Paragraf 1 Rincian Tugas dan Fungsi Pasal 199
(1) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan kepariwisataan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis di bidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan kepariwisataan;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan kepariwisataan;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan kepariwisataan; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Paragraf 2 Susunan Organisasi
Pasal 200
Susunan Organisasi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat; c. Bidang Pemuda dan Olahraga; d. Bidang Kebudayaan dan Kesenian; e. Bidang Pariwisata; f. Bidang Sarana dan Prasarana; g. Unit PelaksanaTeknis Dinas (UPTD); dan h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Paragraf 3 Pasal 201 Kepala Dinas
(1) mempunyai tugas pokok memimpin, mengoordinasikan, mengawasi, mengendalikan dalam menyelenggarakan kegiatan di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata yang merupakan urusan Pemerintah Kabupaten.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata; c. pelaksanaan koordinasi atas pengelolaan dan
penyelenggaraan kepemudaan, keolahragaan serta penyediaan fasilitas penyelenggaraan kepemudaan, dan kepariwisataan;
d. pelaksanaan koordinasi dan supervisi pengembangan, sosialisasi dan fasilitasi implementasi serta pengawasan pelaksanaan kegiatan kepemudaan dan keolahragaan;
e. pelaksanaan bantuan, koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kepemudaan dan keolahragaan;
f. pelaksanaan pengembangan kebudayaan, nilainilai tradisi, pembinaan karakter dan pekerti, perfilman, kesenian, kesejarahan dan kepurbakalaan;
g. penyelenggaraan perlindungan pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan;
h. pelaksanaan kebijakan promosi dan standarisasi pariwisata; i. pelaksanaan rencana induk pengembangan sumber daya
kebudayaan dan pariwisata;
j. pendistribusi tugas dan memberi petunjuk melaksanakan tugas kepada bawahan serta mengoreksi konsep naskah dinas hasil kerja bawahan, dan memarap atau menandatangani;
k. pemantau, mengoordinasikan, mengendalikan, mengevaluasi, membina dan memotivasi bawahan dalam upaya peningkatan produktivitas kerja, prestasi kerja dan pengembangan karir pegawai;
l. menyusun dan mengkaji bahan penetapan kebijakan serta memberikan saran dan pertimbangan kepada Bupati di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata;dan m. melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah
Paragraf 4 Sekretariat Pasal 202
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan adminitrasi umum, evaluasi, pelaporan kepegawaian, keuangan dan perlengkapan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasikan penyusunan program, penyusunan dan penyajian data statistik dan analisis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program;
b. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi keuangan;
c. menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasikan pengelolaan administrasi keuangan;
d. penyusun laporan pelaksanaan kegiatan pada sekretariat; e. pendistribusian dan memberi petunjuk pelakanaan tugas
kepada bawahan, mengkoreksi konsep hasil kerja bawahan dan memarap atau menandatangani;
f. pembina, mengevaluasikan dan memotivasi bawahan dalam upaya peningkatan produktifitas kerja, prestasi kerja dan pengembangan karir pegawai;
g. pengkoordinasaian bidangbidang dalam penyusunan Rencana Kerja (RENJA), Rencana Kerja Anggaran (RKA), dan pembuatan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata;
h. pengadaan peralatan dan perlengkapan rumah tangga dan menginventarisasi aset dinas;
i. memberi saran dan pertimbangan kepada atasan; dan
j. pelaksanaan tugastugas yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 203 (1) Sekretariat, membawahi: a. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan; b. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan; dan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
(2) Masingmasing Sub Bagian sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Pasal 204
(1) Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja dinas. melaksanakan , evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di lingkup dinas.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, adalah sebagai berikut:
a. menyusun rencana kerja Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
b. mendistribusikan dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan;
c. memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan ;
d. membimbing bawahan dalam upaya peningkatan produktifitas kerja; e. mengevaluasi hasil kerja bawahan; f. menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja dinas; g. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di lingkup dinas; h. membuat laporan pelaksanaan di lingkup sekretariat;
i. menyusun laporan pemerintahan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Penetapan Kinerja dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD); dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 205
(1) Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan rencana kegiatan penggelolaan administrasi keuangan, penyusunan evaluasi pelaporan keuangan dan pengadaan barang inventaris kantor. (2) Rincian tugas Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan, adalah
sebagai berikut:
a. menyusun rencana kerja Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan;
b. mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan;
c. memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan; d. mengevaluasi hasil kerja bawahan;
e. menyusun konsep naskah dinas yang berkaitan dengan Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan;
f. melakukan pembinaan dan memberi petunjuk teknis pemungutan, peningkatan pendapatan retribusi serta pengelolaan belanja administrasi umum;
g. menyusun/melaksanakan RKA dan DPA sesuai dengan bidang tugasnya;
h. melaksanakan administrasi keuangan yang meliputi pembukuan penerimaan, penyimpanan, pembayaran dan penyetoran pendapatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
i. menyelenggarakan dan mempersiapkan penyusunan anggaran;
j. melaksanakan urusan perlengkapan,pemeliharaan kantor, alatalat kantor kendaraan roda 2, dan 4 dan inventaris; k. melaksanakan inventaris peralatan, gedung, tanah dan lain
lain di lingkup unit kerja dinas;
l. mengkoreksi konsep naskah dinas dan pengelolaan data hasil kerja bawahan;
m. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan;
n. menyusun laporan kegiatan Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan; dan
o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 206
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan rencana kegiatan pengelolaan, penyusunan evaluasi pelaporan keuangan dan pengadaan barang inventaris kantor.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, adalah sebagai berikut:
a. menyelenggarakan pelayanan dalam urusan surat menyurat, kearsipan dan menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan, pengembangan, mutasi pembinaan, pensiunan pegawai dinas dan melaksanakan tata usaha kepegawaian di lingkup dinas;
b. menyusun rencana kerja Sub Bagian Umum dan Kepeawaian c. mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas
kepada bawahan;
d. memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;
e. membimbing bawahan dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja;
f. mengevaluasi hasil kerja bawahan;
g. menyusun konsep naskah dinas yang berkaitan dengan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
h. melaksanakan pengelolaan urusan surat menyurat pengadaan, kearsipan, ekspedisi, kerumah tanggaan dan administrasi umum;
i. menyiapkan bahan penyusunan mutasi, disiplin dan pengembangan pegawai serta penyusunan pedoman ketata laksanaan;
j. menyusun RASK dan DASK sesuai dengan bidang tugasnya; k. melakukan pengelolaan dan mengoreksi tata naskah
kepegawaian meliputi penyusunan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) nominatif pegawai penyusunan kearsipan pegawai, Kartu Istri (KARIS), Kartu Suami (KARSU), Kartu
l. melaksanakan kegiatan yang berkaian dengan peningkatan kesejahteraan pegawai serta mengusulkan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, pendidikan dan latihan; dan
m. mengkoreksi pengumpulan dan pengelolaan data pegawai. Paragraf 5
Bidang Pemuda dan Olahraga Pasal 207
(1) Bidang Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pemberdayaan, pengembangan dan kewirausahaan kepemudaan serta malaksanakan pembinaan olah raga terhadap pelajar dan mahasiswa di luar sekolah/kampus dan pembinaan olahraga rekreasi (masyarakat). (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan pedoman petunjuk teknis pemberdayaan, kemitraan, kewirausahaan serta lembaga kepemudaan; b. pelaksanaan koordinasi/fasilitasi dalam rangka
pemberdayaan, kepemudaan;
c. penyusun pedoman pembinaan olah raga bagi anak pra sekolah, pelajar, mahasiswa di luar sekolah/kampus serta rekreasi;
d. pelaksanaan fasilitasi pemberdayaan olahraga bagi anak pra sekolah, pelajar, mahasiswa di luar sekolah/kampus serta rekreasi;
e. pelaksanaan fasilitasi pembinaan olahraga bagi mahasiswa dan masyarakat melalui pemassalan dan pembibitan;
f. pelaksanaan fasilitasi peningkatan pengetahuan teknis bagi pelatih, wasit, official dan pembinaan olahraga; dan
g. pelaksanaan tugastugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Pemuda dan Olahraga dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 208 (1) Bidang Pemuda dan Olahraga, membawahi: a. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Pemuda; b. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga; dan c. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Profesi.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 209
(1) Seksi Pembinaan dan Pengembangan Pemuda mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pemberdayaan, dan
(2) Rincian tugas Seksi Pembinaan dan Pengembangan Pemuda adalah sebagai berikut:
a. mendata potensi kepemudaan;
b. meneliti dan pengkajian kebiakankebijakan pembangunan kepemudaan;
c. mengembangkan sistem informasi manajemen kepemudaan berbasis E Youth;
d. meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan; e. membina organisasi kepemudaan;
f. mendidik dan memberikan latihan dasar kepemimpinan; g. memfasilitasi pekan temu wicara organisasi kepemudaan; h. mengukuhkan pencegahan penggunaan narkoba diikalangan
generasi pemuda;
i. mengadakan lomba kreasi dan karya tulis ilmiah dikalangan generasi pemuda;
j. membina pemuda pelopor keamanan pemuda; k. monitoring evaluasi dan pelaporan;
l. memberikan latihan keterampilan bagi pemuda;dan
m.memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi pemuda.
Pasal 210
(1) Seksi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan dan pengembangan kegiatan keolahragaan serta menyusun rencanarencana kegiatan olahraga usia dini, pelajar, penyandang cacat dan mahasiswa melalui permasalahan dan pembibitan.
(2) Rincian tugas Seksi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga, adalah sebagai berikut:
a. meningkatkan mutu organisasi dan tenaga keolahragaan; b. mengembangkan perencanaan olahraga terpadu;
c. membina manajemen organisasi olahraga;
d. mengkaji kebijakankebijakan pembangunan olahraga;
e. melaksanakan identifikasi dan pengembangan olahraga unggulan daerah;
f. mencari, melatih dan membina olahragawan berbakat;
g. membina club dan sentra cabang olahraga prestasi di tingkat daerah;
h. memasyarakatkan olahraga bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat;
i. mengembangkan dan pemanfaatan IPTEKK olahraga dan masyarakat;
j. meningkatkan manajemen organisasi olahraga tingkat perkumpulan dan tingkat daerah;dan
k. meningkatkan kerjasama olahragawan berbakat dan berprestasi dengan lembaga/instansi lainnya.
Pasal 211
(1) Seksi Pembinaan dan Pengembangan Profesi mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan dan pengembangan profesi melalui pola kemitraan dan kewirausahaan dalam rangka meningkatkan potensi pemuda.
(2) Rincian tugas Seksi Pembinaan dan Pengembangan Profesi, adalah sebagai berikut:
a. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan pemuda;
b. menyusun pedoman komunikasi, informasi, edukatif, dan advikasi tentang kepemimpinan pemuda;
c. menyusun rancangan pola kemitraan antara pemuda dengan masyarakat;
d. memperluas penyusunan rencana aksi daerah bidang kepemudaan; e. merumuskan kebijakan kewira usahaan bagi pemuda; f. memfasilitasi aksi bakti sosial kepemudaan; g. memamerkan hasil prestasi karya pemuda; h. memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda; i. mengembangkan sistem sertifikasi dan standarisasi profesi; j. memantau dan evalusi pelaksanaan pengembangan olah
raga;
k. menyusun pola kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan industri olah raga;
l. meningkatkan kesegaran jasmani dan rekreasi;
m. memberikan penghargaan bagi insan olah raga yang berdedikasi dan berprestasi;
n. mengembangkan olahraga lanjut usia termasuk penyandang cacat;
o. mengembangkan olahraga rekreasi;
p. meningkatkan jaminan kesejahteraan bagi masa depan atlit, pelatih dan teknisi olah raga;
q. meningkatkan jumlah dan kualitas serta kompetensi pelatih, praktisi, dan teknisi olahraga;
r. membina olahraga yang berkembang di masyarakat; dan s. meningkatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha
dalam pendanaan dan pembinaan olahraga. Paragraf 6
Bidang Kebudayaan dan Kesenian Pasal 212
(1) Bidang Kebudayaan dan Kesenian mempunyai tugas pokok mempersiapkan pengkoordinasian penyusunan bahan rumusan kebijakan di bidang kebudayaan dan tradisi, sejarah, museum dan kepurbakalaan serta kesenian dan perfilman.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kebudayaan dan Kesenian menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi dengan pusat dan stakeholder dan penyiapan bahan rumusan kebijakan di bidang kebudayaan, tradisi, sejarah, museum dan kepurbakalaan serta kesenian dan perfilman;
b. perumusan standar, norma, kriteria, pedoman dan prosedur pengembangan kebudayaan dan kesenian Daerah Lampung; c. pelaksanaan promosi potensi lokal kebudayaan dan kesenian
daerah;
d. pelaporan pelaksanaan tugas bidang kebudayaan dan kesenian kepada kepala dinas; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Kebudayaan dan Kesenian dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 213 (1) Bidang Kebudayaan dan Kesenian, membawahi: a. Seksi Pengembangan Seni dan Budaya; b. Seksi Pelestarian Nilainilai Tradisional dam Purbakala; dan c. Seksi Promosi Seni Budaya dan Dokumentasi.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 214
(1) Seksi Pengembangan Seni dan Budaya mempunyai tugas pokok penyiapan rumusan standar norma, kriteria, prosedur dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan seni dan budaya.
(2) Rincian tugas Seksi Pengembangan Seni dan Budaya, adalah sebagai berikut:
a. menyusun program kerja seni dan budaya;
b. melaksanakan pembinaan pengembangan peningkatan kinerja di bidang seni dan budaya;
c. melestarikan seni dan budaya adat lampung secara tradisional;
d. menyiapkan bahan pemberian bimbingan pengaturan dan perumusan standar norma seni dan budaya;
e. mencari terobosan atau kreasikreasi baru di bidang seni dan budaya;
f. mengevaluasi hasil kegiatan di bidang seni dan budaya; g. memberikan saran dan petimbangan kepada atasan; dan h. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang dan
Pasal 215
(1) Seksi Pelestarian Nilainilai Tradisional dan Purbakala mempunyai tugas pokok penyiapan rumusan standardisasi teknis di bidang pelestarian nilainilai tradisional dan purbakala. (2) Rincian tugas Seksi Pelestarian Nilainilai Tradisional dan
Purbakala, adalah sebagai berikut:
a. mempersiapkan pengkoordinasian penyusunan bahan rumusan kebijaksanaan di bidang kebudayaan dan tradisi, sejarah, museum, kepurbakalaan dan kesenian serta kepurbakalaan;
b. menyelenggarkan perlindungan pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan;
c. melaksanakan pengembangan kebudayaan, nilainilai tradisional, kesejahteraan, dan kepurbakalaan; d. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan; dan e. melaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pemimpin. Pasal 216 (1) Seksi Promosi Seni Budaya dan Dokumentasi mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan dan bimbingan teknis promosi seni dan budaya serta melaksanakan pendokumentasian seni dan budaya.
(2) Rincian tugas Seksi Promosi Seni Budaya dan Dokumentasi, adalah sebagai berikut: a. menyusun program kerja Seksi Promosi Seni dan Budaya; b. mengembangkan seni dan budaya; c. mempersiapkan pelaksanaan promosi seni budaya daerah; d. menyelenggarakan atraksi seni dan budaya; e. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya; f. menyusun/pembuatan petunjuk pelaksanaan promosi; g. membina dan pengembangan kebudayaan; h. melestarikan kebudayaan daerah; i. melaksanakan fasilitas dan pengelolaan kebudayaan daerah; j. mempertanggungjawabkan kepada atasan langsung; k. membuat laporan kegiatan promosi seni dan budaya; dan l. mengevaluasi hasil kegiatan di bidang seni dan budaya. Paragraf 7 Bidang Pariwisata Pasal 217
(1) Bidang Pariwisata mempunyai tugas pokok melakukan pembinaan berdasarkan rumusan standar, norma, kriteria dan prosedur serta pemberian bimbingan teknis secara keseluruhan dan evaluasi bagi pengembangan dan pengelolaan pariwisata, promosi dan daya tarik wisata serta sarana dan prasarana wisata.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pariwisata menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi di bidang pengembangan dan pengelolaan pariwisata;
b. pemberian pembinaan, bimbingan teknis di bidang pengembangan produk wisata, usaha pariwisata, pemberdayaan masyarakat;
c. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait, dunia usaha, stakeholder pusat dan daerah untuk pengembangan pariwisata;
d. penyiapan bahan informasi pariwisata sebagai sarana promosi pariwisata; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 218 (1) Bidang Pariwisata, membawahi: a. Seksi Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata; b. Seksi Promosi Pariwisata dan Daya Tarik Wisata; dan c. Seksi Pembinaan dan Bimbingan Wisata.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 219
(1) Seksi Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan bahan koordinasi dengan instansi terkait, stakeholder pariwisata dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata.
(2) Rincian tugas Seksi Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan koordinasi di bidang untuk pengembangan dan pengelolaan pariwisata;
b. menyiapkan bahan koordinasi dengan lembaga pariwisata; c. melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, dunia
usaha, stakeholder pusat dan daerah untuk pengembangan pariwisata; dan
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pemimpin. Pasal 220
(1) Seksi Promosi Pariwisata dan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas pokok mempersiapkan pelaksanaan promosi pariwisata pada lingkup segmen pasar dalam dan luar negeri sesuai dengan standardisasi, kriteria, prosedur dalam rangka pengembangan pasar pariwisata serta pengembangan objek dan daya tarik wisata.
(2) Rincian tugas Seksi Promosi Pariwisata dan Daya Tarik Wisata, adalah sebagai berikut:
a. menyusun program kerja serta promosi dan daya tarik wisata;
b. mengembangkan pariwisata, objek wisata serta daya tarik wisata;
c. mempersiapkan pelaksanaan promosi pariwisata pada lingkup pasar dalam dan luar daerah propinsi;
d. menerbitkan izin dan retribusi operasional pada objek wisata; e. menginventarisasi potensi obyek wisata;
f. menyusun/pembuatan petunjuk pelaksanaan promosi pariwisata;
g. menyusun/pembuatan label, guide book, poster, brosur kepariwisataan;
h. Mempromosikan argo wisata dan desa wisata;
i. Mengikuti kegiatan festival kepariwisataan di dalam dan luar daerah propinsi;
j. membuat laporan kegiatan promosi pariwisata;
k. mengevaluasi hasil kegiatan di bidang promosi pariwisata dan daya tarik wisata;
l. memberikan sarana dan pertimbangan kepada atasan; dan m. melaksanakan tugas dan perintah serta bertanggung jawab
kepada atasan langsung.
Pasal 221
(1) Seksi Pembinaan dan Bimbingan Wisata mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan dan petunjuk teknis pembinaan dan bimbingan wisata.
(2) Rincian tugas Seksi Pembinaan dan Bimbingan Wisata, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan koordinasi di bidang pengembangan dan pengelolaan pariwisata;
b. melaksanakan bimbingan teknis di bidang pengembangan produk wisata, usaha pariwisata dan pemberdayaan masyarakat; dan
c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
Paragraf 8
Bidang Sarana dan Prasarana Pasal 222
(1) Bidang Sarana dan Prasarana, mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengatur, mengoordinasikan, mengendalikan, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas di bidang sarana dan prasarana yang meliputi Seksi Sarana dan Prasarana Pemuda dan Olahraga, Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata dan Seksi Sarana dan Prasarana Seni dan Budaya.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan inventarisasi rencana program pemeliharaan, pengawasan dan pembangunan di bidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan kepariwisataan;
b. pengelolaan administrasi serta penyusunan rencana kegiatan, pembinaan, pengawasan dan pemantauan sarana dan prasarana di bidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan kepariwisataan; dan
c. pelaksanaan tugastugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Sarana dan Prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 223 (1) Bidang Sarana dan Prasarana, membawahi: a. Seksi Sarana dan Prasarana Pemuda dan Olahraga; b. Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata; dan c. Seksi Sarana dan Prasarana Seni dan Budaya.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 224
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Pemuda dan Olahraga, mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan menyusun, menyiapkan, melaksanakan dan memberikan rekomendasi pembangunan, pengadaan, pengelolaan, dan menginventarisasi sarana dan prasarana berbagai kegiatan pemuda dan olahraga.
(2) Rincian tugas Seksi Sarana dan Prasarana Pemuda dan Olahraga, adalah sebagai berikut:
a. menyusun rencana kerja seksi sarana dan prasarana pemuda dan oleh raga;
b. memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan; c. memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;
d. membimbing bawahan dalam upaya peningkatan produktivitas kerja;
e. mengevaluasi hasil kerja bawahan;
f. menyusun dan menyiapkan rencana kegiatan untuk penggelolaan dan penggandaan sarana dan prasarana di bidang pemuda dan olah raga;
g. melaksanakan dan memberikan rekomendasi pembangunan di bidang pemuda dan olah raga;
h. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan;
i. menyusun laporan kegiatan Seksi Sarana dan Prasarana di bidang pemuda dan olah raga; dan
j. melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 225
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata, mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, menyusun dan melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan instansi terkait dalam urusan kebijakan standar, kriteria, prosedur dan bimbingan teknis sarana dan prasarana pariwisata.
(2) Rincian tugas Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata, adalah sebagai berikut:
a. menyusun rencana kerja Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata;
b. memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan; c. memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;
d. membimbing bawahan dalam upaya peningkatan produktivitas kerja;
e. mengevaluasi hasil kerja;
f. menyusun dan menyiapkan rencana kegiatan untuk penggelolaan dan pengadaan sarana dan prasarana pariwisata;
g. melaksanakan dan memberikan rekomendasi pembangunan dibidang pariwisata;
h. memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan;
i. menyusun laporan kegiatan Seksi Sarana dan Prasarana di bidang pariwisata; dan
j. melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya. Pasal 226
(1) Seksi Sarana dan Prasarana Seni dan Budaya, mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, menyusun dan melaksanakan koordinasi pelaksanaan pembangunan, pengadaan, pengelolaan, sarana dan prasarana seni dan budaya.
(2) Rincian tugas Seksi Sarana dan Prasarana Seni dan Budaya, adalah sebagai berikut: