GAMBARAN UMUM ASEAN ICT MASTERPLAN 2015
B. ASEAN ICT Masterplan 2015
2. Gambaran Tentang Isi ASEAN ICT Masterplan 2015
ASEAN ICT Masterplan 2015 merupakan sebuah rencana program kerja di bidang ICT di ASEAN yang bertujuan untuk mendukung percapaian integrasi ASEAN di semua tingkatan terutama bidang ekonomi. Masterplan ini berisi tentang langkah-langkah strategis di bidang ICT serta implementasi yang akan dilakukan ASEAN selama 5 tahun, sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. Masterplan ini dibuat oleh para Menteri Telekomunikasi negara-negara ASEAN sejak tahun 2009 dan rampung pada tahun 2010.
ASEAN ICT Masterplan 2015 memiliki beberapa hasil utama sebagai sebuah pencapaian yang akan mencerminkan bagaimana ASEAN akan mengembangkan dan mentransformasikan ekonomi dan budaya. Hasil utama itu adalah; ICT sebagai alat dalam proses pertumbuhan bagi negara-negara ASEAN (ICT as an engine of growth for ASEAN countries). ICT menjadi salah sektor ekonomi utama di ASEAN yang akan merangsang daya saing bagi sektor industri lain. Kedua adalah, Pengakuan terhadap ASEAN sebagai pusat ICT di tingkat
70 global (Recognition for ASEAN as a global ICT hub). ASEAN akan menjadikan dirinya sebagai sebuah kawasan yang memiliki kualitas infrastruktur ICT yang tinggi, tenaga kerja yang terampil, serta kemajuan inovasi teknologi. Ketiga adalah Peningkatan kualitas hidup masyarakat di ASEAN (Enhanced quality of life for the peoples of ASEAN). Penggunaan ICT akan membuat masyarakat ASEAN tahu tentang arti penting sebuah hubungan yang erat, saling berkaitan, dan berpengetahuan luas. Hal ini akan berefek terhadap bagaimana cara hidup, cara bekerja serta cara bermain masyarakat. Kempat adalah, kontribusi terhadap integrasi ASEAN (Contribution towards ASEAN integration). ICT akan mendorong kolaborasi yang lebih besar diantara para pebisnis dengan masyarakat
luas, yang akhirnya akan mengarah kepada integrasi ASEAN.50
Pencapaian hasil utama ASEAN ICT Masterplan 2015 tentu saja membutuhkan langkah-langkah strategis yang akan diimplementasikan sebagai sebuah cara yang efisien untuk mencapai keseluruhan tujuan dan integrasi ASEAN. Langkah-langkah tersebut yaitu : Pertama adalah Transformasi Ekonomi (Economic transformation). ASEAN akan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk menarik dan meningkatkan perdagangan, investasi, dan kewirausahaan di sektor ICT. ICT juga akan menjadi mesin yang meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi lainnya. Kedua adalah Pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat (People empowerment and engagement). ASEAN akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penggunaan ICT yang terjangkau dan merata. Ketiga adalah Inovasi (Innovation). ASEAN akan
50
71 menumbuhkan sektor ICT yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan. Keempat adalah Pembangunan Infrastruktur (Infrastructure development). ASEAN akan mengembangkan infrastruktur ICT untuk mendukung penyediaan layanan kepada seluruh masyarakat ASEAN. Kelima adalah pengembangan sumber daya manusia (Human capital development). ASEAN akan mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten, dan terampil di bidang ICT untuk mendukung pertumbuhan sektor ICT dan membantu mengembangkan sektor ekonomi lainnya. Keenam adalah mengatasi kesenjangan digital (Bridging the digital divide). ASEAN akan membahas tentang pengembangan ICT di semua tingkatan, dan hasilnya akan di adopsi kedalam negara-negara ASEAN secara menyeluruh. ASEAN juga akan fokus dalam menyelesaikan masalah kesenjangan lain di
bidang ICT untuk menghasilkan solusi yang lebih komperhensif.51
Bagan 2. Langkah Strategis ASEAN ICT MasterPlan 2015 52
51
Ibid.
72 Implementasi ASEAN ICT Masterplan 2015 merupakan salah satu faktor penting yang mendukung tercapainya integrasi ASEAN dalam bentuk Komunitas ASEAN pada tahun 2015. Hal ini menjadikan pengimplementasian masterplan ini harus tercapai seiring dengat target terbentuknya Komunitas ASEAN. Masterplan ini diharapkan dapat dilaksanakan dalam lima tahun yaitu sejak 2010 hingga 2015. Dengan sumber daya yang terbatas, dalam pelaksanaanya telah ditetapkan jadwal pelaksanaan (timeline) pertahun sebagai bentuk pertimbangan atas prioritas dan kompleksitas dari masing-masing program yang akan dikerjakan. Berikut jadwal pelaksanaan (timeline) program-program yang akan dikerjakan dalam penyelesaian ASEAN ICT Masterplan 2015.
Tabel 1. Strategi ASEAN ICT MasterPlan 2015 53
73 Pengimplementasian ASEAN ICT Masterplan 2015 terdiri dari 6 langkah strategis (Strategic Thrusts) yang akan dilaksanakan dan menjadi penopang keberhasilan integrasi ASEAN di bidang ICT. 6 langkah strategis tersebut yaitu Economic Transformation, Engagement and Empowerment, Innovation, Infrastructure Development, Human Capital Development, Bridging Digital Devide.. Berdasarkan jadwal (timeline) di atas maka langkah strategis yang dimulai pelaksanakannya pada tahun 2010 dan seterusnya yaitu Engagement and Empowerment, Infrastructure Development, Human Capital Development. Sedangkan langkah strategis yang dimulai pada tahun 2011 dan seterusnya yaitu Economic Transformation, Innovation, Digital Devide.
3. Kemampuan ICT Negara-Negara ASEAN
Negara-negara ASEAN memiliki kemampuan ICT yang berbeda-beda. Hal ini diukur dengan beberapa indikator. Bank Dunia (World Bank) menilai kemampuan sebuah Negara di bidang Informasi dan Telekomunikasi menggunakan 9 indikator yaitu jumlah pengguna internet dalam satu negara (Internet users), pengguna internet per 100 orang (Internet users, per 100 people), pelanggan tetap jaringan internet dalam satu negara (Fixed broadband Internet subscribers), pelanggan tetap jaringan internet per 100 orang (Fixed broadband Internet subscribers, per 100 people), jumlah komputer server internet dalam satu negara (Internet host computers), jumlah jaringan telepon dalam satu negara (Fixed telephone lines), jumlah jaringan telepon per 100 orang (Fixed telephone lines per 100 people), Jumlah telepon genggam dalam satu Negara (Mobile
74
phones), pengguna telepon genggam per-100 orang (Mobile cellular subscriptions, per 100 people). Berikut tabel kemampuan ICT tiap-tiap negara berdasarkan indikator di atas :
Tabel 2. Kemampuan ICT negara-negara ASEAN 54
World Economic Forum (WEF) juga meneliti tentang perkembangan ICT yaitu penggunaannya dan dampaknya di seluruh dunia, serta menuangkan hasilnya dalam suatu indeks yang terukur sehingga dapat diperbandingkan antara satu negara dengan negara lain. Ada empat hal utama yang diteliti yaitu, kerangka peraturan dan sikap pemerintah terhadap ekonomi terkait dengan perkembangan ICT, tingkat kesiapan negara (pemerintah, bisnis dan perorangan) untuk menggunakan sarana dan prasarana ICT, upaya yang dilakukan para pelaku untuk meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan ICT dan bagaimana
54
http://www.factfish.com/country-category/countryname/transportandcommunication dikutip dari situs World Bank. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2012
75 menggunakan kemampuan itu dalam kehidupan sehari-hari, dan dampak ekonomi dan sosial yang diperoleh negara dari penggunaan ICT.
Laporan tahunan The Global Information Technology Report 2012 yang diterbitkan WEF, memuat urutan negara-negara di dunia menurut Indeks Kesiapan Berjejaring (Networked Readiness Index). Indeks Kesiapan Berjejaring (selanjutnya disingkat IKB) mengukur tingkat kemajuan negara-negara atas dasar kecanggihan teknologi informasi dan komunikasinya. IKB dibangun dari 4 unsur atau sub-indeks, dan setiap sub-indeks dibentuk dari 10 pilar, dan setiap pilar dibentuk dari beberapa indikator. Total ada 53 indikator yang digunakan untuk mengukur kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini. Keempat sub-indeks tersebut adalah lingkungan (environment), kesiapan (readiness), penggunaan (usage) dan dampak (impact). Berikut tabel Indeks Kesiapan Berjejaring (Networked Readiness Index) Negara-negara ASEAN :
Tabel 3. Indeks Kesiapan Berjejaring negara ASEAN 55
55
World Economic Forum. 2012. Global IT Report 2012. Di akses melalui
76 Dari sisi sumber daya manusia, kemampuan dalam penggunaan ICT (melek ict) di sebuah negara juga memerlukan tingkat pendidikan dan kemampuan melek huruf yang baik (literacy rate). Berikut tingkat melek huruf Negara-negara ASEAN (literacy rate) :
Tabel 4. Literacy Rate negara ASEAN 56
Alokasi anggaran per tahun tiap-tiap negara ASEAN terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika berbeda-beda dan sudah pasti berpengaruh terhadap kemajuan ICT di masing-masing negara. Singapura sebagai negara yang tergolong negara berpenghasilan tinggi (high income country) mengalokasikan dana sebesar 1,138.8 juta USD atau sekitar 11,3 triliun rupiah
yaitu 1,05% dari total belanja negara57. Sedangkan Indonesia mengalokasikan
56 UNDP. 2012. Human Development Report 201. Di akses melalui
http://hdr.undp.org/en/reports/global/hdr2011/download/en/. pada tanggal 12 November 2012
57
Singapore Ministri of Finance. 2012. Singapore budget for ICT. Di akses melalui
http://www.mof.gov.sg/budget_2012/expenditure_overview/mica.html. diakses pada tanggal 12 November 2012
77
dananya sebesar 3,2 triliun rupiah58 yaitu 0,06 % dari total belanja negara.
Sedangkan Myanmar yang tergolong kurang dalam kemampuan ICT mengalokasikan dananya sebesar 8,2 juta USD atau sekitar 82 milar rupiah yaitu
0,008% dati total belanja negara.59
58 Surat Edaran Kemenkeu RI : Alokasi Anggaran Kementerian/Lembaga tahun anggaran 2012
78 BAB IV