Paragraf 1 Rincian Tugas dan Fungsi Pasal 171
(1) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis, di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Paragraf 2 Susunan Organisasi
Pasal 172
Susunan Organisasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, membawahi: a. Kepala; b. Sekretariat; c. Bidang Usaha Koperasi; d. Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; e. Bidang Industri; f. Bidang Perdagangan; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. Paragraf 3 Kepala Dinas Pasal 173
(1) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan mempunyai tugas pokok memimpin kegiatan pelaksanan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan kelembagaan di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan fungsi:
a. pengkoordinasian, perumusan pedoman dan kebijakan teknis operasional di bidang koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, pengklasifikasian, pengendalian anggaran dan penyebaran informasi simpan pinjam;
b. pengelolaan penyertaan modal kerjasama usaha permodalan, pelayanan umum dan pengelolaan badan hukum perkoperasian serta pengelolaan ketatausahaan; c. pengkoordinasian, perumusan pedoman dan kebijakan teknis
d. pengembangan ekspor hasil industri unggulan, kerjasama dengan pihak terkait bidang usaha perindustrian dan perdagangan, serta pengelolaan ketatausahaan; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fugsinya.
Paragraf 4 Sekretariat Pasal 174
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan suratmenyurat, rumah tangga, perencanaan, perlengkapan, keuangan, kepegawaian,
pembinaan organisasi, tatalaksana dan perundangundangan serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh unit di lingkungan dinas.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana dan program; b. pengelolaan administrasi kepegawaian; c. pengelolaan urusan keuangan;
d. pelaksanaan kegiatan rumah tangga dan perlengkapan; e. penyelenggaraan surat menyurat, kearsipan,
ketatalaksanaan, humas dan penyusunan perundang undangan;
f. penyiapan bahan perumusan rencana dan program serta memfasilitasi dan melaksanakan kerja sama di bidang koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perindustrian dan perdagangan;
g. monitoring dan evaluasi serta pengendalian kegiatan dinas; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 175 (1) Sekretariat, membawahi: a. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan; b. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan; dan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
(2) Masingmasing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Pasal 176
(1) Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok mengoordinasikan dan menghimpun bahan penyusunan rencana kerja dan pengembangan program serta evaluasi program Dinas Koperasi, usaha mikro kecil dan
(2) Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, adalah sebagai berikut:
a. mengumpulkan dan mengolah data dalam rangka penyusunan rencana dan program Koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Perindustrian dan Perdagangan;
b. menyusun rencana program Koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Perindustrian dan Perdagangan;
c. menganalisa rencana dan program Koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Perindustrian dan Perdagangan;
d. menghimpun dan menyusun data Koperasi, usaha mikro kecil dan menengah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Perindustrian dan Perdagangan;
e. menyiapkan bahan pelaksanaan hubungan kerjasama dengan instansi terkait;
f. menyusun laporan pemerintahan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Penetapan Kinerja dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD); dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 177
(1) Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja, pembukuan, perhitungan anggaran, verifikasi dan perbendaharaan serta pengelolaan perlengkapan. (2) Rincian tugas Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan, adalah
sebagai berikut:
a. mengumpulkan dan mengolah data dalam rangka penyusunan anggaran program dan kegiatan;
b. mengurus pengelolaan anggaran, verifikasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP), dan tata usaha keuangan atas pertanggungjawaban keuangan Dinas;
c. melakukan urusan gaji, tunjangan;
d. memantau pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) serta mengevaluasi biaya Dinas dan pembiayaan lainnya;
e. mengawasi dan mengikuti pelaksanaan pengeluaran dan penggunaan uang Negara di lingkungan dinas;
f. melayani pemeriksaan keuangan;
g. membuat Surat Perintah Pembayaran (SPP) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ);
h. menagih, menyetor dan menghitung pajak orang dan pajak penjualan untuk selanjutnya disetor ke kas negara;
i. menyiapkan bahan penyusunan rencana perhitungan anggaran kegiatan rutin;
j. menyelenggarakan administrasi peralatan dan barang sinventarisasi Dinas mulai dari rencara kebutuhan, pengadaan penomoran, inventaris, penyimpanan, penggunaan dan perawatan serta inventaris ruang sampai penghapusan peralatan dan inventaris;
k. menyusun laporan pelaksanaan keuangan dan perlengkapan Dinas;
l. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Keuangan dan perlengkapan; dan
m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 178
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan memberikan pelayanan dalam urusan suratmenyurat, kearsipan dan menyiapkan bahan penyusunan rencana keputusan, pengembangan, mutasi, pembinaan, pensiun pegawai, dan melaksanakan tata usaha kepegawaian di lingkup dinas.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi kegiatan surat menyurat;
b. mengatur penyelesaian suratsurat dinas, penataan, penyimpanan dan pengarsipan;
c. mengatur penyediaan alat tulis kantor, penggunaan stempel dinas, operator telepon dan faksimili;
d. menyelenggarakan dan mengelola urusan rumah tangga dinas;
e. melaksanakan pelayanan administrasi kepegawaian di lingkup dinas;
f. membina dan mengembangkan kinerja pegawai;
g. melaksanakan urusan kesejahteraan pegawai termasuk memproses pemberian santunan;
h. memproses dan mengusulan pemberian sanksi hukuman disiplin bagi pegawai yang melanggar ketentuan dan peraturan perundangundangan yang berlaku;
i. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 5
Bidang Usaha Koperasi Pasal 179
(1) Bidang Usaha Koperasi mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta mengelola administrasi di
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang usaha koperasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan program pembinaan, menyiapkan bahan dan menyusun materi Akta Pendirian Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga Koperasi;
b. fasilitasi pelaksanaan pembentukan, pendaftaran dan pembubaran koperasi baik atas permintaan anggota maupun pembubaran oleh pemerintah serta amalgamasi;
c. penyiapan bahan teknis perubahan anggaran dasar koperasi dan pengelolaan administrasi badan hukum koperasi;
d. pelaksanaan pengawasan, monitoring, evaluasi dan pendampingan serta pemberian bantuan bagi koperasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan;
e. penyiapan bahan koordinasi dengan bidangbidang lain dalam rangka penyusunan program pembinaan terpadu dan kerjasama dengan Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK); f. penyiapan bahan pembinaan perangkat organisasi koperasi
(anggota, pengurus, pengawas) untuk meningkatkan mutu pengelolaan dan kinerja koperasi;
g. penyusunan rencana teknis pengendalian atas pelaksanaan pengelolaan organisasi, administrasi, usaha serta manajemen koperasi dan melakukan inventarisasi bagi koperasi yang memerlukan pembinaan akuntansi;
h. penyiapan data dan laporan tentang perkembangan kelembagaan koperasi; dan
i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Usaha Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Pasal 180 (1) Bidang Usaha Koperasi, membawahi:
a. Seksi Usaha Pertanian dan Non Pertanian;
b. Seksi Pendaftaran, Fasilitasi, Pembiayaan Simpan Pinjam; dan
c. Seksi Bina Akuntansi Koperasi, Pendidikan dan Penyuluhan. (2) Masingmasing Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang. Pasal 181
(1) Seksi Usaha Koperasi Pertanian dan Non Pertanian mempunyai tugas menyusun, melaksanakan kebijakan dan bimbingan teknis pengembangan usaha koperasi pertanian dan non pertanian. (2) Rincian tugas Usaha Koperasi Pertanian dan Non Pertanian,
adalah sebagai berikut:
a. menyusun program monitoring, evaluasi dan laporan kegiatan usaha koperasi di Bidang Pertanian dan Non pertanian;
b. memfasilitasi pelaksanaan promosi/pemasaran usaha koperasi di bidang pertanian dan non pertanian serta usaha jasa koperasi lainnya;
c. melaksanakan bimbingan teknis pengembangan usaha koperasi di bidang pertanian dan non pertanian serta usaha jasa koperasi lainnya;
d. memantau penguliran hasil bidang pertanian pada koperasi penerima program dan atau koperasi lainnya;
e. melaksanakan bimbingan teknis pengembangan, pembiayaan, permodalan dan kemitraan koperasi di bidang pertanian dan non pertanian; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 182
(1) Seksi Pendaftaran, Fasilitasi Pembiayaan Simpan Pinjam mempunyai tugas pokok menyusun, melaksanakan kebijakan dan bimbingan teknis fasilitasi pembiayaan usaha koperasi dan simpan pinjam (konvensional dan syariah) serta melaksanakan kebijakan bimbingan teknis tentang pendaftaran dan hukum koperasi.
(2) Rincian tugas Seksi Pendaftaran, Fasilitasi Pembiayaan Simpan Pinjam, adalah sebagai berikut:
a. menyusun program monitoring, evaluasi dan laporan kegiatan usaha koperasi simpan pinjam baik bersumber dari program kementerian koperasi maupun modal sendiri serta pendaftaraan badan hukum;
b. melaksanakan bimbingan teknis pengembangan usaha koperasi simpan pinjam;
c. melaksanakan bimbingan teknis pengembangan pembiayaan permodalan dan kemitraan koperasi di bidang usaha simpan pinjam;
d. memantau pengangsuran ke bank pelaksana sebagai kewajiban dana bergulir koperasi;
e. melaksanakan bimbingan teknis di bidang organisasi dan tata laksana;
f. melaksanakan bimbingan teknis pengembangan, pembentukan, pembubaran dan alamgamasi; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 183
(1) Seksi Bina Akuntansi Koperasi, Pendidikan dan Penyuluhan mempunyai tugas pokok menyusun, melaksanakan kebijakan dan bimbingan teknis tentang pembinaan akuntansi koperasi, serta melaksanakan kebijakan dan bimbingan teknis tentang pendidikan dan penyuluhan perkoperasian.
(2) Rincian tugas Seksi Bina Akuntansi Koperasi, Pendidikan dan Penyuluhan, adalah sebagai berikut:
a. menyusun program, monitoring, evaluasi dan laporan pembinaan akuntansi koperasi yang meliputi klasifikasi, auditing, laporan keuangan dan penilaian koperasi berprestasi serta pendidikan dan penyuluhan;
b. menghimpun data dan menyusun laporan tentang pengembangan kelembagaan koperasi dalam bentuk direktori dan keragaan koperasi;
c. melaksanakan bimbingan teknis akuntansi koperasi yang meliputi klasifikasi, laporan keuangan, dan pengawasan; d. memfasilitasi pelaksanaan auditing eksternal koperasi oleh
KJA;
e. melaksanakan penilaian koperasi berprestasi;
f. melaksanakan kebijakan dan bimbingan teknis tentang pendidikan dan penyuluhan; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 6
Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pasal 184
(1) Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kegiatan teknis, merencanaan, mengawasi, mengendalikan serta mengelola administrasi di bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang meliputi Usaha Perdagangan, Industri dan Jasa, fasilitasi pembiayaan dan pengawasan usaha mikro, kecil dan menengah serta penumbuhan wirausaha baru.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan penyusunan program, pengelolaan data, evaluasi dan penjabaran kebijakan teknis operasional;
b. pemberian referensi kepada pihak ketiga/terkait sebagai mediator kemitraan dengan pengusaha besar di bidang usaha dan permodalan;
c. mengadakan koordinasi antar bidang/dinas Instansi terkait dalam rangka pembinaan UMKM;
d. mengkoordinir, membimbing, mengarahkan, dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas bawahan/kepala seksi di bidang UMKM; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Pasal 185
(1) Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, membawahi: a. Seksi Usaha Mikro;
b. Seksi Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah; dan c. Seksi Fasilitasi Pembiayaan.
(2) Masingmasing seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 186
(1) Seksi Usaha Mikro mempunyai tugas pokok menyusun pedoman pelaksanaan teknis dan melaksanakan kebijakan serta bimbingan usaha mikro.
(2) Rincian tugas Seksi Usaha Mikro, adalah sebagai berikut:
a. menginventarisasi dan mengidentifikasi data yang berkaitan dengan usaha mikro serta penumbuhan wira usaha baru berskala mikro;
b. menghimpun, mengelola data, merumuskan dan menjabarkan kebijakan teknis operasional pembinaan usaha mikro sebagai bahan pelaksanaan tugas;
c. menyiapkan administrasi dalam rangka pelayanan kegiatan pembinaan usaha mikro;
d. membuat rencana kegiatan dan evaluasi program pembinaan usaha mikro;
e. melakukan monitoring dan evaluasi, serta membuat laporan penyaluran pinjaman dana dari berbagai sumber yang di terima oleh usaha berskala mikro;
f. mengadakan koordinasi antar seksi maupun bidang terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 187
(1) Seksi Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas pokok menyusun pedoman pelaksanaan teknis dan melaksanakan kebijakan serta bimbingan usaha kecil dan menengah.
(2) Rincian tugas Seksi Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah, adalah sebagai berikut:
a. menginventarisasi dan identifikasi data yang berkaitan dengan usaha kecil dan menengah serta penumbuhan wira usaha baru berskala kecil dan menengah;
b. menghimpun, mengelola data, merumuskan dan menjabarkan kebijakan teknis operasional pembinaan usaha kecil dan menengah sebagai bahan pelaksanaan tugas; c. menyiapkan administrasi dalam rangka pelayanan kegiatan
pembinaan usaha kecil dan menengah;
d. membuat rencana kegiatan dan evaluasi Program Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah;
e. membuat monitoring, serta membuat laporan penyaluran pinjaman dana dari berbagai sumber yang diterima oleh usaha berskala kecil dan menengah; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 188
(1) Seksi Fasilitasi Pembiayaan mempunyai tugas pokok menyusun pedoman pelaksanaan teknis dan melaksanakan kebijakan fasilitasi pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah.
(2) Rincian tugas Seksi Fasilitasi Pembiayaan, adalah sebagai berikut:
a. menginventarisasi dan identifikasi data yang berkaitan dengan kegiatan fasilitasi pembiayaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
b. menghimpun, mengelola data, merumuskan dan menjabarkan kebijakan teknis operasional yang berkaitan dengan fasilitasi pembiayaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagai bahan pelaksanaan tugas;
c. menyiapkan administrasi dalam rangka pelayanan kegiatan fasilitasi pembiayaan;
d. membuat rencana kegiatan dan evaluasi program fasilitasi pembiayaan;
e. membuat rekomendasi/pemberian referensi kepada pihak ketiga/terkait sebagai mediator kemitraan di bidang permodalan UMKM;
f. melakukan monitoring dan evaluasi serta membuat laporan penyaluran pinjaman dana dari berbagai sumber yang di terima oleh UMKM;
g. mengadakan koordinasi antar seksi maupun bidang terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 7 Bidang Industri
Pasal 189
(1) Bidang Industri mempunyai tugas pembinaan dan pengembangan industri, berdasarkan kebijaksanaan teknis operasional.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang industri menyelenggarakan fungsi:
a. menyusunan pedoman dan petunjuk teknis usaha industri menyediaan informasi teknologi industri dan pemakaian kekayaan hak intelektual;
b. melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan dibidang Industri;
c. memberian bimbingan teknis pencegahan, penanggulangan pemantauan pencemaran limbah industri; dan
d. melaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Industri dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 190 (1) Bidang Industri, membawahi: a. Seksi Kimia Agro dan Hasil Hutan; b. Seksi Industri Logam Mesin dan Aneka; dan c. Seksi Pencegahan Pencemaran Industri.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 191
(1) Seksi Kimia, Agro dan Hasil Hutan mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan bimbingan teknis dan peningkatan kerjasama antar dunia usaha serta penertiban perizinan di bidang industri kimia agro dan hasil hutan.
(2) Rincian tugas Seksi Kimia Agro dan Hasil Hutan, adalah sebagai berikut:
a. menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan terhadap usaha industri kimia agro dan hasil hutan;
b. menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis dan peningkatan kerjasama dunia usaha industri kimia agro dan hasil hutan ;
c. melaksanakan penertiban perizinan industri agro dan hasil hutan;
d. menyiapkan data informasi di bidang industri kimia agro dan hasil hutan; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 192
(1) Seksi Indsutri Logam Mesin dan Aneka mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan bimbingan teknis dan peningkatan kerjasama antar dunia usaha serta penertiban perizinan di bidang indsutri logam mesin dan aneka.
(2) Rincian tugas Seksi Indsutri Logam Mesin dan Aneka, adalah sebagai berikut:
a. menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan terhadap usaha indsutri logam mesin dan aneka;
b. menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis dan peningkatan kerjasama dunia usaha indsutri logam mesin dan aneka;
d. menyiapkan data informasi di bidang indsutri logam mesin dan aneka; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 193
(1) Seksi Pencegahan Pencemaran Industri mempunyai tugas pokok melaksanakan bimbingan teknis penanggulangan, pemantauan, pencegahan pencemaran industri dan menyusun laporan.
(2) Rincian tugas Seksi Pencegahan Pencemaran Industri, adalah sebagai berikut:
a. menyusun program kebijakan teknis bimbingan terhadap penanggulangan, pemantauan dan pencegahan pencemaran limbah industri;
b. melaksanakan program kebijakan teknis bimbingan terhadap penanggulangan, pemantauan dan pencegahan pencemaran limbah industri;
c. melaksanakan evaluasi dan pelaporan terhadap kegiatan penanggulangan, pemantauan dan pencegahan pencemaran limbah industri;
d. menyiapkan data informasi penaggulangan, pemantauan dan pencegahan pencemaran limbah industri; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Paragraf 8 Bidang Perdagangan Pasal 194 (1) Bidang Perdagangan mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis, perencanaan, pengawasan, pengendalian serta pengelolaan administrasi di bidang tata niaga perdagangan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Perdagangan menyelenggarakan fungsi:
a. menyiapkan, bahan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan perdagangan dan distribusi barang;
b. menyiapkan bahan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengembangan kemitraan dan monitoring harga komoditas perdagangan;
c. melaksanakan koordinasi pelaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat;
d. menyiapkan bahan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan tertib usaha dan perlindungan konsumen; e. melaksanakan pembinaan dan pengawasan persaingan
usaha;
f. melaksanakan pembinaan dan pengendalian dalam upaya peningkatan investasi untuk peluang dan pengembangan usaha;
g. melaksanakan kegiatan dan pembinaan kewirasusahaan serta pengendalian terhadap kebijakan perdagangan;
h. melaksanakan kegiatan promosi hasil produksi kewirasusahaan; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Perdagangan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Pasal 195 (1) Bidang Perdagangan, membawahi:
a. Seksi Promosi, Perdagangan Dalam dan Luar Negeri; b. Seksi Pendaftaran Perusahaan dan Kewiraswastaan; dan c. Seksi Penyuluhan dan Perlindungan Konsumen.
(2) Masingmasing Seksi pada Bidang Perdagangan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bidang.
Pasal 196
(1) Seksi Promosi, Perdagangan Dalam dan Luar Negeri mempunyai tugas pokok melaksanakan promosi produk dan peluang investasi perdagangan melalui kegiatan pameran dan media lainnya dalam rangka meningkatkan pembangunan perdagangan serta melaksanakan pembinaan sarana usaha perdagangan, rekomendasi administrasi usaha perdagangan dan sarana perdagangan dalam dan luar negeri.
(2) Rincian tugas Seksi Promosi, Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan dan menyusun petunjuk teknis dalam rangka pengelolaan pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan;
b. menyiapkan dan menyusun petunjuk teknis dan pedoman dalam rangka pengendalian izin usaha perdagangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di kabupaten/kota;
c. membina keterampilan untuk meningkatkan kemampuan pengusaha;
d. menyiapkan pembinaan dan pengawasan sarana perdagangan dan pergudangan di kabupaten;
e. melakukan bimbingan teknis operasional sarana perdagangan;
f. menyusun dan memberikan pelayanan informasi mengenai sarana perdagangan;
g. melakukan kordinasi dengan instasi terkait dalam proses perizinan sarana perdagangan;
h. menyiapkan laporan dan penertiban administrasi kegiatan usaha perdangangan;
i. ikut serta dalam kegiatan pameran dagang di Dalam Negeri; j. mengumpulkan dan menyusun serta menyebarluaskan
k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 197
(1) Seksi Pendaftaran Perusahaan dan Kewiraswastaan mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengawasan terhadap persaingan usaha dan pelayanan teknis Tanda Daftar Perusahaan (TDF) serta meningkatkan kerjasama kemitraan antara pengusaha kecil, menengah dan besar dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka menumbuhkembangkan perdagangan.
(2) Rincian tugas Pendaftaran Perusahaan dan Kewirausahaan, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan dan menyusun petunjuk teknis dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap persaingan usaha; b. menyiapkan dan menyusun petunjuk teknis penyelenggaraan
Wajib Daftar Perusahaan (WDP);
c. melaksanakan pembinaan dan pengawasan dalam rangka meningkatkan kerjasama kemitraan antara pengusaha kecil, menengah dan besar;