Sheng Yen menyerahkan t ampuk pimpinan DDM kepada Mast er Guo Dong.
3 Februari 2009, Shif u Sheng Yen meninggalkan kit a semua. Beberapa t ahun t erakhir ini kesehat an Shif u agak menurun, khususnya pada f ungsi ginj al. Meski demikian, Shif u t idak pernah bermaksud merepot kan orang lain, beliau t et ap melakukan akt ivit as Dharma sehari-harinya. Meski t ahu dalam kondisi sakit yang parah, Shif u t erlihat t egar: “ t idak menunggu mat i, tidak t akut mat i, t idak mencari mat i” . Beliau benar-benar merealisasikan ucapan: “ Tubuh ini saya persembahkan unt uk kepent ingan Buddha Dharma hingga akhir hayat . ”
“ Bhiksu pengembara di t engah angin dan salj u” , demikian sebut an beliau bagi diri sendiri, yang j uga merupakan salah sat u di ant ara 50 t okoh yang berpengaruh di Taiwan dalam kurun wakt u 400 t ahun t erakhir ini, meninggalkan kit a semua dengan pesan t erakhir yang sangat menyent uh hat i: “ t anpa ‘ aku’ , semua demi Dharma dan kebahagiaan semua makhluk” .
Upacara penghormat an t erakhir bagi Shif u dihadiri oleh puluhan ribu umat dari Taiwan dan seluruh dunia, di ant aranya yakni pimpinan t ert inggi pemerint ahan Taiwan – Ma Ying-j eou dan Hsiao Wan- chang, selebrit is kungf u - Jet Li, Ment eri Agama Tiongkok - Ye Xiaowen, dan para t okoh t ernama lainnya.
Hapuskan air mat a, singsingkan lengan baj u, ayunkan kaki, pant ang mundur meneruskan cit a-cit a luhur Shif u: “ meningkat kan kualit as umat manusia, membangun Tanah Murni di bumi ini” . Dan semua ini akan dapat t erwuj ud bila dilandaskan pada ikrar yang luhur, sepert i yang t elah dit eladankan oleh Shif u: “ alam semest a dapat musnah, ikrar saya abadi selamanya. ”
Meski t ubuh raga Shif u t elah meninggalkan kit a, t et api Shif u Sheng Yen selalu di hat i kit a, ikrar luhur Shif u t et ap membahana di seluruh alam semest a. Menut up kenangan at as kepergian Shif u ini, penulis mengut ip ucapan Ma Ying-j eou. “ Bagi masyarakat Taiwan, kepergian Mast er Sheng Yen, sej uj urnya t elah pergi seorang Bhiksu Luhur, t et api beliau meninggalkan sebuah panut an moralit as yang sempurna. Yang beliau wariskan pada kit a, bukan kekuasaan, bukan hart a benda, j uga bukan relik (sarira), melainkan dorongan pant ang mundur meski t ahu dalam kesulit an, sert a semangat dan nilai- nilai luhur membahagiakan semua makhluk, ini adalah suat u kekuat an yang dapat meningkat kan kualit as umat manusia, memurnikan (bat in) masyarakat dan mengubah kondisi menj adi lebih baik. ”
1. Saya lahir t ahun 1930 di Propinsi Jiangsu, Tiongkok, dalam keluarga bermarga Zhang. Set elah kepergian saya, j angan menyebarkan berit a duka, j angan memberikan persembahan makanan, j angan membangun makam, j angan mendirikan pagoda, j angan mendirikan monumen, j angan mendirikan rupang, dan j angan mengumpulkan relik. Dengan penuh hormat memohon sat u hingga t iga orang Maha Bhiksu secara t erpisah memimpin upacara penut upan pet i mat i, penghormat an t erakhir, kremasi, penanaman abu kremasi, dan lain sebagainya. Semua ini harus dilakukan dengan sederhana agar menj adi khidmat , t idak boros dan berlebihan. Dalam ruang penghormat an t erakhir hanya t ergant ung selembar kaligra
fi
“ Ji Mie Wei Le - Keheningan Tak Berkondisi Adalah Kebahagiaan Sej at i” yang dit ulis seorang ahli kaligrafi
, berf ungsi sebagai pendorong semangat ; dengan set ulusnya memohon t idak mempersembahkan bunga dan syair- syair duka, hanya melaf alkan “ Namo Amit uof o” , bersama-sama menj alin j odoh t erlahir di Terat ai Tanah Murni (Sukhavat i).2. Set elah kepergian saya, bila ada umat yang berdana uang sert a hasil pendapat an dari hak t ulis di dalam dan luar negeri, disumbangkan kepada Dharma Drum Mount ain Buddhist Foundat ion dan Dharma Drum Mount ain Cult ural and Educat ional Foundat ion. Selama hidup saya t idak memiliki hart a pribadi, seluruh hart a benda merupakan dana dari sepuluh penj uru, sebab it u harus kembali kepada Pusat Dharma (Dharma Drum Mount ain), sesuai at uran kedisiplinan Buddhisme dan Pesan Terakhir saya yang t elah disahkan oleh pengadilan.
3. Semua Pusat Dharma yang saya dirikan dan menj adi t anggung j awab saya, merupakan bagian dari Dharma Drum Mount ain. Selain st at us
fi
nansial yang berdiri sendiri, segala kegiat an yang bert uj uanmenegakkan moralit as, pendidikan sumber daya manusia, saling memberi perhat ian dan penempat an sumber daya manusia, harus memakai sist em yang sama. Khusus bagi cabang Pusat Dharma yang berada di manca negara, harus berprinsip menerapkan t radisi Chan yang seragam dan menggunakan orang lokal set empat , agar met ode ot ent ik Chan yang murni t idak akan merosot , dan prakt ik Chan dapat berakar sert a menyebar di masyarakat manca negara yang berbeda budaya.
4. Posisi Pimpinan Dharma Drum Mount ain, baik dij abat oleh t okoh hasil pemilihan int ernal maupun Maha Bhiksu / Bhiksuni dari luar organisasi, wakt u menj abat posisi ini j uga harus menerima, mewarisi dan melest arikan silsilah t radisi Chan dari Dharma Drum Mount ain, pun t idak diperkenankan menghapus
fi
losofi
dan arah t uj uan Dharma Drum Mount ain, ini adalah t radisi yang permanen. Buddha berucap, “ Saya t idak memimpin persamuan, Saya berada di t engah-t engah Sangha. ” Pimpinan Sangha adalah pusat semangat Sangha, yang mengawasi dan memast ikan bahwa t ugas-t ugas Dharma Sangha dan operasional t empat ibadah t elah diput uskan dan dilaksanakan oleh para anggot a Sangha, sesuai dengan Dharma, Sila, t at a t ert ib sert a hidup bersama dengan harmoni, bersemangat dan murni.5. Karya t ulis saya, yang sudah dicet ak dan