Rincian Tugas dan Fungsi Pasal 110 (1) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang perhubungan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan kebijakan teknis di bidang perhubungan Komunikasi dan Informasi;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perhubungan Komunikasi dan Informasi;
c. pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perhubungan Komunikasi dan Informasi; dan
d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Paragraf 2 Susunan Organisasi Pasal 111 Susunan Organisasi Dinas Perhubungan, terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat; c. Bidang Lalu Lintas; d. Bidang Angkutan; e. Bidang Teknik Sarana dan Prasarana; f. Bidang Komunikasi dan Informatika; g. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); dan h. Kelompok Jabatan Fungsional; Paragraf 3 Kepala Dinas Pasal 112
(1) Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi mempunyai tugas pokok memimpin, mengoordinasikan, pembinaan umum, penyusunan rencana dan program, pengawasan dan pengendalian serta evaluasi di bidang perhubungan Komunikasi dan Informasi.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan fungsi:
a. pengkoordinasian, penyusunan pedoman dan kebijakan teknis di bidang perhubungan Komunikasi dan Informasi; b. pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pelayanan umum
dan perizinan serta koordinasi terhadap unit pelaksana teknis terkait; dan c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Paragraf 4 Sekretariat Pasal 113
(1) Sekretariat mempunyai tugas pokok melakukan pengelolaan urusan kepegawaian, perencanaan, keuangan, rumah tangga, perlengkapan, hubungan masyarakat, surat menyurat, protokol dan pembuatan laporan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi penyusunan program, penyusunan dan penyajian data statistik dan analisis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program;
c. penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga dinas, perlengkapan, tata laksana, dan peraturan perundangundangan;
d. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pada Sekretariat; dan
e. pelaksanaan tugastugas yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(3) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 114 (1) Sekretariat, membawahi: a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan; dan c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.
(2) Masingmasing Sub Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Pasal 115
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok mengelola urusan kepegawaian, urusan rumah tangga dan kegiatan surat menyurat, keprotokolan, hubungan kemasyarakatan.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penyusunan formasi pegawai, meliputi formasi kebutuhan, kenaikan pangkat;
b. menyiapkan bahan penyelesaian mutasi pegawai, meliputi peningkatan status, pengangkatan dalam pangkat, pengangkatan dalam jabatan, penyesuaian ijazah, peninjauan masa kerja, pemberhentian sementara, pemberhentian dan pensiun;
c. menyiapkan bahan pelayanan penyelesaian Kartu Pegawai, kartu Istri, Kartu Suami, Askes, Taspen, Cuti, Kenaikan Gaji Berkala, penyelesaian angka kredit jabatan fungsional, dan pemberian penghargaan;
d. menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan kinerja pegawai;
e. menyiapkan bahan penyelenggaraan urusan surat yang masuk dan keluar, pengembalian, pengiriman, pencatatan, penarikan dan pengendalian serta penyusunan arsip;
f. menyiapkan bahan penyediaan alat tulis kantor;
g. menyiapkan bahan pengaturan operator telpon, faximile, perpustakaan, pramu tamu Kepala Dinas serta pengemudi kendaraan dinas;
h. menyiapkan bahan penyelenggaraan urusan rumah tangga dinas, kebersihan dan perawatan kantor;
i. pengaturan penggunaan ruang rapat, rumah dinas, kendaraan dinas termasuk dokumen dan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK);
j. menyiapkan bahan dan menyusun organisasi dan tata laksana dinas;
k. menyiapkan bahan penyelenggaraan urusan keprotokolan, humas, dokumentasi dan perpustakaan;
l. memberikan pelayanan administratif kepada seluruh satuan kerja di lingkungan Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informasi;
m. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan
n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 116
(1) Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas pokok mengelola urusan adminstrasi keuangan dan perlengkapan.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Keuangan dan perlengkapan, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana penerimaan dan anggaran belanja dinas baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung;
b. memproses usul pengangkatan dan pemberhentian pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran/atasan langsung Bendahara, Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran, Pembantu Bendahara, Bendahara pembantu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan Pejabat Penatausaha Keuangan serta Pengelola Keuangan lainnya di lingkup Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi ; c. melaksanakan pembinaan dan bimbingan adminstrasi
keuangan dan perbendaharaan;
d. menyelenggarakan pembukuan, perhitungan, dan verifikasi angggaran;
e. memberikan bimbingan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan;
f. menyelenggarakan penataan dokumen keuangan dan penyusuanan laporan realisasi anggaran;
g. menyiapkan bahan penyelenggaraan administrasi barang inventaris, rencana kebutuhan, pengadaan penomoran inventaris, penyimpanan, penggunaan perawatan, serta inventaris ruangan sampai penghapusan inventaris;
h. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Keuangan dan Perlengkapan; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 117
(1) Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data serta penyusunan rencana kegiatan dan program, melaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program dan kegiatan teknis.
(2) Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan pengumpulan data program dan kegiatan teknis perhubungan Komunikasi dan Informasi;
b. mengolah dan menganalisa data rutin dan pembangunan Perhubungan Komunikasi dan Informasi;
c. melaksanakan penyajian data rutin dan pembangunan perhubungan Komunikasi dan Informasi;
d. menyusun data statistik perhubungan Komunikasi dan Informasi;
e. menyiapkan bahan dan koordinasi penyusunan rencana program dan kegiatan teknis;
f. menyiapkan bahan kerjasama teknik untuk menyerap aspirasi masyarakat dan ciri khas daerah dalam pembangunan perhubungan Komunikasi dan Informasi;
g. menyiapkan bahan koordinasi dan penyusunan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) lingkup Dinas Perhubungan; h. memantau pelaksanaan kegiatan pembangunan supaya
sesuai dengan rencana yang telah disusun;
i. mengadakan penyeliaan atas program pembangunan Perhubungan, Komunikasi dan Infomasi yang berkelanjutan; j. memantau dan mengevaluasi semua pelaksanaan kegiatan
pembangunan perhubungan;
k. menyusun laporanlaporan pelaksanaan rencana dan program dan kegiatan teknis perhubungan, Komunikasi dan Informasi;
l. melaksanakan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi;
m. menghimpun dan menyusun laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi;
n. melaksanakan analisis, interpretasi laporan pengawasan fungsional untuk penyelesaian tindak lanjut kegiatan rutin dan pembangunan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi;
o. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
p. menyusun laporan pemerintahan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Penetapan Kinerja dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD); dan
q. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 5 Bidang Lalu Lintas
Pasal 118
(1) Bidang Lalu Lintas mempunyai tugas pokok melaksanakan inventarisasi dan evaluasi kinerja operasional pelayanan lalu lintas, penanganan ketertiban dan keselamatan lalu lintas serta penyiapan bahan pemberian bimbingan dan pengawasan teknis urusan manajemen dan rekayasa lalu lintas.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang Lalu Lintas menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan rencana pengaturan, pengawasan dan pengendalian lalu lintas jalan kabupaten, jalan provinsi dan jalan nasional dalam wilayah kerja dinas;
b. pemantauan, analisis dan evaluasi data bina fasilitas lalu lintas;
c. penyiapan bahan penyusunan penetapan jaringan pelayanan lalu lintas;
d. pelaksanaan bimbingan, penanganan keselamatan dan tindak penyidikan serta penyuluhan ketertiban dan keselamatan lalu lintas;
e. penyelenggaraan manajemen dan bina fasilitas lalu lintas; dan
f. pelaksanaan pengawasan dan penataan lalu lintas kendaraan barang dan penumpang.
(3) Bidang Lalu Lintas dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 119 (1) Bidang Lalu Lintas, membawahi: a. Seksi Bina Fasilitas Lalu Lintas; b. Seksi Pengendalian Operasional Lalu Lintas; dan c. Seksi Penyuluhan Lalu Lintas.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 120
(1) Seksi Bina Fasilitas Lalu Lintas mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang bina fasilitas lalu lintas.
(2) Rincian tugas Seksi Bina Fasilitas Lalu Lintas, adalah sebagai berikut:
a. menyusun dan menyiapkan rencana di bidang bina fasilitas lalu lintas;
b. menyusun dan menyiapkan penetapan kelas jalan pada jaringan jalan nasional, provinsi dan kabupaten;
c. melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan fasilitas lalu lintas;
e. menyelenggarakan analisis dampak lalu lintas;
f. menyelenggarakan pencegahan penanggulangan kecelakaan lalu lintas;
g. melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang bina fasilitas;
h. menyiapkan rekomendasi perizinan penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan provinsi dan kabupaten; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 121
(1) Seksi Pengendalian Operasional Lalu Lintas mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang pengendalian operasional lalu lintas.
(2) Rincian tugas Seksi Pengendalian Operasional Lalu Lintas, adalah sebagai berikut:
a. menyusun dan menyiapkan rencana di bidang pengendalian operasional lalu lintas;
b. melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap operasional lalu lintas;
c. menyelenggarakan manajemen dan rekayasa pengendalian operasional lalu lintas;
d. melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian operasional lalu lintas; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 122
(1) Seksi Penyuluhan Lalu Lintas mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang penyuluhan lalu lintas.
(2) Rincian tugas Seksi Penyuluhan Lalu Lintas, adalah sebagai berikut:
a. menyusun dan menyiapkan rencana di bidang penyuluhan lalu lintas; b. melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan penyuluhan lalu lintas; c. melaksanakan penyuluhan tertib lalu lintas; d. melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang penyuluhan lalu lintas; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 6 Bidang Angkutan
Pasal 123
(1) Bidang Angkutan mempunyai tugas pokok melakukan inventarisasi dan evaluasi kinerja operasional pelayanan angkutan, penetapan usulan jaringan pelayanan angkutan secara terpadu serta penyelenggaraan angkutan.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang Angkutan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan rencana pengaturan, pengawasan dan pengendalian angkutan dalam wilayah kerja dinas;
b. pemantauan, pengumpulan analisis dan evaluasi data manajemen angkutan;
c. menyiapkan bahan penyusunan dan evaluasi data manajemen angkutan secara terpadu;
d. pelaksanaan bimbingan, penanganan keselamatan, pengawasan penyelenggaraan pengakutan orang antar kabupaten/kota serta tindak penyidikan di bidang angkutan; e. penyelenggaraan bimbingan dan penyuluhan kepada
pengusaha angkutan, trayek antar kota dalam provinsi;
f. pelaksanaan penyusunan/penetapan pengawasan dan pengendalian tarif angkutan; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Bidang Angkutan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 124 (1) Bidang Angkutan, membawahi: a. Seksi Bina Fasilitas Angkutan; b. Seksi Perizinan Angkutan; dan c. Seksi Jaringan Angkutan.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 125
(1) Seksi Bina Fasilitas Angkutan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang penyuluhan lalu lintas.
(2) Rincian tugas Seksi Bina Fasilitas Angkutan, adalah sebagai berikut:
a. melaksanakan dan menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis dibidang bina fasilitas angkutan;
b. menyiapkan penetapan wilayah operasi dan kebutuhan kendaraan untuk angkutan;
c. menyiapkan bahan penyusunan/penetapan tarif angkutan; d. menyiapkan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
tarif angkutan;
e. melaksanakan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Bina Fasilitas Angkutan; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 126
(1) Seksi Perizinan Angkutan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang perizinan angkutan.
(2) Rincian tugas Seksi Perizinan Angkutan, adalah sebagai berikut: a. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan kebijakan
teknis di bidang perizinan angkutan;
b. menyiapkan pemberian rekomendasi izin trayek angkutan penumpang dan barang;
c. menyiapkan pemberian rekomendasi izin angkutan;
d. menyiapkan pengawasan dan pengendalian terhadap pemberian izin trayek dan izin usaha angkutan penumpang dan barang;
e. melaksanakan pengawasan angkutan berbahaya dan khusus;
f. melaksanakan evaluasi laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Perizinan Angkutan; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 127
(1) Seksi Jaringan Angkutan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang jaringan angkutan.
(2) Rincian tugas Seksi Jaringan Angkutan, adalah sebagai berikut:
a. menyusun dan menganalisa kebutuhan jaringan angkutan; b. menyusun penetapan rencana umum jaringan angkutan; c. menyiapkan penyusunan/penetapan manajemen jaringan
trayek dan jaringan lintas angkutan barang angkutan;
d. melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan manajeman jaringan trayek dan jaringan lintas angkutan barang angkutan;
e. menyiapkan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Jaringan Angkutan; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 7
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Pasal 128
(1) Bidang Tehnik Sarana dan Prasarana mempunyai tugas pokok melakukan pemantauan dan analisa kinerja operasional sarana dan prasarana transportasi dampak lingkungan, menyiapkan usulan peningkatan pemeliharaan pemberian bimbingan dan pengawasan teknis penyelenggaraan sarana dan prasarana transportasi serta kegiatan rancang bangun, pengujian kendaraan bermotor, terminal dan parkir.
(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang Teknik Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan bimbingan dan pengawasan teknis kegiatan
rancang bangunan sarana dan prasarana transportasi;
b. pelaksanaan penertiban Surat Hasil Pemeriksaan Mutu (Uji Mutu) kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan karoseri; c. pemantauan dan analisa kinerja operasional sarana dan
prasarana transportasi secara berkala;
d. menyiapkan rencan pengaturan pengawsan dan pengendalian sarana dan prasarana transportasi, menyiapkan rencana peningkatan dan pemeliharaan kebutuhan fasilitas saran dan prasarana transportasi;
e. menyiapkan rekomendasi dari penetapan fasilitas sarana dan prasarana transportasi, melaksanakan analisa terhadap dampak lingkungan yang diakibatkan dari sarana tarsnportasi; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Bidang teknik sarana dan prasarana dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 129 (1) Bidang Teknik Sarana dan Prasarana, membawahi: a. Seksi Sarana dan Prasarana; b. Seksi Terminal; dan c. Seksi Parkir. (2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 130
(1) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis di bidang sarana dan prasarana.
(2) Rincian tugas Seksi Sarana dan Prasarana, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis di bidang sarana dan prasarana transportasi;
b. melakukan pembinaaan pemenuhan persyaratan teknik dan laik jalan kendaraan bermotor serta melaksanakan evaluasi dan laporan kegiatan seksi sarana dan prasarana;
c. melaksanakan pendaftaran kendaraan wajib uji ban, pengawasan dan pengendalian tife, jenis kendaraan bermotor, memberikan rekomendasi penertiban surat tanda nomor kendaraan serta memberikan izin penambahan peralihan pada kendaraan bermotor;
d. menyiapkan bahan petunjuk teknis pembangunan dan penambahan fasilitas terminal, parkir dan halte; dan
Pasal 131
(1) Seksi Terminal mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan perencanaan penataan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fasilitas, pengelolaan fisik terminal dan penyeberangan, pengendalian ketertiban terminal, halte serta pos TPR.
(2) Rincian tugas Seksi Terminal, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perencanaan penataan lokasi, pembangunan dan pengembangan terminal;
b. melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas terminal dan penyeberangan;
c. melaksanakan pengawasan dan pengendalian ketertiban terminal, halte dan pos TPR;
d. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas operasional terminal; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 132
(1) Seksi Parkir mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan perencanaan penataan lokasi, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, pemeliharaan fasilitas, pengelolaan fisik tempat parkir dan pengendalian ketertiban terminal parkir.
(2) Rincian tugas Seksi Parkir, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perencanaan penataan lokasi, pembangunan dan pengembangan lahan parkir;
b. melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas lokasi parkir;
c. melaksanakan pengawasan dan pengendalian ketertiban lokasi parkir;
d. melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas seksi parkir; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Paragraf 8
Bidang Komunikasi dan Informatika Pasal 133
(1) Bidang Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, perizinan, penertiban, pengawasan, pengaturan jasa telekomunikasi dan evaluasi kegiatan jasa pos telekomunikasi serta perumusan standarisasi alat perangkat telekomunikasi, informatika dan pos.
(2) Untuk melaksanakn tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan analisis data dan program pelayanan usaha jasa
telekomunikasi, informatika dan pos serta penyelenggaraan komunikasi, informatika dan pos;
b. perumusan kebijaksanaan, pengaturan dan penetapan standar bidang telekomunikasi, informatika dan pos;
c. pemberian bimbingan teknis di bidang sarana, pelayanan, kinerja operasi telekomunikasi, informatika dan pos;
d. pelaksanaan koordinasi dan pengawasan terhadap layanan jasa telekomunikasi, informatika dan pos;
e. fasilitasi pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekwensi radio;
f. pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pemberdayaan komunikasi sosial dan pengembangan kemitraan media; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Bidang Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pasal 134 (1) Bidang Komunikasi dan Informatika, membawahi: a. Seksi Komunikasi; b. Seksi Informatika; dan c. Seksi Pos.
(2) Masingmasing Seksi sebagaimana dimaksud ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 135
(1) Seksi Komunikasi mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pemberian bimbingan, pengawasan, mengirim, menerima berita, memelihara alat sandi dan perumusan standarisasi pengujian alat perangkat telekomunikasi.
(2) Rincian tugas Seksi Komunikasi, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pembinaan dan penertiban jasa pemberitaan;
b. menyiapkan bahan pembinaan dan penertiban standarisasi peralatan telekomunikasi;
c. menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan wartel; d. menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait
dibidang telekomunikasi;
e. menyiapkan bahan analisis data penyelenggaraan telekomunikasi sebagai bahan penyusunan program pembinaan dan penertiban;
f. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Komunikasi; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 136
(1) Seksi Informatika mempunyai tugas pokok mengumpulkan bahan, mengelola dan menyajikan berita serta memberikan pengawasan, mengamankan informasi atau berita sandi.
(2) Rincian tugas Seksi Informatika, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pengumpulan data dan penyampaian informasi data statistik mengenai pelaksanaan program pembangunan di daerah;
b. menyiapkan pengolahan data pelaksanaan program pembangunan di daerah;
c. menyiapkan bahan pelaksanaan perekaman dan pemeliharaan;
d. menyiapkan bahan data dasar pembangunan;
e. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Informatika; f. menyiapkan bahan penyusunan program dan perencanaan
sistem pendataan;
g. menyiapkan bahan pelaksanaan perekaman data dasar pembangunan;
h. menyiapkan bahan penyajian dan pelayanan informasi pembangunan;
i. melaksanakan inventarisasi dan pemeliharaan alat peraga data;
j. menyiapkan bahan perumusan kebijaksanaan, pengaturan dan penetapan standar/pedoman pengembangan dan pembangunan sistem informatika;
k. menyiapkan data pembangunan pengembangan dan penerapan sistem jaringan komunikasi data serta teknologi informatika;
l. menyiapkan bahan perencanaan, pembinaan, pengendalian, dan pembangunan teknologi informatika;
m. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Informatika; dan
n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pasal 137
(1) Seksi Pos mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan pembinaan, memberikan bimbingan, pengawasan dan pengaturan jasa pos, perumusan standarisasi serta pengujian alat perangkat pos.
(2) Rincian tugas Seksi Pos, adalah sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pembinaan dan penertiban jasa titipan; b. menyiapkan bahan pembinaan dan penertiban standarisasi
peralatan pos;
c. menyiapkan bahan pembinaan filateli;
d. menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait di bidang pos;
e. menyiapkan bahan analisis data pos sebagai bahan penyusunan program pembinaan dan penertiban;
f. menyiapkan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pos; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
Bagian Keenam DINAS PEKERJAAN UMUM