewan Komisaris

Dalam dokumen Sampoerna Agro Tbk. (Halaman 52-56)

TATA KELOLA PERUSAHAAN CORPORATE GOVERNANCE

B. Dewan Komisaris

Sampai dengan akhir tahun 2010, Dewan Komisari Perseroan terdiri dari lima orang. Dua dari anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. Jumlah ini sesuai dengan ketentuan jumlah Komisaris Independen seperti ditetapkan dalam Surat Edaran Bapepam No. SE-03/PM/2000 dan Peraturan BEI No. I-A, yang menetapkan paling sedikit 30% komposisi Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.

Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, tugas utama Dewan Komisaris adalah mengawasi kebijakan dan tindakan Direksi Perseroan agar sejalan dengan Anggaran Dasar Perseroan, peraturan yang berlaku, dan nilai-nilai GCG. Dewan Komisaris juga berwenang untuk memberikan nasihat kepada Direksi apabila diperlukan.

Agar Dewan Komisaris dapat menjalankan tugas secara efektif Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Manajeman Risiko, Komite Belanja Modal dan Investasi. Peran, fungsi dan kegiatan setiap komite sepanjang tahun turut dilaporkan pada pembahasan ini.

Total Paket Remunerasi (Rp) Total Remuneration Package (Rp)

2010 2009

Dewan Komisaris

Board of Commissioners 1.140.000.000 1.200.000.000

The Company’s BOC comprise of: 1. Michael Sampoerna

(President Commissioner)

In addition to his task and responsibilities as the President Commissioner, he is also the Chairman of Capital Expenditure and Investment Committee. 2. Sugiarta Gandasaputra

(Commissioner)

In addition to his task and responsibilities as a member of the BOC, he is also the Chairman of Risk Management Committee.

3. Mak Ping On (Commissioner)

In addition to his task and responsibities as a member of the BOC, he is also the Chairman of Nomination and Remuneration Committee.

4. Phang Cheow Hock (Independent Commissioner)

One of the two Independent Commissioners of the Company. 5. Arief Tarunakarya Surowidjojo

(Independent Commissioner)

In addition to his task and responsibilities as an Independent Commissioner, he is also the Chairman of the Audit Committee.

BOC Remuneration

As approved by the AGM, and in line with the Company’s remuneration policy, members of the BOC receive a remuneration that is deemed reasonable and competitive based on a

remuneration survey conducted on similar companies in terms of type and scale.

Dewan Komisaris Perseroan beranggotakan: 1. Michael Sampoerna

(Komisaris Utama)

Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Komisaris Utama, juga mempunyai tugas sebagai Ketua Komite Belanja Modal dan Investasi.

2. Sugiarta Gandasaputra (Komisaris)

Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris, juga mempunyai tugas sebagai Ketua Komite Manajemen Risiko.

3. Mak Ping On (Komisaris)

Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Dewan Komisaris, juga mempunyai tugas sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi.

4. Phang Cheow Hock (Komisaris Independen)

Salah satu Komisaris Independen Perseroan. 5. Arief Tarunakarya Surowidjojo

(Komisaris Independen)

Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Komisaris Independen, juga mempunyai tugas sebagai Ketua Komite Audit.

Remunerasi Dewan Komisaris

Sebagaimana telah disetujui oleh RUPST dan sesuai dengan kebijakan remunerasi Perseroan, para anggota Dewan Komisaris memperoleh remunerasi yang besarnya bersifat wajar dan kompetitif berdasarkan survei remunerasi terhadap perusahaan sejenis dengan skala yang sama.

Rapat Dewan Komisaris

Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, rapat Dewan Komisaris dapat diadakan setiap waktu jika dianggap perlu oleh seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris, atau apabila diminta secara tertulis oleh seorang anggota Direksi atau lebih atau satu pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu persepuluh) bagian dari seluruh jumlah saham dengan hak suara yang sah.

Rapat-rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri oleh lebih dari ½ (satu per dua) dari jumlah anggota Dewan Komisaris. Di dalam rapat, setiap anggota Dewan Komisaris memiliki satu hak suara

BOC Meeting

Based on the Company’s Articles of Association, BOC meetings can be performed anytime when deemed necessary by one or more BOC member or, upon submission of a written request from one or more Directors or shareholders that collectively represent 1/10 (one tenth) of the total number of shareholders that possess legal voting rights.

BOC Meetings are deemed legitimate and entitled to make legally binding decisions only if more than ½ (one half) of BOC members. During the meetings, every member of the BOC are entitled to one vote and one proxy vote derived from another

No Tanggal Agenda Rapat Attendance 1 25-Mar-10 - Persetujuan pengangkatan Bapak Timotius sebagai anggota Komite Audit

- Approval of the appointment of Mr. Timotius as a member of the Audit Committee

100% 2 29-Apr-10 - Persetujuan atas pengajuan fasilitas kredit kepada Bank Mandiri

- Approval on the proposed credit facility from Bank Mandiri

100% 3 28-Jun-10 - Persetujuan pengangkatan Bapak Irawan Sastrotanojo sebagai anggota Komite Audit

- Approval of the appointment of Mr. Irawan Sastrotanojo as a member of the Audit Committee

100% 4 29-Jul-10 - Persetujuan atas pengajuan fasilitas kredit kepada Bank DBS Indonesia

- Approval on the proposed credit facility from Bank DBS Indonesia

100% 5 16-Dec-10 - Persetujuan pendirian perusahaan PT Nusantara Sago Prima

- Approval on the estabishment of PT Nusantara Sago Prima

100% In addition to these formal meetings, the BOC also engage in a number of informal meetings with the Directors to ensure that the BOD is managing the Company properly.

Selain secara formal, Dewan Komisaris juga melakukan beberapa kali pertemuan informal dengan Direksi untuk memastikan bahwa Perseroan telah dikelola dengan baik oleh Direksi.

Komite-Komite di Bawah Dewan Komisaris Komite Audit

Keberadaan Komite Audit diharapkan dapat meningkatkan penerapan GCG dalam kegiatan operasional maupun pengembangan Perseroan.

Tugas dan tanggung jawab utama Komite Audit adalah antara lain meliputi:

• mengkaji laporan keuangan dan informasi inansial lainnya yang disajikan untuk pemegang saham, masyarakat, dan otoritas pasar modal;

• mengkaji kepatuhan terhadap peraturan dan perundang- undangan yang berlaku;

• mengkaji dan memonitor sistem pengendalian internal perseroan;

• mengkaji laporan tahunan perseroan; dan

• mengkaji proses dan hasil audit yang dilakukan oleh auditor independen

Komite Audit menelaah laporan keuangan konsolidasi setiap triwulan dan tahunan untuk memberi kepastian kepada Dewan Komisaris bahwa laporan keuangan konsolidasi Perseroan telah disiapkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia dan semua informasi telah dilaporkan seluruhnya dan secara akurat sebelum laporan diterbitkan. Penelaahan ini juga membantu mengidentifikasi dan memberi solusi terhadap potensi permasalahan kepada Direksi sebelum penerbitan laporan keuangan konsolidasi.

Berdasarkan rekomendasi Komite Audit, Dewan Komisaris menyetujui penerbitan laporan keuangan konsolidasi. Komite Audit juga menelaah kinerja Akuntan Publik yang melakukan audit laporan

The Committees under BOC Audit Committee

The presence of Audit Committee is to enhance the

implementation of GCG practices within the Company operations and expansions.

The main tasks and responsibilities of Audit Committee include the following:

• to review the inancial statement and other inancial information

prepared for shareholders, the public, and the capital market

authorities;

• to review compliance towards prevailing rules and regulations; • to review and monitor the company’s internal control system; • to review company’s annual report; and

• to review the process and audited results made by independent

auditor.

Audit Committee assesses the consolidated financial statements on a quarterly as well as yearly basis to assure the BOC that the Company consolidated financial statements are prepared in accordance with Indonesian Statements of Financial Accounting Standards and that all information are both complete and accurate prior to the report’s publication. This assessment also helps to identify and provide solutions on potential issues with the BOD prior to their publication.

Based on the recommendations made by Audit Committee, the BOC approves on the consolidated financial statement publication. Audit Committee also assesses Public Accountant performance on

Audit Committee that is under the BOC, is comprised of three members: (i) Arief Tarunakarya Surowidjojo, Independent

commissioner and chairman of the committee; (ii) dr. timotius, ak.; and (iii) irawan sastrotanojo. the last two members were

also externally recruited. There were some changes in the Audit Committee members in 2010, Tjandra Bachtiar passed away on Jun 8, 2010, while Amien Subekti resigned effective as of Apr 1, 2010.

Arief T. Surowidjojo

Profile on Arief T. Surowidjojo is presented on page 165 of this annual report.

Dr. Timotius Ak.

Born in 1958, he serves as a member of the Audit Committee since April 2010. Currently, he also serves as an Assistant to Dean at School of Economics Jayakusuma, a member of the Audit Committee of PT HM Sampoerna, and Commissioner of PT Kharisma Valas Indonesia. Previously, he served as Director of PT Moritas Agrobi and a Director of PT Suprawira Finance. He has a Doctor of Agriculture Economics degree from Bogor Institute of Agriculture (IPB).

Irawan Sastrotanojo

Born in 1954, he serves as a member of the Audit Committee since July 2010. Currently, he also serves Independent Commissioner of PT Indopoly Swakarsa Industry and a member of the Supervisory Board of Putera Sampoerna Foundation. Previously, he served as Partner and Head of Transactions Advisory Services of PT Ernst & Young Advisory Services, an affiliate of Ernst & Young International. He has Bachelor of Science degree in Accounting & Finance from De La Salle University, Manila, Philippines.

The Audit Committee has conducted five meetings and two site visits to both plantation regions in 2010. A report on the Audit Committees activities throughout 2010 is presented on page 60 of this annual report.

The other committees

Nomination and Remuneration Committee which was established since March 2008, led by Mak Ping On, a Commissioner of the Company. The main duties and responsibilities of the Nomination and Remuneration Committee are as follows:

• to review human resource policy set up by bod;

• to prepare nomination procedures and selection criteria for boc, bod, and executives of the company; and

• to formulate a system of assessment and provide

recommendations in respect to the number of members for BOC and BOD, and their remuneration amount.

Komite Audit di bawah Dewan Komisaris, terdiri dari tiga anggota: (i) Arief Tarunakarya Surowidjojo, Komisaris Independen dan ketua komite; (ii) dr. timotius, ak.; dan (iii) irawan

Sastrotanojo. Dua anggota terakhir juga berasal dari eksternal Perusahaan. Terdapat pergantian anggota Komite Audit di tahun 2010, Tjandra Bachtiar meninggal dunia pada tanggal 8 Juni 2010, sedangkan Amien Subekti mengundurkan diri efektif sejak tanggal 1 April 2010.

Arief T. Surowidjojo

Profil Arief T. Surowidjojo disajikan di halaman 165 pada laporan tahunan ini.

Dr. Timotius Ak.

Lahir pada tahun 1958, beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit sejak April 2010. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Wakil Ketua STIE Jayakusuma, anggota Komite Audit PT HM Sampoerna, dan Komisaris PT Kharisma Valas Indonesia. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur PT Moritas Agrobi dan Direktur PT Suprawira Finance. Beliau memperoleh gelar Doktor Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Irawan Sastrotanojo

Lahir pada tahun 1954, beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit sejak Juli 2010. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Indopoly Swakarsa Industry dan anggota Supervisory Board Yayasan Putera Sampoerna. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Partner dan Head of Transactions Advisory Services PT Ernst & Young Advisory Services, afiliasi dari Ernst & Young International. Beliau memperoleh gelar Sarjana Akutansi dan Keuangan dari De La Salle University, Manila, Filipina.

Sepanjang tahun 2010, Komite Audit telah menyelenggarakan lima kali rapat dan dua kali kunjungan lapangan ke dua wilayah perkebunan Perseroan. Laporan kegiatan Komite Audit untuk tahun 2010 disajikan pada halaman 60 laporan tahunan ini. Komite Lainnya

Komite Nominasi dan Remunerasi yang dibentuk sejak bulan Maret 2008, dipimpin oleh Mak Ping On, Komisaris Perseroan. Adapun tugas dan tanggung jawab utama Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut:

• mengkaji kebijakan sumber daya manusia yang ditetapkan oleh direksi;

• menyiapkan prosedur nominasi dan kriteria seleksi untuk anggota dewan komisaris, direksi dan eksekutif perseroan; • merumuskan sistem penilaian dan memberikan rekomendasi

Risk Management Committee which was established since March 2008. Sugiarta Gandasaputra, a Commissioner of the Company, is the Chairman of this Committee. The main tasks and responsibilities of the Risk Management Committee are as follows:

• to conduct periodical assessments and provide

recommendations with respect to the type and coverage of

the company insurance; and

• to conduct periodical assessments with respect to nature of

risks faced by the Company and formulate their mitigating factors.

Capital Expenditure and Investment Committee which was established since March 2008. Michael Sampoerna, the President Commissioner of the Company is the Chairman of this Committee. The main tasks and responsibilities of the Capital Expenditure and Investment Committee are as follows:

• to formulate the company investment policy and capital expenditure (capex); and

• to review investment and capex plans, and provide

recommendations with respect to the capex and investment to be spent and sources of funds including the risks of the investment.

Dalam dokumen Sampoerna Agro Tbk. (Halaman 52-56)

Dokumen terkait