BAB IV KEPENTINGAN DIPLOMASI SAWIT INDONESIA DALAM UPAYA
B. Diplomasi Ekonomi : Terbukanya Pasar Baru
ISPO menjelaskan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki visi menjadi negara penghasil minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Penerapan tata kelola yang berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan keberterimaan pasar dan daya saing produk kelapa sawit Indonesia, serta mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sehingga menjadikannya bagian dari kebijakan iklim Indonesia.145 Selain itu,
143 Pandu Gumilar, 2018, “Kementan: ISPO adalah Senjata Lawan Kampanye Negatif Sawit”, Diakses pada 25 April melalui https://ekonomi.bisnis.com/read/20180918/99/839697/kementan-ispo-adalah-senjata-lawan-kampanye-negatif-sawit .
145Info Sawit, 2020, “Berikut Beberapa Point Baru Pada Minyak Sawit Berkelanjutan ISPO.Info Sawit Jakarta”, Diakses pada 25 April 2020 melalui https://www.infosawit.com/news/9805/berikut-beberapa-point-baru-pada-minyak-sawit-berkelanjutan-ispo
dengan menerapkan ISPO, saat ini Indonesia menjadi produsen utama minyak sawit dunia yang tercatat sebagai produsen minyak sawit berkelanjutan di dunia.146 Diplomasi ekonomi adalah penggunaan hubungan pemerintah dan pengaruh pemerintah untuk meningkatkan perdagangan serta investasi di dunia internasional.147 Dalam diplomasi ekonomi jalan politik digunakan untuk memberi pengaruh dalam negosiasi internasional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kawasan nasional, dan menggunakan cara-cara ekonomi untuk meningkatkan stabilitas politik di suatu negara.148 ISPO juga merupakan bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia terutama di bidang produksi dan pengelolaan kelapa sawit.
Dalam “The New Economic Diplomacy” diplomasi ekonomi terdapat lima aktor utama dalam hal ini diantaranya, Perwakilan resmi pemerintah, Menteri atau kepala pemerintahan, anggota legislatif, bank sentral, dan aktor komersial (NGO dan swasta).149
Hal ini terlihat peran aktor- aktor tersebut, di joint study antara ISPO dan RSPO misalnya aktor yang terlibat dalam hal ini adalah pihak ISPO berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, langsung turun tangan melakukan joint study tersebut. Pada Joint Communique Indonesia dan Malaysia, aktor yang
146 BUMN, 2019, “Narasi Lingkungan Sawit”, Diakses pada 25 April 2020 melalui http://bumn.go.id/ptpn5/berita/1-Narasi-Lingkungan-Sawit
147.J.V. Moons dan Remco de Boer, Economic Diplomacy, Product Characteristics and the Level of Development, (paper online), (The Hague), diakses melalui
https://www.etsg.org/ETSG2014/Papers/105.pdf; Diakses 06 Februari 2020, hal. 3
148 d‟Hooghe, “China’s Public Diplomacy”, Hal. 36.
149 Wayne dan WoolCock, “The New Economy Diplomacy”, Hal 61
berperan adalah Presiden Joko Widodo, bersama Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya. Selanjutnya dalam IEU- CEPA aktor yang ikut didalamnya adalah Kementerian Luar Negeri Indonesia. Dan terakhir pada joint commitment ISPO dan IPOS yang terlibat adalah Pemerintah melalui Kementerian Perekonomian bersama para aktor privat, yang dalam hal ini adalah Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).
Kerja keras yang Indonesia lakukan demi memperkenalkan ISPO ke banyak negara lain diharapkan dapat membuka pasar baru lainnya bagi Indonesia. Hal ini terlihat berhasil. Terlihat yang telah dilakukan pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan Rusia. Minyak sawit yang di ekspor ke Rusia ini umumnya digunakan untuk campuran bahan makanan dan susu, sehingga peluang pasarnya masih sangat besar bagi Indonesia. Selain Rusia, pasar baru terbuka bagi Indonesia, yakni di Jepang. Jepang sangat tertarik terhadap limbah sawit (tandan kosong). Jepang memerlukan tandan kosong untuk bahan bakar nuklir. Sebab, Jepang akan menggunakan biomas power dalam mengembangkan nuklirnya.
Selama ini sudah menggunakan bambu, tapi tak cukup pasokannya.150
Pasar baru tersebut terbuka akibat adanya kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia dan India melalui ISPO. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki jumlah pendudk yang banyak, dimana sebagian besar penduduk India merupakan konsumen terbesar dan sering memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan masakan
150 GIMNI, 2018,. “Ekspor Cpo Ke Negara Asia Dan Rusia Kian Terbuka” , Diakses pada 27 April 2020 melalui http://gimni.org/ekspor-cpo-ke-negara-asia-dan-rusia-kian-terbuka/
yang dicampur dengan minyak nabati lainnya. Meski tingkat konsumsi minyak sawit masyarakat India masih rendah, peluang daya serap minyak sawit masih sangat terbuka.151
Untuk kawasan lainnya seperti kawasan Afrika, Indonesia mengandalkan ISPO dalam membuka pasar ke negara seperti Nigeria. Demi memenuhi standar produk yang diterapkan oleh Nigeria terhadpa kelapa sawit Indonesia, Indonesia telah memiliki sistem tersendiri tentang pembangunan kelapa sawit beserta olahannya yang sesuai prinsip berkelanjutan yang berwawasan lingkungan yakni Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). ISPO adalah langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi citra buruk terhadap kelapa sawit beserta turunanya. Dalam hal ini ISPO bertujuan meningkatkan daya saing kelapa sawit Indonesia di pasar dunia maupun pasar non tradisional seperti Nigeria. 152
ISPO adalah alat promosi, advokasi, dan kampanye publik untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit Indonesia di Nigeria. Dan hal ini telah menjawab kekhawatiran terkait kelapa sawit Indonesia yang tidak ramah lingkungan tersebut, dan memperkuat posisi tawar kelapa sawit Indonesia di pasar global. Selanjutnya dengan terbentuk dan diterapkannya ISPO, diharapkan bisa memudahkan upaya Indonesia memperluas pasar ekspor kelapa sawit, yang di mana
151Oke Finance, 2016, “Biodiesel Dinilai Jadi Pasar Potensial Minyak Sawit”, Diakses pada 27 April 2020 melalui https://economy.okezone.com/read/2016/11/25/320/1551636/biodiesel-dinilai-jadi-pasar-potensial-minyak-sawit
152Firanty Maulidani Ansori, 2019, “Upaya Indonesia Dalam Peningkatan Ekspor Crude Palm Oil Ke Nigeria”, e Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, Volume 7, Nomor 1 2019:029-042, Hal 39.
biasanya hanya terfokus di kawasan Uni Eropa dan Asia, kini bisa meningkatkan ekspor kelapa sawit hingga Nigeria.153
Selain itu, pada tahun 2015, Indonesia sebagai negara produsen minyak sawit terbesar belum dapat menentukan harga minyak sawit sendiri. Hal ini dikarenakan Indonesia belum melakukan tata kelola minyak sawit dan turunannya dengan baik sesuai standar negara maju.154 Untuk itu, dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui ISPO, diharapkan Indonesia dapat membuka pasar baru minyak sawit.
Usaha dari penerapan ISPO mendapatkan kepercayaan oleh negara – negara lain. Pemerintah dari the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), negara-negara produsen minyak sawit memerintahkan untuk penggunaan biodiesel sehingga penggunaan minyak sawit meningkat . Dimana biodisel bahan salah satu bahan bakunya adalah minyak kelapa sawit itu sendiri.155
Hal ini diharapkan mampu membuka pasar baru, sekaligus meningkatkan harga minyak kelapa sawit di dunia yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan di tingkat petani atau pekebun rakyat. Pasar baru terbuka dengan Empat negara yang akan bergabung dalam keanggotaan CPOPC setelah Indonesia dan Malaysia, yakni, Papua Nugini, Honduras, Ghana, dan Kolumbia sehingga
153 Firanty Maulidani Ansori, 2019, “Upaya Indonesia Dalam Peningkatan Ekspor Crude Palm Oil Ke Nigeria”, e Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, Volume 7, Nomor 1 2019:029-042, Hal 40.
154 Medan Bisnis Daily, 2015, “RI Tak Berdaya Tentukan Harga CPO”, Diakses pada 29 April 2020 melalui http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/11/26/200763/ri-tak-berdaya-tentukan-harga-cpo/.
155 BUMN, 2019, “Harga Minyak Sawit Naik Kembali Mencapai Rekor Tertinggi”, Diakses pada 29 April melalui http://www.bumn.go.id/ptpn5/berita/1-Harga-Minyak-Sawit-Naik-Kembali-Mencapai-Rekor-Tertinggi (diakses 29 April 2020).
penambahan keanggotaan ini diharapkan akan meningkat posisi CPOPC di mata dunia. PM Malaysia menyatakan persetujuannya terhadap langkah penyatuan standar keberlangsungan kelapa sawit, sehingga sinergitas program antara Indonesia dan Malaysia semakin baik dan daya saing pekebun meningkat. Pada akhir diskusi, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam membangun strategi dalam upaya memperbaiki harga pada level yang lebih baik.156
Dapat dijelaskan bahwa ISPO merupakan merupakan alat diplomasi ekonomi, dimana pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah kebijakan untuk memberi pengaruh dalam negosiasi internasional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dalam skala nasional dan menggunakan cara–cara ekonomi untuk meningkatkan stabilitas ekonomi nasional, khususnya di bidang kelapa sawit. Melalui ISPO, Indonesia terus mempromosikan minyak sawit yang berkelanjutan di berbagai negara.
C. ISPO sebagai Wujud Komitmen Indonesia dalam Penerapan Sustainable