Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 362
(1) Dinas Pertanian dan Peternakan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pertanian dan peternakan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Pertanian dan Peternakan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis di bidang pertanian dan
peternakan;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pertanian dan peternakan;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pertanian dan peternakan; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf 2 Susunan Organisasi Pasal 363 Susunan Organisasi Dinas Pertanian dan Peternakan, membawahi: a. Kepala; b. Sekretariat; c. Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura; d. Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil; e. Bidang Pengolahan Lahan dan Air; f. Bidang Peternakan; g. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); dan h. Kelompok Jabatan Fungsional. Paragraf 3 Kepala Pasal 364
(1) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan mempunyai tugas pokok memimpin, mengendalikan dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas Dinas Pertanian dan Peternakan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan, pengaturan, perencanaan dan kerjasama antar kabupaten/kota dan pengendalian program
b. perumusan dan penyelenggaraan pengelolaan sumber daya lahan pertanian;
c. perumusan dan penyelenggaraan pemanfaatan air irigasi serta melakukan pembinaan terhadap lembaga tani pemakai air;
d. perumusan dan penyelenggaraan penelitian, pengembangan teknologi pertanian dan peternakan;
e. penyelenggaraan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan dan pengawasan terhadap peredaran, penyimpanan, penggunaan maupun pemusnahan pupuk dan pestisida; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya. Paragraf 4 Sekretariat Pasal 365
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan pelayanan teknis administrasi umum, organisasi dan tata laksana, perencanaan dan evaluasi, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, hukum, hubungan masyarakat, rumah tangga dan perlengkapan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi penyusunan program, penyusunan dan penyajian data statistik dan analisis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program;
b. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi keuangan;
c. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga dinas, perlengkapan, tata laksana, dan peraturan perundangundangan;
d. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pada Sekretariat; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala dinas. Pasal 366 (1) Sekretariat, membawahi: a. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan; b. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan; dan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
(2) Masingmasing Sub Bagian sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekretaris.
Pasal 367
(1) Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi penyusunan rencana program/kegiatan dan anggaran, penyusunan dan penyajian statistik sistem informasi tanaman pangan dan hortikultura, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program/kegiatan dan anggaran.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan bimbingan dan koordinasi pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyusunan data dan statistik pertanian dan peternakan;
b. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang pembangunan pertanian dan peternakan;
c. menyiapkan bahan koordinasi, inventarisasi, identifikasi dan penyusunan program pembangunan pertanian dan peternakan;
d. menyiapkan bahan koordinasi pengendalian rencana kerja serta program pembangunan pertanian dan peternakan; e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
rencana kerja, program pembangunan pertanian dan peternakan;
f. menyiapkan bahan penyusunan laporan berkala, laporan tahunan program pertanian tanaman dan peternakan serta bahan laporan kinerja akuntabilitas pemerintah;
g. menyiapkan bahan bimbingan penerapan sistem informasi statistik pertanian dan peternakan;
h. menyusun laporan pemerintahan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Penetapan Kinerja dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD); dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 368
(1) Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi pengelolaan administrasi keuangan dan perlengkapan.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan dan menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas;
b. menyiapkan bahan penyusunan pembukuan dan perhitungan anggaran;
c. menyiapkan bahan verifikasi terhadap bukti pengeluaran/surat pertanggungjawaban keuangan;
d. menyiapkan bahan penyelenggaraan pembinaan administrasi keuangan dan perbendaharaan;
e. memproses usul pengangkatan/pemberhentian Pengelola Anggaran, Bendaharawan dan Pemegang Uang Muka Kerja; f. Menyiapkan bahan, menghimpun dan mengklarifikasi
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) serta memantau Penyelesaian Tindak Lanjut LHP;
g. Menyiapkan bahan dan menghimpun Rencana PAD/PNBP dan memantau serta menyiapkan laporan realisasi pencapaian PAD/PNBP;
h. menyiapkan bahan perencanaan dan penyelenggaraan administrasi barang inventaris, rencana kebutuhan, pengadaan, penomoran inventaris, penyimpanan, penggunaan perawatan, serta inventaris ruangan sampai penghapusan inventaris; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 369
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga, hubungan masyarakat dan hukum. (2) Rincian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, adalah
sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penyusunan formasi pegawai, meliputi formasi kebutuhan, kenaikan pangkat, perbantuan/perpindahan wilayah pembayar gaji;
b. menyiapkan bahan penyelesaian mutasi pegawai, meliputi peningkatan status, pengangkatan dalam pangkat, pengangkatan dalam jabatan, penyesuaian ijazah, peninjauan masa kerja, pemberhentian sementara, pemberhentian dan pensiun;
c. menyiapkan bahan pelayanan penyelesaiana Kartu Pegawai, kartu Istri, Kartu Suami, Askes, Taspen, Cuti, Kenaikan Gaji Berkala, penyelesaian angka kredit jabatan fungsional, dan pemberian penghargaan;
d. menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan kinerja pegawai;
e. menyiapkan bahan penyelenggaraan urusan surat yang masuk dan keluar, pengembalian, pengiriman, pencatatan, penarikan dan pengendalian serta penyusunan arsip;
f. menyiapkan bahan penyediaan alat tulis kantor;
g. menyiapkan bahan pengaturan operator telpon, faximile, perpustakaan, pramu tamu Kepala Dinas serta pengemudi kendaraan dinas;
h. menyiapkan bahan penyelenggaraan urusan rumah tangga Dinas, kebersihan dan perawatan kantor, pengaturan penggunaan ruang rapat, rumah dinas, kendaraan dinas termasuk dokumen dan perpanjangan STNK;
i. menyiapkan bahan dan menyusun organisasi dan tata laksana Dinas;
j. menyiapkan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan, humas, dokumentasi dan perpustakaan, dan
k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 5
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasal 370
(1) Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan kegiatan perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian di bidang tanaman pangan dan hortikultura.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan penyelenggaraan pola tanam dan pengembangan tanaman padi, palawija dan hortikultura. b. penyiapan bahan perencanaan, pembinaan, pemantauan,
pengendalian, dan penyelenggaraan penepatan areal, pemetaan potensi dan pengelolaan sumber daya lahan pertanian tanaman padi, palawija dan hortikultura;
c. penyiapan bahan perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan penyelenggaraan bimbingan penerapan teknologi budidaya pertanian tanaman padi, palawija dan hortikultura;
d. penyiapan bahan perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan pengawasan pembenihan tanaman padi, palawija dan hortikultura;
e. penyiapan bahan perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian, pengawasan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan penggunaan pupuk dan standar mutu pupuk tanaman pangan dan holtikultura;
f. penyiapan bahan perencanaan, pembinaan, pemantauwan, pengendalian dan koordinasi kegiatann perlindungan tanaman pangan dan holtikultura; dan
g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepala Kepala Dinas.
Pasal 371
(1) Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, membawahi: a. Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Pangan; b. SeksiProduksi dan Pengembangan Tanaman Hortikultura;
dan
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 372
(1) Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Pangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, supervisi, pemantauan dan pengawasan dalam rangka peningkatan produksi dan pengembangan tanaman pangan.
(2) Rincian tugas Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Pangan, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi penerapan pedoman perbenihan tanaman pangan;
b. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan pengaturan dan pemantauan penggunaan benih tanaman pangan;
c. menyiapkan bahan identifikasi dan pengembangan varietas tanaman pangan unggul lokal;
d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pedoman pembiayaan benih tanaman pangan dari lembaga keuangan perbankan;
e. menyiapkan bahan pembinaan, bimbingan teknis, pemantauan, pengendalian dan koordinasi kegiatan permodalan, penumbuhan dan pengembangan perbenihan tanaman pangan;
f. menyiapkan bahan koordinasi dan perencanaan penumbuhan dan pengembangan penangkaran benih tanaman pangan menyiapkan bahan pengaturan penggunaan benih tanaman pangan;
g. menyiapkan bahan pembinaan, pembangunan dan pemantauan pengelolaan Balai Benih Tanaman Pangan; h. menyiapkan bahan inventarisasi data potensi penumbuhan
dan pengembangan perbenihan tanaman pangan;
i. menyiapkan bahan penyediaan dukungan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan eradkasi tanaman pangan dan holtikultura;
j. menyiapkan bahan pemantauan, pengendalian dan penanggulangan eksploitasi OPT dan bencana alam pada tanaman pangan dan holtikultur;
k. menyiapkan bahan pengawasan pestisida dan alsin perlindungan tanaman pangan dan holtikultura;
l. menyiapkan bahan inventarisasi data potensi dan eksplosi OPT dan bencana alam pada tanaman pangan dan holtikultur;
m. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan perlindungan tanaman panangan dan holtikultura; n. menyiapkan bahan pemantauan daerahdaerah endemis
serangan OPT dan tanaman pangan dan holtikultura; dan o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
Pasal 373
(1) Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Hortikultura mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, supervise, pemantauan dan pengawasan dalam rangka peningkatan produksi dan pengembangan tanaman holtikultura.
(2) Rincian tugas Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Holtikultura, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi penerapan pedoman perbenihan tanaman hortikultura;
b. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan benih tanaman horlikultura;
c. menyiapkan bahan identifikasi dan pengembangan varietas tanaman hortikultura unggul lokal;
d. menyiapkan bahan pemantauan benih tanaman hortikultura; e. menyiapkan bahan pengaturan penggunaan benih tanaman
holtikultura;
f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pedoman pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan, non perbankan dan dana yang bersumber dari masyarakat; g. menyiapkan bahan pembinaan, bimbingan teknis,
pemantauan, pengendalian dan koordinasi kegiatan permodalan, penumbuhan dan pengembangan perbenihan tanaman holtikultura;
h. menyiapkan bahan koordinasi dan perencanaan penumbuhan dan pengembangan penangkaran benih tanaman holtikultura;
i. menyiapkan bahan inventarisasi data potensi penumbuhan dan pengembangan perbenihan tanaman holtikultura;
j. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan permodalan, penumbuhan dan pengembangan tanaman hortikultura;
k. menyiapkan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Seksi Produksi dan Pengembangan Tanaman Holtikultura; dan
l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 374
(1) Seksi Perlindungan Tanaman mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, supervisi, pemantauan, pengawasan dan di bidang perlindungan tanaman pangan.
(2) Rincian tugas Seksi Perlindungan Tanaman Pangan, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, bimbingan teknis, pengendalian dan koordinasi kegiatan perlindungan tanaman pangan;
b. menyiapkan bahan penyediaan dukungan pengendalian OPT dan eradikasi tanaman/bagian tanaman;
d. menyiapkan bahan pengawasan pestisida dan alsin perlindungan tanaman pangan;
e. menyiapkan bahan inventarisasi data potensi dan eksplosi OPT dan bencana alam;
f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan perlindungan tanaman pangan;
g. menyiapkan bahan pemantauan daerahdaerah endemis serangan OPT; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 6
Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pasal 375
(1) Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan kegiatan, perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian di bidang pengolahan dan pemasaran hasil.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, koordinasi serta evaluasi penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil, perhitungan perkiraan kehilangan hasil, penerapan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil serta pembangunan dan sarana fisik penyimpanan, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura;
b. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, koordinasi serta evaluasi pemasaran hasil, promosi komoditas, penyebarluasan informasi pasar dan pemantauan dan evaluasi harga tanaman pangan dan hortikultura; dan c. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian,
koordinasi serta evaluasi kelembagaan, manajemen dan kerjasama usahatani, pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan, penerapan pedoman/kerja sama kemitraan usaha, peningkatan mutu hasil serta pengawasan standar unit pengolahan, alat transportasi, unit penyimpanan dan kemasan hasil tanaman pangan dan holtikultura;
d. penyiapan vahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, koordinasi serta evaluasi penerapan alat mesin pertanian (Alsintan) dan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA);
e. penyiapan penetapan tata ruang sesuai peraturan dan análisis data untuk pemberian rekomendasi izin usaha bidang pertanian; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
(3) Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepala Kepala Dinas.
Pasal 376 (1) Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, membawahi: a. Seksi Pengolahan Hasil dan Pasca Panen; b. Seksi Promosi dan Pemasaran Hasil; dan c. Seksi Kelembagaan Mutu dan Standardisasi. (2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 377
(1) Seksi Pengolahan Hasil dan Pasca Panen mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, koordinasi serta evaluasi penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil, perhitungan perkiraan kehilangan hasil, penerapan Alsintan dan pengembangan UPJA, penerapan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil serta pembangunan dan saran fisik penyimpanan, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura.
(2) Rincian tugas Seksi Pengolahan Hasil dan Pasca Panen, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil tanaman pangan dan hortikultura;
b. menyiapkan bahan bimbingan perhitungan perkiraan kehilangan hasil tanaman pangan dan hortikultura;
c. menyiapkan bahan penyebarluasan dan pemantauan penerapan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil tanaman pangan dan hortikultura;
d. menyiapkan bahan bimbingan, pemantauan dan evaluasi penerapan Alsintan, pembinaan dan pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Mesin Pertanian (UPJA);
e. menyiapkan bahan bimbingan teknis pembangunan dan sarana fisik (bangunan) penyimpanan, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura; dan f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Pasal 378
(1) Seksi Promosi dan Pemasaran Hasil mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, koordinasi serta evaluasi pemasaran hasil, promosi komoditas, penyebarluasan informasi pasar dan pemantauan dan evaluasi harga tanaman pangan dan hortikultura serta pemberian rekomendasi izin usaha agro industri.
(2) Rincian tugas Seksi Promosi dan Pemasaran Hasil, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura;
b. menyiapkan bahan promosi komoditas tanaman pangan dan hortikultura;
c. menyiapkan bahan penyebarluasan informasi pasar;
d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi harga produksi pangan dan hortikultura;
e. menyiapkan bahan bimbingan, pembinaan dan koordinasi pemberian rekomendasi izin usaha agro industri serta pemantauan dan pengawasan usaha tanaman pangan dan hortikultura; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 379
(1) Seksi Kelembagaan Mutu dan Standardisasi mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, koordinasi serta evaluasi kelembagaan, manajemen dan kerjasama Usaha tani, pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan, penerapan pedoman/kerja sama kemitraan usaha, peningkatan mutu hasil serta pengawasan standar unit
pengolahan, alat transportasi, unit penyimpanan dan kemasan hasil tanaman pangan dan hortikultura.
(2) Rincian tugas Seksi Kelembagaan Mutu dan Standarisasi, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan bimbingan kelembagaan Usaha tani, manajemen Usaha tani dan pencapaian pola kerjasama serta permodalan Usaha tani;
b. menyiapkan bahan bimbingan pemantauan dan pemeriksaan hygiene dan sanitasi lingkungan usaha tanaman pangan dan hortikultura;
c. menyiapkan bahan bimbingan penerapan pedoman/kerja sama kemitraan usaha tanaman pangan dan hortikultura; d. menyiapkan bahan bimbingan peningkatan mutu hasil
tanaman pangan dan hortikultura;
e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pengembangan sarana usaha;
f. menyiapkan bahan pengawasan standar unit pengolahan, alat transportasi, unit penyimpanan dan kemasan hasil tanaman pangan dan hortikultura;
g. menyiapkan bahan studi amdal/upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL), upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) di bidang tanaman pangan dan hortikultura; h. menyiapkan bahan bimbingan dan koordinasi pelaksanaan
amdal pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
i. menyiapkan bahan bimbingan dan koordinasi penerapan pedoman kompensasi karena eradikasi dan jaminan penghasilan bagi petani yang mengikuti program pemerintah; dan
j. melaksanakan tugastugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 7
Bidang Pengelolaan Lahan dan Air Pasal 380
(1) Bidang Pengelolaan Lahan dan Air mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, fasilitasi, koordinasi, monitoring dan evaluasi perluasan areal, pengelolaan lahan dan pengelolaan air.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengelolaan Lahan dan Air menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pembinaan, penetapan kebijakan, koordinasi, pemantauan, pengendalian dan evaluasi kegiatan perluasan areal (luas baku, potensi, sasaran, realisasi); b. penyiapan bahan pembinaan, penetapan kebijakan,
pedoman, koordinasi, pemantauan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pengelolaan optimasi lahan, rehabilitasi lahan, konservasi, tata ruang dan tata guna lahan dan kawasan pertanian terpadu;
c. penyiapan bahan pembinaan/bimbingan, koordinasi, pedoman, pemantauan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumbersumber air, rehabilitasi dan optimasi air, iklim dan konservasi air, dampak fenomena iklim, dan kelembagaan petani pemakai air; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Pengelolaan Lahan dan Air dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepala Kepala Dinas. Pasal 381 (1) Bidang Pengelolaan Lahan dan Air, membawahi: a. Seksi Perluasan Areal; b. Seksi Pengelolaan Lahan; dan c. Seksi Pengelolaan Air. (2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 382
(1) Seksi Perluasan Areal mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi dalam bidang perluasan areal.
(2) Rincian tugas Seksi Perluasan Areal, adalah sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pembinaan, koordinasi, monitoring dan
evaluasi perluasan areal tanaman pangan dan hortikultura; b. menyiapkan bahan penetapan kebijakan, pedoman dan
c. menyiapkan bahan evaluasi potensi lahan sawah dan lahan kering;
d. menyiapkan bahan penetapan luas baku lahan pertanian yang dapat diusahakan sesuai kemampuan sumber daya lahan yang ada pada skala kabupaten; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 383
(1) Seksi Pengelolaan Lahan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi dalam bidang pengelolaan lahan. (2) Rincian tugas Seksi Pengelolaan Lahan, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penetapan kebijakan, pedoman dan bimbingan pengelolaan, rehabilitasi, konservasi, optimasi dan pengendalian lahan pertanian;
b. menyiapkan bahan pembinaan, bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi, koordinasi pengelolaan optimasi lahan, rehabilitasi, konservasi dan pengendalian lahan pertanian; c. menyiapkan bahan penyusunan peta pengembangan,
rehabilitasi, konservasi, optimasi dan pengendalian lahan pertanian;
d. menyiapkan bahan pengelolaan, rehabilitasi, konservasi, optimasi dan pengendalian lahan pertanian;
e. menyiapkan bahan penetapan dan pengawasan tata ruang dan tata guna lahan pertanian;
f. menyiapkan bahan pemetaan potensi dan pengelolaan lahan pertanian;
g. menyiapkan bahan pengaturan dan penerapan kawasan pertanian terpadu; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 384
(1) Seksi Pengelolaan Air mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi dalam bidang pengelolaan air.
(2) Rincian tugas Seksi Pengelolaan Air, adalah sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pembinaan pembangunan,
pengembangan dan pemanfaatan jaringan irigasi;
b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pemanfaatan air irigasi;
c. menyiapkan bahan bimbingan teknis pengelolaan dan pemanfaatan sumbersumber air, rehabilitasi dan optimasi air, iklim dan konservasi air;
d. menyiapkan bahan bimbingan teknis pengelolaan, pemanfaatan dan pengelolaan air di lahan non irigasi;
e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pengembangan dan pembinaan pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air;
f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pengembangan teknologi optimalisasi pengelolaan air untuk usaha tani;
g. menyiapkan bahan bimbingan teknis, koordinasi, pedoman penanganan dan antisipasi dampak fenomena iklim; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Paragraf 8 Bidang Peternakan
Pasal 385
(1) Bidang Peternakan mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan kegiatan, perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta pengelolaan administrasi di bidang peternakan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Peternakan menyelenggarakan fungsi:
a. pembinaan produksi, peredaraan, penggunaan bibit dan mutu ternak, pengembangan teknologi dan alat mesin peternakan; b. pembinaan produksi, peredaran dan penggunaan pakan
ternak;
c. pembinaan budidaya ternak dan ketahanan pangan produk hewani;
d. penataan wilayah penyebaran dan pengembangan peternakan;
e. pembinaan penyiapan sarana penyelenggaraan pengembangan ternak;
f. pembinaan penyebaran ternak dan pengelolaan ternak;
g. pembinaan pelaksanaan Pengamatan dan Penyidikan,