Hubungan 5 Indikator Loyalitas Konsumen dengan 3 Dimensi Pokok (Total) Loyalitas Konsumen, dan Dimensi Keunggulan bersaing
4. Variabel Loyalitas Konsumen (Y 2 )
No. Indikator dari Variabel Loyalitas Konsumen: Bentuk Fungsi: FK Y2.i > 0.6 (Valid), FK Y2.i < 0.6 (Drop) 1) Y2.1. Armada Bus Transjakarta Yang Bagus Y2 = u0 + u1 Y2.1 ; HY2.1 :Faktor Koreksi Y2.1 > 0.6 2) Y2.2. Kenikmatan Merasakan Layanan Y2 = v0 + v1 Y2.2 ; HY2.2 :Faktor Koreksi Y2.2 > 0.6 3) Y2.3. Kesetiaan Terhadap Merek (Tidak Melirik Merek Lain) Y2 = w0 + w1 Y2.3 ; HY2.3 :Faktor Koreksi Y2.3 > 0.6 4) Y2.4. Pengalaman Masa Lalu Y2 = x0 + x1 Y2.4 ; HY2.4 :Faktor Koreksi Y2.4 > 0.6 5) Y2.5. Pengalaman Teman-teman Y2 = y0 + y1 Y2.5 ; HY2.5 :Faktor Koreksi Y2.5 > 0.6
Tabel 4.13 B-4: Dimensi Total Loyalitas Konsumen (Y2u), Armada TRANSJAKARTA (1) Y2.1u Penggunaan ulang layanan
(2) Y2.2u Tertanamnya secara positif layanan di benak pelanggan (3) Y2.3u Selalu menjadi pilihan utama bagi pelanggan
Sehingga:
H20: Semakin tinggi pengaruh positif kelima indikator Loyalitas Konsumen (Y2) [(Y2.1
s/d Y2.5)] yang bernomor urut: (1) Y2.1. Armada Bus Transjakarta Yang Bagus, (2) Y2.2. Kenikmatan Merasakan Layanan, (3), Y2.3. Kesetiaan Terhadap Merek (Tidak Melirik Merek Lain) (4) Y2.4. Pengalaman Masa Lalu dan (5) Y2.5. Pengalaman Teman-teman, maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Pokok (Total) Loyalitas Konsumen (Y2u) dalam wujud [(Y2.1u s/d Y2.3u) yang bernomor urut: (1) Y2.1u Penggunaan ulang layanan, (2) Y2.2u Tertanamnya secara positif layanan di benak pelanggan dan (3) Y2.3u Selalu menjadi pilihan utama bagi pelanggan diatas nilai Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2v)..Hasil Subsitusi
nilai total Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2v) kedalam (menggantikan) nilai total Variabel Loyalitas Konsumen (Y2) diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Variabel Loyalitas Konsumen (Y2) untuk meningkatkan Dimensi Keunggulan bersaing (Y3v) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
atau
H20: Semakin tinggi pengaruh positif indikator Loyalitas Konsumen (Y2) [(Y2.1 s/d Y2.5)]
maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Pokok (Total) Loyalitas Konsumen (Y2u) dalam wujud [(Y2.1u s/d Y2.3u)] diatas nilai Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2v). Hasil Subsitusi nilai total Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2v) kedalam (menggantikan) nilai total Variabel Loyalitas Konsumen (Y2) diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Variabel Loyalitas Konsumen (Y2) untuk meningkatkan Dimensi Keunggulan bersaing (Y3v) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
5 Hubungan Antar Variabel: Kepuasan Konsumen, Loyalitas Konsumen, Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3o) dan Keunggulan bersaing (Y3)
H21 Semakin tinggi pengaruh langsung positif Variabel Kepuasan Konsumen (Y1), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Variabel Kepuasan Konsumen (Y1), untuk meningkatkan Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H22 Semakin tinggi pengaruh langsung positif Variabel Loyalitas Konsumen (Y2), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Variabel Loyalitas Konsumen (Y2), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Variabel
Loyalitas Konsumen (Y2), untuk meningkatkan Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H23 Semakin tinggi pengaruh langsung positif Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Variabel Keunggulan bersaing (Y3) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3o), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), untuk meningkatkan Variabel Keunggulan bersaing (Y3) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H24 Semakin tinggi pengaruh tidak langsung positif Variabel Kepuasan Konsumen (Y1), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Variabel Keunggulan bersaing (Y3) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), untuk meningkatkan Variabel Keunggulan bersaing (Y3) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H25 Semakin tinggi pengaruh tidak langsung positif Variabel Loyalitas Konsumen (Y2), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Variabel Keunggulan bersaing (Y3) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)], yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Variabel Loyalitas Konsumen (Y2), untuk meningkatkan Variabel Keunggulan bersaing (Y3) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
5 Hubungan Antar Dimensi Rata-rata: Kepuasan Konsumen, Loyalitas Konsumen, Dimensi Keunggulan bersaing dan Keunggulan bersaing
H26 Semakin tinggi pengaruh langsung positif Dimensi Rata-rata Kepuasan Konsumen (Y1v), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Rata-rata Kepuasan Konsumen (Y1v) untuk meningkatkan Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H27 Semakin tinggi pengaruh langsung positif Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2), untuk meningkatkan Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u) jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H28 Semakin tinggi pengaruh langsung positif Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Rata-rata Keunggulan bersaing (Y3v) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u), untuk meningkatkan Dimensi Rata-rata Keunggulan bersaing (Y3v) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H29 Semakin tinggi pengaruh tidak langsung positif Dimensi Rata-rata Kepuasan Konsumen (Y1), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Rata-rata Keunggulan bersaing (Y3v) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total)
Keunggulan bersaing (Y3u)], yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Rata-rata Kepuasan Konsumen (Y1), untuk meningkatkan Dimensi Rata-rata Keunggulan bersaing (Y3v) [melalui intervening Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)] jasa transportasi TRANSJAKARTA.
H30 Semakin tinggi pengaruh tidak langsung positif Dimensi Rata-rata Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2v), maka semakin tinggi pula kemampuan meningkatnya nilai Dimensi Rata-rata Keunggulan bersaing (Y3v) [melalui intervening Dimensi Rata-rata Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)], yang diasumsi mampu mendorong naik nilai ALPHA CRONBACH (dalam %) dan nilai butiran INDIKATOR rata-rata (dalam kalilipat) dari Dimensi Rata-rata Loyalitas Konsumen (Y2v) untuk meningkatkan Dimensi Rata-rata Keunggulan bersaing (Y3v) [melalui intervening Dimensi Rata-rata Dimensi Pokok (Total) Keunggulan bersaing (Y3u)]
jasa transportasi TRANSJAKARTA.
2.6 Kerangka Pemikiran Teoritis Dan Hubungan Antar Variabel 2.6.1 Pengembangan Hipotesis Model Penelitian
Secara teori penelitian ini menggunakan Metode Analisa Jalur Ganda (Double Part Analysis’ Method) yang dilengkapi dengan berbagai Uji Statistik, peralatan analisa maupun perhitungan pada umumnya menggunakan Model Regresi Linier Berganda (multiples regression) untuk semua bentuk model fungsional hasil estimasi (Unstandardized Coefficients: Model Regresi I, Model Regresi II, Model Regresi III (Simple Regression) dan Model fungsional hasil estimasi Metode Path Analysis (Standardized Coefficients) yang secara keseluruhannya mengunakan program SPSS IBM Statistik Versi 21 for Windows.
Metode Analisa Jalur Ganda (Double Part Analysis’ Method) merupakan sepasang Part Analysis Method gabungan antara Model fungsional klasik Loyalitas
Konsumen (sebagai fungsi Semula) dengan Model fungsional Keunggulan Bersaing (sebagai fungsi estapet). Hasil Perhitungan Empiris dari Metode Analisa Jalur Ganda (Double Part Analysis’ Method) didapatkan dari menggunakan Dua konsep data: Data Dengan Kategori (Jumlah ke I) dan Data Dengan Kategori (Jumlah ke II).
Yang dimaksud dengan Data Dengan Kategori (Jumlah ke I) merupakan data
”hasil survey” berbentuk skala lima (sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju) dengan skor 5, 4, 3, 2, dan 1 (Data 5 observasi) dengan asumsi Data skala pengukuran Netral bernilai Nol. Sedangkan Data Dengan Kategori (Jumlah ke II) merupakan data olahan yang disusun dari seluruh Data Dengan Kategori (Jumlah ke I) sebagai data ”hasil survey” menjadi ”Data 6 Observasi” dengan asumsi yang sama bahwa Data dengan skala pengukuran Netral, diasumsi bernilai Nol, sehingga Data Observasi ke 6 merupakan Jumlah (atau Nilai Total) dari data ”hasil survey” tersebut.
Baik data hasil survey (data 5 observasi) maupun data olahan (data 6 observasi) dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis semua indikator dari Variabel: Kualitas Pelayanan (X1), Harga Tiket (X2), Kepuasan Konsumen (Y1), Loyalitas Konsumen (Y2) dan Keunggulan Bersaing (Y3), termasuk Dimensi Rata-rata Kualitas Pelayanan (X1v), Dimensi Rata-rata Harga Tiket (X2v) dan Dimensi Rata-rata Keunggulan Bersaing (Y3v) yang murni merupakan “Data Olahan” dari semua indikator berbagai variabel tersebut dipergunakan dalam berbagai Uji Statistik maupun peralatan analisa berbagai bentuk Model Empiris sesuai kebutuhan penelitian.
Semua data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data utama yang dipergunakan dalam semua proses perhitungan (lihat lampiran 13 s/d 20), yang dihitung
“secara otomatis sesuai dengan formulasinya” sendiri-sendiri “menggunakan Microsoft Office Excel 2003” dan disusun/dihitung dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil sekali (mendekati Nol). Setelah ditransfer ke Microsoft Office Word 2003 (dimana formulasinya pada setiap sel tidak terlihat lagi). Untuk mengetahui keterikatan Pengembangan Model dan pengaruh antar variabel dapat dijelaskan pada kerangka pemikiran berikut:
e1 X1.1
Gambar 2.1: Model Konseptual dan Hubungan Fungsional Antar Inter Variable Path Analysis Method, KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS
Y3v.1. Memperluas Trayek Bus MAYASARI BAKTI Y3v.2. Mampu Menciptakan Inovasi Produk Jasa Y3v.3. Meningkatkan Promosi MAYASARI BAKTI
H1: Coeff. Reg 1 > 0
Second Path Analysis Method Keunggulan Bersaing (….Fungsi Estapet):
Y3 = 1 Y1 + 2Y2 Y3 Calc = 1 Y1 + 2Y2 + 3Y3v
Y3v = Intevening Variable
Y3v.1. Memperluas Trayek Bus TRANSJAKARTA Y3v.2. Mampu Menciptakan Inovasi Produk Jasa Y3v.3. Meningkatkan Promosi TRANSJAKARTA
First Path Analysis Method Loyalitas Konsumen (…..Fungsi Semula):
Y1 = 1X1 + 2 X2