Rincian Tugas dan Fungsi Pasal 58 (1) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijaksan teknis di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Paragraf 2 Susunan Organisasi
Pasal 59
Susunan Organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri dari :
a. Kepala; b. Sekretariat;
c. Bidang Kesejahteraan Sosial;
d. Bidang Penempatan dan Perluasan Lapangan Kerja;
e. Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan; f. Bidang Transmigrasi; g. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); dan h. Kelompok Jabatan Fungsional. Paragraf 3 Kepala Dinas Pasal 60
(1) Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas memimpin pelaksanaan kegiatan perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta pengelolaan administrasi di bidang Sosial,
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. pengkoordinasian peyusunan peraturan dan kebijakan teknis di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi;
b. pelaksanaan pelayanan umum di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi;
c. pelaksanaan pembinaan, pelatihan keterampilan, perluasan transmigrasi dan penaggulangan masalah sosial; dan
d. pelaksanaan rencana program sosial, tenaga kerja dan transmigrasi.
Paragraf 4 Sekretariat Pasal 61
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok mengelola urusan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, kerumahtanggaan, hukum, kelembagaan serta tugastugas lain yang berhubungan dengan masyarakat.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi keuangan;
b. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga dinas, perlengkapan, tata laksana, dan peraturan perundangundangan;
c. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pada Sekretariat; dan
d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Sekretariat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Pasal 62 (1) Sekretariat, membawahi:
a. Sub Bagian Umum dan Perlengkapan; b. Sub Bagian Perencanan dan Keuangan; dan c. Sub Bagian Kepegawaian.
(2) Masingmasing Sub Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Pasal 63
(1) Sub Bagian Umum dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan ketatausahaan, rumah tangga, perlengkapan, pembinaan dan tata laksana dinas serta melaksanakan urusan publikasi, pemberitaan, dokumentasi, perpustakaan, dan keprotokolan.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Umum dan Perlengkapan, adalah sebagai berikut :
a. melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga;
c. melakukan pemeliharaan dan pengamanan sarana serta pemeliharaan gedung;
d. melakukan urusan pengadaan, penyimpanan dan distribusi serta inventarisasi perlengkapan;
e. melakukan urusan publikasi, pengolahan dan penyajian berita;
f. melakukan urusan dokumentasi;
g. melakukan urusan pengelolaan perpustakaan; h. melakukan urusan keprotokolan;
i. melakukan urusan pelayanan hukum;
j. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Umum dan Perlengkapan; dan
k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 64
(1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas pokok melakukan penyusunan rencana kegiatan, pengelolaan administrasi keuangan, verifikasi dan akuntansi serta perbendaharaan keuangan.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran; b. melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan
laporan hasil kegiatan rutin dan pembangunan; c. melakukan urusan gaji dan perjalanan dinas;
d. melakukan urusan kebendaharaan dan tata usaha keuangan; e. melakukan verifikasi, pembukuan dan akutansi
penyelenggaraan program dan kegiatan SKPD;
f. melakukan tata laksana penerimaan negara bukan pajak; g. melakukan penyiapan bahan pelaporan dan keuangan;
h. melakukan pencatatan dan pengklasifikasian laporan hasil pemeriksaan keuangan serta menyiapkan bahan tindak lanjut;
i. melakukan penyiapan bahan pengendalian terhadap program dan kegiatan SKPD;
j. melakukan penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan kegiatan SKPD;
k. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Perencanan dan Keuangan; dan
l. menyusun laporan pemerintahan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Penetapan Kinerja dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD); dan
m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 65
(1) Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan pengelolaan administrasi kepegawaian. (2) Rincian tugas Sub Bagian Kepegawaian, adalah sebagai berikut:
a. melakukan penyiapan bahan perencanaan kebutuhan pegawai;
b. melakukan penyiapan bahan penilaian kinerja, penyusunan usulan kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai serta evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan pegawai; c. melakukan penyusunan dan evaluasi penataan kelembagaan serta uraian jabatan; d. melakukan pembinaan tata hubungan kerja dan peningkatan kinerja; e. melakukan administrasi dan verifikasi jabatan fungsional; f. melakukan urusan usulan kenaikan pangkat, pemindahan,
pemberhentian dan pensiun pegawai;
g. melakukan penyusunan statistik pegawai, daftar urut kepangkatan, usulan kartu pegawai dan kartu istri/suami, penyusunan arsip serta pemeliharaan arsip dan dokumentasi kepegawaian;
h. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Kepegawaian; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Paragraf 5 Bidang Kesejahteraan Sosial Pasal 66 (1) Bidang Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pokok memimpin sebagian tugas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di bidang pengembangan potensi kesejahteraan sosial, bina bantuan sosial dan bina rehabilitasi sosial.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kesejahteraan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana pedoman dan kebijakan teknis di bidang pengembangan potensi kesejahteraan sosial, bina bantuan sosial dan bina rehabilitasi sosial;
b. pelaksanaan pembangunan pengembangan potensi kesejahteraan sosial, bina bantuan sosial dan bina rehabilitasi sosial; dan
c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Kesejahteraan Sosial dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 67 (1) Bidang Kesejahteraan Sosial, membawahi: a. Seksi Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial; b. Seksi Bina Bantuan Sosial; dan c. Seksi Bina Rehabilitasi Sosial.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial.
Pasal 68
(1) Seksi Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pokok menyusun pedoman kebijakan teknis dan melaksanakan urusan di bidang pemberdayaan dan pengembangan sosial yang meliputi pemberdayaan pakir miskin pembinaan potensi masyarakat serta urusan kesetiakawanan sosial.
(2) Rincian tugas Seksi Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial, adalah sebagai berikut:
a. melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknis terhadap kegiatan pemberdayaan fakir miskin, pembinaan potensi masyarakat dan kesetiakawanan sosial; b. melakukan penyiapan identifikasi sasaran kegiatan
pemberdayaan fakir miskin, pembinaan potensi masyarakat dan kesetiakawanan sosial;
c. melakukan penyiapan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan fakir miskin, pembinaan potensi masyarakat dan kesetiakawanan sosial;
d. melakukan penyiapan pembinaan dan pengawasan kegiatan pemberdayaan fakir miskin, pembinaan potensi masyarakat dan kesetiakawanan sosial;
e. melakukan koordinasi kegiatan pemberdayaan fakir miskin, pembinaan potensi masyarakat dan kesetiakawanan sosial; f. melakukan penyiapan administrasi kegiatan pemberdayaan
fakir miskin, pembinaan potensi masyarakat dan kesetiakawanan sosial;
g. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial;
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
i. pelaksanaan kegiatan pembinaan Kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial;
j. melakukan kegiatan pembinaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial masyarakat meliputi pembinaan karang taruna, wahana kesejahteraan sosial berbasis sosial masyarakat meliputi pembinaan karang taruna, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKBSM), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Organisasi Sosial (ORSOS);
k. melaksanakan monitoring Taman Makam Pahlawan (TMP); dan
l. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 69
(1) Seksi Bina Bantuan Sosial mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan dibidang bantuan dan jaminan sosial meliputi bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan
(2) Rincian tugas Seksi Bina Bantuan Sosial, adalah sebagai berikut:
a. melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan dan jaminan sosial meliputi bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan pendayagunaan sumberdana sosial;
b. melakukan penyiapan identifikasi sasaran bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan pendayagunaan sumberdana sosial;
c. melakukan penyiapan pelaksanaan kegiatan bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan pendayagunaan sumberdana sosial;
d. melakukan penyiapan pembinaan dan pengawasan kegiatan bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan pendayagunaan sumberdana sosial;
e. melakukan koordinasi kegiatan bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan pendayagunaan sumber dana sosial;
f. melakukan penyiapan administrasi kegiatan bantuan sosial terhadap korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan, serta jaminan kesejahteraan sosial dan pendayagunaan sumberdana sosial;
g. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Bina Bantuan Sosial;
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
i. menyiapkan dan pembina Kader Taruna Siaga Bencana (TAGANA);
j. memberikan bantuan kepada orang terlantar; dan
k. menyiapkan bahan rekomendasi izin ketentuan penyelenggaraan undian, sosialisasi dan peraturan ketentuan penyelenggaraan sumbangan sosial.
Pasal 70
(1) Seksi Bina Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pembinaan usaha rehabilitasi penyandang masalah sosial.
(2) Rincian tugas Seksi Bina Rehabilitasi Sosial, adalah sebagai berikut:
a. melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan teknis pelayanan dan rehabilitasi sosial anak, remaja, keluarga dan lanjut usia, korban NAPZA, tuna sosial serta penyandang cacat;
b. melakukan penyiapan identifikasi sasaran pelayanan dan rehabilitasi sosial anak, remaja, keluarga dan lanjut usia, korban NAPZA, tuna sosial serta penyandang cacat;
c. melakukan penyiapan pelaksanaan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial anak, remaja, keluarga dan lanjut usia, korban NAPZA, tuna sosial serta penyandang cacat;
d. melakukan penyiapan pembinaan dan pengawasan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial anak, remaja, keluarga dan lanjut usia, korban NAPZA, tuna sosial serta penyandang cacat;
e. melakukan koordinasi kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial anak, remaja, keluarga dan lanjut usia, korban NAPZA, tuna sosial serta penyandang cacat;
f. melakukan penyiapan administrasi kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial anak, remaja, keluarga dan lanjut usia, korban NAPZA, tuna sosial serta penyandang cacat;
g. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Bina Rehabilitasi Sosial; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 6
Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Pasal 71
(1) Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan sebagian tugas dinas sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di bidang pendataan tenaga kerja, pelatihan, penempatan serta perluasan tenaga kerja.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi:
a. pengumpulan, pengolahan dan penyediaan data informasi pasar kerja, penyaluran tenaga kerja dalam negeri dan membantu proses tenaga kerja keluar negeri;
b. pelaksanaan pembinaan, pelatihan dan penyuluhan keterampilan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja, pengembangan usaha mandiri sistem padat karya, teknologi tepat guna dan perluasan sektor informal; dan
c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 72 (1) Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, membawahi: a. Seksi Pendataan Tenaga Kerja; b. Seksi Penempatan Tenaga Kerja; dan c. Seksi Pelatihan dan Perluasan Tenaga Kerja.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 73
(1) Seksi Pendataan Tenaga Kerja mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang pendataan tenaga kerja.
(2) Rincian tugas Seksi Pendataan Tenaga Kerja, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan pendataan tenaga kerja;
b. menyiapkan penyusunan sistem dan pedoman pendataan tenaga kerja;
c. menganalisa data informasi tenaga kerja; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 74
(1) Seksi Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang penempatan tenaga kerja.
(2) Rincian tugas Seksi Penempatan Tenaga Kerja, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan pengumpulan dan mengolah data Informasi Pasar Kerja (IPK); b. menyusun sistem dan pedoman pembinaan pasar kerja; c. membuat laporan IPK dan menyebarluaskan ke media massa dan media elektronik; d. menyiapkan penyusunan sistem dan pedoman Bursa Kerja di lembaga pendidikan formal dan lembaga pelatihan kerja; e. melaksanakan pembinaan terhadap pelaksanaan IPK dan
Bursa Kerja;
f. menganalisa data informasi pasar kerja dan tenaga kerja; g. melaksanakan penyebarluasan buku berita pasar kerja ke
instansi pemerintah, swasta dan perguruan tinggi; h. mengadakan pembinaan bursa kerja khusus;
i. melaksanakan monitoring ke Bursa Kerja di kabupaten; dan j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Pasal 75
(1) Seksi Pelatihan dan Perluasan Tenaga Kerja mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang pelatihan dan perluasan lapangan kerja.
(2) Rincian tugas Seksi Pelatihan dan Perluasan Tenaga Kerja, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan dan menyiapkan bahan atau materi pelatihan, standarisasi dan sertifikasi tenaga kerja;
b. menyiapkan bahan pelatihan diseminasi program untuk Kabupaten;
c. melaksanakan penyusunan materi akreditasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja;
d. menyiapkan bahan pelaksanaan pelatihan dan pengukuran produktivitas skala kabupaten;
e. menyiapkan bahan Pelaksanaan Program Peningkatan Produktivitas;
f. menyiapkan bahan pengawasan pelaksanaan perijinan/pendaftaran lembaga pelatihan kerja serta penerbitan rekomendasi perizinan magang ke luar negeri; g. menyiapkan bahan pengawasan Pelaksanaan sertifikasi
kompetensi dan akreditasi lembaga;
h. menyusun program kegiatan Perluasan Kerja dan Usaha Mandiri berdasarkan rencana kegiatan;
i. membuat daftar inventarisasi usaha di sektor informal menurut jenis lapangan usaha;
j. melaksanakan kegiatan Padat Karya, Teknologi Tepat Guna dan Tenaga Kerja Mandiri yang berkaitan dengan Perluasan Kerja dan Usaha Mandiri;
k. mengoordinasikan kegiatan dengan instansi pemerintah terkait, swasta dan masyarakat untuk menjalin kerjasama dalam rangka perluasan lapangan kerja mandiri;
l. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pelatihan dan Perluasan Tenaga Kerja; dan
m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 7
Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan
Pasal 76
(1) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan kegiatan perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pengawasan, pengendalian serta pengelolaan administrasi di bidang pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi:
a. menghimpun, merumuskan dan menetapkan pedoman/standar pembinaan organisasi pekerja dan pengusaha;
b. menghimpun, merumuskan dan menetapkan pedoman/standar penyelesaian perselisihan hubungan industrial;
c. pembinaan, pengendalian dan pengawasan norma kerja serta pemeriksaan dan pengujian peralatan kerja; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan ketenagakerjaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Pasal 77
(1) Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, membawahi:
a. Seksi Pembinaan Hubungan Industrial; b. Seksi Pengawasan Tenaga Kerja; dan c. Seksi Kesejahteraan Tenaga Kerja.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab pada Kepala Bidang.
Pasal 78
(1) Seksi Pembinaan Hubungan Industrial mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang Pembinaan Hubungan Industrial. (2) Rincian tugas Seksi Pembinaan Hubungan Industrial, sebagai
berikut:
a. menyusun rencana pembinaan/penyuluhan hubungan industrial;
b. menyusun dan menyiapkan bahan pembinaan/penyuluhan hubungan industrial;
c. melaksanakan pembinaan/penyuluhan hubungan industrial kepada pengusaha, pekerja, organisasi pekerja dan organisasi pengusaha;
d. melaksanakan pembinaan/penyuluhan penerapan syarat syarat kerja kepada pengusaha, pekerja, organisasi pekerja dan organisasi pengusaha;
e. melaksanakan pembinaan/bimbingan Pembuatan Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB);
f. mengesahkan Peraturan Perusahaan, Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama, Pencatatan Perjanjian Kerja, Pencatatan Organisasi Pekerja dan Pencatatan Lembaga Kerja Sama Bipartite, Pencatatan Pendaftaran Perselisihan Hubungan Industrial;
g. melaksanakan pembinaan/penyuluhan tentang sarana sarana hubungan industrial kepada pekerja dan pengusaha di perusahaan;
h. menyiakan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pembinaan Hubungan Industrial; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 79
(1) Seksi Pengawasan Tenaga Kerja mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang Pengawasan Tenaga Kerja.
(2) Rincian tugas Seksi Pengawasan Tenaga Kerja, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penyusunan teknis norma ketenagakerjaan;
b. menyusun bahan pembinaan Norma Ketenagakerjaan;
c. melaksanakan pengawasan norma ketenagakerjaan terhadap pelaksanaan perundangundangan ketenagakerjaan yang meliputi : pengawasan upah, perlindungan jamsostek, perlindungan tenaga kerja anak dan perempuan, tenaga kerja asing, penempatan dan penyaluran tenaga kerja, pengawasan waktu kerja dan waktu istirahat; d. menyusun Bahan inventarisasi data ketenagakerjaan sebagai pelaksanaan UndangUndang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan;
e. menyiapkan dan Menyusun bahan pelatihan dan pembinaan Norma ketenagakerjaan dan Norma keselamatan dan kesehatan kerja ( K3);
f. menyusun bahan pembinaan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
g. melaksanakan pengawasan norma kerja dan norma keselamatan dan kesehatan kerja di tempattempat kerja terhadap pelaksanaan peraturan perundangundang yang berlaku;
h. menyiapkan dan menyusun pelatihan/bimbingan teknis keselamatan dan kesehatan kerja;
i. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis penyidikan terhadap pelanggaran pelaksanaan norma kerja dan keselamatan dan kesehatan kerja;
j. menghimpun laporan hasil pemeriksaan Norma Kerja dan Norma Keselamatan dan Norma Kesehatan Kerja (K3) untuk ditindak lanjuti;
k. melaksanakan tindakan terhadap pelanggaran perundang undangan ketenagakerjaan;
l. melakukan penyidikan terhadap tersangka/saksi untuk pembuatan Berita Acara ProJustio (BAP);
m. menyusun Bahan koordinasi dengan Penyidik POLRI dan Penuntut Umum (Kejaksaan) dalam pelaksanaan BAP;
n. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pengawasan Tenaga Kerja; dan
o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 80
(1) Seksi Kesejahteraan Tenaga Kerja mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang Kesejahteraan Tenaga Kerja.
(2) Rincian tugas Seksi Kesejahteraan Tenaga Kerja, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penyusunan, penetapan upah minimum; b. melaksanakan bimbingan pengupahan, survey harga pasar
c. melaksanakan pembinaan dan sosialisasi pelaksanaan upah minimum;
d. melaksanakan bimbingan perumusan skala upah di perusahaan;
e. melaksanakan pembinaan penyediaan fasilitas kesejahteraan tenaga kerja diperusahaan;
f. melaksanakan mengadakan survey/penelitian tentang kemampuan perusahaan membayar upah;
g. melakukan pendataan jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena akibat perselisihan, pensiun atau kecelakaan kerja;
h. melaksanakan pembinaan dan pembentukan koperasi pekerja;
i. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Kesejahteraan Tenaga Kerja; dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 8 Bidang Transmigrasi
Pasal 81
(1) Bidang Transmigrasi mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan kegiatan perumusan kegiatan perumusan kebijakan teknis, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta pengelolaan administrasi di bidang transmigrasi.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan pelaksanaan perumusan kebijakan, perencanaan dan program di bidang penempatan calon transmigrasi;
b. pelaksanaan pendaftaran calon, seleksi serta legitimasi calon transmigrasi;
c. pembinaan dan pemberdayaan transmigrasi serta penanganan transmigrasi yang kembali bermasalah; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan tugas dan fungsinya. (3) Bidang Transmigrasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 82 (1) Bidang Transmigrasi, membawahi: a. Seksi PerencanaanTransmigrasi; b. Seksi Penempatan dan Pembinaan Transmigrasi; dan c. Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Transmigrasi. (2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab pada Kepala Bidang.
Pasal 83
(1) Seksi Perencanaan Transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang perencanaan transmigrasi.
(2) Rincian tugas Seksi Perencanaan Transmigrasi, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan, bahan penyusunan pedoman petunjuk teknis perencanaan transmigrasi;
b. menyiapkan bahan perencanaan pembebasan tanah, status tanah serta sertifikasi lokasi pemukiman, pengukuran batas keliling dan pengkaplingan lahan transmigrasi;
c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan perencanaan di bidang pembinaan teknis, evaluasi penyiapan lahan;
d. menyiapkan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pembinaan teknis dan evaluasi penyiapan lahan;
e. menyiapkan lahan dan fasilitasi dengan lintas sektor terkait dalam melaksanakan koordinasi penyelesaian masalah pertanahan;
f. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Perencanaan Transmigrasi; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 84
(1) Seksi Penempatan dan Pembinaan Transmigrasi mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendalian di bidang penempatan dan pembinaan transmigrasi.
(2) Rincian tugas Seksi Penempatan dan Pembinaan Transmigrasi, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang penyiapan lahan, sarana dan prasarana dan kesiapan layak huni;
b. menyusun standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang penyiapan lahan, sarana, prasarana dan kesiapan layak huni;
c. memberikan bimbingan teknis di bidang penyiapan lahan, sarana dan prasarana dan kesiapan layak huni;
d. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang