• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM ASEAN ICT MASTERPLAN 2015

A. Integrasi ASEAN

2. Dinamika ASEAN

Terbentuknya ASEAN menjadi proses penanda telah terbentuk pula regionalisme di Kawasan Asia Tenggara. Pembentukan ASEAN ini pada awalnya digagas untuk memberikan perdamaian, kebebasan, dan kesejahteraan bagi negara-negara di Asia tenggara. Cita- cita tersebut digambarkan dalam visi ASEAN pada Deklarasi Bangkok yang memberikan nilai sejarah tersendiri bagi proses pembentukan ASEAN itu sendiri. Deklarasi bangkok yang ditanda-tangani

58 oleh 5 Menteri Luar Negri sebagai founding fathers dari ASEAN, yaitu Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia.

ASEAN telah menjadi suatu hal yang penting bagi proses regionalisme di Asia Tenggara dan dengan cita – cita ASEAN untuk memberikan perdamaian, kebebasan, dan kesejahteraan bagi negara-negara Asia Tenggara, tercermin bagaimana ASEAN juga bertujuan untuk mewujudkan integritas di Asia Tenggara sehingga proses regionaslisme terus berjalan dengan meluasnya keanggotaan di dalam ASEAN menjadi sepuluh negara (Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Indonesia, Kamboja, Thailand, Myanmar, Brunei, Vietnam).

Sejalan dengan perluasan keanggotaan ASEAN, perkembangan ASEAN pun juga semakin pesat seiring dengan dinamika hubungan internasional. Dengan dasar visi ASEAN untuk memberikan perdamaian, kebebasan, dan kesejahteraan bagi negra-negara Asia Tenggara, kemudian terbentuklah „Visi ASEAN 2020‟ yang digagas di Kuala Lumpur tahun 1997. Digambarkan pada „Visi ASEAN 2020‟ ini bahwa negara-negara di Asia Tenggara diharapkan mampu bekerja sama

secara intensif karena terikat dalam satu kemitraan pembangunan yang dinamis.

Kerjasama ASEAN kembali mengalami perkembangan dengan

terbentuknya ASEAN Community dan ASEAN Charter. Pembentukan ASEAN Community diawali dengan komitmen para pemimpin ASEAN dengan ditandatanganinya „Visi ASEAN 2020‟ yang mencita-citakan ASEAN sebagai

suatu satuan komunitas yang berpandangan maju kedepan, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil, dan makmur, yang dipersatukan oleh hubungan

59 kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan masyarakat yang saling

peduli46. Sedangkan ASEAN Charter sebagai konstitusi dari ASEAN sendiri yang

memuat prinsip-prinsip pokok yang harus ditegakkan oleh anggota. ASEAN Charter menjadi fondasi dari pilar komunitas keamanan dan politik, yang sekaligus menaungi dua pilar lainnya yaitu komunitas ekonomi dan sosial budaya.

Pembentukan komunitas ekonomi ASEAN sebenarnya secara tidak langsung telah digambarkan dalam pembentukan AFTA (ASEAN Free Trade Area) di tahun 1992. Selanjutnya sebagai wujud dari cita-cita ASEAN untuk menjaga stabilitas regionalnya maka tercetuslah ide pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) oleh Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong. Pembentukan AEC ini akhirnya terealisasi dengan terbentuknya ASEAN Community pada KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003 dengan ditandatanganinya Bali Concord II, yang menegaskan bahwa ASEAN akan menjadi sebuah komunitas yang aman, damai, stabil dan sejahtera pada tahun 2020. ASEAN Community ini terdiri dari 3 Pilar, yaitu ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Security Community (ASC), ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC).

Kesepakatan ASEAN Summit pada Januari 2007 memperbaharui apa yang telah disepakati dengan dipercepatnya Visi ASEAN pada tahun 2020 menjadi tahun 2015. Sehingga apa saja yang berkaitan dengan cita-cita integrasi ASEAN ini banyak mengalami perkembangan. Dalam perwujudan integrasi ekonomi di

46 Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kemenlu RI. 2010. ASEAN Selayang Pandang. Edisi Ke-19. Jakarta. Hal. 4

60 Asia Tenggara ini, AEC menjadi salah satu instrumen penting dalam proses yang berlangsung. Tingginya kompetisi regional serta pertumbuhan ekonomi di negara-negara seperti China menjadi pertimbangan mengapa terjadi dipercepatnya target integrasi ASEAN pada 2015.

Semua pilar dalam ASEAN Community didasarkan pada prinsip penyatuan perbedaan kepentingan negara-negara Asia Tenggara untuk mencapa „Visi ASEAN2015‟. Begitu pula dengan AEC, integrasi ekonomi yang akan

diwujudkan nantinya akan membentuk ASEAN sebagai pasar tunggal serta basis produksi, sehingga AEC akan menjadi jalan untuk mencapai integrasi yang dimaksud. Dalam AEC, komitmen negara anggota ASEAN dituangkan dalam AEC Blueprint yang memuat aspek-aspek ekonomi dan keuangan untuk mewujudkan integrasi ekonomi tahun 2015.

Pada kenyataannya, tak semua negara anggota ASEAN memiliki kemampuan ekonomi yang relatif setara, maka langkah awal liberalisasi menuju AEC dimotori oleh enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Brunei. Sedangkan, Kamboja, Laos, Vietnam dan Myanmar dilibatkan belakangan setelah segala sesuatunya memadai. Untuk mewujudkan AEC 2015 ini maka disusun AEC Blueprint yang memuat karakteristik, elemen, rencana aksi prioritas, target dan jadwal atau timeline pencapaiannya yang di bahas dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina pada tahun 2007.

Cetak biru tersebut memuat empat kerangka utama AEC, yaitu ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi (single market and production base),

61 ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic region), ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (equitable economic development),serta ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (full integration into global economy). Dengan pendeklarasian AEC Blueprint, 10 negara anggota ASEAN harus mampu mensinergikan kebijakan ekonominya, khususnya terkait dengan kebijakan perdagangan dan jasa, kebijakan investasi serta kebijakan ketenagakerjaan yang mengacu pada cetak biru tersebut.

Inti dari AEC blueprint ini adalah transformasi ASEAN ke dalam sebuah pasar tunggal sekaligus menjadi tempat basis produksi, kawasan yang mempunya

ikeunggulan kompetitif tinggi, kawasan yang memiliki kesetaraan

dalam pembangunan ekonomi, dan kawasan yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam ekonomi global.

Pembentukan Komunitas Ekonomi Asean akan memberikan peluang bagi negara – negara anggota ASEAN untuk memperluas cakupan skala ekonomi, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi, meningkatkan daya tarik sebagai tujuan bagi investor dan wisatawan, mengurangi biaya transaksi perdagangandan memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis. Disamping itu, pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN juga akan memberikan kemudahan dan peningkatan akses pasar intra-ASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturan- peraturan dan standarisasi domestik.

62 Visi besar Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dalam mewujudkan integrasi ASEAN harus didukung oleh berbagai aspek yang salah satunya adalah kemajuan sistem ICT (Information and Communication Technology). ICT merupakan salah satu hal mendasar dalam mendukung kegiatan perdagangan karena dapat membuka ruang komunikasi dan transaksi perdagangan melalui e-commerce, memfasilitasi investasi, memperluas pasar melalui kemampuannya dalam menyediakan sarana pertukaran informasi, memfasilitasi pemasaran melalui online adverstisement, mempermudah inovasi melalui pertukaran informasi dan ide, biaya komunikasi yang lebih murah, menciptakan kredibilitas terhadap kemampuan penggunaan ICT sehingga menarik investor untuk berinvestasi, serta masih banyak lagi kontribusi ICT dalam proses perekonomian.

ASEAN memiliki pertemuan tahunan yang diberikan mandat untuk mengatur kebijakan serta membuat program kerja pengembangan dalam integrasi ICT di ASEAN. Pertemuan tahunan ini dinamakan TELMIN (Telecommunication and IT Ministers Meeting). TELMIN adalah salah satu bentuk kerjasama ASEAN untuk mendukung integrasi ekonomi ASEAN. TELMIN melakukan pertemuan tahunan untuk membahas hal-hal yang signifikan mengenai pengembangan dan kemajuan ICT di ASEAN. TELMIN dibawahi oleh salah satu badan ASEAN yang berada dalam struktur organisasi ASEAN yaitu ASEAN Economic Community Council (AEC Council). AEC Council merupakan Dewan yang mengkoordinasikan semua Economic sectoral ministers seperti bidang perdagangan, keuangan, pertanian, kehutanan, energi, perhubungan, pariwisata, telekomunikasi dan lain-lain.

63 Berikut Struktur Baru Koordinasi Kerjasama Ekonomi ASEAN sesuai Piagam ASEAN

Bagan 1. Struktur Kerjasama Ekonomi ASEAN 47

ASEAN ICT Masterplan 2015 di sepakati pada pertemuan TELMIN yang ke-9 di Vientiane, Laos pada tahun 2009 . ASEAN ICT Masterplan 2015 merupakan sebuah rencana program kerja di bidang ICT di ASEAN yang

47 Kemenlu RI. 2009. Piagam Asean. Diakses dari www.kemenlu.go.id/pages/asean.aspx. pada tanggal 17 Agustus 2012

64 bertujuan untuk mendukung percapaian integrasi ASEAN di semua tingkatan terutama bidang Ekonomi. Masterplan ini berisi tentang langkah-langkah strategis di bidang ICT serta implementasi yang akan dilakukan ASEAN selama 5 tahun, sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. Masterplan ini dibuat oleh para Menteri Telekomunikasi negara-negara ASEAN sejak tahun 2009 dan rampung pada tahun 2010.