8. Dimensi Rata-rata Keunggulan Bersaing (Y 3v )
2.9 Dimensional Variabel (Hubungan Antara Variabel dengan Dimensi)
Model penelitian menunjukkan ada 4 variabel utama ”Metode Path Analysis” yang memiliki sebanyak 5 (Lima) hipotesis, yaitu:
H1:r 2 X1 > 0 Bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) mempunyai pengaruh langsung positif terhadap variabel kepuasan konsumen (Y1) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H2:r 2 X2 > 0 Bahwa variabel harga tiket (X2) mempunyai pengaruh langsung positif terhadap variabel kepuasan konsumen (Y1) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H3:r 2 Y1 > 0 Bahwa variabel kepuasan konsumen (Y1) mempunyai pengaruh langsung positif terhadap variabel loyalitas konsumen (Y2) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H4:r 2 X1 > 0 Bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) mempunyai pengaruh tidak langsung positif [melalui intervening variabel kepuasan konsumen (Y1)]
terhadap variabel loyalitas konsumen (Y2) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H5:r 2 X2 > 0 Bahwa variabel harga tiket (X2) mempunyai pengaruh tidak langsung Positif [melalui intervening variabel kepuasan konsumen (Y1)] terhadap variabel loyalitas konsumen (Y2) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
2.9.1 Variabel Kualitas Pelayanan (X1)
Hubungan Variabel Kualitas Pelayanan (X1) dengan 5 Dimensi Pokok (Total) Kualitas Pelayanan (X1u.i ) dan 5 Dimensi Rata-rata Kualitas Pelayanan (X1v.i ) serta Hubungan Variabel maupun Dimensi Rata-rata dalam Part Analysis Method dapat dijelaskan sebagai berikut:
H6:r 2 X1v.i > 0 Bahwa dimensi rata-rata kualitas pelayanan (X1v.i) mempunyai pengaruh
langsung positif terhadap dimensi rata-rata kepuasan konsumen (Y1v.i) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H9:r 2 X1v.i > 0 Bahwa dimensi rata-rata kualitas pelayanan (X1v.i) mempunyai pengaruh
tidak langsung positif terhadap dimensi rata-rata loyalitas konsumen (Y1v.i) [melalui intervening dimensi rata-rata kepuasan konsumen (Y1v)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
HX1v.i:r 2X1v.i > 0 Bahwa 5 Dimensi Kualitas Pelayanan (X1v.i), berjalan secara sinkron bersifat
“Optimum”, jelasnya bahwa Adjusted of determination coefficient bernilai positif melampaui diatas nilai kritis (critical value) yang dicerminkan oleh:
HX1v.i:r 2X1v.i > 0
5 Dimensi Rata-rata Kualitas Pelayanan (X1v.i):
H1: HX1v.1 = Bukti fisik (tangible) berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan konsumen.
H2: HX1v.2 = Keandalan (reliability) berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan konsumen.
H3: HX1v.3 = Daya tanggap (responsiveness) berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan konsumen.
H4: HX1v.4 = Jaminan (assurance) berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan konsumen.
H5: HX1v.5 = Perhatian (empathy) berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan konsumen.
HX1:r 2X1 > 0 : Variabel Kualitas Pelayanan (X1)
HX1v.i:r 2X3v > 0 : Dimensi Rata-rata Kualitas Pelayanan (X1v.i)
HX1u.i:r 2X1u.i > 0 : 5 Dimensi Pokok (Total) Kualitas Pelayanan (X1u.i):
H1: HX1u.1 = Bukti fisik (tangible), adalah fungsi dari Indikator Kualitas pelayanan (X1.1 s/d X1.4) H2: HX1u.2 = Keandalan (reliability), adalah fungsi dari Indikator Kualitas pelayanan (X1.5 s/d X1.7) H3: HX1u.3 = Daya tanggap (responsiveness), adalah fungsi dari Indikator Kualitas pelayanan(X1.8 s/d X1.9) H4: HX1u.4 = Jaminan (assurance), adalah fungsi dari Indikator Kualitas pelayanan (X1.10 s/d X1.11) H5: HX1u.5 = Perhatian (empathy), adalah fungsi dari Indikator Kualitas pelayanan (X1.12 s/d X1.13)
HX1v.1: Semakin tinggi Bukti fisik (tangible), maka semakin tinggi kepuasan konsumen, yang berarti semakin tingginya kemampuan para karyawan penyedia jasa transportasi TRANSJAKARTA meningkatkan kualitas pelayanan, merepresentasikan dimensi pelayanan yang berwujud secara fisik atau sesuatu yang nampak.
HX1v.2: Semakin tinggi Keandalan (reliability), maka semakin tinggi kepuasan konsumen, yang berarti semakin tingginya kemampuan para karyawan penyedia jasa transportasi TRANSJAKARTA untuk menampilkan pelayanan yang dijanjikan dengan terpercaya dan akurat.
HX1v.3: Semakin tinggi Daya tanggap (responsiveness), maka semakin tinggi kepuasan konsumen. yang berarti semakin tingginya/mantap aktivitas para karyawan penyedia jasa transportasi TRANSJAKARTA memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan atau dilakukan untuk memastikan kepuasan pelanggan.
HX1v.4: Semakin tinggi Jaminan (assurance), maka semakin tinggi kepuasan konsumen, yang berarti semakin tingginya kemampuan para karyawan penyedia jasa transportasi TRANSJAKARTA meningkatkan kualitas pelayanan yang berfokus pada pengetahuan, kesopanan, keramah-tamahan serta kemampuan para karyawan untuk menimbulkan/melahirkan kepercayaan dan keyakinan pada diri pelanggan.
HX1v.5: Semakin tinggi Empati (empathy), maka semakin tinggi kepuasan konsumen, yang berarti semakin tingginya kemampuan para karyawan penyedia jasa transportasi TRANSJAKARTA meningkatkan kualitas pelayanan melalui cara pemberian perhatian dengan sentuhan pribadi sehingga dapat/tepat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh konsumen.
2.9.2 Variabel Harga atau Harga Tiket (X2)
Hubungan variabel harga atau harga tiket (X2) dengan 3 Dimensi Harga Tiket dapat dijelaskan sebagai berikut:
H7:r 2 X2v.i> 0 Bahwa dimensi rata-rata harga tiket (X2v.i) mempunyai pengaruh langsung positif terhadap dimensi rata-rata kepuasan konsumen (Y1v) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H10:r 2X2v.i > 0 Bahwa dimensi rata-rata harga tiket (X2v.i) mempunyai pengaruh tidak
langsung Positif terhadap dimensi rata-rata loyalitas konsumen (Y2v) [melalui intervening dimensi rata-rata kepuasan konsumen (Y1v)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
HX2: r 2 X2 > 0 : Variabel Harga Tiket (X2)
HX2v: r 2 X2v > 0 : Dimensi Rata-rata Harga Tiket (X2v) HX2v.i: r 2 X2v.i > 0 : 3 Dimensi Rata-rata Harga Tiket (X2v.i):
(1) Kesesuaian harga dengan kualitas jasa yang diberikan (2) Kesesuaian harga dengan pelayanan yang diterima (3) Kesesuaian harga dengan fasilitas
HX2v.i : r 2 X2v.i > 0
3 Dimensi Harga Tiket (X2):
HX2v.1: Kesesuaian harga dengan kualitas jasa yang diberikan, atau Kesesuaian Harga Tiket atau Ongkos Angkut dengan Kualitas Pelayanan yang diberikan
HX2v.2: Kesesuaian harga dengan pelayanan yang diterima, atau Kesesuaian Harga Tiket atau Ongkos Angkut dengan Tambahan Guna (Marginal Utility MU) yang diterima, dirasakan atau didapatkan (dinikmati) oleh konsumen.
HX2v.3: Kesesuaian harga dengan fasilitas, atau Kesesuaian Harga Tiket atau Ongkos Angkut dengan fasilitas alat angkut yang tersedia, seperti kemampuan para karyawan penyedia jasa transportasi TRANSJAKARTA meningkatkan kualitas pelayanan, merepresentasikan dimensi pelayanan yang berwujud secara fisik atau sesuatu yang nampak, seperti: Peralatan Armada Bus TRANSJAKARTA, Perlengkapan Armada, Kenyamanan ruangan dan Penampilan petugas.
2.9.3 Variabel Kepuasan Konsumen (Y1)
Hubungan variabel Kepuasan Konsumen (Y1) dengan 3 Dimensi Kepuasan Konsumen (Y1) dapat dijelaskan sebagai berikut:
H8:r 2 Y1v.i > 0 Bahwa dimensi rata-rata kepuasan konsumen (Y1v.i) mempunyai pengaruh
langsung positif terhadap dimensi rata-rata loyalitas konsumen (Y2v) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
HY1: r 2 Y1 > 0 : Variabel Kepuasan Konsumen (Y1)
HY1v: r 2 Y1v > 0 : Dimensi Rata-rata Kepuasan Konsumen (Y1v) HY1v.i: r 2 Y1v.i > 0 : 3 Dimensi Rata-rata Kepuasan Konsumen (Y1v.i):
(1) Pelayanan sesuai dengan harapan pelanggan,
(2) Kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan kepada orang lain dan (3) Puas atas kualitas pelayanan yang sudah dirasakan.
2.9.4 Variabel Loyalitas Konsumen (Y2)
Dimensionalisasi variabel Loyalitas Konsumen (Y2) dalam penelitian ini mengacu pada penelitian Gremler & Brown dalam Lu Ting Pong., et.al., (2001), dimana hubungan variabel Loyalitas Konsumen dengan 3 Dimensi Loyalitas Konsumen (Y2) dapat dijelaskan sebagai berikut:
HY2:r 2 Y2 > 0 : Variabel Loyalitas Konsumen (Y2)
HY2v:r 2 Y2v > 0 : Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y4v) HY2v.i:r 2 Y2v.i > 0 :3 Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y4v.i):
(1) Penggunaan ulang layanan
(2) Tertanamnya secara positif layanan di benak pelanggan (3) Selalu menjadi pilihan utama bagi pelanggan.
2.9.5 Variabel Keunggulan Bersaing (Y3)
Dimensionalisasi variabel Keunggulan Bersaing (Y3) dalam penelitian ini mengacu menurut Selnes ( 1993); Bharadwaj dkk (1993); Goodman dkk (1995 ); Keltner (1995);
Chow dan Holden (1997) Geykens dkk (1999); Suryanto, L dan Sugiyanto,FX (2002);Musry (2004); Rusdarti (2004); Smith dan wright (2004). menyatakan bahwa Keunggulan bersaing merupakan kemampuan produsen untuk menghadapi persaingan yang terjadi menurut penilaian Konsumen. Hubungan antara variabel, Indikator dan Dimensi Keunggulan Bersaing dapat dijelaskan sebagai berikut:
HY3: r 2 Y3 > 0 : Variabel Keunggulan Bersaing (Y3) HY3.i: r 2 Y3.i > 0 : Indikator Keunggulan Bersaing (Y3.i):
1) Y3.1. Kemampuan bersaing dengan meningkatkan jumlah Armada yang beroperasi
2) Y3.2. Keluasan jaringan yang ikut sebagai Mitra Operasi dengan berbagai Moda Transportasi lain 3) Y3.3. Peningkatan sumber dana untuk menampilkan berbagai jenis, model dan tipe Armada terkini 4) Y3.4. Keunggulan teknologi Armada terkini yang senantiasa ditampilkan di berbagai Media
HY3v: r 2 Y3v > 0 : Dimensi Rata-rata Keunggulan Bersaing (Y3v) HY2v.i:r 2 Y2v.i > 0 : 3 Dimensi Rata-rata Keunggulan Bersaing (Y3v.i):
(1) Memperluas Trayek Bus TRANSJAKARTA
(2) Mampu Menciptakan Inovasi Produk Jasa Bus TRANSJAKARTA (3) Senantiasa Meningkatkan Promosi Bus TRANSJAKARTA
3.4. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional