Dalam kegelapan di suatu pagi buta, Piyado berdiri beberapa jauh dari misionaris Andy (bukan nama sebenarnya), jemarinya yang menggenggam busur dan anak panah, bergetar akibat kecamuk perasaan antara sedih, marah dan takut. Andy tahu bahwa bahaya yang ia hadapi benar-benar nyata. Piyado telah membunuh istri pertamanya dan baru saja mencincang istri ketiganya setelah seseorang menuduh wanita itu memantra-mantrai putranya. "Andy menceritakan bahwa pemandangan yang ia lihat saat itu benar-benar mengerikan. Tidak hanya mayat bayi, Damiyodi, namun juga mayat korban pembunuhan tergeletak begitu saja di halaman," tulis Linda (bukan nama
sebenarnya), istri Andy. Mimpi buruk itu dimulai dari hari sebelumnya. Andy dan Linda telah membangun hubungan yang baik dengan Piyado dan Baigoa, istri keduanya. "Mereka adalah teman yang paling akrab dengan kami di dusun tempat kami melayani. Kami pun selalu merasa cocok dengan mereka," tulis Linda.
"Mereka tinggal di dekat dusun kami, dan selalu menghadiri kegiatan pengajaran Alkitab dengan setia," tambahnya. Jadi ketika Damiyodi, putra mereka yang baru berusia 1,5 tahun terkena sakit perut, muntaber dan diare, mereka pun membawa anak itu kepada keluarga Andy. Setelah kondisi anak tersebut sudah terlihat agak membaik, pasangan itu membawanya pulang. Jam menunjukkan hampir pukul 2 pagi ketika rekan sekerja dari pasangan Andy mengabarkan bahwa Damiyodi telah meninggal dunia. Andy dan rekan misi sekerjanya segera mengunjungi rumah Piyado dan menyadari bahwa diri mereka semua sedang berada di dalam bahaya.
"Di satu sisi, Andy ingin menghibur dia dari kesedihannya," tulis Linda. "Namun, Piyado juga dalam keadaan baru saja membunuh istrinya." Usaha untuk menenangkannya pun dilakukan semalam-malam itu. Hari berikutnya, Andy pergi untuk mengurusi jenazah Wisideo, istri ketiga Piyado. "Mereka membungkus tubuhnya dengan sebuah tikar," tulis Linda. "Saat sampai di pinggiran sungai, Piyado lalu melemparkan jenazah itu ke
sebuah air terjun kecil. Tanpa upacara, tanpa melihat kembali, tanpa penyesalan." Piyado, Wisideo dan Baigoa, telah menjadi anggota inti dari kelompok 9 orang dewasa yang mengikuti pelajaran Alkitab setiap Senin pagi. "Sekali lagi kami diingatkan bahwa kami sedang dalam peperangan untuk jiwa. Apa yang kami saksikan semalam telah berlangsung selama ratusan tahun di antara suku yang kami layani saat ini." [Sumber: Mission Network News, January 2006]
Pokok Doa
• Mengucap syukur untuk pelajaran Alkitab yang sedang dilaksanakan di dusun tempat pasangan Andy melayani. Berdoa agar Roh Allah membimbing mereka yang mengikuti sekolah Alkitab sehingga mereka mendapat pemahaman kasih dan kehendak Allah yang benar.
41
• Doakan misionaris NTM yang sedang melayani khususnya dalam menghadapi
peperangan jiwa yang terjadi di tempat mereka. Doakan pula untuk kesatuan di antara tim ini, supaya dapat memancarkan kasih Kristus dalam waktu krisis ini."
Rusia
Sehubungan dengan pemerintah Rusia yang melanjutkan kontrol terhadap kebebasan beragama di Rusia, Moscow Evangelical Christian Seminary mulai memikirkan tentang pelayanannya di Rusia. Seminari ini didukung oleh organisasi OMS International di Amerika Serikat. Mantan presiden OMS JB Crouse mengatakan bahwa visa bagi dua pasangan misionaris telah dibatalkan dan ada juga rumor lain. "Sudah sering
dibicarakan -- 'tidak boleh ada lagi kiriman uang untuk siswa sponsor' dan kabar-kabar sejenisnya. Dengan kondisi ekonomi di Rusia, akan sulit bagi para siswa untuk
mendapatkan pendidikan teologi. Jadi, kami pun sangat memperhatikan masalah itu dan kami sendiri masih belum yakin bagaimana penerapannya." Salah satu pengurus sekolah seminari tersebut, Sasha Tsutserov mengatakan jika bantuan dana dari luar negeri dihapuskan, hal itu akan menimbulkan hambatan dalam memberikan pendidikan teologi untuk para siswa. "Jumlah siswa yang kami miliki secara tak langsung juga ditentukan oleh dana yang kami miliki. Pendapatan rata-rata di Rusia (di beberapa propinsi) adalah sekitar $2000 pertahun dan jumlah tersebut tak akan mencukupi untuk biaya sekolah." [Sumber: Mission Network News, January 10th 2006]
Pokok Doa
• Mengucap syukur untuk kesiapan OMS dalam mengantisipasi peraturan baru di Rusia. Berdoa agar pembatasan apa pun yang dilakukan oleh pemerintah tidak mematahkan pelayanan OMS di negara ini.
• Berdoa agar kondisi ekonomi di Rusia dapat segera membaik. Berdoa juga supaya sekolah seminari Moscow menemukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah pendanaan bagi para siswa.
Amerika
En-Gedi Resource Center mengadakan program pelajaran Alkitab dengan cara
mempelajari daerah dan budaya di Alkitab. Direktur eksekutif En-Gedi, Bruce Okkema mengatakan En-Gedi diambil dari nama oasis di padang pasir sebelah selatan Israel. "Di sana, air muncul dari tanah dan memberi kehidupan. Kami ingin hal itu menjadi gambaran pelayanan kami dalam hal menunjukkan kepada orang-orang tentang kekayaan yang dimiliki Alkitab, yang bisa memberikan kehidupan. Alkitab bisa menjadi air hidup bagi kehidupan pribadi mereka." Hampir 2000 orang di 35 negara
mendapatkan pelajaran Alkitab lewat email. Okkema mengatakan mereka baru mulai melakukan penjangkauan dengan cara yang lebih praktis dengan membangun saluran penyaringan air di Afrika lewat Water Missions International. "Organisasi ini sedang mencari kerja sama dalam melakukan pelayanan sehingga peralatan mereka dapat dipasang dalam nama Yesus dan dipakai tidak hanya sebagai bentuk bantuan kemanusiaan, tapi juga kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan kepada
orang-42
orang yang belum mengenal-Nya." [Sumber: Mission Network News, January 10th 2006]
Pokok Doa
• Doakan program PA En-Gedi Resource Center agar dapat menunjukkan kekayaan yang dimiliki Alkitab kepada banyak orang. Bersyukur atas 2000 orang di 35 negara yang telah mendapatkan pelajaran Alkitab via email dan berdoa agar pelajaran tersebut membuat mereka semakin rajin menggali isi Alkitab.
• Berdoa untuk Water Missions International yang memasang saluran penyaringan air di berbagai wilayah. Dukung kerinduan organisasi ini untuk membagikan kasih Yesus melalui pekerjaan yang dilakukannya sehingga bisa mengenalkan Yesus kepada setiap orang yang belum mengenal-Nya.
43
Doa Bagi Indonesia
Mobilisator Misi Dan Kegiatan-Kegiatannya
OM Indonesia, Tim WEC, dan Kartidaya adalah sebagian dari organisasi misi yang salah satu tujuan pelayanannya adalah menggerakkan banyak orang percaya untuk menjadi mobilisator misi di berbagai tempat.
Pokok Doa
• Doakan OM Indonesia, Tim WEC, Kartidaya, serta organisasi/ lembaga misi yang giat berperan sebagai mobilisator misi. Doakan pelatihan-pelatihan yang mereka adakan, sarana dan prasarana pendukung yang mereka perlukan.
• Doakan seminar-seminar yang akan dilaksanakan sebagai wadah bagi para mobilisator untuk menggerakkan para mahasiswa terjun dalam misi.
• Doakan folow-up dari seminar-seminar yang sudah dilaksanakan supaya dapat menghasilkan orang-orang terbeban yang berkualitas dalam hati, rohani, mental dan intelektual.
• Berdoa agar para mobilisator misi lebih diperlengkapi untuk dapat menggerakkan hati anak muda kita terjun dalam misi. Berdoa untuk hikmat serta kesabaran dalam
membimbing orang-orang yang punya beban namun belum paham benar tentang misi.
• Doakan persekutuan-persekutuan doa misi supaya lewat wadah ini mobilisasi misi dapat dengan maksimal dimanfaatkan.
Surat Anda
From: ahmad syukur <arss-03(at)> >Shallom,
>Saya seorang Komisi Doa di Unit Kegiatan Mahasiswa Kebaktian >Mahasiswa Kristen Unit Pelayanan Fakultas Kedokteran Universitas >Sumatera Utara alasan. Saya rindu memasukkan topik doa mengenai >suku-suku di Indonesia ke dalam Buletin Doa kami.
Redaksi:
Untuk mendapatkan informasi tentang suku-suku di Indonesia dan pokok doanya, silakan berkunjung ke Situs e-MISI (Mengabarkan Injil ke Seluruh Indonesia). Anda bisa mengakses bagian Doa Bagi Suku di alamat:
44
“
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'”
45